Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ekonomika

virtual currency sebagai tantangan dan peluang terhadap aspek sosial darmawanto, agus tri
Jurnal Ekonomika Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Ekonomika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.949 KB) | DOI: 10.35334/jek.v9i2.766

Abstract

Abstrak: Tujuan dari tulisan artikel ilmiah ini untuk mengetahui virtual currency sebagai tantangan dan peluang terhadap aspek sosial. Tantangan adanya virtual currency dilihat dari aspek sosial yang antara lain adalah sebagai berikut: (i) Kriminalitas akan meraja lela, seperti pencucian uang, pendanaan teorisme, penipuan (tidak secara jelas pengelolanya dan tidak dalam pengawasan OJK dan Bank Indonesia); (ii) Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mata uang rupiah semakin pudar dan lebih tergiur dengan virtual currency dalam melakukan transaksi;(iii) Keamanan dan kenyamanan yang kurang dirasakan masyarakat untuk berbisnis dalam virtual currency, karena terdapat dalam dunia maya dengan risiko yang tinggi. Adapun peluang-peluang dengan adanya virtual currency dilihat dari aspek sosial antara lain sebagai berikut:.(i) Bank Indonesia dan OJK, selaku lembaga yang bergerak dalam menjaga kestabilan moneter dan pengawasan sektor jasa keuangan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pengetahuan dan wawasan berkaitan dengan virtual currency; (ii) Bank Indonesia bekerjasama dengan perguruan tinggi dapat melakukan pendidikan literasi khususnya kepada mahasiswa-mahasiswa berkaitan dengan virtual currency. Dengan keberadaan virtual currency yang berkembang cukup pesat ini perlu adanya ketegasan dari seluruh elemen masyarakat maupun institusi untuk menolak adanya virtual currency berkembang di Indonesia.
virtual currency sebagai tantangan dan peluang terhadap aspek sosial agus tri darmawanto
JURNAL EKONOMIKA Volume 09, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.948 KB) | DOI: 10.35334/jek.v9i2.766

Abstract

Abstrak: Tujuan dari tulisan artikel ilmiah ini untuk mengetahui virtual currency sebagai tantangan dan peluang terhadap aspek sosial. Tantangan adanya virtual currency dilihat dari aspek sosial yang antara lain adalah sebagai berikut: (i) Kriminalitas akan meraja lela, seperti pencucian uang, pendanaan teorisme, penipuan (tidak secara jelas pengelolanya dan tidak dalam pengawasan OJK dan Bank Indonesia); (ii) Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mata uang rupiah semakin pudar dan lebih tergiur dengan virtual currency dalam melakukan transaksi;(iii) Keamanan dan kenyamanan yang kurang dirasakan masyarakat untuk berbisnis dalam virtual currency, karena terdapat dalam dunia maya dengan risiko yang tinggi. Adapun peluang-peluang dengan adanya virtual currency dilihat dari aspek sosial antara lain sebagai berikut:.(i) Bank Indonesia dan OJK, selaku lembaga yang bergerak dalam menjaga kestabilan moneter dan pengawasan sektor jasa keuangan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pengetahuan dan wawasan berkaitan dengan virtual currency; (ii) Bank Indonesia bekerjasama dengan perguruan tinggi dapat melakukan pendidikan literasi khususnya kepada mahasiswa-mahasiswa berkaitan dengan virtual currency. Dengan keberadaan virtual currency yang berkembang cukup pesat ini perlu adanya ketegasan dari seluruh elemen masyarakat maupun institusi untuk menolak adanya virtual currency berkembang di Indonesia.
PENGARUH PENGANGGURAN DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA TARAKAN Agus Tri Darmawanto; Hasliani Hasliani
JURNAL EKONOMIKA Volume 13, Nomor 01, Januari 2022
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jek.v13i0.2419

Abstract

Tujuan penelitian ini (i) menganalisis pengaruh secara parsial pengangguran dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan, (ii) menganalisis pengaruh secara simultan pengangguran dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2008-2020 dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan. Sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan. Tingkat pengangguran dan inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan.
PETA SEKTOR EKONOMI PROVINSI KALIMANTAN UTARA Djuanda Hatta; Agus Tri Darmawanto
JURNAL EKONOMIKA Volume 11, Nomor 02, Juni 2020
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.743 KB) | DOI: 10.35334/jek.v11i2.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sektor ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pihak yang terkait dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi yang bersifat sektoral. Alat analisis yang digunakan adalah Static Location Quotient (SLQ) dan Dinamic Location Quotien (DLQ) untuk melihat proporsi/kapasitas dan pertumbuhan/perkembangan sektor ekonomi. Tipologi Klassen digunakan untuk memetakan sektor ekonomi tersebut. Hasil analisis menunjukkan empat kuadran peta ekonomi yaitu kuadran pertama yang merupakan sektor yang maju dan tumbuh dengan cepat terdiri atas: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Konstruksi; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, kuadran kedua yang merupakan sektor yang maju tapi tertekan terdiri atas: Transportasi dan Pergudangan, Kuadran ketiga yang merupakan sektor yang berkembang cepagt terdiri atas: Pengadaan Listrik dan Gas; Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Real Estate; Jasa Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; Jasa Lainnya, Kuadran keempat yang merupakan sektor yang relatif tertinggal terdiri atas: Industri Pengolahan; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan; Jasa Perusahaan. Kata kunci: Static Location Quotient (SLQ), Dinamic Location Quotient (DLQ), Tipologi Klassen, Peta Sektor Ekonomi