Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Educatio

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN CONSEPTUAL UNDERSTANDING PROSEDURES (CUPS) PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN 01 KELAYU UTARA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Muhammad Sururuddin
Educatio Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v10i1.93

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan  model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs), untuk mengetahui hasil dari pengembangan model Pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) dan untuk mengetahui pengaruh dari pengembangan pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) pada mata pelajaran IPA sekolah dasar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus skala lima untuk validasi buku model, buku guru, buku siswa dan LKS, thitung untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil validasi tim ahli dan uji coba lapangan, hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs). Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa tingkat persentase ketuntasan mencapai 92,31%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dihasilkan buku guru dengan rata-rata 4 dengan kriteria baik, buku model dengan rata-rata 4,06 dengan kriteria baik dan buku siswa dengan rata-rata 3,83  dengan kriteria baik, inovatif, dan efektif. Pengaruh model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) terhadap hasil belajar IPA siswa dianalisis menggunakan rumus thitung. Diperoleh hasil thitung 12,840, kemudian dibandingkan dengan hasil ttabel dengan taraf signifikan 5%, yaitu 12,840 berbanding 1,708. Berdasarkan hasil perbandingan nilai thitung dengan ttabel, diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) sebagai produk hasil pengembangan dikatakan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci: Pengembangan, Model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs).
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DISPLAY MODEL FLIPCHART PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR Muhammad Sururuddin
Educatio Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v11i1.274

Abstract

This research was aimed at describing how to develop learning material, finding out the result of developing the learning material, and finding out the effect of the developed display model flipchart learning material on the learning achievement of the fifth graders of the elementary shcool. This research was a research and development adapting Borg and Gall model consisted of five simplified steps. The research was conducted at SDN 1 Kelayu North by taking 20 students as sample. The data were collected through validation sheet, test, and questionnaire. The data were analyzed through five scale descriptively. The result of the analysis showed that the score gained from the first and the second validators were 3,81 and 3,93 which were in valid category. 85% students were in good category. 85% students gave positive response to the developed material. In addition, the data analysis showed that there was effect of learning material display model flipchart on the students learning achievenment of science subject matter.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan bahan ajar, mengetahui hasil pengembangan bahan ajar dan pengaruh penggunaan bahan ajar display model flipchart terhadap hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan mengadopsi model Borg and Gall yang terdiri dari 5 tahapan yang sudah disederhanakan. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Kelayu Utara dengan melibatkan 20 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli, tes hasil belajar dan angket respon siswa sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif skala lima. Pada penelitian ini didapatkan hasil validasi oleh validator pertama adalah 3,81 dengan kategori valid, hasil validasi oleh validator kedua adalah 3,93 dengan kategori valid, hasil persentase ketuntasan siswa 85% pada postes dengan kategori baik, dan persentase respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan 85,42%  dengan kategori sangat merespon. Selanjutnya thitung untuk mengetahui pengaruh bahan ajar display model flipchart terhadap hasil belajar IPA siswa. Diperoleh hasil thitung 5,671 kemudian dibandingkan dengan hasil ttabel dengan taraf signifikan 5%, yaitu 1,729. Berdasarkan hasil perbandingan nilai thitung dengan ttabel diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka bahan ajar display model flipchart sebagai produk hasil pengembangan dikatakan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa. Keywords:Development, Display Model Flipchart, Learning AchievementKata Kunci : Pengembangan, Bahan Ajar Display Model flipchart, Prestasi Belajar
IMPLEMENTASI KTSP PADA MATA PELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR KELAYU KECAMATAN SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR NTB TAHUN PELAJARAN 2007/2008 Muhammad Sururuddin
Educatio Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v4i2.43

Abstract

This research aims to know the implementation of School-Based Curriculum on the subject of Natural Science in Kelayu State Elementary School, in the District of Selong. The focus of the research is to explore the obstacles and the supporting factors in implementing the school based curriculum. This study employs the descriptive-qualitative method. The subjects of the research are the principal, the teachers, and the students. The research data were collected by conducting observation, interviews, and documentation study and analyzed qualitatively using the analysis technique of Huberman. From the result of the research, the researcher finds some descriptions about the implementation of the school-based curriculum. (1) The four state elementary schools have imposed the school-based curriculum since the academic year of 2007/2008. (2) Each school has not had complete instruments for the school-based curriculum. (3) The obstacles encountered by the schools are that (a) they lack the main text-books and other supporting books and the laboratory equipment both for the teacher and for the students in learning activities, which is overcome by asking the teachers to provide handouts and to create simple laboratory Natural Science equipment through Teacher Working Group (KKG), (b) most teachers have not well understood the assessment system in the school-based curriculum, which is overcome by sharing teaching experience in  Teacher Working Group (KKG), (c) most teachers have not been accustomed to giving, correcting, and returning the homework to the students routinely, and (d) the students are not quite active in asking questions and expressing their opinions in the learning process. (4) The supporting factors in implementing the school-based curriculum are that (a) some schools have had complete equipment for laboratory practice of Natural Science to have the students understand the teaching materials easily, (b) the principal gives enough attention to the school-based curriculum and monitors the implementation of it, (c) complete sports facilities are available, and (d) the school environment is rich in the learning sources. In general, there are no different phenomena in the implementation of the school-based curriculum in the four state elementary schools in Kelayu such as South Kelayu Elementary School 1, South Kelayu Elementary School 2, North Kelayu Elementary School 1 and North Kelayu Elementary School 2  regarding the learning process, technical operation, and the availability of learning supporting facilities, whereas the most different factors in the four schools are found in the aspects of collaboration and internal culture of the schools.Keywords: The Implementation of (KTSP), Natural Science (IPA)
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY PADA PELAJARAN MATEMATIKA, SAINS DAN BAHASA INDONESIA DI GUGUS SDN KECAMATAN SELONG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Muhammad Sururuddin
Educatio Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v8i2.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) Identifikasi model pembelajaran yang sering digunakan oleh guru pada ,mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia; (2) mengidentifikasi penerapan pembelajaran inovatif menggunakan kegiatan Lesson Study pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia; (3) menganalisis silabus dan RPP yang digunakan oleh guru pada ,mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia; (4) menganalisis interaksi proses belajar mengajar antara guru dan siswa di kelas pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia; (5) merancang instrumen berupa lembar observasi, angket, dan tes hasil belajar dan perangkat pembelajaran yang berbasis Lesson Study pada ,mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia. Produk akhir dari penelitian tahun pertama adalah  lembar observasi sebagai acuan untuk mengamati kegiatan Lesson Study dan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus dan RPP pada ,mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan (action research). Zuriah (2006: 54) mengatakan bahwa esensi penelitian tindakan adalah “pemecahan masalah praktis atau meningkatkan kualitas praktik”.  Menurut Swarsih Madia (1994: 2) penelitian tindakan adalah “intervensi skala kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap pengaruh intervensi tersebut”. Sumber data atau partisipan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SDN Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur pada kelas V. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposif sampling dimana subyek penelitian ditentukan sendiri dengan memilih kelas yang dapat dijadikan penelitian. Penelitian dilaksanakan di kelas V pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia. Berdasarkan data yang terkumpul dari hasil observasi awal dan analisis, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagaian guru belum mengetahui tentang Lesson Study dan tidak terbiasa memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, tersusunnya perangkat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan guru dan kesepakatan guru dan peneliti pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia.