Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PARTISIPASI WANITA TANI DALAM PENGELOLAAN TANAMAN PADI SAWAH TERPADU DI KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA Pujiharto Pujiharto; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 10, No 2 (2008): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v10i2.966

Abstract

This research aimed to 1) learn profiles of women farmers who participate in the management of integrated crop for rice by observing age, formal education grade, farming effort, social economic grade, and farming experience, 2) know factors influencing women farmers participation in managing integrated crop of rice, and 3) know women farmers participation grade in managing integrated crop of rice in the relation with farmers rice effortproductivity and income. Bukateja District, Purbalingga Regency was chosen as the research region because of model region for having the management program. Thirty members of women farmers were chosen randomly. Result of the research showed that profiles of the women were different from the age rate, mostly between 31-40 years, formal education grade was mostly junior high school graduate, the way of doing farming effort was mostly by themselves, social economic grade was on medium rate, and the farming experience was mostly between 5 to 10 years. Factors influencing the participation were women farmers knowledge about the management, the age of women farmers, women farmers motivation, field’s size, and the intensity of counseling. By using McNemar test on 5% error rate, it was known that the participation rate in the program influenced the changes of farming effort productivity as well as farmers’ income with intensity from low to high. Key words : participation, women farmers, integrated crop management program for rice.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI AGROINDUSTRI GULA KELAPA DI DESA JALATUNDA KECAMATAN MANDIRAJA Anton Martono; Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 9, No 1 (2007): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v9i1.948

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diperoleh petani pengrajin gula kelapa serta untuk mengetahui kelayakan ekonomi agroindustri gula kelapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Responden diambil dengan metode Purposive Sampling (sengaja) dan ditentukan berjumlah 20 orang petani pengrajin pemilik, 10 orang petani pengrajin penggaduh dan 10 orang petani pengrajin penyewa. Hasil analisis menunjukan biaya produksi rata-rata petani pengrajin pemilik Rp.466.771,00/bulan, petani pengrajin penggaduh Rp.383.443,40/bulan dan petani pengrajin penyewa Rp.489.165,70/bulan. Produksi rata-rata petani pengrajin pemilik 145,75 kg/bulan, petani pengrajin penggaduh 81,60 kg/bulan dan petani pengrajin penyewa 150,70 kg/bulan. Pendapatan rata-rata petani pengrajin pemilik Rp.1.389,00/bulan, petani pengrajin penggaduh (Rp.122.323,40)/bulan dan petani pengrajin penyewa (Rp.6.925,70)/bulan. Besarnya nilai R/C untuk petani pengrajin pemilik 1,003, petani pengrajin penggaduh nilai 0,679, dan petani pengrajin penyewa 0,986.
PERANAN BAITUL MAAL MUJAHIDIN DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS Pujiati Utami; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i1.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Baitul Maal Mujahidin dalam mendukung ketahanan panganDI Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi motivasi atau faktor pendorong anggota mengumpulkan zakat hasil pertanian pada Baitul Maal Mujahidin yaitu : sebagai bentuk kewajiban umat Islam dalam rangka melaksanakan salah satu rukun Islam, sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa melalui hasil panen komoditas pertanian, sebagai sarana untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan beberapa golongan masyarakat yang membutuhkan, sebagai sarana untuk mengurangi kecemburuan sosial, zakat dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menambah berkah atas rezeki yang diperoleh, dan khusus untuk zakat hasil pertanian dapat difungsikan sebagai lumbung pangan untuk mengantisipasi jika pada masa mendatang terjadi bencana kerawanan pangan akibat hasil panen yang tidak optimal.
TATA NIAGA SALAK PONDOH (Salacca edulis reinw) DI KECAMATAN PAGEDONGAN BANJARNEGARA Agus Trias Budi; Pujiharto Pujiharto; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 11, No 1 (2009): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v11i1.976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jalur tataniaga salak pondoh yang efisien, mengetahui besarnya bagian pendapatan yang diterima petani (farm share), serta mengetahui bagian keuntungan yang diterima ditingkat pedagang Salak Pondoh. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara. Pemilihan lokasi dilakukan dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu sentra produksi salak pondoh di Kabupaten Banjarnegara. Metode panelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel penelitian diambil sebanyak 20 orang petani secara simple random sampling dan pedagang sebanyak 6 orang responden. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan responden terpilih. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Pagedongan terdapat 3 (tiga) pola pemasaran salak pondoh. Dari ketiga pola yang ada, pola pemasaran yang ketiga memberikan farmer share terbesar, serta merupakan pola pemasaran yang paling efisien.
ANALISIS PEMASARAN CABAI MERAH (Capsicum annum) DI DESA GOMBONG KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG Ekawati Budi Utaminingsih; Watemin Watemin; Dumasari Dumasari
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 11, No 2 (2009): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v11i2.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemasaran cabai merah dan farmer share di Desa Gombong Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa lokasi petani di lokasi penelitian membudidayakan cabai merah sebagai tanaman utama. Responden dalam penelitian ini terdiri dari petani sebanyak 30 orang dan pedagang sebanyak 6 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan perhitungan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat 3 (tiga) pola saluran pemasaran cabai merah dengan farmer share tertinggi pada saluran ke tiga yaitu 76 %.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annuum) DI DESA GOMBONG KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG Wiit Rismawanto; Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 18, No 2 (2016): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v18i2.1746

Abstract

The study aimed to determine the profitability of red chili farming (Capsicum annuum) in Gombong village, Belik District, Pemalang. The study applied purposive sampling method on 60 samples of red chili farmers. The results showed that the cost of farm production of red chili in Gombong village, Belik District, Pemalang regency was divided into two: the fixed costs and variable costs. The average of fixed cost in farming red chili was Rp.2.546.049,325/Ut/Mt, while the average variable cost was Rp.23.916.678/Ut/Mt. Thus, the average total cost of production in the farming red chili was Rp.26.462.727,325/Ut/Mt, then the production costs per kg spent by the farmer in the village of red chili farming Gombong, Belik District, Pemalang regency was Rp.11.132,825/kg. Profitability is the ability of a company to generate (profit) on thelevel of sales, assets, and a specific share capital. In the study, red chili farming in Gombong village, Belik District, Pemalang obtained 14,547 % profits.
PERILAKU ENTREPRENEUR PENGRAJIN GULA KRISTAL DI WILAYAH PERDESAAN Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 16, No 2 (2014): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v16i2.1024

Abstract

Objective of this research 1) knowing the characteristics of entrepreneurial actors crystal sugar producers, 2) to analyze the behavior of the entrepreneur craftsmen crystal sugar in the District Cilongok Banyumas.The location of research in Sub District Cilongok Banyumasset intentionally (purposive sampling) with consideration of a center of crystal sugar. Source of research date in the form of primary and secondary date. Date was collected through interviews, observation and documentation. Date analysis with qualitative descriptive analysis techniques and quantitative analysis. To identify the characteristics of the entrepreneur farmers and craftsmen used descriptive method of analysis simple statistic. In studying the distribution of the factors that influence the behavior of the entrepreneur craftsmen crystal sugar quantitatively analyzed descriptively. Results The average number of coconut trees entrepreneurial ownership crystal sugar producers reached 23 trees with ownership system consists of one's own and lease tree from others. The results showed that there were 9 (22%) of respondents who have their own trees and also hire other people's trees. While 31 (77%) of respondents are craftsmen who rely on privately owned palm trees to be taken niranya. Formal education is the average respondent Graduated Elementary School: 29 respondents (72.5%), followed by junior high school graduated 10 respondents (25%) and graduated from high school there is only one respondent (2.5%). Age of respondents actors Cilongok entrepreneur craftsmen in the district known that most or at (100.00 percent), including the productive age group with a mean age of 46.25 years. Productivity is still low, it can be seen from the average - average number of respondents production craftsmen new farmers can achieve a production of 4.69 kg per day and 140.66 kg per month. Experience crystal sugar craftsman entrepreneur vary, there are just starting a business that is less than 1 year and there are craftsmen who have more than 5 years in the business this long with an average of 3 years 6 months entrepreneurship. Keywords :behavior, entrepreneur, crystal sugar, rural
EFISIENSI EKONOMI USAHATANI PADI SEMI ORGANIK DI DESA SAWANGAN KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS Suroso Suroso; Watemin Watemin; Pujiati Utami
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 18, No 1 (2016): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v18i1.1738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi dan tingkat efisiensi usahatani padi semi organik di Desa Sawangan Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Data penelitian diambil dari petani responden sebanyak 15 orangyang diambil secara sensus. Selanjutnya data penelitian dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi tipe Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk organik, pupuk kimia, pestisida hayati, dan pestisida kimiasecara simultan berpengaruh sangat nyata terhadap produksi padi semi organik. Secara parsial faktor produksi luas lahan dan pestisida hayati berpengaruh sangat nyata, dan pestisida kimia berpengaruh nyata, sedangkan faktor produksi tenaga kerja, benih, pupukorganik dan pupuk kimia berpengaruh tidak nyata. Penggunaaan faktor produksi luas lahan, pupuk organik, dan pestisida kimia belum efisien, sedangkan penggunaan faktor produksi tenaga kerja, benih, pupuk kimia dan pestisida hayati tidak efisien secara ekonomi.
ANALISIS PEMASARAN JAGUNG (Zae mays L.) DI DESA KARANGMALANG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN TEGAL Dian Bintang Pamungkas; Pujiharto Pujiharto; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 18, No 2 (2016): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v18i2.1743

Abstract

The purpose of the research are to determine the pattern of corn marketing channel, the farmer share and margin of knowing the marketing of corn, the farmer knowing the difference of value farmer share and marketing margin of corn and he knowing the problems faced by farmers at the marketing of corn in Karangmalang village, Kedungbanteng Sub District, Tegal. The research used survey method. The study was conducted in Karangmalang village, Kedungbanteng Sub District, Tegal. The respondents taking use simple random sampling method and determined amounted to 120 farmers of corn, 3 merchant wholesalers, and 2 retailers. The study was conducted from February to December 2015. The results showing there are two patterns of marketing channels. The first marketing channel share of 91.66 percent and the second marketing channel by 96.55 per cent, the margins of the first marketing channel Rp.250,-/kg and the second marketing channel Rp.100,-/kg. Any the differences of farmers share and margins in the marketing of maize. The Problems faced by farmers in the marketing of corn there is the problem of payment of corn, the corn growers who sell to wholesalers not directly get the money. So that farmers find it difficult to play the capital for the next planting season.
TATANIAGA GULA KELAPA DI DESA SIKAPAT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS Windi Astuti; Dumasari Dumasari; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 9, No 1 (2007): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v9i1.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tataniaga gula kelapa, jalur pemasaran yang efisien pada pola tataniaga gula kelapa, mengetahui besarnya bagian pendapatan yang diterima pengrajin gula kelapa, serta faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pola tataniaga gula kelapa di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dimana penelitian dilakukan dengan cara mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas karena di desa tersebut terdapat agroindustri gula kelapa berjumlah 4% (130 pengrajin) dari jumlah penduduk keseluruhan yaitu berjumlah 3.355 orang. Sampel penelitian terdiri dari pengrajin gula kelapa diambil secara simple random sampling dan pedagang gula kelapa diambil secara sensus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola tataniaga gula kelapa di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Jalur pemasaran yang paling efisien adalah jalur pemasaran kedua dengan margin pemasaran sebesar 18,9%, dengan farm share sebesar 81,08%. Faktor sosial ekonomi yang memepengaruhi tataniaga gula kelapa di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten banyumas adalah adanya interaksi sosial antara pengrajin dan pedagang, mata pencaharian penduduk yang cenderung mengusahakan satu jenis usaha, dan pendapatan yang hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari.