Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tantangan Dan Strategi Kewirausahaan Mahasiswa Pada Ekonomi Berbasis Inovasi: Penelitian Nur Milla; Adibatul Humairoh; Riska Sonjaya; Titi Herliani; Idham Kholid
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4627

Abstract

This study highlights a strategic issue concerning the challenges and strategic measures of student entrepreneurship within the rapidly evolving innovation-driven economy in the digital era. Although students’ enthusiasm for entrepreneurship continues to increase, several fundamental obstacles persist, including limited access to capital, insufficient managerial experience, weak institutional support, and low innovative capacity among students. The study aims to identify the key challenges encountered and to formulate effective strategies recommended in academic literature to strengthen the entrepreneurial ecosystem among university students. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by the PRISMA 2020 framework, involving a systematic analysis of scholarly articles indexed in Scopus, Web of Science, and Google Scholar between 2015 and 2025. The findings indicate that the most effective strategies include the implementation of experiential learning, cross-sector collaboration through the triple helix model, utilization of digital technologies, and the integration of mentoring programs and business networking reinforcement. Conceptually, the study affirms that the success of student entrepreneurship is strongly influenced by an innovative ecosystem supported by universities, industry, and government. The conclusions suggest that a systemic and collaborative approach is required to address the multidimensional challenges faced by student entrepreneurs. In terms of practical implications, the study underscores the need for higher education policy reform and the strengthening of universities’ roles as innovation catalysts to foster a generation of young entrepreneurs who are adaptive, creative, and competitive within a knowledge-based economy.
STRATEGI GURU DALAM MEMBANGUN KETAHANAN MATEMATIKA SISWA SD PADA KURIKULUM MERDEKA: SEBUAH META-ETNOGRAFI Fauzan, Ahmad; Febriana, Helliansyah; Saadiah, Halimah; Suimah, Ida; Kholid, Idham
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/9h95cg68

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya kebutuhan mendesak untuk mengkonsolidasikan temuan-temuan kualitatif yang tersebar mengenai strategi pedagogis guru dalam membangun ketahanan matematika (mathematics resilience) siswa sekolah dasar, khususnya dalam kerangka Kurikulum Merdeka yang menekankan kesejahteraan psikologis (well-being) dan kemerdekaan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan sintesis interpretatif guna membangun sebuah model konseptual yang koheren tentang strategi-strategi tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan meta-etnografi, yang melibatkan pencarian sistematis di lima database (Scopus, ERIC, PubMed, SpringerLink, Google Scholar) dan analisis mendalam terhadap 32 studi kualitatif terpilih. Hasil sintesis menghasilkan empat tema metafora utama strategi guru: (1) Arsitek Lingkungan Psikologis yang Aman, (2) Penerjemah Kegagalan menjadi Batu Loncatan, (3) Penumbuh Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset), dan (4) Perangkai Narasi Diri yang Memberdayakan. Keempat peran ini kemudian disintesis menjadi sebuah Model Siklus Ketahanan Matematika Berbasis Agenitas Siswa, yang menggambarkan proses dinamis dan saling memperkuat antarstrategi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa inti dari pedagogi yang membangun ketahanan adalah penciptaan interaksi belajar yang reflektif dan berpusat pada siswa, yang secara fundamental selaras dengan filosofi Kurikulum Merdeka. Temuan ini memberikan kerangka teoretis dan praktis untuk pengembangan profesional guru dan kebijakan pembelajaran yang lebih efektif.
Eksplorasi Model Pembelajaran Berbasis Dilema Moral untuk Memperkuat Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PKn: Systematic Literature Review Idham Kholid
EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Vol. 1 No. 04 (2026): ISSUE JANUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme dan intoleransi di kalangan generasi muda menguatkan urgensi pendekatan pedagogis inovatif dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penelitian Systematic Literature Review ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran dilema moral untuk memperkuat moderasi beragama dalam konteks Kurikulum Merdeka. Melalui protokol PRISMA, 28 literatur terpilih dari database terindeks dianalisis secara tematik. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan kritis: Pertama, model ini menciptakan sinergi triadik antara tujuan PKn, nilai moderasi beragama, dan filosofi Kurikulum Merdeka dengan mentransformasi ruang kelas menjadi laboratorium kewarganegaraan. Kedua, kontekstualisasi dilema dengan isu kontemporer seperti etika digital dan kerukunan umat beragama meningkatkan relevansi dan keterlibatan belajar secara signifikan. Ketiga, analisis dampak menunjukkan peningkatan kemampuan moral reasoning, berpikir kritis, empati, dan perspective-taking sebagai fondasi sikap moderasi beragama yang otentik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa model dilema moral merupakan pendekatan strategis untuk menjawab tantangan zaman melalui rekonseptualisasi pembelajaran PKn yang berpusat pada penalaran nilai. Implikasinya mendorong pengembangan modul terintegrasi Projek Pelajar Pancasila dan instrument asesmen autentik untuk memetakan perkembangan kompetensi moderasi beragama peserta didik.