Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Metahumaniora

PENANDA KEKUASAAN DI DALAM CERITA ANAK SULTHĀN LI YAUMIN WĀHID KARYA YA’QŪB ASY-SYĀRŪNĪ Ulfah Raihan; Sri Rijati Wardiani; Amaliatun Saleha
Metahumaniora Vol 10, No 3 (2020): METAHUMANIORA, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i3.29798

Abstract

Artikel jurnal ini menyajikan hasil penelitian tentang keberadaan penanda-penanda kekuasaan di dalam cerita anak Mesir berjudul Sulthān li Yaumin Wāhid ‘Raja Sehari’ (2008) karangan Ya’qūb Asy-Syārūnī. Praktik-praktik mendominasi dan didominasi terjadi di antara para tokoh di dalam cerita. Masalah pokok yang disoroti di dalam artikel jurnal ini adalah penanda-penanda kekuasaan yang ada pada tokoh yang mengindikasikan adanya makna kekuasaan dalam perspektif semiologi Roland Barthes. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penanda-penanda kekuasaan yang ada di dalam cerita serta mengidentifikasi signifikasi yang dikemas di dalamnya melalui metode kajian sastra kualitatif dengan analisis tekstual memanfaatkan teori semiologi Roland Barthes, yaitu konsep tingkatan signifikasi berupa relasi penanda dan petandanya dalam sebuah tanda (denotasi) serta relasi tanda dengan acuannya dalam realitas eksternal (konotasi). Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya makna-makna kekuasaan melalui identifikasi 6 kelompok jenis penanda, yaitu berupa busana, sikap dan tuturan, tempat tinggal, barang dan makanan mewah, orang-orang dekat, serta wewenang raja yang dikaitkan dengan tanda budaya. Penanda-penanda tersebut mengonotasikan pada raja sebagai pemilik kekuasaan yang merupakan orang berkelas tinggi, bertaraf hidup tinggi, mulia, dan paling istimewa yang harus dipatuhi, dilayani, serta diberikan wewenang paling besar dalam segala urusan.
RESISTENSI DAN NEGOSIASI PERAN PEREMPUAN DALAM ROMAN MEDEA. STIMMEN KARYA CHRISTA WOLF Asih Gunawiayu; N. Rinaju Purnomowulan; Sri RIjati Wardiani
Metahumaniora Vol 9, No 2 (2019): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i2.22673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap resistensi dan negosiasi peran perempuan dalam Roman Medea. Stimmen karya Christa Wolf. Permasalahan yang dibahas adalah sikap dan tindakan Medea yang ditunjukkan dalam meresistensi dan menegosiasi peran perempuan pada Roman Medea. Stimmen. Dalam penelitian ini digunakan teori naratologi dari Bal (2009), dan konsep peran perempuan dalam masyarakat patriarkal yang dikemukakan oleh Figes (1986) dan Greer (1999). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan tindakan Medea yang meresistensi dan menegosiasi peran perempuan merupakan mekanisme yang dilakukan agar ia dapat bertahan dalam masyarakat patriarkal, sekaligus tetap memiliki otoritas terhadap dirinya.
RASISME DAN PERSPEKTIF ANAK DALAM NOVEL WHEN HITLER STOLE PINK RABBIT KARYA JUDITH KERR Pangesti Rokhi Dewi; Tisna Prabasmoro; Sri Rijati Wardiani
Metahumaniora Vol 10, No 3 (2020): METAHUMANIORA, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i3.30580

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif tokoh anak Yahudi, yakni Anna dan Max terhadap rasisme selama Hitler memimpin Jerman pada tahun 1933 yang tergambar dalam novel anak When Hitler Stole Pink Rabbit karya Judith Kerr. Dalam penelitian ini digunakan teori naratologi dari Genette (1980), dan konsep rasisme yang dikemukakan oleh Fredrickson (2015) dan Better (2008). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis novel. Hasil penelitian ini adalah terdapat dua jenis rasisme pada novel tersebut, yakni rasisme institusi yang ditunjukkan oleh Nazi dan individu yang ditunjukkan oleh anak dan orang tuanya yang pro terhadap Nazi, serta teman-teman sekolah Max. Penelitian ini pun menunjukkan fokalisasi Anna dan Max baik yang dituturkan oleh mereka sendiri maupun narator tentang rasisme sebagai bentuk represi terhadap fisik dan psikis mereka. Mereka dapat meresistensi semua rasisme yang mereka alami dengan menjadi orang Yahudi yang lebih baik untuk mematahkan prasangka yang melekat pada Nazi maupun orang-orang yang membenci mereka.  Kata Kunci: rasisme, nazi, perspektif anak, sastra anak, naratologiAbstractThis research aims to analyze the Jewish children’s perspective, namely Anna and Max, on racism during Hitler's leadership in Germany in 1933 in the children's novel When Hitler Stole Pink Rabbit by Judith Kerr. The theories used in this research are narratology of Genette (1980), and the concept of racism proposed by Fredrickson (2015) and Better (2008). This study used descriptive qualitative method to analyze the novel. The article is to show the two occurrences of racism in the novel; racism shown by Nazis and individuals shown by children and parents who are pro-Nazi, as well as Max's school friends. The article examined Anna and Max’s focalizations, both spoken by themselves and by the narrator. The article eventually argues that Anna and Max’s perspective about racism is a form of repression towards their physical and psychological aspects. They withstand racial oppression by becoming better Jews to break the prejudices attached to the Nazis or those who associate them.Keywords: racism, nazi, children’s perspective, children’s literature, narratology