Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KOMPARASI MODEL-VIEW-CONTROLLER (MVC) VS. MODEL-VIEW-PRESENTER (MVP) PADA WAKTU EKSEKUSI DAN PENGGUNAAN MEMORI Yohannis, Alfa Ryano; Ong, Alexander Dennis; Ghazali, Arnold Christopher; Devisepte, Okhama Siladata; Christian, Brandon Josua; Chudra, Glenny; Siregar, Master Edison
PROSIDING SEMINASTIKA Vol 5 No 1 (2024): 5th SEMINASTIKA 2024
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/seminastika.v5i1.837

Abstract

Pilihan pola arsitektur secara signifikan mempengaruhi kinerja dan efisiensi memori sistem perangkat lunak. Makalah ini menyajikan analisis komparatif antara dua pola arsitektur yang banyak digunakan: Model-View-Controller (MVC) dan Model-View-Presenter (MVP). Kajian pada makalah ini bertujuan memberikan wawasan mengenai pola arsitektur mana yang lebih unggul dalam hal kecepatan komputasi dan penggunaan memori, faktor-faktor penting dalam menentukan skalabilitas dan responsivitas aplikasi. Untuk melakukan evaluasi yang adil, kajian ini mengimplementasikan aplikasi identik menggunakan arsitektur MVC dan MVP. Kajian mengukur kecepatan eksekusi dan jejak memori dari masing-masing pola dalam berbagai skenario input yang berbeda. Dengan memberikan bukti empiris mengenai atribut kinerja MVC dan MVP, studi ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih terinformasi dalam perancangan arsitektur, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas dan efisiensi keseluruhan sistem perangkat lunak.
Leveraging Enterprise Architecture to Empower KOMINFO's Business Core Operations: A PMO Perspective Purawidjaja, Ratna Amalia; Chudra, Glenny; Indrajit, Eko; Dazki, Erick; Yohannis, Alfa
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 8 No. 3 (2024): Research Artikel Volume 8 Issue 3, July 2024
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v8i3.13656

Abstract

The Sky Bridge (Tol Langit) Program is an Indonesian government’s strategic project aimed at digital transformation in the 3T regions (Tertinggal, Terdepan, Terluar - Underdeveloped, Frontline, Outermost). It requires thorough planning and integrated management for its implementation. A specialized unit with a helicopter view perspective is needed to ensure and oversee the alignment of processes. This important role is managed by the Project Management Office (PMO). One of the challenges PMO faces in ensuring an end-to-end process alignment is identifying the appropriate digital resources to support the process. This is where the Enterprise Architecture (EA) framework plays a crucial role as a blueprint for the organization's digital landscape. This reference helps map out existing data, applications, and business processes. Having this blueprint allows PMO to have a holistic view and make targeted decisions. EA also helps identify existing applications that can be integrated with new programs, avoiding unnecessary duplication. The use of ArchiMate, a language for enterprise architecture modeling, assists PMOs in planning digital transformations considering all aspects - business needs, applications, and technology. In short, a well-defined EA framework empowers PMOs to navigate the complexities of digital transformation in the telecommunications sector to ensure the successful implementation of the Sky Bridge Program.
Implementasi Smart Contract dalam Aplikasi Website Digitalisasi Realisasi Anggaran OPEX Aida Lestari; Alfa Ryano Yohannis
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 3: NOVEMBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/decode.v4i3.630

Abstract

Pemalsuan data merupakan masalah serius yang dapat merugikan berbagai pihak. Dalam era digital, teknologi blockchain menawarkan solusi dengan menyimpan data secara permanen dan aman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem berbasis smart contract pada platform blockchain Ethereum untuk digitalisasi realisasi anggaran Operational Expenditure (OPEX) perusahaan, menggunakan metode SDLC Waterfall. Metode ini dipilih karena dapat menyelesaikan tantangan waktu pengembangan dan tidak melibatkan respons pengguna pada tahap awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengotomatisasi proses persetujuan anggaran, mengurangi waktu dan biaya, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Hasil pengujian Unit Testing menunjukkan bahwa sistem berjalan sesuai harapan tanpa kesalahan. Pengujian gas rata-rata menunjukkan penggunaan 106.375,3 gas dengan biaya sekitar 0,00208 ETH atau Rp 139.129. Pada end-to-end testing menggunakan skenario proses pembelian server IBM, dimulai dari Budgeting Staff Controller yang menginput harga Rp 150.000.000 untuk pembelian IBM Power System S822LC Rack Server. Setelah pengajuan realisasi diajukan, kepala departemen melakukan pengecekan dan persetujuan, yang berlanjut melalui beberapa tahap hingga seluruh pengajuan disetujui. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan dalam pengelolaan anggaran di perusahaan.
Perancangan Strategi IT dari WFO ke WFH pada Industri MRO di Indonesia Setiawan, Eko; Glenny Chudra; Alfa Yohannis
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi Vol 9 No 2 (2023): SATIN - Sains dan Teknologi Informasi
Publisher : STMIK Amik Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33372/stn.v9i2.996

Abstract

Semenjak COVID-19 banyak perusahan-perusahaan yang melakukan pekerjaan jarak jauh yaitu WFH (Work From Office) dan Work From Anywhere (WFA), dan setelah selesai banyak perusahaan yang masih menerapkan pekerjaan jarak jauh dikarenakan mempunyai banyak keuntungan dan kelebihan. Walaupun mempunyai banyak kelebihan ternyata pekerjaan jarak jauh juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan dan dihindari. Perusahaan Industri MRO (Maintenance, Repair, dan Operation) pesawat mengalami banyak permintaan yang dikarenakan perusahaan penerbangan yang sudah mulai pemulihan pasca terjadinya COVID-19. Dalam jurnal ini akan dibahas perpindahan pekerjaan dari yang sebelumnya pekerjaan dari kantor menjadi pekerjaan jarak jauh pada industri MRO pesawat yang sedang mengalami perkembangan pesat dan tetap ingin merasakan dampak baik dalam melakukan pekerjaan jarak jauh. Dalam implementasinya untuk menerapkan pekerjaan jarak jauh diperlukan suatu IT Strategi yang dibuat menggunakan kerangka kerja IT BalancedScoreCard (IT-BSC) yang memberikan pandangan penggunaan IT dan tujuan bisnis pada perusahan. Pengunaan IT-BSC disini untuk menyoroyi yantangan yang ada dalam menerapkan kerja jarak jauh serta bagaimana strategi IT dapat mengatasi masalah tersebut.
Perancangan Strategi IT Untuk Industri Pendidikan Dalam Melakukan Remote Works Melalui IT Balanced Scorecard Manaek, Roy; Glenny Chudra; Alfa Yohannis
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi Vol 9 No 2 (2023): SATIN - Sains dan Teknologi Informasi
Publisher : STMIK Amik Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33372/stn.v9i2.999

Abstract

Pandemi COVID-19 mengubah cara bekerja hampir diseluruh industri khususnya industri pendidikan, dikarenakan pandemi ini pembelajaran dilakukan secara hibrid, dan dalam jaringan. Setelah pandemi COVID-19 ternyata banyak sekolah maupun universitas yang menetapkan pembelajaran hibrid dan dalam jaringan. Pembelajaran yang dilakukan secara hibrid ataupun dalam jaringan ternyata walaupun mempunyai banyak kelebihan akan tetapi mempunyai banyak tantangan dan kerugian seperti kurangnya interaksi antara murid dan pengjar, murid jadi tidak fokus dan konsentrasinya mudah teralihkan. Dalam mengatasi tantangan ini diperlukan perencanaan jangka panjang khususnya perencaaan dan strategi IT yaitu dengan meggunakan IT Balanced ScoreCard (IT-BSC). IT-BSC merupakan pendekatan yang bagus dikarenakan kerangka kerja ini memastikan perencanaan merata dalam 4 area utama yaitu pelanggan, keuangan, proses internal, dan pembelajaran dan pertumbunhan. Melalui pembagian 4 area yang merata ini diharapkan strategi IT dalam industri penddikan dapat merealsasi keberhasilan dan menutupi serta menghindari kekurangan dalam industri pendidikan ketika menjalani pembelajaran secara hibdrid dan pembelajaran dalam jaringan (daring). Nantinya hasil akhir dari jurnal ini adalah pembuatan strategi IT yang diambil dari kekurangan dalam melakukan remote work, IT Strategi ini dibuat menggunakan IT Balanced Scorecard agar strategi dapat merata keempat area dan dapat diimplementasikan untuk jangka waktu yang panjang.
Penyusunan IT Balanced Scorecards untuk Pengaturan Kerja di Industri Kreatif Wiyanto, Novianthony; Glenny Chudra; Alfa Yohannis
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi Vol 9 No 2 (2023): SATIN - Sains dan Teknologi Informasi
Publisher : STMIK Amik Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33372/stn.v9i2.1011

Abstract

Pandemi COVID-19 telah secara dramatis memengaruhi cara kita hidup dan bekerja. Secara khusus, pandemi ini telah mengubah industri kreatif, memaksa organisasi untuk beradaptasi dengan cara-cara baru dalam berbisnis. Hal ini menyebabkan penekanan kembali pada strategi TI dan pengukuran efektivitas investasi teknologi menggunakan IT Balanced Scorecard. Salah satu perubahan paling signifikan yang dibawa oleh pandemi adalah prevalensi kerja jarak jauh. Akibatnya, organisasi industri kreatif harus beradaptasi dengan cepat dengan cara kerja baru ini. Hal ini membutuhkan perubahan dalam strategi TI dengan fokus pada teknologi berbasis awan dan alat kolaborasi yang memungkinkan kerja jarak jauh. Hal ini meningkatkan kebutuhan akan IT Balanced Scorecard saat organisasi berusaha mengukur efektivitas investasi mereka dalam teknologi baru. Tren bekerja dari rumah menjadi luas selama pandemi, namun di dunia pasca pandemi, model hybrid kemungkinan akan muncul, di mana karyawan membagi waktu mereka antara bekerja di kantor dan bekerja dari mana saja. Hal ini membutuhkan pendekatan fleksibel dalam cara kerja organisasi, karena strategi TI memainkan peran penting dalam mendukung pergeseran ini. Secara keseluruhan, dunia pasca pandemi menawarkan tantangan dan peluang bagi organisasi di industri kreatif. Dengan mengadopsi Strategi TI dan menggunakan alat seperti IT Balanced Scorecard, mereka dapat beradaptasi dengan realitas baru kerja jarak jauh dan tetap kompetitif di pasar yang terus berkembang.
Comprehensive Study of Information Technology Strategy Components in Global ICT Companies Utilizing PESTLE and Ansoff Matrix Purawidjaja, Ratna Amalia; Chudra, Glenny; Yohannis, Alfa
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 8 No. 4 (2024): Article Research Volume 8 Issue 4, October 2024
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v8i4.13953

Abstract

This research underscores the diversity and strategic significance of IT Strategy components in shaping the digital transformation and competitive edge of ICT companies. The formulation of IT Strategy documents is pivotal for industries, including ICT companies, as it ensures alignment with business goals and competitive positioning. This study conducts a comprehensive literature review of IT Strategy components within global ICT companies, specifically those specializing in telecommunication network infrastructure. Despite operating within the same sector, each company’s IT Strategy document comprises distinct components. The identified components include Auditor Report, Business Strategy, Leadership, Product/Service Line, Geographic Performance, Research & Development, Partnership & Acquisition, Summary Report, Corporate Governance, Vision & Mission, Financial Statement, Industry Trends, and Business Highlights.  These components are essential for aiding the organization’s IT Strategic Plan and the creation of the company's roadmap. Furthermore, this study identifies PESTLE analysis and the Ansoff Matrix as crucial tools in creating strategic roadmaps tailored to each company’s unique objectives and market conditions.
Designing a Company Risk Register and Risk Monitoring System to Assist in Managing Aircraft MRO Risks Dhamayanti, Raditia; Chudra, Glenny; Yohannis, Alfa
Jurnal Teknologi dan Manajemen Informatika Vol. 10 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmi.v10i1.12518

Abstract

This company specializes in maintenance, repair, and overhaul (MRO) services for aircraft. MRO activities are crucial to ensuring the safety and reliability of aircraft operations. However, these activities also involve various risks that can affect the performance and reputation of companies in multiple fields. To manage these risks effectively, a system for risk registration and monitoring has been designed for companies in the MRO industry. This paper presents the design of the Risk Register and Monitoring System, which includes the identification, assessment, and management of risks related to the activities of all existing units within companies in the MRO industry. This system is designed to provide a structured approach to risk management, which can help companies in the MRO industry manage risks across all units. The proposed system consists of several components, including automation for performing risk registers and monitoring through a website. This system allows companies in the MRO industry to assess the severity of risks, simplify risk management strategies, and streamline the risk registration process. As a result, companies in the MRO industry can minimize the impact of risks from each unit and enhance efficiency and effectiveness in risk management
DEVELOPMENT OF STREAMLIT-BASED HIGHER EDUCATION RANKING INSTRUMENT BOARDS Chudra, Glenny; Yohannis, Alfa; Setiawan, Richard
Jurnal Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Vol. 7 No. 1 (2023): JUSIKOM: JURNAL SISTEM INFROMASI ILMU KOMPUTER
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jurnalsisteminformasidanilmukomputer.v7i1.3813

Abstract

The dashboard is a tool used to measure and evaluate comparisons of tertiary institutions based on six main aspects, namely teaching, research, industry income, international outlook, and citation scores. (citation score). This research aims to develop an interactive and easy-to-use college ranking dashboard using the Python language. The data obtained will be taken from a website using the scrapping method, and then the data will be combined annually. The method applied in this study uses data life cycle management with essential stages, including collection, processing, analysis, visualization, and data presentation. The results of this study are expected to be able to create a website that can be used by various parties, including prospective students, parents, and researchers who plan to conduct further research. This dashboard lets users obtain relevant information and compare multiple tertiary institutions effectively and efficiently.
Evaluation of Cybersecurity Awareness and Training for Digital Branch Frontliners at Bank XYZ Permatasari, Ayu Novira Shinta; Yohannis, Alfa Ryano
Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Vol. 7 No. 3 (2025): Articles Research July 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/cnahpc.v7i3.6016

Abstract

The digital transformation in the banking sector has driven a shift in operations, including the establishment of digital branches that rely on information technology to deliver services to customers. However, the increased use of technology brings significant information security risks, particularly those stemming from human factors. This study aims to evaluate the level of cybersecurity awareness among frontliners at Bank XYZ’s digital branch using the ISO/IEC 27002:2022 framework and to develop training recommendations based on NIST SP 800-50. The research was conducted using both quantitative and qualitative methods, involving questionnaires and observations of 36 frontliners. The evaluation results revealed that several controls, particularly Response to Information Security Incidents (ID 5.26), still showed low levels of understanding (60%), indicating the need for training intervention. Training recommendations were designed based on the Cybersecurity and Privacy Learning Program (CPLP) principles from NIST SP 800-50, which include visual approaches, role-based training, and digital learning media. The implementation of these recommendations for one of the controls showed a significant improvement in post-test scores (average >= 93), exceeding the 85% threshold. This indicates that the CPLP-based approach is effective in enhancing frontliners’ cybersecurity awareness. This research is expected to serve as a reference for other banks in developing adaptive information security training strategies aligned with international standards.