Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Indonesian Language Teachers' Skills to Write Academic Articles in Reputable Journals Indrya Mulyaningsih; Nurul Azmi; Bagaskara Nur Rochmansyah; Nana Priajana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.6739

Abstract

Teachers are fundamentally required to have pedagogical, personality, social, and professional competencies. One of their continuing professional competencies is to conduct academic publications. This study aims to explore academic publications in journals conducted by Indonesian language subject teachers at the high school level in Three Regions of Cirebon and the factors affecting them. The data were obtained by interviewing 138 out of 152 teachers because some school principals did not allow the interview and no permission letter from the National Unity and Political Agency, especially in Cirebon City. The interview results show that 35% of teachers have never published in Academic journals. This condition is partly due to the following factors: a) time, b) the purpose of the journal, c) lack of confidence, d) difficulty in researching online, e) age approaching retirement, f) technology stuttering, g) not accustomed to writing, h) lack of motivation, i) need approval from the supervisor, j) lack of knowledge on how to create an article, k) there is no demand and l) availability of funds. Therefore, there needs to be efforts from several parties, especially the school community. For example, the Subject Teacher Conference (MGMP) activities can also be utilized to introduce and familiarize teachers with Academic publications. School principals provide facilities for teachers to be able to conduct academic publications. AbstrakGuru pada dasarnya dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Salah satu kompetensi profesional berkelanjutan mereka adalah melakukan publikasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui publikasi akademik pada jurnal yang dilakukan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia tingkat SMA di Wilayah III Cirebon dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data diperoleh dengan mewawancarai 138 dari 152 guru karena beberapa kepala sekolah tidak mengizinkan wawancara dan tidak ada surat izin dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik khususnya di Kota Cirebon. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 35% guru belum pernah mempublikasikan di jurnal Akademik. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh beberapa faktor berikut: a) waktu, b) tujuan jurnal, c) kurang percaya diri, d) kesulitan melakukan riset online, e) usia mendekati pensiun, f) gagap teknologi, g) belum terbiasa untuk menulis, h) kurangnya motivasi, i) perlu persetujuan dosen pembimbing, j) kurangnya pengetahuan tentang cara membuat artikel, k) tidak ada permintaan dan l) ketersediaan dana. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dari beberapa pihak khususnya warga sekolah. Misalnya saja kegiatan Konferensi Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan dan membiasakan guru terhadap publikasi Akademik. Kepala sekolah memberikan fasilitas kepada guru untuk dapat melakukan publikasi akademik
Grammatical Cohesion in a Short Story Entitled "Matahari Ready to Be Sold" in the book "Homeless in My Own Village" by Emha Ainun Nadjib Bagaskara Nur Rochmansyah; Ifutya Warnisa; Tiara Apriliani Widiatomo
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 4 No. 2 (2025): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v4i2.1414

Abstract

In linguistic studies, grammatical cohesion is one of the important aspects in discourse analysis, one of which is in literary texts such as short stories. In this study, a short story entitled "Matahari Ready for Sale" will be analyzed based on its classification. This short story not only presents an interesting storyline and social representation, but also shows the distinctive use of gramma in building meaning. This study uses a qualitative approach because this study tries to decipher language data using interpretation. In addition, the data that has been collected will be collected using a quantitative analysis model from Milles & Huberman which includes data collection, data reduction, data display (data presentation), and conclusion drawing and verification. The data that have been collected from the short story will be used to analyze the classification of the human typology and one of them is banyan man.
Generative AI Adoption in Indonesian Higher Education: A Sociotechnical Analysis of Student Engagement, Digital and AI Literacy, and Academic Integrity Sudrajat Sudrajat; Bagaskara Nur Rochmansyah; Leonita Leonita; Zhou Yin Lin; Syahrul Anwar
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku5039

Abstract

Generative artificial intelligence (GenAI) has rapidly entered higher education and changed how students access information, complete academic tasks, and engage with learning. However, GenAI adoption cannot be understood only as individual technology use because it is also shaped by literacy, academic integrity, institutional rules, and pedagogical context. This study analyzes GenAI adoption in Indonesian higher education through a sociotechnical perspective. The study used a descriptive-analytical design based on an Indonesian higher education subset extracted from a public global survey dataset on students’ early perceptions of ChatGPT. After institutional-location filtering, the final analytical subset consisted of 270 respondents affiliated with higher education institutions located in Indonesia. The analysis focused on GenAI adoption, technology acceptance, digital and AI literacy, student engagement, academic integrity, and institutional support. The findings show that students demonstrated more favorable satisfaction and attitude scores than usage-frequency scores, indicating that positive perceptions of ChatGPT did not automatically translate into intensive academic use. The study also found that digital and AI literacy is a key condition for responsible GenAI adoption because students need to evaluate AI-generated outputs, recognize limitations, verify information, and apply ethical judgment. Study-related outcome blocks showed moderate-to-positive tendencies, suggesting that ChatGPT may support learning, although its contribution to engagement remains developing. Regulation and ethical concern blocks also showed moderate awareness but continuing uncertainty regarding acceptable use. The study concludes that responsible GenAI adoption in Indonesian higher education requires balanced institutional guidance, AI literacy development, assessment redesign, and clear academic integrity policies.
Integrasi ChatGPT dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: A Systematic Literature Review Tren, Peluang, dan Tantangan Era Kurikulum Merdeka Bagaskara Nur Rochmansyah; Ifutya Warnisa; Nur Amelia
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i7.548

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan generatif, khususnya ChatGPT, telah mengubah lanskap pendidikan secara global. Di Indonesia, penekanan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran berdiferensiasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi integrasi AI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan memetakan secara sistematis tren, peluang, dan tantangan integrasi ChatGPT dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada era Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi panduan PRISMA 2020. Sumber data diperoleh dari tiga basis data utama, yaitu Google Scholar, Scopus, dan SINTA, dengan kata kunci kombinatorik terkait ChatGPT, Artificial Intelligence, dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Dari 247 artikel yang teridentifikasi pada pencarian awal, sebanyak 36 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah proses screening judul, abstrak, dan full-text. Analisis tematik menghasilkan lima tema utama: (1) ChatGPT sebagai asisten pengembangan keterampilan menulis dan pemberi umpan balik otomatis; (2) pemanfaatan ChatGPT dalam penyusunan bahan ajar dan modul pembelajaran; (3) personalisasi pembelajaran melalui prompting pedagogis; (4) tantangan integritas akademik, plagiarisme, dan etika penggunaan AI; serta (5) implikasi terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efisiensi perencanaan pembelajaran, memperkaya umpan balik menulis, serta memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi. Namun, pemanfaatannya menuntut literasi digital guru yang memadai, kerangka etika yang jelas, dan kebijakan institusi yang komprehensif. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa pengembangan model prompting pedagogis berbahasa Indonesia, pelatihan literasi AI bagi guru Bahasa Indonesia, serta penyusunan pedoman integritas akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi generatif.