Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN PERAWATAN METODE KANGURU MENINGKATKAN KESIAPAN CALON ORANG TUA DALAM MENJAGA KESTABILAN SUHU TUBUH DAN BERAT BADAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH Budiani, Ni Nyoman; Surati, Gusti Ayu; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Lindayani, I Komang; Eka Utarini, Gusti Ayu
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v5i4.1514

Abstract

Bayi baru lahir, terutama bayi berat badan lahir rendah berisiko mengalami hipotermi yang dapat mengancam jiwanya. Dalam kondisi tersebut, bayi harus segera dihangatkan. Pada fasilitas terbatas, dapat dilakukan metode kanguru. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan calon orang tua dalam menjaga kestabilan suhu tubuh dan berat badan bayi dengan berat badan lahir rendah melalui pelatihan Perawatan Metode Kanguru. Metode pengabdian dengan rancangan one group pretest posttest. Sasarannya adalah ibu hamil trimester II hingga III dengan/atau tanpa kehadiran suami/keluarga, diutamakan yang berisiko melahirkan BBLR. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di wilayah kerja UPT Kesmas Sukawati II. Hasil. Pengetahuan sebelum diberikan pelatihan perawatan metode kanguru sebagian besar memeroleh nilai 60 (78,84%), sedangkan setelah diberikan pelatihan, seluruhnya memeroleh 60 atau lebih (lulus). Keterampilan sebelum diberikan pelatihan Perawatan Metode Kanguru (PMK) hampir seluruhnya memeroleh nilai 80 (98,08%), sedangkan setelah diberikan pelatihan, tertinggi seluruhnya memeroleh nilai 80 atau lebih. Terdapat perbedaan bermakna pengetahuan dan keterampilan sasaran antara sebelum dengan sesudah diberikan pelatihan PMK, p value 0,000. Simpulan. Pelatihan PMK mampu meningkatkan kesiapan calon orang tua dalam menjaga kestabilan suhu tubuh dan berat badan bayi berat lahir rendah. Kata Kunci: Pelatihan Perawatan Metode Kanguru, kesiapan calon orang tua
GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS TABANAN I KABUPATEN TABANAN Budiari, Ni Wayan; Sriasih, Ni Gusti Kompiang; Utarini , Gusti Ayu Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24527

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan tanpa cairan tambahan ataupun makanan tambahan. Ketidakberhasilan pencapaian target ASI eksklusif, disebabkan beberapa faktor antara lain tidak adanya dukungan suami, keluarga, dan tenaga kesehatan. Tujuan Penelitian ini mengetahui gambaran pemberian ASI eksklusif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan dengan jumlah 176 orang. Sampel berjumlah 70 orang dan pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan pada bulan Februari-April 2023. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan kuesioner menggunakan analisis univariat bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden berusia 20-35 tahun yaitu 57 responden (81,4%), tingkat pendidikan tinggi yaitu 51 responden (72,9%), tingkat pengetahuan baik yaitu 40 responden (57,1%), responden yang mendapatkan dukungan dari suami dan keluarga 22 orang (31,4%), responden yang kurang mendapatkan dukungan suami dan keluarga yaitu 48 orang (68,8%), mendapatkan dukungan dari petugas kesehatan 57 orang (81,4%), dan responden dengan ketepaparan susu formula 51 responden (72,9%). Kesimpulannya bahwa ketidakberhasilan pemberian ASI eksklusif dan masih adanya ketepaparan susu formula karena kurangnya dukungan suami dan keluarga.
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI SEBELUM DAN SESUDAH HERBAL THERAPY COMPRESS BALL PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 TABANAN Wulandari, Putu Pradnya; Suarniti, Ni Wayan; Utarini, Gusti Ayu Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24562

Abstract

Dysmenorrhea occurs in 90% of Indonesian women, and 10% experience severe dysmenorrhea that interferes with daily activities. Dysmenorrhoea can be treated pharmacologically and non-pharmacologically. One non-pharmacological treatment is using herbal therapy compress balls. The aim of this research was to determine the difference in the intensity of menstrual pain before and after herbal compress ball therapy in class X-XI female students at SMA Negeri 2 Tabanan. The design of this research is pre-experimental with a one group pretest-posttest design. The sampling technique used Non Probability Sampling, Purposive Sampling type with a total of 20 respondents. The instrument used was the NRS (Numeric Rating Scale) pain scale measurement sheet. The results of the data normality test showed that the data was not normally distributed, so the analysis used the Wilcoxon test. The results of data analysis show that there is a difference before and after the Herbal Therapy Compress Ball with a value of p = 0.000 (? < 0.05). The level of menstrual pain among young women obtained from the lowest pretest score was four and the highest score was six, and the median value was five. Meanwhile, the posttest results showed that the lowest score was one and the highest score was three, and the median was two. So it proves that there is a significant difference in the intensity of menstrual pain in young women before and after being given the Herbal Therapy Compress Ball.
Factors Influencing the Choice of Non-Long-Term Contraception Methods in Women of Reproductive Age Ni Wayan Rusminiati; Ni Wayan Suarniti; Gusti Ayu Eka Utarini
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family planning services are one way to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) by regulating the time, distance, number of pregnancies, so as to minimize the possibility of pregnant women experiencing complications that endanger their lives or the fetus. In Mengening Village, 58.2% use Non-MKJP. The purpose of this study was to determine the factors underlying the choice of Non-MKJP in WUS at the Mengening Village Community Health Center, Kubutambahan II Health Center working area in 2025. This type of research uses a quantitative descriptive approach (cross-sectional). Implementation in April - May 2025. The sample consisted of 118 WUS who visited the Mengening Village Community Health Center. Data collection was done by distributing questionnaires. Data analysis used a frequency distribution. The results of the study showed the identification of factors underlying the use of Non-MKJP contraceptives in WUS, namely age 20-35 years (61.9%), the latest secondary education (89.8%), knowledge about Non-MKJP in the sufficient category (50.8%), decisions taken together (83.1%), married status (100%). Women of childbearing age are expected to understand the contraceptives they are currently using and those they plan to use. Healthcare workers are expected to continue providing routine education about long-term contraceptive methods (MKJP) to women of childbearing age, and future researchers are expected to examine the effects of non-MKJP contraceptive use on women of childbearing age.
Hubungan Dukungan Suami dan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Partisipasi dalam Kelas Ibu Hamil Yudiati, Ni Nyoman; Dewi, I Gusti Agung Ayu Novya; Utarini, Gusti Ayu Eka
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3659

Abstract

Pendahuluan: Pelaksanaan kelas ibu hamil mengalami penurunan karena kurangnya dukungan suami dan kurangnya pengetahuan ibu dan pengalaman dalam kelas ibu hamil. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan pengetahuan ibu hamil dengan partisipasi dalam kelas ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan di wilayah Puskesmas Tabanan II. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II sebanyak 65 orang. Sampel penelitian menggunakan total sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Jenis data menggunakan data primer dengan instrumen kuesioner yang valid dan reliabel. Penelitian dilakukan bulan Maret - April 2024 Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil menunjukkan sebanyak 80% suami mendukung, 35,4% ibu memiliki pengetahuan baik, dan 9,2% ibu hamil kehadiran lengkap dalam kelas ibu hamil. Terdapat hubungan dukungan suami dan pengetahuan ibu dengan partisipasi dalam kelas ibu hamil di Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas Tabanan II. Pengelola program hendaknya menyampaikan jadwal kelas ibu hamil melalui media sosial whatsapp maupun facebook.
HUBUNGAN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA : TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Dewi , Ni Kadek Hevi Febriana; Wirata , I Nyoman; Utarini , Gusti Ayu Eka
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.3919

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu penyebab stunting adalah pemberian makanan pendamping air susu ibu yang tidak sesuai. Pengetahuan ibu tentang makanan pendamping air susu ibu sangat berpengaruh terhadap praktik pemberian makanan yang tepat bagi anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping air susu ibu dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Kediri I Tabanan tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 107 responden kriteria inklusi ibu balita usia 6–36 bulan dan berdomisili di wilayah Puskesmas Kediri 1 Tabanan diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, dianalisis dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian ini sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik (86,9%) dan sebagian besar anak tidak mengalami stunting (92,5%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,03; r = –0,201). Simpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping air susu ibu dengan kejadian stunting. Edukasi gizi kepada ibu balita perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.