Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

GAMBARAN KEBERHASILAN BAYI TABUNG DI RUMAH SAKIT PROF NGOERAH: GAMBARAN KEBERHASILAN BAYI TABUNG DI RUMAH SAKIT PROF NGOERAH Suarmiasih, Ni Made; Erawati , Ni Luh Putu Sri; Utarini, Gusti Ayu Eka
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2777

Abstract

Pasangan infertil mengalami masalah yang sangat sensitif, bukan hanya bagi pasangan infertil merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Saat ini berbagai teknologi untuk membantu terjadinya kehamilan pada pasangan infertil telah diakui keberhasilannya. yang disebut Assisted Reproductive Technology (ART). Bayi tabung adalah ART dengan angka keberhasilan cukup tinggi. Tujuan penelitian. mengetahui bagaimana gambaran keberhasilan bayi tabung dilihat dari faktor penyebab infertilitas di Poliklinik Graha Tunjung. Jenis penelitian dekskriptif dengan teknik total sampling yaitu semua pasangan suami istri yang mengikuti program bayi tabung di Poliklinik Graha Tunjung sejumlah 72 orang. Jenis data sekunder yang diambil dari rekam medis tahun 2016 sampai 2023. Hasil penelitian : Proporsi keberhasilan bayi tabung berdasarkan umur istri yang mengikuti program bayi tabung di Poliklinik Graha Tunjung tertinggi pada kelompok usia kurang dari 35 tahun sebesar 36,9%, berdasarkan jenis infertil tertinggi pada kelompok infertil primer sebesar 47,5%, berdasarkan faktor penyebab suami dan faktor penyebab istri tertinggi pada kelompok faktor penyebab suami sebesar 40%. Saran Kepada RSU agar meningkatkan mengoptimalkan edukasi dan promosi utamanya tentang faktor usia.
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU SEBELUM DAN SETELAH DIBERIKAN PENDIDIKAN TALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DAN IMPLAN DENGAN LEMBAR BALIK : PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU SEBELUM DAN SETELAH DIBERIKAN PENDIDIKAN TALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DAN IMPLAN DENGAN LEMBAR BALIK Libry Octaviani, Diah; Suindri, Ni Nyoman; Utarini, Gusti Ayu Eka
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2784

Abstract

Kontrasepsi merupakan suatu alat yang digunakan untuk mencegah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma yang dapat menyebabkan kehamilan. Usaha pemerintah dalam menekan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan melaksanakan program KB. Banyak ibu yang memilih menggunakan Non MKJP dibandingkan menggunakan MKJP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberikan pendidikan tentang alat kontrasepsi dalam rahim dan implan dengan lembar balik. Metode penelitian yang digunakan Analitik Komparatif dengan rancangan One Grup Pretest- Posttest. Data yang digunakan merupakan data primer menggunakan kuesioner dilakukan di praktik mandiri bidan Corriyati Yunus, Amd. Keb pada bulan April-Mei 2024. Sampel merupakan ibu yang berusia dari 18-40 tahun dan tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim dan implan yang berjumlah 70 responden dengan teknik sampling Consecutive Sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu Paired t test < 0,05. Hasil dari penelitian ini rata- rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan dengan lembar balik 49,09 dan setelah diberikan pendidikan dengan lembar balik 79,37 hasil uji statistik paired t test di peroleh hasil p value 0,000. Hasil ini menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu sebelum diberikan pendidikan dan setelah diberikan pendidikan alat kontrasepsi dalam rahim dan implan. Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan informasi sehingga bidan dapat mengembangkan inovasi baru dalam promosi kesehatan.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI PADA IBU BERSALIN Mellynda, I Gusti Ayu Trisa; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Utarini, Gusti Ayu Eka
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p16

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah bayi menyusu tepat setelah lahir serta bayi dikondisikan agar mampu secara mandiri menemukan puting ibunya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan dukungan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan IMD pada ibu bersalin di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Klungkung I tahun 2023. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Jumlah sampel sebanyak 34 orang responden. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan sampel 10 orang ibu bersalin. Hasil uji validitas didapatkan nilai r hitung > r tabel, sedangkan hasil uji reliabilitas didapatkan nilai cronbach alpha > 0,60. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67,6% ibu bersalin memiliki pengetahuan baik, 58,8% memiliki sikap positif terhadap pelaksanaan IMD, 76,5% mendapatkan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan IMD. Ibu bersalin diharapkan untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan penolong kelahiran terkait rencana melaksanakan IMD serta tenaga kesehatan diharapkan lebih sering mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan IMD. Keywords: Inisiasi Menyusu Dini, Ibu Bersalin, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Tenaga Kesehatan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT (AKBK) DENGAN SIKAP DALAM PEMILIHAN AKBK DI UPTD PUSKESMAS DAWAN I KLUNGKUNG Raiani, Ni Ketut; Budiani, Ni Nyoman; Utarini, Gusti Ayu Eka
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i2.1697

Abstract

The increasing population in Indonesia makes it difficult for the government to reduce the maternal mortality rate (MMR). One effort that can be made is a family planning (KB) program. The aim of this study was to determine the relationship between third trimester pregnant women's knowledge about implants and attitudes towards implant selection at the Dawan I Klungkung Community Health Center UPTD. This research uses correlational analytics with a cross-sectional approach. The research was carried out in the 2nd week of March to the 4th week of April 2024. Samples were taken using purposive sampling with a total of 61 respondents. Research instrument with questionnaire. The results of univariate data analysis showed that mothers were aged 20-35 years (88.5%), higher education category (65.6%), private work (50.8%), multipara (62.3%), good knowledge (67 .2%) and positive attitude (54.1%) while bivariate uses a contingency test with a p value <0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship between third trimester pregnant women's knowledge about implants and attitudes towards implant selection. It is hoped that the Community Health Center can increase outreach activities related to the importance of contraceptive implants.
Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kediri I Sari, Ni Wayan Ayu Nirmala; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Astiti, Ni Komang Erny; Budiani, Ni Nyoman; Utarini, Gusti Ayu Eka
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.6137

Abstract

Anemia kehamilan merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Pencegahan anemia dilakukan dengan pemberian tablet tambah darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Kediri I. Metode: Design penelitian ini adalah deskriptif menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 86 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu hamil trimester II dan III, lama penelitian selama 30 hari. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kediri I pada bulan Maret-April 2024. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47 ibu hamil (54,7 %) tidak patuh dalam konsumsi tablet tambah darah per bulan, sebanyak 47 ibu hamil (54,7 %) tidak patuh dalam frekuensi konsumsi tablet  tambah darah per hari, sebanyak 85 ibu hamil (98,8 %) patuh terhadap cara mengkonsumsi tablet tambah darah.  Simpulan: Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak patuh dalam mengkonsumsi jumlah, frekuensi tablet tambah darah dan patuh dalam cara mengkonsumsi tablet tambah darah. Saran penelitian ini agar Puskesmas memberikan edukasi secara menyeluruh tentang tablet tambah darah untuk ibu hamil, sehingga dapat menekan kejadian anemia ibu hamil.
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Ni Luh Putu Sri Erawati; Gusti Ayu Eka Utarini; Listina Ade Widya Ningtyas; Gusti Ayu Tirtawati
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i1.376

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor yang terkait. Salah satu upaya pemerintah untuk mencegah dan menangani masalah tersebut melalui kegiatan Posyandu remaja. Kegiatan Posyandu remaja melibatkan petugas kesehatan dan masyarakat. Dalam kegiatan Posyandu remaja, proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan menggunakan tutor teman sebaya. Kelurahan Serangan belum melaksanakan kegiatan Posyandu remaja, walaupun sudah dilaksanakan pelatihan kader kesehatan remaja oleh pihak UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Pembantu Serangan diperoleh data sebanyak 16% dari 25 orang ibu hamil berusia kurang dari 19 tahun. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi remaja dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Serangan pada bulan April - Oktober 2024. Sasaran kegiatan ini yaitu kader Posyandu remaja sebanyak 49 orang. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan Kader Posyandu Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja sebelum dan setelah diberikan pendampingan, walaupun belum semua sasaran memahami tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Setelah kegiatan pengabdian ini, kader remaja di Keluarahan Serangan diharapkan tetap memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja kepada remaja di lingkungan sekitarnya dan melaksanakan kegiatan Posyandu remaja secara rutin setiap bulan. Kata kunci: kader; kesehatan reproduksi; Posyandu; remaja Adolescent reproductive health problems in Indonesia are increasingly complex and must be managed comprehensively and integratedly by involving elements from across related programs and sectors. One of the government's efforts to prevent and deal with this problem is through youth Posyandu activities. These activities involve healthcare workers and the community. Peer tutor-based learning can be implemented during Posyandu Remaja activities. In Serangan Village, adolescent health post activities have not yet been conducted, despite the training of adolescent health cadres by the South Denpasar District Health Center (UPTD Puskesmas III Denpasar Selatan). Preliminary studies conducted at the Serangan Sub-Health Center revealed that 16% of 25 pregnant women were under 19 years old. The aim of this community service initiative is to increase adolescents' knowledge and participation in improving their reproductive health. The activities were carried out in Serangan Village from April to October 2024, targeting 49 adolescent health cadres. This initiative successfully improved the average knowledge score of the cadres on adolescent reproductive health before and after the guidance sessions, although not all participants fully understood the topic. Following this community service activity, adolescent cadres in Serangan Village are expected to continue disseminating information about adolescent reproductive health to their peers and conduct regular monthly Posyandu Remaja activities. Keywords: adolescents; cadre; integrated health post; reproductive health
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI HAID SEBELUM DAN SETELAH TERAPI AKUPRESUR TITIK Li 4 DAN Ht 7 PADA REMAJA PUTRI Sriani, Ni Luh; Suindri, Ni Nyoman; Utarini, Gusti Ayu Eka
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i1.3008

Abstract

Menstrual pain or dysmenorrhea is known as cramping pain in the lower abdomen during menstruation that some women experience. Providing acupressure therapy can reduce menstrual pain. This study aims to determine the difference in the intensity of menstrual pain before and after acupressure therapy at the Li 4 and Ht 7 points in adolescent girls at SMP N 3 Abang, Karangasem district. The method used in this research is pre-experimental using one group pre- test and post-test design. The research sample was 34 junior high school students who experienced menstrual pain. Data was collected using the Numeral Rating Scale (NRS). The data was then analyzed using the Wilcoxon test and the results showed that there were differences in the intensity of menstrual pain before and after acupressure therapy was given. Testing the difference between the pre-test and post-test obtained p-value = 0.000 (< 0.05), so it can be concluded that there is a difference in the intensity of menstrual pain before and after the intervention is given.
Pembentukan dan Pelatihan Kader Kesehatan Reproduksi Remaja di Kelurahan Serangan Ni Luh Putu Sri Erawati; Lely Cintari; Gusti Ayu Eka Utarini; Listina Ade Widya Ningtyas
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1852

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan calon kader Posyandu Remaja di Kelurahan Serangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan redemonstrasi. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah UPTD Puskesmas III Kecamatan Denpasar Selatan, Kelurahan Serangan, dan komunitas remaja setempat. Jumlah mitra yang berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 47 orang, terdiri dari 33 remaja dan 14 kader kesehatan Posyandu Balita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor pretest rata-rata sebesar 52,76 dan posttest rata-rata sebesar 75,53. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan calon kader tentang Posyandu Remaja. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah memberikan pendampingan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan dan dukungan dana dari pemerintah melalui APBD untuk memastikan keberlangsungan dan efektivitas kegiatan Posyandu Remaja. Formation and Training of Adolescent Reproductive Health Cadres in Serangan Subdistrict The objective of this community service activity is to establish and enhance the knowledge of prospective adolescent integrated health post (Posyandu Remaja) cadres in Serangan Subdistrict. The methods used in this activity include lectures, demonstrations, and re-demonstrations. The partners involved in this activity are UPTD Puskesmas III of South Denpasar District, Serangan Subdistrict, and the local youth community. A total of 47 participants took part in this activity, consisting of 33 adolescents and 14 child health post (Posyandu Balita) cadres. The results showed a significant increase in knowledge, with an average pre-test score of 52.76 and an average post-test score of 75.53. The conclusion from this activity is that the training successfully increased the knowledge of prospective cadres about Posyandu Remaja. Recommendations for future activities include ongoing support from healthcare workers and financial support from the government through the regional budget (APBD) to ensure the sustainability and effectiveness of Posyandu Remaja activities.
Effectiveness of Abdominal Effleurage Massage Training in Improving Adolescent Girls' Knowledge and Skills to Manage Dysmenorrhoea Kadek Sri Ayuningsih; Purnamayanti , Ni Made Dwi; Utarini , Gusti Ayu Eka; Tirtawati, Gusti Ayu
Viva Medika Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v18i1.1747

Abstract

Dysmenorrhea is menstrual pain that interferes with adolescent activity in the learning process. Providing health education about dysmenorrhea is very important to reduce the impact of discomfort caused by dysmenorrhea. Dysmenorrhea also has a psychological impact in the form of emotional conflict, tension, and anxiety. The purpose of this study was to determine the differences in knowledge and skills of adolescent girls before and after abdominal effleurage massage training to overcome dysmenorrhea in Banjar Laing, Pandak Village. Research method Pre-Experimental Pre-Post Test One Group Design. The implementation of the research in April 2024 with total sampling technique. The sample number was 45 young women in Banjar Laing, Pandak Village. Data collection by conducting pretest and posttest. Data analysis using the Wilcoxon test with a meaning level of p < 0.05. The results there is a significant difference in the level of knowledge and skills before and after abdominal effleurage massage training to overcome dysmenorrhea with p values of 0.000 < α 0.05. This study can be concluded that abdominal effleurage massage training improves knowledge and skills of young women in Banjar Laing, Pandak Village, Bandung, Tabanan. Abdominal effleurage massage training is conducted to increase the independence of young women in overcoming dysmenorrhea.
PELATIHAN PERAWATAN METODE KANGURU MENINGKATKAN KESIAPAN CALON ORANG TUA DALAM MENJAGA KESTABILAN SUHU TUBUH DAN BERAT BADAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH Budiani, Ni Nyoman; Surati, Gusti Ayu; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Lindayani, I Komang; Eka Utarini, Gusti Ayu
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v5i4.1514

Abstract

Bayi baru lahir, terutama bayi berat badan lahir rendah berisiko mengalami hipotermi yang dapat mengancam jiwanya. Dalam kondisi tersebut, bayi harus segera dihangatkan. Pada fasilitas terbatas, dapat dilakukan metode kanguru. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan calon orang tua dalam menjaga kestabilan suhu tubuh dan berat badan bayi dengan berat badan lahir rendah melalui pelatihan Perawatan Metode Kanguru. Metode pengabdian dengan rancangan one group pretest posttest. Sasarannya adalah ibu hamil trimester II hingga III dengan/atau tanpa kehadiran suami/keluarga, diutamakan yang berisiko melahirkan BBLR. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di wilayah kerja UPT Kesmas Sukawati II. Hasil. Pengetahuan sebelum diberikan pelatihan perawatan metode kanguru sebagian besar memeroleh nilai 60 (78,84%), sedangkan setelah diberikan pelatihan, seluruhnya memeroleh 60 atau lebih (lulus). Keterampilan sebelum diberikan pelatihan Perawatan Metode Kanguru (PMK) hampir seluruhnya memeroleh nilai 80 (98,08%), sedangkan setelah diberikan pelatihan, tertinggi seluruhnya memeroleh nilai 80 atau lebih. Terdapat perbedaan bermakna pengetahuan dan keterampilan sasaran antara sebelum dengan sesudah diberikan pelatihan PMK, p value 0,000. Simpulan. Pelatihan PMK mampu meningkatkan kesiapan calon orang tua dalam menjaga kestabilan suhu tubuh dan berat badan bayi berat lahir rendah. Kata Kunci: Pelatihan Perawatan Metode Kanguru, kesiapan calon orang tua