Syarifuddin Syarifuddin
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of community development

Implementasi Inovasi Smart Cane Berbasis Smartphone Pada Tunanetra M Febriyanto Firman Wijaya; Radius Setiyawan; Dede Nasrullah; Lukman Hakim; Syarifuddin Syarifuddin; Firman Firman; Nur Hidayatullah Romadhon; M Taufiqur Rahman
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.675

Abstract

Blind people are one of the disabled groups who have limited vision, who require the help of other people or certain tools to carry out daily activities. So far, the blind has used canes to help them when walking, but the canes they usually use are not helpful enough. For this reason, it is necessary to implement an innovative smart cane with smartphone-based sensors for the blind. The implementation method was to carry out empowerment with a participatory approach, by implementing the smart cane innovation tool for the blind. The smart cane was equipped with sensors, light reflectors, GPS (Global Positioning System) navigation and an emergency button. The sensor functions to helps identify surrounding objects, making it easier for the blind to walk without worrying about tripping or being blocked by objects while walking. Light reflectors provide additional security by reflecting light when walking at night. The implementation of the smart cane was very helpful and made it easier for the blind to make their activities safer and more comfortable. Smart cane one of the innovative solutions that need to continue to be developed to help disabled groups, especially the blind, so that they have equal access to other people.
Pendampingan Mitigasi Bencana Berbasis Media Maket Boneka Tanggap Bencana (Matagana) di TK ‘Aisyiyah 19 Surabaya Syarifuddin Syarifuddin; Ngatma'in Ngatma'in; Lala Anggraini
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1924

Abstract

Kondisi geografis sekolah TK ‘Aisyiyah 19 Surabaya yang terletak dipinggir laut menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi guru dan orang tua siswa jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Selain, itu minimnya media pembelajaran kesiapsiagaan bencana alam di sekolah tersebut. Sehingga dirasa perlu untuk memberikan edukasi dan pelatihan mitigasi bencana secara berkala untuk meningkatkan sikap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterlibatan aktif dan pemahaman mitigasi bencana pada anak usia dini melalui pendampingan berbasis media Maket Boneka Tanggap Bencana (Matagana) di TK ‘Aisyiyah 19 Surabaya. Metode yang digunakan adalah Community Based Participatory Research (CBPR) melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi 1) sosialisasi tentang pentingnya pemahaman mitigasi bencana alam sejak dini, 2) demonstrasi penggunaan Maket Boneka Tanggap Bencana (Matagana), 3) diskusi dan evaluasi untuk keberlanjutan program kedepan. Subjek kegiatan berjumlah 15 anak usia dini. Data diperoleh melalui observasi keterlibatan aktif siswa menggunakan instrumen yang mencakup indikator kognitif, emosional, dan perilaku. Hasil observasi menunjukkan total skor 104 dari skor maksimum 150 dengan persentase keterlibatan aktif sebesar 69,3% yang berada pada kategori aktif. Sebanyak 46,7% siswa berada pada kategori sangat aktif, 20% aktif, 20% cukup aktif, dan 13,3% kurang aktif. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media Matagana mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, kemampuan mengikuti instruksi, serta pemahaman awal siswa tentang kesiapsiagaan bencana. Media ini juga memberikan pengalaman belajar yang konkret, visual, kinestetik, dan berbasis bermain, sehingga sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini. Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini juga memberikan model pembelajaran interaktif bagi guru dalam mengintegrasikan edukasi kebencanaan di sekolah. Dengan demikian, media Matagana berpotensi menjadi alternatif inovatif dan replikatif dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini.