Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Sosialisasi Anti Bullying Sebagai Upaya Pencegahan Tindakan Perundungan Bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Petak Dewa Ayu Diyah Sri Widari; Putu Agus Prayogi; I Ketut Sutapa; Desak Made Purnama Dewi; Komang Shintiya Nita Kristiana Putri; I Putu Bagus Suthanaya; I Ketut Budiasa
Prosiding Seminar Nasional Riset dan Pengabdian pada Masyarakat 2025: Optimalisasi Potensi Desa Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lingkungan pendidikan memiliki peranan yang sangat krusial dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menciptakan atmosfer yang positif di sekolah dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian yang baik untuk siswa, sehingga membantu proses belajar dalam lingkungan pendidikan. Namun, terdapat berbagai masalah yang terjadi di sekolah, termasuk tindakan kekerasan seperti bullying, baik secara verbal maupun fisik. Fenomena bullying atau perundungan bisa terjadi di berbagai tempat, termasuk dalam lingkungan pendidikan pada semua jenjang, mulai dari yang paling dasar hingga perguruan tinggi. Sebagai salah satu upaya dalam mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah, Universitas Triatma Mulya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi terkait dengan gerakan anti bullying sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode: Kegiatan sosialisasi dimulai dari tahap persiapan dengan melakukan observasi ke Sekolah Dasar yang berlokasi di Desa Petak, untuk menyampaikan jadwal pelaksanaan sosialisasi, memastikan dan menentukan lokasi, dan peserta kegiatan. Tahap pelaksanaan PkM merupakan waktu dimana kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun bersama. Tahap sosialisasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil: Sosialisasi anti bullying sebagai upaya untuk pencegahan tindakan perundungan bagi siswa Sekolah Dasar di Desa Petak meningkatkan wawasan para siswa tentang bullying dan cara mencegah serta menghadapi tindakan bullying. Beberapa siswa memberikan peran aktif ketika berlangsungnya kegiatan sosialisasi seperti aktif dalam melakukan tanya jawab pada saat sesi diskusi. Selain sosialisasi, sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan perundungan, kegiatan juga dirangkai dengan deklarasi anti bullying. Pihak sekolah sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan berkelanjutan pada tahun berikutnya.
Beyond Sustainability: Assessing the Regenerative Margins and Community Participation Gaps in Serangan Tourism Dewa Ayu Diyah Sri Widari; Dewa Putu Oka Prasiasa
Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality Vol. 9 No. 1 (2026): JASTH: Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasth.v9i1.27-40

Abstract

This research investigates the strategic evolution of Serangan Tourism Village, Bali, as it transitions from conventional sustainability paradigms toward a proactive regenerative framework. The study primarily aims to  assessing regenerative margins and diagnose systemic gaps within local social governance. Employing a qualitative methodology, the investigation utilizes a robust analytical toolkit comprising Value Chain Analysis, Power-Interest Mapping, and Arnstein’s Ladder of Participation. Data derived from participatory observation, semi-structured in-depth interviews, and longitudinal document reviews were integrated through a comprehensive cross-analysis. The findings empirically confirm the attainment of a positive regenerative margin in Serangan, largely catalyzed by the marine conservation community’s restorative efforts. This achievement is underpinned by regenerative parallelism, a mechanism where the restoration of coral reefs and turtle habitats directly augments the destination's economic competitiveness. Despite these gains, a critical participation disparity remains; while conservation actors spearhead the regenerative transition, essential stakeholders most notably Local Culinary Community are relegated to the placation stage with limited decision-making agency. Such governance imbalances threaten the long-term resilience of regene-rative outcomes. This study contributes to the field by operationalizing regenerative parallelism as a functional metric for tourism development. Ultimately, the research concludes that enduring regenerative success necessitates fundamental governance restructuring, moving toward delegated power for local actors and the diversification of restorative funding through impact investment.
The Transformation Of Balinese Arak: A Strategic Roadmap From Sacred Rituals To Global Premium Souvenirs Dewa Ayu Diyah Sri Widari; Dewa Putu Oka Prasiasa; I Made Trisna Semara
Journal of Business on Hospitality and Tourism Vol. 12 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jbhost.v12i1.543

Abstract

This study examines the transformation of Balinese Arak from a socio-religious ritual instrument into a premium global souvenir. Despite its cultural significance, traditional artisans face industrial dualism, including legal barriers and non-standardized packaging. Using a qualitative descriptive approach, the research employs case studies and in-depth interviews with traditional producers in Karangasem and Buleleng, alongside premium industrial players. This research is critically important as it addresses the widening gap between celebratory heritage policies and the economic precariousness of indigenous producers. Findings reveal that repositioning arak as a world-class souvenir is driven by branding professionalization and diplomatic recognition at the 2022 G20 Summit. However, a structural paradox is identified where Governor Regulation Number 1 of 2020 inadvertently creates economic disparities between established downstream industries and constrained upstream artisans. By highlighting this disparity, the study provides a necessary intervention in the discourse of cultural commodification, ensuring that global premiumization does not come at the cost of local artisan marginalization. Theoretically, this study enriches literature on commodifying sacred objects while maintaining authenticity. Practically, it provides a strategic roadmap for local artisans and inclusive policy recommendations to bridge the gap between micro-producers and premium tourism markets.
Green Purchasing Dalam Pengadaan Barang Kitchen di Hotel Aloft Bali Seminyak: Implementasi dan Kendala Menuju Hospitaliti Berkelanjutan Kadek Rizki Ariatpernawan; Dewa Ayu Diyah Sri Widari; I Gusti Agung Rendra Wijaya
Jurnal Mosaik Hospitaliti Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51713/jmh.2026.8154

Abstract

This research focuses on the implementation of green purchasing as one of the efforts to support environmental preservation. This study aims to examine the implementation of green purchasing in the procurement of kitchen goods at Aloft Bali Seminyak Hotel and the inhibiting factors in its implementation. The research uses a qualitative descriptive approach with stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data was collected through observation, interviews, and documentation studies. The technique for selecting informants used purposive sampling techniques involving key informants, namely the purchasing supervisor, sous chef, and receiving personnel. The findings indicate that the kitchen procurement process is systematic, but the green purchasing implementation is still low with a score of 43.9%. The main barriers include the use of single-use plastics by vendors, urgent purchases, and the lack of environmental audits for suppliers. Recommendations include establishing Green Purchasing SOPs, staff training, and collaboration with environmentally certified vendors.
Pendampingan Pemetaan Digital Berbasis Geospasial untuk Penguatan Wisata Spiritual Beji Pancoran Sengguan di Kelurahan Abianbase, Badung Dewa Ayu Diyah Sri Widari; Ni Nyoman Ardani; I Putu Bagus Andhy Putra; Desak Putu Purnama Dewi
Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Beji Pancoran Sengguan di Kelurahan Abianbase, Badung, memiliki potensi sebagai destinasi wisata spiritual, namun selama ini masih dikategorikan sebagai hidden gem karena keterbatasan aksesibilitas informasi dan navigasi. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program KKN Tematik ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan Beji Pancoran Sengguan serta memperkuat visibilitas UMKM lokal melalui adaptasi teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang mencakup observasi dan pemetaan geospasial serta penguatan identitas visual (branding). Analisis kualitatif melalui komponen 4A digunakan untuk menilai keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendaftaran koordinat Beji Pancoran Sengguan pada platform Google Maps yang disertai pemasangan plang penunjuk arah berhasil memudahkan navigasi pengunjung. Sementara itu, digitalisasi profil bisnis dan pemasangan banner pada UMKM Bolot Merta Sari berperan sebagai model percontohan penguatan sektor ekonomi kreatif. Sinergi antara pemetaan destinasi spiritual dan unit usaha penunjang ini terbukti mampu meningkatkan visibilitas wilayah dan memberikan landasan bagi pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang lebih tertata.