Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sosialisasi Anti Bullying Sebagai Upaya Pencegahan Tindakan Perundungan Bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Petak Dewa Ayu Diyah Sri Widari; Putu Agus Prayogi; I Ketut Sutapa; Desak Made Purnama Dewi; Komang Shintiya Nita Kristiana Putri; I Putu Bagus Suthanaya; I Ketut Budiasa
Prosiding Seminar Nasional Riset dan Pengabdian pada Masyarakat 2025: Optimalisasi Potensi Desa Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lingkungan pendidikan memiliki peranan yang sangat krusial dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menciptakan atmosfer yang positif di sekolah dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian yang baik untuk siswa, sehingga membantu proses belajar dalam lingkungan pendidikan. Namun, terdapat berbagai masalah yang terjadi di sekolah, termasuk tindakan kekerasan seperti bullying, baik secara verbal maupun fisik. Fenomena bullying atau perundungan bisa terjadi di berbagai tempat, termasuk dalam lingkungan pendidikan pada semua jenjang, mulai dari yang paling dasar hingga perguruan tinggi. Sebagai salah satu upaya dalam mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah, Universitas Triatma Mulya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi terkait dengan gerakan anti bullying sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode: Kegiatan sosialisasi dimulai dari tahap persiapan dengan melakukan observasi ke Sekolah Dasar yang berlokasi di Desa Petak, untuk menyampaikan jadwal pelaksanaan sosialisasi, memastikan dan menentukan lokasi, dan peserta kegiatan. Tahap pelaksanaan PkM merupakan waktu dimana kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun bersama. Tahap sosialisasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil: Sosialisasi anti bullying sebagai upaya untuk pencegahan tindakan perundungan bagi siswa Sekolah Dasar di Desa Petak meningkatkan wawasan para siswa tentang bullying dan cara mencegah serta menghadapi tindakan bullying. Beberapa siswa memberikan peran aktif ketika berlangsungnya kegiatan sosialisasi seperti aktif dalam melakukan tanya jawab pada saat sesi diskusi. Selain sosialisasi, sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan perundungan, kegiatan juga dirangkai dengan deklarasi anti bullying. Pihak sekolah sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan berkelanjutan pada tahun berikutnya.
Pendampingan Pemetaan Digital Berbasis Geospasial untuk Penguatan Wisata Spiritual Beji Pancoran Sengguan di Kelurahan Abianbase, Badung Widari, Dewa Ayu Diyah Sri; Ardani, Ni Nyoman; Putra, I Putu Bagus Andhy; Dewi, Desak Putu Purnama
Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Beji Pancoran Sengguan di Kelurahan Abianbase, Badung, memiliki potensi sebagai destinasi wisata spiritual, namun selama ini masih dikategorikan sebagai hidden gem karena keterbatasan aksesibilitas informasi dan navigasi. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program KKN Tematik ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan Beji Pancoran Sengguan serta memperkuat visibilitas UMKM lokal melalui adaptasi teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang mencakup observasi dan pemetaan geospasial serta penguatan identitas visual (branding). Analisis kualitatif melalui komponen 4A digunakan untuk menilai keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendaftaran koordinat Beji Pancoran Sengguan pada platform Google Maps yang disertai pemasangan plang penunjuk arah berhasil memudahkan navigasi pengunjung. Sementara itu, digitalisasi profil bisnis dan pemasangan banner pada UMKM Bolot Merta Sari berperan sebagai model percontohan penguatan sektor ekonomi kreatif. Sinergi antara pemetaan destinasi spiritual dan unit usaha penunjang ini terbukti mampu meningkatkan visibilitas wilayah dan memberikan landasan bagi pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang lebih tertata.
Beyond Sustainability: Assessing the Regenerative Margins and Community Participation Gaps in Serangan Tourism Dewa Ayu Diyah Sri Widari; Dewa Putu Oka Prasiasa
Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality Vol. 9 No. 1 (2026): JASTH: Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasth.v9i1.27-40

Abstract

This research investigates the strategic evolution of Serangan Tourism Village, Bali, as it transitions from conventional sustainability paradigms toward a proactive regenerative framework. The study primarily aims to  assessing regenerative margins and diagnose systemic gaps within local social governance. Employing a qualitative methodology, the investigation utilizes a robust analytical toolkit comprising Value Chain Analysis, Power-Interest Mapping, and Arnstein’s Ladder of Participation. Data derived from participatory observation, semi-structured in-depth interviews, and longitudinal document reviews were integrated through a comprehensive cross-analysis. The findings empirically confirm the attainment of a positive regenerative margin in Serangan, largely catalyzed by the marine conservation community’s restorative efforts. This achievement is underpinned by regenerative parallelism, a mechanism where the restoration of coral reefs and turtle habitats directly augments the destination's economic competitiveness. Despite these gains, a critical participation disparity remains; while conservation actors spearhead the regenerative transition, essential stakeholders most notably Local Culinary Community are relegated to the placation stage with limited decision-making agency. Such governance imbalances threaten the long-term resilience of regene-rative outcomes. This study contributes to the field by operationalizing regenerative parallelism as a functional metric for tourism development. Ultimately, the research concludes that enduring regenerative success necessitates fundamental governance restructuring, moving toward delegated power for local actors and the diversification of restorative funding through impact investment.