Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR BASIS DATA DENGAN PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF Andriyanto, Sigit; Muharni, Sita; Setiawan, Susilo
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (J-Diteksi)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/diteksi.v4i1.1938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul interaktif entity relationship diagram (ERD) untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa mata pelajaran Basis Data Semester I, Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu. Penelitian ini merupakan penelirian Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE. Desain uji coba produk terdiri dari uji coba tahap awal, uji coba lapangan utama dan uji coba lapangan operasional dengan melaksanakan pra-eksperimental. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket analisis kebutuhan, skala kelayakan e-modul oleh ahli materi dan media, skala kemandirian belajar dan skala respon mahasiswa yang kemudian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian para ahli, pada aspek materi memperoleh kategori sangat layak dengan skor 3,88; aspek media kategori sangat layak dengan skor 3,61; sedangkan kelayakan produk e-modul pada aspek respon pengguna menunjukkan produk e-modul tergolong dalam kategori sangat layak. Nilai akhir kemandirian belajar mengalami peningkatan sebesar 0,45 dan tergolong kategori sedang. Dari hasil analisa tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-modul interaktif sangat layak dan cukup efektif digunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar Basis Data.
Penentuan Pola Penjualan Menggunakan Algoritma Apriori Muharni, Sita; Andriyanto, Sigit
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Periode Maret 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i1.3679

Abstract

Dalam menghadapi era teknologi yang semakin berkembang dan berpengaruh sangat besar terhadap persaingan ekonomi, khususnya persaingan dalam dunia bisnis perdagangan barang, seperti minimarket atau toko, maka penggunaan teknik data mining dapat dijadikan acuan dalam mengelola data-data transaksi untuk dijadikan sebuah informasi. Multi Mart merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan. Multi Mart menjual segala macam barang kebutuhan pokok, makanan, rokok dan lain-lain. Multi Mart memiliki beberapa permasalahan diantaranya adalah jumlah data yang semakin banyak sehingga data menumpuk. Akibat dari permasalahan tersebut, maka diterapkan teknik data mining dengan menggunakan algoritma apriori yang bertujuan untuk mengetahui hasil analisis pola penjualan toko dan menentukan pola asosiatif dari data transaksi yang sering dibeli secara bersamaan. Penelitian ini difokuskan pada penentuan pola penjualan dengan menggunakan metode apriori. Tahap penelitian yang dilakukan memiliki 5 tahapan: Pemilihan Data, Preprocessing Data, Transformasi, Data Mining, dan Evaluasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa barang yang dapat ditempatkan pada rak yang sama seperti telur, rokok (garam) dan coca-cola dengan nilai confidence sebesar 70.2% serta barang lainnya.
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen yang Mendukung Pelaporan Kinerja dan Akreditasi Digital Meningkatkan Kapasitas Operator Puskesmas Pagelaran Andriyanto, Sigit; Muharni, Sita; Al Farisi, Muhammad Farhan; Nugroho, Tri Adi; Aminudin, Nur; Setiawan, Susilo; Yovita, Rizka Dwi; Marsim, Etanaulia; Luthfia B, Yessiana; Setiyarini, Elita Yuni
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/71epm244

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggung jawab secara strategis untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di tingkat kecamatan.  Puskesmas adalah ujung tombak sistem kesehatan nasional dan bertanggung jawab atas pelayanan kuratif dan rehabilitatif serta program preventif dan promotif.  Sebagian besar operator tidak menerima pelatihan yang cukup tentang cara menggunakan SIMPUS dan sistem digital lainnya.  Beberapa orang masih melakukan transformasi digital manual atau semi-digital (menggunakan lembar kerja spreadsheet tanpa sistem terintegrasi), tetapi ini tidak dapat dilakukan secara instan. transformasi digital semacam ini tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan adanya pendekatan penguatan kapasitas (capacity building) yang komprehensif bagi para operator Puskesmas. Para operator Puskesmas membutuhkan pendekatan penguatan kapasitas yang menyeluruh. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan bahwa peserta lebih memahami penggunaan SIMPUS secara signifikan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 55,3 menjadi 86,7 setelah pelatihan. Selain itu, operator memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara data pelayanan dan indikator kinerja yang harus dilaporkan. Dari perspektif efisiensi, peningkatan kapasitas meningkatkan kemampuan teknis individu dan sistem kerja organisasi secara keseluruhan; waktu penyusunan laporan bulanan yang sebelumnya membutuhkan tiga hingga empat hari sekarang hanya membutuhkan satu hingga dua hari. Selain itu, jumlah laporan yang dikembalikan oleh Dinas Kesehatan karena kesalahan data menurun hingga 70%. Secara langsung, kegiatan ini meningkatkan kualitas manajemen data kesehatan di Puskesmas Pagelaran. Hasilnya dapat digunakan sebagai model replikasi untuk puskesmas lain di wilayah Kabupaten Pringsewu Lampung dalam jangka panjang. Untuk mencapai hal ini, diperlukan rencana jangka panjang untuk kegiatan ini harus mencakup pelatihan lanjutan tentang analisis data dan pelaporan yang didasarkan pada standar kualitas peningkatan infrastruktur teknologi dan sistem jaringan dan pembentukan tim pengelola data internal yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran untuk karyawan baru.