Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Agriculture and Biological Technology

Embriogenesis Somatik Kopi: Prinsip dan Keunggulannya : Review Adhinugraha, Qudus Sabha
Agriculture and Biological Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.1.2.58-64

Abstract

Perbanyakan tanaman kopi (Coffea spp.) secara in vitro dapat menjadi solusi dalam permasalahan pemenuhan kebutuhan bibit kopi dalam skala besar serta dengan klon yang seragam dalam waktu singkat. Perlu diketahui lebih lanjut mengenai embriogenesis somatik pada kopi, serta perbandingan tanaman hasil embriogenesis somatik dengan tanaman hasil perbanyakan secara konvensional. Perbanyakan kopi melalui embriogenesis somatik secara in vitro lebih umum digunakan karena mampu menghasilkan bibit kopi dalam skala besar dengan biaya produksi yang lebih rendah. Sedangkan perbanyakan melalui pola regenerasi organogenesis melalui beberapa kesulitan seperti sulitnya strerilisasi eksplan, adanya dominansi apikal, serta laju multipikasi tunas yang rendah. Adapun tahap dari embriogenesis somatik terdiri atas pemilihan dan sterilisasi eksplan, induksi kalus, perbanyakan kalus, dan induksi kalus embriogenik. Berbagai sumber menyatakan bahwa pertumbuhan bibit kopi hasil dari embriosomatik lebih baik dibandingkan dengan penggunaan bibit hasil perbanyakan konvensional (asal biji).