Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelatihan Teknik Budidaya Jenis Sengon kepada Masyarakat Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang untuk Meningkatkan Produktivitas Winata, Bayu; Nurianti, Esti; Haneda, Noor Farikhah; Sudrajat, Dede; Pramisasi, Yunita; Adam, Satria; Ramadhan, Rafli; Zidan, Mochammad; Siregar, Ulfah Juniarti
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2025): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i1.11075

Abstract

Peningkatan produktivitas sengon dapat dimulai dengan melakukan teknik budidaya yang tepat dan memperhatikan kualitas tapak. Namun masih banyak masyarakat terutama petani kurang memahami aspek tersebut, akibatnya produktivitas sengon tidak maksimal. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan pelatihan mengenai teknik budidaya sengon yang baik dan benar. Pelatihan dilaksanakan pada Senin, 10 Juni 2024 di Kantor Persemaian Permanen,Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH) Jawa Tengah, Kabupaten Semarang. Kegiatan pelatihan diikuti oleh petani, pengedar benih, dan penyuluh kehutanan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah. Materi disampaikan dengan metode ceramah, dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Keberhasilan pelatihan dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang dikerjakan peserta. Hasil menunjukkan bahwa terdapat kenaikan persentase nilai sebesar 19%. Peserta dengan jenjang pendidikan S1 memiliki nilai post-test tertinggi (84.2%), sementara berdasar rentang usia, nilai post-test tertinggi dimiliki peserta berusia 36-46 tahun (85.4%). Adanya peningkatan nilai post test menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan telah berhasil menambah pengetahuan peserta pelatihan.
Keanekaragaman Fauna Tanah dan Karakteristik Lingkungan pada Area Konservasi PLTGU Cilegon, Indonesia Winata, Bayu; Ramadhan, Rafli
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.71-78

Abstract

Fauna tanah berperan penting dalam memelihara dan meningkatkan kualitas tanah pada suatu ekosistem, sehingga dapat dijadikan sebagai bioindikator kualitas tapak dan kondisi lingkungan. Komunitas fauna tanah pada suatu ekosistem dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, baik edafis dan klimatis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman fauna tanah dan hubunganya dengan faktor lingkungan (edafis dan klimatis) pada area konservasi PLTGU Cilegon, Indonesia yang merupakan lahan dengan tanah timbunan yang telah direvegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada area konservasi PLTGU Cilegon masih memiliki keanekaragaman fauna tanah yang relatif sedang (1 ≤ H’ ≤ 3) dengan kekayaan jenis fauna tanah yang relatif rendah (DMg < 3,5), serta kemerataan jenis fauna tanah yang relatif merata / tidak didominasi oleh jenis tertentu (E > 0,5). Keberadaan fauna tanah, baik keanekaragaman dan kekayaan jenisnya memiliki korelasi positif dengan beberapa faktor edafis lingkungan, diantaranya BOT, C-org., respirasi dan pH tanah. Sementara itu, keberadaan fauna tanah memiliki korelasi negatif dengan suhu tanah. Di sisi lain, keberadaan fauna tanah, baik keanekaragaman dan kekayaan jenisnya memiliki korelasi positif dengan faktor klimatis lingkungan, seperti kelembapan udara, serta berkorelasi negatif dengan intensitas cahaya matahari dan suhu udara.
Capacity Building of Forest Local Community, Tree Seeds Providers and Forestry Extension Workers on Plus Tree Selection Technique in Kediri, East Java, Indonesia Siregar, Ulfah Juniarti; Nugroho, Aditya; Winata, Bayu; Sudrajat, Dede Jajat; Nurianti, Esti; Haneda, Noor Farikhah
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v8i1.10398

Abstract

Community forests play significant role in supplying national demand of woods, sustaining local ecosystem and increasing benefit for local community. Tree plantings for both community forests and rehabilitation of degraded forests and lands, however often neglect utilization of good quality seeds, which resulted in low quality of forest plantation. In order to support the procurement of good quality seeds, it is necessary to raise awareness of local community, seeds providers and forest extension workers on the production of good quality seeds through tree selection program. This paper reported the activity to build the capacity of local community, seeds providers and forest extension workers on plus trees selection, as sources of good quality seeds production. The training activity took place two times at Ngancar Village, Kediri Regency, East Java. The participants in each training received lectures in a classroom and hand-in practical work on tree selection techniques in the field. The topics given are considered as important by participants, as evident from the increasing number of participants in the second time of training. Analysis of pre- and post-test conducted showed that the participants knowledge and skill increased by 27,9 % after training, regardless of their ages and educational backgrounds.
Sosialisasi Dan Pelatihan Hama Penyakit Tanaman Sengon Untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Di Kabupaten Sumedang Haneda, Noor Farikhah; Winata, Bayu; Sudrajat, Dede J; Nisa, Hazna Aulya; Nurianti, Esti; Pramisari, Yunita; Zafirah S, Rahma; Rizqi, Muhammad; Siregar, Ulfah J
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.11712

Abstract

Sengon (Falcataria falcata) merupakan salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomi tinggi, pertumbuhan cepat, serta banyak dimanfaatkan dalam industri kayu. Namun, budidaya sengon sering terkendala oleh serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas bahkan menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani maupun pelaku industri. Pengetahuan masyarakat terkait jenis hama dan penyakit, gejala serangan, serta teknik pengendaliannya masih terbatas sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui sosialisasi dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi dan pelatihan hama penyakit sengon yang dilaksanakan di Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sertifikasi Perbenihan Tanaman Hutan, Kabupaten Sumedang, dengan peserta sebanyak 30 orang. Evaluasi dilakukan melalui metode pre-test dan post-test yang berisi materi mengenai identifikasi hama dan penyakit, gejala serangan, serta strategi pengendalian. Hasil menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 72% menjadi 77,83%. Peningkatan signifikan terjadi pada peserta berpendidikan SMP dan Sarjana serta kelompok usia 41–47 tahun dan 55–61 tahun, sedangkan peserta SMA dan usia 34–40 tahun justru mengalami penurunan. Variasi ini menunjukkan efektivitas pelatihan dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, usia, dan motivasi belajar. Secara umum, sosialisasi dan pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta, meskipun strategi pembelajaran perlu lebih adaptif agar hasil lebih merata
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA HUTAN MELALUI PELATIHAN SELEKSI POHON PLUS DAN TEKNOLOGI BENIH TANAMAN SENGON DI BANTEN Ulfah J Siregar; Aditya Nugroho; Esti Nurianti; Dede J Sudrajat; Bayu Winata; Noor F Haneda
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7186

Abstract

Sengon merupakan tanaman kehutanan yang banyak digemari oleh masyarakat dan sedang berusaha dikembangkan oleh Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten. Upaya KPH Banten untuk mulai mengembangkan sengon perlu didukung dengan mengadakan pelatihan mengenai pemuliaan pohon dan teknologi perbenihan. Pelatihan mengenai pemuliaan pohon dan teknologi perbenihan tanaman sengon dilakukan di Tempat Pengumpulan Kayu (TPK) Cigembor, Desa Inten Jaya, Lebak, Banten pada tanggal 25 November 2023. Metode pelatihan melibatkan presentasi dan praktik langsung di lapangan. Keberhasilan pelatihan dapat diketahui melalui hasil pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pelatihan sengon menambah pengetahuan masyarakat terkait seleksi pohon plus dan teknologi benih sebesar 22,5% dan 40%.
Pelatihan Budidaya Sengon: Strategi Pengabdian Masyarakat Untuk Mendukung Kesejahteraan Petani Dan Kelestarian Lingkungan Di Jatinangor, Sumedang Noor Farikhah Haneda; Bayu Winata; Ulfah J Siregar; Esti Nurianti; Dede J Sudrajat; Yunita Pramisari
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12772

Abstract

Rehabilitasi lahan kritis serta pemanfaatan lahan yang optimal melalui wanatani atau agroforestry adalah upaya potensial untuk dilakukan sebagai pendekatan dalam mengurangi laju deforestasi dan degradasi lingkungan. Sengon adalah jenis pohon cepat tumbuh dan relatif banyak ditanam di Indonesia, khususnya di P. Jawa. Sengon bernilai ekonomi tinggi, karena digunakan sebagai bahan baku berbagai industri. Jenis ini sering digunakan dalam rehabilitasi lahan kritis, karena pertumbuhan yang cepat dan adaptasi yang baik pada lahan marginal. Produktivitas sengon di tingkat petani masih relatif belum optimal, karena keterbatasan pengetahuan teknis mengenai budidaya sengon. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu memberikan pelatihan teknis budidaya sengon untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Secara umum, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan teknis para peserta dalam budidaya sengon. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan persentase hasil post-test terhadap pre-test sebesar 6,64%. Kelompok peserta dengan latar pendidikan D3 menunjukkan keberhasilan pelatihan yang tertinggi (41,62%). Kelompok peserta dengan rentang usia 27 – 33 tahun dan 41 – 47 tahun memiliki kecenderungan yang positif dalam mengikuti pelatihan ini. Hal ini disebabkan oleh tingkat konsentrasi, ketahanan, dan energi belajar yang relatif tinggi, serta kematangan pengetahuan berbasis pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam teknik budidaya sengon.
Tingkat Pemahaman Masyarakat di Semarang Tentang Bibit yang Tahan Hama dan Penyakit Noor Haneda; Ulfah J Siregar; Esti Nurianti; Bayu Winata; Dede J Sudrajat; Yunita Pramisari; Satria Adam; Mochammad Zidan; Rafli Ramadhan
Buletin Dharmas Andalas Vol. 2 No. 2 (2025): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v2i2.39

Abstract

Sengon merupakan tanaman kehutanan yang sangat diminati karena memiliki nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi. Disamping itu, sengon rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Namun, tidak semua masyarakat mampu mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk menganalisis tingkat pemahaman masyarakat dalam mengatasi serangan hama dan penyakit pada pohon sengon. Pelatihan ini dilakukan di Persemaian Permanen Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 10 Juni 2024. Peserta pelatihan adalah staff Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH) dan petani. Metode pelatihan dengan pemberian materi, diskusi interaktif dan praktik langsung di lapangan. Analisis keberhasilan pelatihan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan peserta dalam mengatasi serangan hama serta penyakit pohon sengon rata-rata 17 persen.
TREE SPECIES DIVERSITY AND MANAGEMENT IN AGROFORESTRY POHPOHAN (Pilea melastomoides): THE CASE IN THE TRADITIONAL ZONE OF GUNUNG HALIMUN SALAK NATIONAL PARK, INDONESIA Adisti Permatasari; Sheikha Ananda Mosa; Bayu Winata; Lufthi Rusniarsyah; Peniwidiyanti Peniwidiyanti; Izzbilhaq Izzbilhaq
BIOTROPIA Vol. 31 No. 3 (2024): BIOTROPIA Vol. 31 No. 3 December 2024
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2024.31.3.2281

Abstract

Article Highlights- Pohpohan (Pilea melastomoides) is the main commodity cultivated by using traditional agroforestry in the traditional zone of Gunung Halimun Salak National Park as a fresh vegetable.- There is a limited database of plant species diversity in the traditional zones, which is dynamic and needs further research.- This study found 54 tree species from 37 families with the dominant family being Rubiaceae.- Most farmers cultivated Pohpohan by conducting plant spacing, maintenance, and harvesting. Their income is USD 154 – 256/month. AbstractGunung Halimun Salak National Park (GHSNP) is Java's largest tropical mountain forest. GHSNP is still facilitating community grounds around GHSNP with the existence of a traditional zone. Pohpohan (Pilea melastomoides) is the primary commodity in the traditional zone cultivated by the local people around GHSNP. Pohpohan is planted using traditional agroforestry planting patterns. The traditional zone has a limited plant species diversity and management database, so further study is necessary. This study was conducted in the traditional zone of GHSNP, specifically at the agroforestry system in Tamansari Village, Bogor Regency. Data collection of tree diversity was conducted by establishing 25 plots. This study also interviewed 30 local farmers belonging to the Mandiri farmer group. There are 54 species from 37 families. Rubiaceae, Malvaceae, Fabaceae, and Phyllanthaceae families are the most common families. Pinus merkusii, Agathis dammara, and Maesopsis eminii have the highest important value index (IVI) values. Understorey and seedlings have a low category on H' due to the dominant planting of Pohpohan. Most respondents are people aged 35-55 (70%) with a farming area of 1000 m2. They cultivate Pohpohan by conducting plant spacing, plant maintenance (e.g., soil cultivation, weeding, fertilization), and harvesting. Most farmers conduct fertilization 9 times/year. Farmers produce 30.000-50.000 bunches/harvest. The price of a bunch of Pohpohan is 0,00054 USD. Their income is about 154 USD – 256 USD/month.
Impact of land and forest fire on soil fauna diversity in several land cover in Jambi Province, Indonesia BASUKI WASIS; BAYU WINATA; DANIEL RICARDO MARPAUNG
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d190249

Abstract

Wasis B, Winata B, Marpaung DR. 2018. Impact of land and forest fire on soil fauna diversity in several land cover in Jambi Province, Indonesia. Biodiversitas 19: 740-746. Forest fire is one of the primary disturbances that damage forest and disturb forest sustainability. Land and forest fire may lead to die-offs, declines and in general influence the development of abundant of soil fauna on the ground. This research aims to identify and assess the diversity, wealth, evenness, and the pattern and spread of land fauna in various ecosystems, both burnt and unburnt by the fire. Research was conducted in some districts in Jambi Province, Indonesia. Sampling methods for soil diversity were done by hand-sorting methods in three burnt and unburnt ecosystems. Those ecosystems were primary forest, industrial plantation forest, and oil palm plantation. Generally, we found 519 individual species included in 46 genera, 33 families, 20 orders of 8 classes, and 3 phyla in whole ecosystem observed. The highest soil fauna diversity was primary forest with value of DMg = 4.243, H'=2.664, E=0.862. Meanwhile, the lowest soil fauna diversity was found in burnt palm plantation with value of DMg=2.102, H'=1.520, and E=0.692. Environmental factors like abiotic and biotic affected to the diversity level of soil fauna.
Soil macrofauna abundance and soil characteristics of limestone post-mining land in Bogor, West Java, Indonesia BASUKI WASIS; FERNANDA REZA PUTRA; BAYU WINATA; ERIANTO INDRA PUTRA; GRAHAME APPLEGATE
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 26 No. 10 (2025)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d261044

Abstract

Abstract. Wasis B, Putra FR, Winata B, Putra EI, Applegate G. 2025. Soil macrofauna abundance and soil characteristics of limestone post-mining land in Bogor, West Java, Indonesia. Biodiversitas 26: 314-5323. Limestone mining can lead to the loss of soil fauna and a decline in soil quality on post-mining land. Soil, as a key component of forest ecosystems, exhibits distinct characteristics across site types. Revegetation is an important strategy to restore ecosystems and biodiversity through tree planting. This study, which aimed to assess the abundance of soil macrofauna, characterize site conditions, and evaluate the influence of soil properties on macrofauna abundance in the limestone post-mining area of PT Solusi Bangun Indonesia, Narogong, Bogor District, West Java, Indonesia, has yielded significant findings. Soil macrofauna were collected using hand sorting and hand capture methods, while biodiversity indices were calculated. Undisturbed soil samples (ring samples) were used for physical property analysis, and disturbed samples (0-20 cm depth) were used for chemical and biological analyses. Data were analyzed using Least Significant Difference (LSD) and negative binomial regression analysis. Macrofauna abundance in Old Revegetation 2010 (OR) sites (54±18.4 individuals) was significantly higher than in Open post-mining land (O) (0.5±0.7) and Young Revegetation 2018 (YR) sites (3.5±2.1) researched in 2023. Porosity, organic carbon, soil pH, soil respiration, and dry litter weight showed significant positive correlations with macrofauna abundance, while soil temperature had a significant negative correlation. These findings, which underscore the importance of revegetation and the role of soil macrofauna as an indicator of post-mining soil quality recovery, are of significant interest to the scientific community and conservation practitioners.