Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM SOSIALISASI K3 UNTUK PEKERJA KONSTRUKSI: STUDI KASUS PROYEK RUMAH KOS MEKARSARI Faiz Muhammad Azhari; Imam Mustofa; Rina Rebut Rayhansah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40934

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam industri konstruksi, mengingat tingginya risiko kecelakaan kerja yang dapat mempengaruhi produktivitas proyek. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pelaksanaan program sosialisasi penerapan K3 di proyek pembangunan rumah kos Mekarsari. Topik ini dipilih mengingat masih rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta tingginya angka kecelakaan di sektor konstruksi. Metode kegiatan ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu survei awal, pelaksanaan sosialisasi, dan evaluasi implementasi. Tahapan survei dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara singkat dengan pekerja untuk mengidentifikasi perilaku risiko serta tingkat pemahaman terkait K3. Tahapan sosialisasi dilaksanakan melalui diskusi interaktif, dan simulasi penggunaan APD, sementara evaluasi dilakukan dengan observasi pasca-sosialisasi, pre-test, dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman dan perilaku pekerja. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman pekerja terhadap K3. Sebelum sosialisasi, hanya 45% pekerja yang menggunakan APD seperti helm dan sarung tangan. Setelah sosialisasi, tingkat penggunaan APD meningkat secara signifikan, di mana 90% pekerja mulai menggunakan helm dan 85% menggunakan sepatu keselamatan. Nilai pre-test peserta mencatat skor 55%, yang meningkat menjadi 85% pada post-test. Hasil kegiatan ini menegaskan pentingnya sosialisasi dan edukasi dalam meningkatkan kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja. Dengan pengawasan yang lebih ketat serta dukungan manajemen proyek, budaya keselamatan kerja dapat terus dipertahankan dan diterapkan secara konsisten, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan
ANALISIS K3 PROYEK PEKERJAAN JALAN RIGID BETON BANDARA DHOHO KEDIRI METODE JSA Diayu Puri Herrdiana; Sony Susanto; Faiz Muhammad Azhari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44614

Abstract

Pembangunan Bandara Dhoho Kediri merupakan proyek infrastruktur strategis di Jawa Timur yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu pekerjaan utama dalam proyek ini adalah konstruksi jalan rigid beton, yang memiliki risiko keselamatan kerja tinggi. Kecelakaan kerja di sektor konstruksi dapat berdampak signifikan dari segi sosial dan ekonomi, seperti cedera pekerja, penundaan proyek, serta peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya dan tingkat risiko keselamatan kerja pada pekerjaan jalan rigid beton di Proyek Bandara Dhoho Kediri, menganalisis risiko menggunakan Job Safety Analysis (JSA), serta menyusun rekomendasi mitigasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed methods), melalui wawancara, observasi, dan survei berbasis skala Likert. Analisis data dilakukan dengan uji validitas Pearson Product Moment, uji reliabilitas Alpha Cronbach, serta analisis risiko menggunakan Matriks Risiko . Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 jenis risiko utama, sebagian besar berkategori tinggi hingga sangat tinggi, termasuk kecelakaan akibat alat berat dan paparan bahan kimia. Penerapan JSA terbukti efektif dalam mengidentifikasi risiko serta menyusun langkah mitigasi seperti penggunaan APD, pelatihan keselamatan kerja, dan inspeksi rutin. Penerapan JSA dapat meningkatkan kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja serta mengurangi kecelakaan konstruksi. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi mitigasi risiko pada proyek konstruksi di Indonesia.
SOSIALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI BIM SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI MATERIAL TULANGAN DI TULUNGAGUNG Achmad Saiful Arifin; Imam Mustofa; Faiz Muhammad Azhari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48733

Abstract

Transformasi digital dalam industri konstruksi menuntut peningkatan efisiensi dan akurasi, terutama dalam pengelolaan material seperti besi tulangan yang memiliki kontribusi besar terhadap struktur dan biaya proyek. Building Information Modelling (BIM) hadir sebagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan ini. Namun, adopsi BIM dalam proyek skala kecil-menengah, khususnya di daerah seperti Tulungagung, masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan melatih penggunaan teknologi BIM kepada pelaku konstruksi lokal, dengan fokus pada perencanaan kebutuhan tulangan besi untuk membangun kolom dan balok. Pelatihan ini melibatkan pemodelan struktur 3D menggunakan Autodesk Revit serta penerapan metode Bar Bending Schedule (BBS) untuk menghitung volume, waktu, dan efisiensi material. Hasil ini BIM mampu mengurangi potensi pemborosan besi tulangan sebesar 18,7% dan memangkas perkiraan waktu dari 9 jam menjadi 3 jam. Selain peningkatan akurasi perencanaan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk menerapkan BIM dalam proyeknya. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan BIM berbasis studi kasus lokal efektif dalam meningkatkan efisiensi proyek dan kapasitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Replikasi kegiatan dan dukungan infrastruktur digital direkomendasikan untuk memperluas dampak positif teknologi BIM di sektor konstruksi nasional. Kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kesadaran akan pentingnya digitalisasi perencanaan konstruksi dan membuka peluang untuk adopsi BIM yang lebih luas di tingkat lokal. Disarankan agar ada dukungan lebih lanjut berupa pelatihan tingkat menengah dan penyediaan akses perangkat lunak BIM sehingga dampak dari kegiatan tersebut dapat berkelanjutan.
MENINGKATKAN EFISIENSI KONSTRUKSI DENGAN TEKNOLOGI BIM DALAM PENGURANGAN PEMBOROSAN MATERIAL DAN PERCEPATAN PROSES ESTIMASI Aditya Purnama; Imam Mustofa; Faiz Muhammad Azhari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54093

Abstract

Penerapan teknologi Building Information Modeling (BIM) memiliki peran yang krusial dalam meningkatkan efisiensi proyek konstruksi, khususnya dalam hal pengelolaan material seperti besi tulangan, yang berpengaruh besar terhadap biaya dan struktur proyek. Di wilayah seperti Tulungagung, penggunaan BIM dalam proyek konstruksi berskala kecil dan menengah masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengedukasi dan melatih pelaku konstruksi lokal dalam pemanfaatan teknologi BIM, dengan fokus pada perencanaan material tulangan besi. Pelatihan ini memanfaatkan perangkat lunak Autodesk Revit untuk membuat model struktur 3D serta menerapkan metode Bar Bending Schedule (BBS) guna menghitung volume, berat, dan estimasi material dengan lebih presisi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penerapan BIM dapat menurunkan pemborosan material besi tulangan hingga 18,7% dan mempercepat estimasi waktu pengerjaan dari 9 jam menjadi 3 jam. Peserta pelatihan, mayoritas pelaku konstruksi lokal, menunjukkan antusiasme yang besar untuk mengintegrasikan BIM dalam proyek mereka di masa depan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis studi kasus lokal tidak hanya meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam perencanaan, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Oleh karena itu, disarankan untuk memperluas inisiatif serupa di daerah-daerah lain yang memiliki karakteristik serupa serta menyediakan infrastruktur digital yang mendukung guna memperkuat dampak positif dari adopsi BIM dalam industri konstruksi di Indonesia