Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN STEAM MELALUI PERAKITAN ROBOT LINE FOLLOWER DI SMPN 3 NATAR Nia Saputri Utami; Suratun Nafisah; Afit Miranto; Khansa Salsabila Suhaimi; Nova Anika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.36136

Abstract

Perkembangan teknologi robotika dari waktu ke waktu sangat mengagumkan. Produk teknologi robotika tersedia semakin banyak dan bervariasi mulai dari robot yang paling sederhana sampai dengan yang paling canggih sehingga robot dapat sesuai untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Melihat dari besarnya dampak teknologi robotika di masa mendatang, maka sangat diperlukan pengenalan teknologi ini kepada para siswa sekolah agar dapat menjadi inventor di bidang teknologi robotika agar Indonesia mampu menghasilkan teknologi yang bersaing dengan negara-negara maju. Pengenalan teknologi robot di sekolah dapat dilakukan dengan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang menggabungkan lima bidang ilmu yaitu sains, teknologi, teknik, seni dan matematika. Metode ini dapat mendorong siswa untuk lebih berperan aktif, berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam menyelesaikan suatu permasalahan. SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) 3 Natar belum memiliki materi pelajaran atau media pembelajaran ataupun ekstrakurikuler yang terkait dengan bidang ilmu robotika. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman dan pengetahuan insan akademis yang terkait dengan bidang teknologi robotika tersebut. Oleh karena itu, melalui kegiatan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) ini, diharapakan dapat memberikan wawasan dan pemahaman mengenai teknologi robotika khususnya robot line follower yang dapat dijadikan sebagai permainan menarik selama proses pembelajaran. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pemahaman para siswa mengenai robot line follower meningkat setelah melewati proses pembelajaran berbasis metode STEAM. Para siswa ikut aktif berpartisipasi baik dalam bentuk diskusi maupun saat praktik langsung. Kegiatan pembelajaran yang dikemas menarik dengan memasukkan unsur permainan membuat para siswa antusias, beresemangat, dan senang mengikuti kegiatan.
Performance Evaluation of a Microcontroller-Based 350 W BLDC Motor Control System Duwi Hariyanto; Muhammad Dianra Amani Ihsan; Basril Amien Mana; Dahril Khudni; Rudi Uswarman; Dean Corio; Nia Saputri Utami; Indarta Kuncoro Aji
Journal of Energy, Material, and Instrumentation Technology Vol 7 No 2 (2026): Journal of Energy, Material, and Instrumentation Technology
Publisher : Departement of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jemit.408

Abstract

Electric vehicles are increasingly adopted as a strategic solution for reducing carbon emissions, yet their overall performance is strongly influenced by reliability, responsiveness, and energy efficiency. This study presents a performance evaluation of a microcontroller-based speed-control system for a 350 W brushless DC (BLDC) motor, developed using low-cost components with potential for local manufacturing. The proposed system incorporates a throttle input, Pulse Width Modulation (PWM) for speed regulation, three Hall-effect sensors for rotor position feedback, and an Arduino Nano controller integrated with an IR2110 driver and a three-phase HY4008 MOSFET inverter. A series of subsystem level tests, covering the power supply, control units, signal amplification, sensing, and motor operation, were conducted under no-load and loaded conditions using a 250 W generator as the mechanical load. The results indicate that the power supply remained stable within 50.5 50.7 V, and the IR2110 effectively amplified the 5.119 V PWM signal to 10.41 11.47 V. Hall sensor frequency increased from 129 Hz at 30% throttle to 179 Hz at 100% throttle, reflecting improved commutation synchronization with rising rotor speed. The motor achieved a speed increase of 90.8% from 220.7 rpm to 421.2 rpm under no-load, whereas under load it increased from 137.8 rpm to 356.4 rpm (an increase of 158.6%). These findings confirm that increasing the PWM duty cycle enhances electromagnetic torque and maintains rotor-stator synchronization across varying load conditions. The study demonstrates that a low-side PWM strategy with six-step commutation can be effectively implemented using low-cost hardware, supporting domestic innovation in electric vehicle technology and contributing to sustainable, low-emission transportation development.
Pengujian Usability Testing Menggunakan Metode System Usability Scale untuk Menilai Aplikasi SIKUU Nia Saputri Utami; Khansa Salsabila Suhaimi; Tria Kasnalestari; George Ray Banurea; M. Imam Robani; Dani Rahmadana
Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Sekawan Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jtim.v7i4.738

Abstract

SIKUU or sistem informasi kendali suhu dan lampu is an android based application created with the purpose to monitoring temperature, light density, number of people, and electrical power consumption in a room. SIKUU needs to be tested to determine the level of ease and the purpose of application. Usability testing is the method for testing it. An easy method to use for usability testing is the system usability scale (SUS). SUS Method very popular because of its advantages such as involves end user directly, no special criteria for selecting end user, can be used for fewer respondents but the results are still reliable, the test scale is easy to understand, and the results are effective because it can immediately categorize the application as usable or not. Then, for SIKUU, usability testing was carried out involving 35 respondents from Institute Technology of Sumatera particurally from various study programs. These respondents were introduced to the SIKUU for the first time. The final SUS score is 71,14 which indicates that the acceptability level is in the acceptable category, and adjective rating in the good category. Meanwhile, i terms of the SUS percentile rank, the score falls within category C. In this study, the primary focus of the usability testing was solely on the final score. Therefore, form the users' perspective, SIKUU is considered feasible for use.
RANCANG BANGUN AKUARIUM BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK IKAN ARWANA SILVER Nia Saputri Utami; Tria Kasnalestari; Martin Sinaga; Dede Ariyanto; Sigit Setiawan Salim
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v5i1.21268

Abstract

Ikan arwana merupakan ikan hias air tawar yang memiliki bentuk tubuh yang unik, serta memiliki warna yang indah sehingga banyak yang menjadikan ikan arwana sebagai ikan hias yang memiliki harga jual yang tinggi. Dikarenakan harga jual yang tinggi, ikan arwana membutuhkan perawatan khusus seperti pemeliharaan pada kualitas airnya. Kualitas air pada ikan arwana ditentukan oleh parameter-parameter seperti suhu, pH, dan tingkat TDS. Dalam rangka mempermudah pengendalian parameter-parameter air tersebut, maka diperlukan sistem yang dapat melakukan fungsi monitoring dan controlling dengan memanfaatkan teknologi IoT (Internet of Things). Penelitian ini membuat akuarium yang dapat mengendalikan parameter-parameter air dan memantaunya melalui aplikasi dengan memanfaatkan jaringan internet. Adapun sensor yang digunakan yaitu sensor DS18B20 untuk mendeteksi suhu air, sensor pH-4502C untuk mendeteksi kadar pH air, dan sensor TDS untuk mendeteksi tingkat kekeruhan air. Implementasi sensor-sensor tersebut pada akuarium menunjukkan fungsi yang optimal dan sesuai. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengujian eror dan akurasi pada sensor DS18B20 yaitu sebesar 09, dan 99,1%. Lalu, hasil pengujian pada sensor pH-4502C menunjukkan eror dan akurasi sebesar 4,52 dan 95,48%. Sedangkan hasil pengujian eror dan akurasi pada sensor TDS diperoleh 1,81 dan 98,19%. Sementara itu, aplikasi yang digunakan untuk monitoring dan manual controlling akuarium juga dapat berfungsi dengan optimal. Hal ini dibuktikan dengan fitur-fitur dapat diakses, dapat menerima dan menampilkan data parameter-parameter air akuarium. Selain itu, delay pengiriman data dari sensor ke aplikasi hanya sebesar 285,7ms dengan provider 1 dan 360,9ms dengan provider 2.
Kalibrasi Sensor Tegangan Berbasis Least Square Untuk Meteran Energi Rumah Tangga Khansa Salsabila Suhaimi; Ali Muhtar; Yusuf Kurniawan; Dean Corio; Nia Saputri Utami
Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan Vol. 13 No. 2 (2025): TELEKONTRAN vol 13 no 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/telekontran.v13i2.17889

Abstract

Upaya efisiensi energi dapat diwujudkan melalui penerapan smart energy meter pada rumah tangga yang akurat dan terkalibrasi. Salah satu tantangannya ada pada keterbatasan akurasi sensor tegangan, salah satunya ZMPT101B yang banyak digunakan namun belum banyak dikaji secara khusus dalam literatur ilmiah. Penelitian ini mengisi kesenjangan studi kalibrasi sensor tegangan ZMPT101B dengan pendekatan matematis yang sistematis dan evaluasi komprehensif menggunakan data rentang penuh 5–250 V. Tujuannya adalah meningkatkan akurasi pengukuran tegangan listrik, khususnya untuk aplikasi meteran energi rumah tangga. Sensor ZMPT101B dihubungkan dengan mikrokontroler Arduino Uno, dikalibrasi, dan diuji pada rentang tegangan 5–250 V dengan interval 5 V. Proses kalibrasi dilakukan dengan dua model matematis dari metode least-square, yaitu regresi linear dan regresi polinomial orde dua. Hasil metrik evaluasi menunjukkan bahwa model regresi linear dan model regresi polinomial mampu menurunkan deviasi pengukuran hingga 2 V (RMSE) dengan kesalahan relatif 2% (MAPE). Temuan tersebut menyoroti potensi metode kalibrasi sistematis untuk mendukung keandalan meteran energi pintar berbasis IoT berbiaya rendah, sehingga mendukung efisiensi energi rumah tangga di era digital