Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Youth Participation in Rutong Village Development Programme: A Character Development Study Salis, M. Rizkoni; Abdin, Maslan; Maitimu, Nexsien Richard
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i1.64455

Abstract

Robust positive character traits are crucial for cultivating a responsible and integrity-oriented generation. The development of character among youth is pivotal in addressing global challenges. Their active involvement in village development, in accordance with Law Number 6 of 2014, is crucial for the success of such programmes. Youth participation not only benefits the village but also enhances their sense of responsibility, social awareness, and skills. In Rutong Village, Ambon, young people play a significant role in development programmes aimed at improving their quality of life and shaping their character. This research intends to evaluate youth involvement in village development initiatives, the challenges faced, and the analysis of character development. A quantitative descriptive method was employed to understand youth participation and its impact on their character development. The results indicate that the average participation score of youth is 3.30 with a standard deviation of 1.10, reflecting a neutral or hesitant attitude towards their involvement. Several barriers encountered include a lack of time, information, family support, facilities, and engagement in programmes. Meanwhile, the average score of 3.84 with a standard deviation of 0.93 indicates approval of character formation and their moral values.
Pendidikan karakter dalam pembentukan kepribadian muslim serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer Wahud, Fitria; Fatwanti, Devi; Asy’ari, Ary; Salis, M. Rizkoni; Hamida, Nurul Atik; Sholiha, Mar’atun; Fajhriani N, Dyla
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22880

Abstract

This research aims to analyze character education that can shape a Muslim's personality and its relevance to contemporary Islamic education. This research uses a qualitative approach (qualitative research) in the nature of literature (library research) using an inductive thinking framework, meaning that, in this research researchers look for several sources related to discussions in the nature of literature and then take several explanations of a general nature and then analyze them to obtain specific results or conclusions. With results, character education is not only oriented towards transferring knowledge, but also towards forming attitudes, morals and behavior that are based on Islamic values. Its implementation in contemporary Islamic education emphasizes the integration of spiritual, ethical, physical and logical values through strategies of habituation, example, moral understanding, appreciation of values, and continuous spiritual internalization. The research results show that character education contributes significantly to forming Muslim individuals who are faithful, devout, have noble character, are intelligent, independent and responsible, both as individuals and as members of society. Thus, character education and contemporary Islamic education have a synergistic and mutually reinforcing relationship in realizing a complete human being who is balanced between physical, spiritual, intellectual, emotional and social aspects, so that they are relevant in responding to educational challenges in the modern era. Abstrak Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pendidikan karakter yang dapat membentuk kepribadian seorang muslim serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (qualitative research) yang bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan kerangka berpikir induktif, maksudnya adalah, dalam penelitian ini peneliti mencari beberapa sumber yang kaitannya dengan pembahasan yang sifatnya adalah kepustakaan kemudian mengambil beberapa penjelasan yang sifatnya umum kemudian dianalisis untuk memperoleh hasil atau kesimpulan yang bersifat khusus. Dengan hasil , pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap, moral, dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Implementasinya dalam pendidikan Islam kontemporer menekankan integrasi nilai spiritual, etika, fisik, dan logika melalui strategi habituasi, keteladanan, pemahaman moral, penghayatan nilai, serta internalisasi spiritual yang berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berkontribusi signifikan dalam membentuk pribadi muslim yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter dan pendidikan Islam kontemporer memiliki hubungan yang sinergis dan saling menguatkan dalam mewujudkan manusia paripurna yang seimbang antara aspek jasmani, rohani, intelektual, emosional, dan sosial, sehingga relevan dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Implementasi Strategi Pendidikan Islam Multikultural dalam Membangun Etika dan Moral Generasi Milenial di SMA Negeri 4 Tualang : Penelitian Suhada; Ary Asy’ari; M. Rizkoni Salis; Devi Fatwanti; Devfy Kartikasari; Fatoni Achmad; Syaiful Dinata
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi, langkah-langkah strategis, dan model pembangunan etika serta moral generasi milenial di SMA Negeri 4 Tualang dalam perspektif pendidikan Islam multikultural. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis participatory action research (PAR). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode kualitatif oleh Spradley, yang mencangkup empat tahap utama, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan identifikasi tema-tema budaya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: Mahasiswa memahami etika dan moral, tetapi menghadapi tantangan globalisasi. Kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial berkembang, namun masih ada kasus plagiarisme dan kurangnya partisipasi sosial. Pembangunan etika dan moral dilakukan melalui strategi integrasi kurikulum dan keteladanan guru, langkah penguatan dialog lintas budaya serta pengabdian masyarakat, serta penerapan model pendidikan integratif dan experiential learning untuk meningkatkan kesadaran serta praktik moral siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Relevansi Pendidikan Karakter dalam Al-Qur’an Sebagai Pembentuk Kepribadian Husaini Husaini; Rizkoni Salis
Scholars Vol. 1 No. 1 (2023): SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : P3M POLITEKNIK NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v1i1.1763

Abstract

Character education is a process of formation and habituation in a systematic or directed manner so that humans have character, character, psychological traits, manners, personality, and morals in accordance with the rules, norms and values that have been applied or agreed upon in society, religion and the state. While the Qur'an is discussed to describe the relevance of character education which is widely stated, especially in surah Luqman verses 13-19 as a personality builder. The purpose of this research is for people to know that character education which is a guide in life is in line with the Qur'an so that people emphasize the character that forms a good personality based on religious teachings to be applied to life. This study uses a qualitative approach. The method used in this study is the reference search method or literature study. The results of this study indicate the relevance of character education which can be found in surah Luqman verses 13-19 as forming personality which includes: being grateful to Allah SWT, devoted to both parents, caring attitude to help and help, Commands to do what is ma'ruf (good) and prevent those who are Munkar (bad), be patient, don't be arrogant, and don't be arrogant.Keywords: character education, al-Qur'an surah Luqman verses 13-19, forming personality
Gagasan Hole in the Wall dari Sugata Mitra dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Mandiri Berbasis Artificial Intelligence Zaenal Abidin; Syaiful Dinata; Veni Sofia; M. Rizkoni Salis; Erwinsyah Satria
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5671

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan perubahan dalam lingkungan pembelajaran, khususnya dalam cara peserta didik mengakses, mengeksplorasi, dan membangun pengetahuan. Kondisi tersebut memiliki relevansi dengan gagasan Hole in the Wall yang dikembangkan oleh Sugata Mitra, yang menekankan pentingnya akses terhadap teknologi, rasa ingin tahu, eksplorasi, interaksi, dan kemandirian dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi gagasan Hole in the Wall terhadap perkembangan pembelajaran mandiri berbasis kecerdasan buatan pada berbagai jenjang pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan gagasan Hole in the Wall, pembelajaran mandiri, regulasi diri, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan, serta perubahan peran pendidik. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan interpretatif melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis terhadap konsep serta temuan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat kesinambungan konseptual antara gagasan Hole in the Wall dan pembelajaran mandiri berbasis AI, terutama dalam pemberian ruang bagi peserta didik untuk mengakses pengetahuan, mengembangkan rasa ingin tahu, melakukan eksplorasi, dan mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran. AI memperluas konsep tersebut melalui kemampuan interaksi yang memungkinkan peserta didik memperoleh penjelasan, umpan balik, dan alternatif perspektif secara lebih dinamis. Namun, pemanfaatan AI secara efektif membutuhkan kemampuan regulasi diri, literasi digital, berpikir kritis, dan pendampingan pendidik. Pada jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, penerapan AI perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, AI lebih tepat diposisikan sebagai sarana penguat pembelajaran mandiri daripada sebagai pengganti pendidik atau proses berpikir peserta didik. Kajian ini menegaskan bahwa relevansi gagasan Hole in the Wall pada era AI terletak pada prinsip pemberian ruang kepada peserta didik untuk mengeksplorasi dan membangun pengetahuan secara aktif, kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.