Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Integrasi Statistical Quality Control dan Failure Mode and Effect Analysis Dalam Menganalisis Defect Pada Proses Produksi Kaidah, Sri; Sitorus, Tosty Maylangi; Dewi, Hartami
INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/inventory.v5i1.188

Abstract

One of the companies that make tools for printing at one of the printing companies in Jakarta has a product in the form of Offset Roller Printing, where Offset Roller Printing is a mainstay product with the highest sales. The company promises a declining trend in the rejection rate in 2024, with the rejection rate not exceeding 2%. For that, an analysis of the cause of the problem will be carried out until a repair proposal is obtained by using an integrated method which is Statistical Quality Control (SQC) with Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Based on the check sheet, it shows the total production in January - December 2023 of 5699. On the overall operational map, there is no point that is outside the upper or lower operational limits. From the results of the FMEA analysis, it can be seen that the highest RPN is the cover for the method factor with the first priority having an RPN value of 252 which means that the vulcanization temperature is not reached or the temperature of the maturity point is not reached. unable to. There is a need to renew the vulcanization recipe so that the rubber matures perfectly and avoids the occurrence of oblong or closed defects. In addition, improvement proposals as a form of evaluation results are given related to the operator's attention factor, operator's skill, various types of materials, working environment temperature, no machine control, comfortable work environment, hostap plastic setting.
Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Pengenalan Proses Perancangan Produk Industri Alfa, Bonitasari Nurul; Kaidah, Sri; Amrina, Uly
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/sorot.v3i2.7680

Abstract

Inovasi dan pengembangan produk merupakan salah satu yang diandalkan oleh perusahaan untuk dapat maju dan bersaing di dunia industri. Inovasi adalah sebuah proses untuk mewujudkan, mengkombinasikan, atau mematangkan suatu pengetahuan/gagasan ide, yang kemudian disesuaikan untuk mendapat nilai baru suatu produk atau jasa. Inovasi tidak terlepas dari kreativitas, karena kreativitas merrupakan awal dari inovasi. Salah satu yang menjadi permasalahan di dunia industri khususnya pengembangan produk adalah sumber ide itu sendiri. Perusahaan berlomba-lomba dalam menghasilkan ide yang akan terus lebih baik dari yang sudah ada sebelumnya. Kreativitas diyakini banyak dihasilkan oleh generasi muda yang masih memiliki kebebasan berpikir, dunia yang lebih luas, kejujuran yang lebih tinggi, dan kepekaan untuk melihat dunia yang lebih baik. Siswa yang berada di tingkat SMA/SMK merupakan salah satu yang tepat untuk menjadi penghasil ide-ide kreatif bagi produk-produk industri. Produk-produk industri pada akhirnya akan dihasilkan dalam suatu sistem manufaktur dimana segala sesuatunya menjadi lebih kompleks. Kreativitas Siswa SMA/SMK perlu digali melalui sebuah pelatihan untuk mengenalkan tahapan proses pengembangan produk itu sendiri. Hal tersebut bertujuan agar ide dan inovasi yang lahir dari kerativitas siswa SMA/SMK tersebut, tidak hanya menjadi konsep namun mampu diproduksi menjadi sebuah produk industri.
STRATEGI PEMILIHAN SUPPLIER YANG TEPAT PADA INDUSTRI PULP & PAPER Sri Kaidah; Mega Purnamasari
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu Industri pulp & Paper di Banten membedakan beberapa supplier atas kerja sama kontrak tetap untuk bahan baku utama dan kontrak tidak tidak tetap untuk bahan baku penunjang. Kerja sama dengan kontrak tidak tetap sering kali menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pengiriman, spesifikasi barang dan jumlah barang tidak sesuai yang dipesan. Dikarenakan perusahaan dalam memilih supplier untuk kontrak tidak tetap masih menggunakan cara pilih konvensional dengan penentuan kriteria hanya berdasarkan harga dan kualitas barang, tetapi tidak berdasarkan pertimbangan kriteria yang lain atau yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini seringkali menggaggu berjalannya kegiatan proses produksi. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk memecahkan persoalan yang terjadi sebagai strategi menentukan kriteria dan supplier yang tepat. Dari hasil analisis yang dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diperoleh Nilai prioritas kriteria Price adalah 0,18; Delivery adalah 0,41; Quality adalah 0,28; dan Responsivness adalah 0,13. Dari hasil pembobotan perbandingan pada level hirarki kriteria didapatkan bahwa nilai prioritas terbesar ada pada kriteria delivery sebesar 0,41. Dengan supplier terbaik adalah PT. A dimana mendapatkan nilai pembobotan sebesar 0,41; sedangkan dua supplier lainnya yaitu PT. B mendapat nilai pembobotan sebesar 0,36 dan PT. C sebesar 0,22.
Optimasi Pengendalian Persediaan Spare Part Fuel Filter Pada Pembangkit Listrik Menggunakan Integrasi Metode Abc Dan Economic Order Quantity: (Studi Kasus: PT. PLN Nusantara Power Up Tenayan) Dewi Diniaty; Ghandy Muhammad Rafi; Misra Hartati; Nanda Putri Miefthawati; Silvia; Sri Kaidah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1782

Abstract

Ketersediaan suku cadang merupakan aspek penting dalam menjaga keandalan operasional pembangkit listrik. Berbagai penelitian sebelumnya telah menerapkan metode ABC untuk mengklasifikasi persediaan berdasarkan tingkat prioritas dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis. Namun, penelitian yang mengintegrasikan kedua metode tersebut dengan analisis safety stock dan reorder point pada spare part kritis di industri pembangkit listrik masih terbatas. PT PLN Nusantara Power UP Tenayan sebagai perusahaan penyedia energi listrik menghadapi permasalahan dalam pengelolaan persediaan spare part filter bahan bakar yang beragam dari sisi nilai dan tingkat penggunaan. Pengelolaan persediaan yang belum optimal berpotensi menimbulkan kelebihan persediaan (overstock) maupun kekurangan persediaan (stockout) yang berdampak pada meningkatnya biaya persediaan serta terganggunya operasional pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan fuel filter melalui integrasi metode ABC dan EOQ. Data yang digunakan merupakan data permintaan, harga, dan lead time periode tahun 2023–2024. Analisis dilakukan melalui klasifikasi ABC, perhitungan EOQ, safety stock, dan reorder point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ABC mampu mengidentifikasi spare part berdasarkan tingkat prioritas dimana sebagian besar nilai investasi terkonsentrasi pada beberapa item utama yang termasuk kedalam kategori A, sebagai contoh item dengan kode 198321 (14,22%). Sedangkan nilai EOQ menghasilkan jumlah pesanan yang lebih ekonomis yaitu nilai EOQ yang diperoleh sebesar 6 unit, Safety Stock sebesar 20 unit dan ROP sebesar 24 unit. Penerapan kedua metode tersebut berkontribusi pada peningkatan efisiensi biaya persediaan, pengurangan resiko stockout dan overstock, serta mendukung keandalan operasional pembangkit listrik melalui ketersediaan spare part yang lebih terjamin.
Anti-Plastic Waste Campaign: Education and Reduction of Plastic Use for Communities and Businesses Suprapto Suprapto; Febrian Kwarto; Sri Kaidah
JOURNAL OF SUSTAINABLE COMMUNITY SERVICE Vol. 5 No. 3 (2025): JUNE
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jscs.v5i3.969

Abstract

In South Meruya Village, West Jakarta, the urgency of plastic waste management is increasingly heightened alongside continuous population growth and urbanization. The accumulation of plastic waste poses serious threats to ecosystem integrity and public health, exacerbated by deficient community awareness and inadequate waste management infrastructure. This anti-plastic waste campaign initiative aims to enhance public understanding of the potential dangers posed by plastic, promote reduction of single-use plastic consumption, and optimize community-based plastic waste management systems. Implementation strategies include intensive education programs, provision of economically affordable eco-friendly alternatives, strengthening of recycling infrastructure, and enforcement of regulations related to plastic bag reduction. Expected outcomes from this initiative include increased active community participation in recycling programs, significant reduction in single-use plastic consumption, establishment of sustainable waste management systems, and creation of a cleaner environment conducive to health in South Meruya Village. The success of this campaign is expected to be replicable as a model for other regions in addressing plastic waste issues.
Recycling Program: Turning Waste into Useful and Valuable Products for Communities and Entrepreneurs Sri Kaidah; Suprapto Suprapto
JOURNAL OF SUSTAINABLE COMMUNITY SERVICE Vol. 5 No. 3 (2025): JUNE
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jscs.v5i3.970

Abstract

Waste recycling programs have become crucial due to the mounting waste problems that threaten the environment, public health, and the sustainability of natural resources. This program aims to transform the waste management paradigm from a linear system (disposal) to a circular economic cycle, converting waste into beneficial and economically valuable products. The main objectives include significantly reducing the volume of waste that ends up in Final Disposal Sites (TPA), increasing the availability of quality recycled raw materials, and fostering awareness and active community participation in recycling practices. The targeted outcomes include creating new jobs in the collection, processing, and marketing sectors of recycled products. Additionally, this program is expected to increase community income, particularly among entrepreneurs, through the sale of innovative and high-value recycled products. Thus, the recycling program is expected to create a sustainable ecosystem that benefits the environment, society, and the economy as a whole.
The Synergy of Entrepreneurship Education, Family Environment, and Income Expectations: A Key to Shaping Entrepreneurial Attitudes and Intentions Among the Millennial Generation Suprapto Suprapto; Yudhi Herliansyah; Anik Herminingsih; Sri Kaidah
EKUILIBRIUM : JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol 20 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ekuilibrium.v20i2.2025.pp376-389

Abstract

The increase in the number of new entrepreneurs has become a crucial strategy in addressing high unemployment rates and accelerating national economic growth. This study aims to analyze the influence of entrepreneurship education, family environment, and income expectations on entrepreneurial intention, while considering the mediating role of entrepreneurial attitude. A quantitative approach was employed using a survey method, involving 412 university students as respondents, with data analyzed through Partial Least Squares (PLS) technique. The results indicate that entrepreneurship education has a direct, positive, and significant effect on shaping students’ entrepreneurial attitudes. Similarly, income expectations significantly contribute to strengthening entrepreneurial attitudes. In contrast, the family environment variable shows no significant relationship with either entrepreneurial attitude or intention. Further findings reveal that entrepreneurial attitude plays a critical mediating role in shaping students’ intentions to start a business. Additionally, both entrepreneurship education and income expectations also exhibit a direct and significant influence on entrepreneurial intention. The novelty of this study lies in mapping the mediating role of entrepreneurial attitude in bridging the relationship between external factors (entrepreneurship education and income expectations) and entrepreneurial intention an area that has not been extensively explored in previous research. The implications of these findings provide a conceptual foundation for higher education institutions in designing more targeted entrepreneurship development strategies.
ANALISIS POTENSIAL BAHAYA DAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Sri Kaidah; Wahyu Hari Prasojo; Muhammad Ari Prasetio; Tosty Maylangi Sitorus
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v21i2.313

Abstract

Setiap tempat kerja memiliki risiko akan terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tidak direncanakan dan tidak terkontrol atau terkendali yang disebabkan oleh faktor manusia, lingkungan, mesin atau gabungan dari ketiganya yang terjadi pada saat proses kerja yang sangat mungkin akan menimbulkan luka, kerusakan properti dan kematian atau kejadian yang tidak diinginkan lainnya. Kecelakaan kerja yang terjadi selalu menimbulkan kerugian, seperti menurunnya produktivitas perusahaan karena pekerja tidak mampu bekerja secara optimal, hilangnya jumlah tenaga kerja dan tentu akan menurunkan keuntungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urutan prioritas penanganan potensi bahaya berisiko yang mengakibatkan kecelakaan kerja, menganalisis proses/kegiatan yang berisiko tinggi yang mengakibatkan kecelakaan kerja, dan menganalisis usulan pengendalian terhadap potensi bahaya yang berisiko mengakibatkan kecelakaan kerja. Metode analisis yang akan digunakan adalah metode failure modes effect analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya terpapar suhu panas (proses peleburan) memiliki nilai RPN 297,7 sehingga proses produksi yang paling berisiko, yaitu proses pembentukan atau pencetakan bahan baku. Urutan prioritas penanganan potensi bahaya dari proses produksi botol kaca, yaitu paparan suhu panas, kebisingan, terkena pecahan botol kaca, sesak napas dan terjepit mesin/conveyor. Adapun pengendalian yang harus dilakukan adalah menyediakan kipas angin, menyediakan penyekat dan perisai, serta menyediakan spot-spot air minum agar para operator tidak dehidrasi.