Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Studi Eksperimental Pengaruh Parameter Proses End Milling Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Material AISI D2 Utama, Satrio darma; Mazwan, Mazwan
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.281

Abstract

Industri manufaktur logam terus mengalami perkembangan pesat yang menuntut peningkatan efisiensi, dan kualitas. Salah satu proses pemesinan yang digunakan adalah proses end milling, yang mampu meningkatkan efisiensi dan presisi dalam pembuatan beragam komponen dari berbagai jenis material. Proses end milling memerlukan pencapaian sifat mampu mesin, yang memengaruhi kualitas produk, produktivitas, dan biaya produksi. Pemahaman parameter-proses seperti kecepatan spindel, kedalaman pemotongan, dan gerak makan menjadi kunci dalam mencapai hasil yang optimal dalam proses end milling. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh parameter-proses pada kekasaran permukaan material AISI D2, yang dikenal sebagai baja perkakas dengan ketahanan aus dan stabilitas dimensi tinggi. Hasil eksperimen menunjukkan variasi signifikan dalam kekasaran permukaan, dengan kecepatan spindel dan gerak makan memiliki pengaruh paling signifikan, diikuti oleh kedalaman pemotongan. Penggunaan kecepatan spindel yang tinggi menghasilkan permukaan yang lebih halus, sementara peningkatan gerak makan dapat meningkatkan kekasaran permukaan. Meskipun peningkatan kedalaman pemotongan cenderung meningkatkan kekasaran permukaan, dampaknya tidak signifikan secara statistik. Studi ini menyoroti pentingnya pengendalian parameter-proses dalam mencapai hasil yang diinginkan dalam proses end milling untuk material AISI D2.
Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Efisien dan Ergonomis untuk Industri Rumahan Utama, Satrio darma; Mazwan, Mazwan; Sukadi, Sukadi
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat pemotong kentang yang efisien dan ergonomis untuk kebutuhan industri rumahan, terutama untuk mendukung produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah lamanya proses pemotongan kentang secara manual yang berdampak pada waktu dan biaya produksi. Untuk itu, dilakukan perancangan alat dengan mempertimbangkan efisiensi waktu, kekuatan struktur, pemilihan material, dan mekanisme pemotongan. Metode penelitian meliputi tahap perancangan, pembuatan alat, serta pengujian kinerja alat dengan empat variasi ukuran mata pisau, yaitu 8 mm, 10 mm, 14 mm, dan 22 mm. Setiap variasi diuji sebanyak tiga kali dengan berat kentang yang sama, yaitu 1 kilogram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mata pisau 22 mm memberikan waktu pemotongan tercepat, rata-rata 0,67 menit per kilogram, sedangkan mata pisau 8 mm memerlukan waktu terlama yaitu 1,22 menit. Dengan demikian, alat ini mampu meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas dibandingkan pemotongan manual. Penelitian ini menunjukkan bahwa desain alat yang tepat dapat menjadi solusi praktis dan aplikatif bagi pelaku industri rumahan dalam pengolahan kentang secara cepat, seragam, dan efisien.
Rancang Bangun Alat Pelubang Tanah Portabel untuk Mendukung Efisiensi Kerja Petani Porawati, Hilda; Mazwan, Mazwan; Sianipar , Hotland Christian; Bijaksono, Bayu Adit
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.477

Abstract

Pembuatan lubang tanam merupakan salah satu tahap penting dalam proses budidaya tanaman. Namun, di kalangan petani skala kecil, proses ini umumnya masih dilakukan secara manual, yang membutuhkan waktu dan tenaga besar serta berpotensi menyebabkan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji alat pelubang tanah portabel yang dapat meningkatkan efisiensi kerja petani. Metode yang digunakan meliputi perancangan komponen mekanik, proses fabrikasi, dan pengujian kinerja di lapangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mempercepat proses pelubangan tanah dengan rata-rata waktu 9,4 detik per lubang, meningkat 57,5% dibandingkan metode manual. Selain itu, bentuk lubang yang dihasilkan lebih seragam, dan tingkat kelelahan operator menurun. Berdasarkan hasil tersebut, alat pelubang tanah portabel ini dinilai efektif, ergonomis, dan layak digunakan sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung mekanisasi pertanian skala kecil.
Enhancing Farmers' Group Digital Financial Literacy Through Record-Keeping Application Training Hilda Porawati; Ari Kurniawan; Tanto Tanto; Mazwan Mazwan; Ilham Saputra
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5, No 2 (2026): Article in Press
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jpm.v5i2.774

Abstract

Digital transformation offers farmer groups new ways to strengthen administrative governance, yet financial records are often kept manually and without standardized procedures. This community service program aimed to improve farmer groups' digital financial literacy through training on the Farmers' Budgeting System Application and to examine its initial effects on record-keeping orderliness, transparency, and the efficiency of cash recapitulation. Using a pre-experimental one-group pre-test–post-test design, we conducted a participatory, hands-on training session with 11 participants in a face-to-face setting at Politeknik Jambi. Data were collected via a pre/post knowledge test, an operational skills checklist, and a perception questionnaire. Participants' mean knowledge score increased from 46.55 (pre-test) to 82.45 (post-test), and most participants mastered core functions for entering income and expense transactions and generating summary reports for recapitulation. Early outcomes included faster administration, neater and better-documented records, and more transparent cash reporting. We conclude that application-based training can rapidly raise digital financial literacy and improve basic financial governance in farmer groups. This program contributes a practical, replicable training model and preliminary evidence supporting the use of digital record-keeping tools to strengthen community-based financial management.