Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Partisipasi Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Sari, Rosalinda Amanda; Siregar, Mhd. Fuad Zaini; Nurhamidah, Nurhamidah
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 5 Nomor 3 Juli 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v5i3.2019

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi akan pentingnya menjaga kehangatan dan keharmonisan antara suami dan istri, karena jika kasus tumbuh kembang anak yang mengalami gangguan psikologis secara pribadi akibat putusnya hubungan atau bahkan perceraian orang tua akan menimbulkan terhadap kebahagiaan dan stabilitas psikologis dan mental sang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola asuh orang tua dalam mendidik anak sebagai perwujudan dari rasa tanggung jawab kepada anak. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Kepribadian yang dimiliki setiap anak yang berbeda-beda harus terus dikelola dan dibentuk oleh orang tua. Potensi tersebut didasarkan pada pemikiran perkembangan anak, sehingga pendidikan anak usia dini harus didasarkan pada kebutuhan anak dan disesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut lingkungan. Dalam situasi ini, orang tua merupakan pengambil keputusan utama dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam bagaimana memaksimalkan potensi anak dengan menstimulasi dan memberikan berbagai fasilitas yang dibutuhkannya.
Bahasa Cinta Sebagai Landasan Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini Manurung, Imelda; Siregar, Mhd. Fuad Zaini
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 3 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i3.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan bahasa cinta oleh orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini. Fokusnya adalah pada lima bentuk bahasa cinta: sentuhan fisik, kata-kata romantis, waktu berkualitas bersama, pemberian hadiah, dan tindakan melayani. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari tiga orang tua dengan anak usia 4-8 tahun melalui wawancara mendalam dan observasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua secara aktif menggunakan berbagai bentuk bahasa cinta dalam mendidik anak-anak mereka. Sentuhan fisik, seperti pelukan dan pukulan, merupakan cara yang umum digunakan untuk mengekspresikan kasih sayang, meskipun penggunaan kekerasan fisik tidak disarankan. Orang tua juga menggunakan kata-kata romantis untuk memberikan nasehat dan pujian kepada anak-anak mereka, meskipun beberapa merasa enggan melakukannya karena alasan gengsi. Waktu berkualitas bersama anak terbukti penting dalam membentuk hubungan emosional antara orang tua dan anak. Namun, terdapat kendala dalam meluangkan waktu bersama anak akibat kesibukan orang tua dengan pekerjaan dan tugas rumah tangga. Sementara itu, pemberian hadiah bukan hanya terkait dengan peristiwa khusus, tetapi juga sebagai ungkapan cinta dan apresiasi sehari-hari. Tindakan melayani, seperti membantu anak mengatasi masalah, juga dianggap sebagai bentuk bahasa cinta yang penting. Namun, ada variasi dalam penggunaannya, tergantung pada faktor individu dan lingkungan. Penelitian ini menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mendukung praktik pengasuhan yang sesuai dengan nilai-nilai agama, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan kepribadian yang sesuai dengan ajaran agama yang diajarkan.
Mengurangi Kejahatan Remaja: Tantangan Dan Strategi Dalam Konteks Pendidikan Sutri Ayu Ramadhani; Siregar, Mhd. Fuad Zaini
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan remaja bagaikan benang kusut yang kompleks, menghadirkan tantangan bagi dunia pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengupas tuntas problematika kenakalan remaja, mulai dari definisi, faktor pemicunya, hingga dampak yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambarkan dan memahami suatu fenomena secara mendalam dan terperinci dari sudut pandang para partisipan dengan teknik pengumpulan data wawanara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja adalah masalah multifaktorial yang membutuhkan pendekatan menyeluruh, melibatkan semua pihak terkait, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dampak yang ditimbulkan pada kenakalan remaja juga tidak main-main, seperti menghambat perkembangan akademik dan sosial, meningkatkan risiko kesehatan mental dan fisik, menignkatkan kemungkinan melakukan tindakan criminal serta akan merusak masa depan remaja itu sendiri.  Untuk mengatasi kenakalan remaja diperlukannya dorongan dan dukungan dari fakor internal dan ekternal seperti keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan remaja dapat terhindar dari perilaku negatif dan berkembang menjadi individu yang sehat secara emosional dan sosial.
Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA Paramitha, Fadhilah; Siregar, Mhd.Fuad Zaini
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 4 Nomor 3 Agustus 2024
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v4i2.2036

Abstract

Education plays a strategic role as a long-term investment in nation building, preparing the younger generation with the necessary knowledge, skills and values. The National Education System Law emphasizes the importance of education in the holistic development of individuals. However, the education system is faced with various challenges, including equitable access to education, varying education quality, and the relevance of the curriculum to the needs of the world of work. This research uses descriptive qualitative methods to explore efforts to prevent juvenile delinquency in high schools. Through interviews with teachers and observations at school, this research found that communication between schools and parents as well as interpersonal communication between teachers and students have a crucial role in preventing juvenile delinquency. Prevention efforts are carried out by building good communication with parents, visiting the homes of students with problems, providing advice, guidance and direction to students, as well as developing students' social and emotional skills. The research results show that effective communication between schools and parents can produce positive changes in student behavior, reducing rates of truancy and withdrawal from school. Interpersonal communication between teachers and students plays an important role in helping students overcome personal and social problems, as well as building a harmonious relationship between teachers and students. Education has a crucial role in shaping individual character, knowledge and skills. Effective communication between schools and parents as well as between teachers and students is the key to preventing juvenile delinquency and improving the quality of education in schools.
Kesejahteraan Psikologis Anak Rantau: Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mendukung Melalui Teknologi Jarak Jauh Zatayumni, Safirah Irda; Siregar, Mhd. Fuad Zaini
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 5 No 2 April 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jesa.v5i2.2031

Abstract

The role of parents in supporting regional children emotionally through long-distance communication has a significant impact on children's psychological well-being. Proper emotional support, positive communication, and assistance in overcoming difficulties are important aspects that can help regional children adapt to new environments. Without the physical presence of parents, children in the region are at risk of experiencing various negative psychological impacts, including insecurity, difficulties in identity formation, and lack of emotional support. However, technology and communication media play an important role in maintaining the relationship between parents and regional children separated by distance. Therefore, it is important for parents to build open communication, provide emotional support, and be actively involved in the lives of their children to ensure optimal psychological well-being amid wandering challenges. This research uses a qualitative approach to explore the impact of remote communication between parents and children in the region on the psychological well-being of children in the region.
Analisis Dampak Dari Penggunaan Gawai Pada Anak Usia Dini Di Sekitar Rumah Lase, Putri Nadila; Siregar, Mhd.Fuad Zaini
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 5 Nomor 3 Juli 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jesa.v5i3.2032

Abstract

ICT (Information and Communication Technologies) refers to the broad category of technological tools used to process and communicate information. Gawais are one part of ICT that plays a crucial role in early childhood development. Advancements in media and technology present challenges to children's growth. This study uses qualitative methods with data collection technique to process it as research material. This data is sourced from several relevant journals, then selected, processed, presented, discussed, and finally complied into a single conclusion. There are various negative impacts that can affect children's health, development, safety, behavior, concentration, and brain function. Early childhood education aims to stimulate all aspects of a child's development by providing enjoyable play activities that support the integration of their abilities optimally. Language development in early childhood plays a central role in their lives. However, the use of Gawais can influence children's language skills, sosial interaction, health, information acquisition, and knowledge. These skills typically develop through a series of stages including habituation, listening, speaking, reading, and writing. Parents play a crucial role in monitoring, controlling, and observing children's activities to ensure their optimal growth.
Peranan Guru BK Dalam Mengembangkan Minat Dan Bakat Peseta Didik Zulkarnain, Afdilla; Siregar, Mhd. Fuad Zaini
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 5 Issue 2 July 2024
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v5i2.2016

Abstract

Education is essentially a process from within to develop personality and abilities within and outside oneself. Developing interests and talents is one aspect of it. Interests and talents are key for students this paper is the result af qualitative descriptive research aimed at understanding the interests an talents of students. The research findings indicate thar interests and talents rafer to the understanfing outcames of students. The strategies applied by classroom teachers include incorporating interest and talent material into the learning contents, selecting appropriate methods and media, providing remedial support, fostering communication,setting examples,showing appreciation and knowledge, indentifying and selecting assistance programs. The competency of classroom teachers still needs to be enhanced so that students interests an taletants in learning can improve from the previous state. Menaging students significantly influences a students success in achieving their desires, hops, aspiration, and preparing themselves for life in society. This underscores the importance of student management within the scope of education. With effective management,schools can produce the desired students. Furthermore, student are the primary product of should manage them as effectively as possible to produce exceptional outcomes.
Faktor-faktor Kenakalan Remaja pada Remaja Usia 13-15 Tahun Zein, Najib Hasbilah; Siregar, Mhd. Fuad Zaini
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 2 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v2i2.2034

Abstract

Masa remaja, yang mencakup penduduk berusia 10-24 tahun menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), adalah periode penting dalam perkembangan manusia yang sering kali diwarnai dengan ketegangan emosional akibat perubahan fisik dan psikis, serta tekanan sosial. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, remaja di Indonesia berjumlah sekitar 25.09% dari total populasi. Kenakalan remaja menjadi tantangan serius, melibatkan kasus seperti tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, dan kehamilan tidak diinginkan. Studi ini bertujuan mengeksplorasi tren dan jenis kenakalan remaja serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara dan observasi terhadap tiga remaja berusia 13-15 tahun. Hasil menunjukkan bahwa faktor ekonomi keluarga, pola asuh orang tua, lingkungan sekolah, dan pengaruh teman sebaya berperan signifikan dalam perilaku kenakalan remaja. Kondisi ekonomi rendah memaksa remaja mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara pola asuh yang kurang perhatian atau terlalu otoriter mendorong remaja mencari pengakuan di luar rumah. Lingkungan sekolah yang kurang disiplin dan prestasi akademik rendah juga berkontribusi terhadap kenakalan, dengan pengaruh teman sebaya menjadi pendorong kuat. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan remaja yang sehat dan positif.
Pemberian Literasi dan Motivasi Terhadap Santri Layar Dakwah Dalam Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi Siregar, Mhd. Fuad Zaini
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 4 Nomor 2 Agustus 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v4i2.2044

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk memberikan sumbangsi pengetahuan dan motivasi terhadap santri Layar Dakwah yang ada dikota Medan. Mengingat akan pentingnya perhatian khusus bagi para siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan empat tahapan kegiatan (1) Pengenalan, (2) Pengenalan Universitas dan Prgram Studi, (3) Memberikan Literasi dan motivasi terhadap santri, (4) Tanya Jawab dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang ada di Layar Dakwah antusias untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Santri layar dakwah termotivasi dikarenakan kesadaran yang muncul dari diskusi-diskusi yang telah dilakukan. Selain itu para santri juga termotivasi dikarenakan cita-cita dan karir mereka yang menginginkan kehidupan yang baik dimasa yang akan datang.
Peran Orang Tua Dalam Mengurangi Kecanggungan Sosial Pada Anak Usia Dini Ifa Maulida Rambe; Mhd. Fuad Zaini Siregar
Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2023): September: Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/dewantara.v2i3.2743

Abstract

This research is motivated by issues in the village of Marbau, namely two shy children aged 5-6 years old. Shyness is considered a normal behavior by some parents. The purpose of this study is to identify and describe the characteristics of shy children, the role of parents in dealing with shy children, and the factors that support and hinder overcoming the role of parents in dealing with shy children. This research uses a descriptive qualitative case study approach, where the research is conducted intensively, in-depth, and attempts to obtain as much information as possible regarding the role of parents in dealing with shy children. Data collected for this research are obtained from events, activities, and behaviors relevant to the research objectives. It is found that children who are the subjects of the study have characteristics such as reluctance to speak, tendency to play alone, lack of openness, difficulty in answering questions, and limited interaction. Parents play a crucial role in helping children overcome their shyness. They need to understand the causes and continue to encourage children's strengths to feel comfortable in socializing. The results of the study emphasize the importance of the role of parents in helping children overcome shyness. This role not only occurs within the family environment but also cannot be replaced by educational institutions. Parents are advised to find out the causes of their children's shyness and continue to encourage their strengths and talents when socializing with new friends. Thus, they can help children feel comfortable and confident in social interaction.