Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Arbei (Rubus rosifolius Sm.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit Diabetes Helmice Afriyeni; Rosiana Rizal; Armenia Armenia; Mike Esfika; Dwisari Dillasamola
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.248-255.2023

Abstract

Daun arbei (Rubus rosifolius Sm.) mengandung senyawa metabolit aktif seperti pomolic acid, tormentic acid, quercetin dan euscaphic acid yang berpotensi sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun arbei (Rubus rosifolius Sm.) dan lama pemberian terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes. Sebanyak 25 ekor mencit diinduksi dengan aloksan dosis 150 mg/kg secara intraperitonial. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan glukometer. Mencit dengan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Na.CMC 0,5%), pembanding (glimepirid) dan kelompok ekstrak uji dosis 100, 200 dan 400 mg/kg. Perlakuan diberikan selama 15 hari dan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 5, 10 dan 15. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova Dua Arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan post hoc pada tingkat kepercayaan 95%. Pemberian ekstrak uji berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Semua kelompok dosis ekstrak uji memberikan efek penurunan glukosa darah yang tidak berbeda signifikan (p>0.05) dengan kelompok yang diberi glimepiride. Efek penurunan kadar glukosa darah semakin besar seiring bertambah lama waktu pemberian ekstrak uji (p<0,05), nilai penurunan terbesar ditunjukkan pada hari ke 15. Hasil penelitian mengindikasikan ekstrak etanol daun arbei efektif menurunkan kadar glukosa darah dan nilai penurunannya sebanding dengan glimepirid.
Penurunan Glukosa Darah Diabetisi Dengan Intervensi Bubur Instan Fungsional Untuk Diabetes (Bifud) Sepni Asmira; Fauzan Azima; Kesuma Sayuti; Armenia Armenia
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17004

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahunnya. Pemberian pangan fungsional pada penderita diabetes diharapkan mampu mengontrol kadar glukosa darah penderita diabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pangan fungsional bubur instan fungsional untuk diabetes dengan bahan baku labu kuning, kedelai, ekstrak kayu manis dan ekstrak ciplukan pada penuruna kadar glukosa darah diabetesi. Penelitian quasi experiment dengan desain pretest posttest with control group design, 10 orang responden kelompok kontrol dan 10 orang responden kelompok intervensi yang diambil secara purposive sampling. Responden diberi produk pangan berupa bubur instan fungsional sejumlah 100 gram selama 30 hari. Data dianalisis dengan uji paired sample t test. Rata-rata perubahan kadar glukosa darah responden sebesar 32,64%. Berdasarkan uji statistik, terdapat perbedaan yang bermakna kadar glukosa darah awal dan akhir (p<0,05). Pemberian produk bubur instan fungsional untuk diabetes dapat direkomendasikan dan dipertimbangkan sebagai pangan alternatif untuk membantu manajemen penanganan DM tipe 2.
Effect of Drug Information Service on Clinical Outcome of Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Padang, Indonesia Lailaturrahmi Lailaturrahmi; Fuji Araswati; Armenia Armenia; Rahmi Yosmar
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2022): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v5i2.3301

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) has been a health burden worldwide, including Indonesia. However, T2DM therapy needs a long and complex process, which patients often do not favor, thus making them does not take medications as instructed and negatively affecting clinical outcomes. This study aimed to understand the effect of Drug Information Service provision on the clinical outcome of T2DM patients. This quasi-experimental study was conducted using one group pre-post-test design. As the clinical outcome, the fasting blood glucose levels were measured before and after the intervention. A drug information service was provided through direct explanation to the patients. Sociodemographic data were analyzed descriptively. The difference in fasting blood glucose before and after the intervention was assessed using Wilcoxon signed-rank test. Forty patients participated in this study. Most participants are female (N=34; 85%) and receive two-drugs combination therapy of metformin and sulfonylureas (N=32; 77.5%). Although there is a decrease in mean fasting blood glucose level after intervention (174.92±59.561 vs. 184.20±49.768), there is no significant difference between fasting blood glucose levels pre-intervention and post-intervention (p>0.05). It is concluded that despite the noticeable decline of blood glucose level after drug information service, its effect on blood glucose control is not significant.
PENGARUH EKSTRAK BIJI KOPI HIJAU ROBUSTA, ARABIKA DAN LIBERIKA TERHADAP HISTOPATOLOGI PANKREAS PADA MENCIT DIABETES: THE EFFECT OF ROBUSTA, ARABICA, AND LIBERICA GREEN COFFEE BEAN EXTRACT ON HISTOPATHOLOGY OF THE PANCREAS IN DIABETIC MICE Fenny Khairunnisa; Almahdy A; Armenia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.391

Abstract

Biji kopi hijau memiliki kandungan asam klorogenat berpotensi sebagai anti diabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek perlindungan terhadap kerusakan pankreas mencit yang diinduksi aloksan. Hewan uji mencit sebanyak 45 ekor dibagi secara acak menjadi lima kelompok yaitu kelompok I kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok II sebagai kontrol positif diberikan suspensi glibenklamid, kelompok III, IV dan V diberikan ekstrak air biji kopi hijau robusta, arabika dan liberika berturut-turut. Perlakuan diberikan setiap hari selama 14 hari per oral. Data dianalisis dengan ANOVA dua arah diikuti uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air biji kopi hijau memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap skor histopatologi pankreas. Ekstrak air biji kopi hijau robusta memberikan gambaran histopatologi yang paling baik dibandingkan arabika dan liberika. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ekstrak air biji kopi hijau berpotensi sebagai pengobatan alternatif anti diabetes.