Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI TERENCANA DI RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG Miftakhul Ulfa
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.884 KB)

Abstract

Tindakan operasi merupakan salah satu bentuk terapi medis yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis pasien. Pada saat inilah, mereka membutuhkan seseorang yang memberikan dukungan fisik dan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang dialaminya. Keluarga mempunyai peranan penting dalam mengatasi masalah ini. Penelitian ini untuk mengetahui keefektifan dukungan keluarga dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi.Untuk penelitian ini dilibatkan 30 responden, yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variable dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi terencana dan keluarga pasien. Pengumpulan data diperoleh dengan membagikan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan  dukungan keluarga dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi terencana.Kata kunci : dukungan keluarga, tingkat kecemasan, pasien preoperasi
Mental Health Stigma Among Generation Z Students in Salafi Islamic Boarding Schools Ahmad Guntur; Indari Putri Rahmadanty; Miftakhul Ulfa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 03 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v15i03.2886

Abstract

Salafi Islamic boarding schools adhering to traditional religious learning can potentially create mental health issues. The mental health problems often experienced by Generation Z students in Islamic boarding schools potentially led to the emergence of stigma. This study aims to describe mental health stigma among Generation Z students in Salafi Islamic boarding schools. It used a quantitative design and a survey approach. The population was Generation Z students in Salafi Islamic boarding schools. Furthermore, there were 155 samples by stratified random sampling. This study was carried out in 3 boarding schools in Bantur District, Malang Regency, from January to February 2022. The variable was mental health stigma. The data were collected by distributing a questionnaire to Generation Z students at Salafi Islamic boarding schools in the Bantur District. The questionnaire used the Peer Mental Health Stigmatization Scale (PMHSS). The PMHSS consisted of 2 indicators: Stigma agreement (self-stigma) and stigma awareness (social stigma). Data analysis used median and percentile values because the data was not normally distributed. Normality test used Kolmogorov-Smirnov using SPSS Statistics 25. The results showed that social stigma had a median value of 40, self-stigma had 40, and overall mental health stigma had 80. In conclusion, Generation Z students in the Salafi Islamic boarding schools had a high mental health stigma. Therefore, efforts to reduce and prevent the Stigma in Salafi Islamic boarding schools through a technology-centered approach and cross-sectorial collaboration with Public Health Center or health workers are crucial.
OPTIMALISASI KADER TIWISADA DAN PALANG MERAH REMAJA DALAM SKRINING KESEHATAN DI SEKOLAH PEDESAAN Ahmad Guntur Alfianto; Mizam Ari Kurniyanti; Miftakhul ulfa; Ari Dwi Sulaksono; Subagiyono Subagiyono
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan disekolah melalui program UKS disekolah pedesaan belum optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan dilingkungan sekolah adalah dengan mengoptimlkan kader Tiwisada dan PMR dalam skrining kesehatan di sekolah pedesaan. Permasalahan mitra yang dihadapi adalah terkait sarana serta prasarana UKS di sekolah tersebut. Mitra pada program ini adalah MTs Nurul Huda dan Puskesmas Bantur. Kegiatan ini dilaksanakan bulan Juli-September 2022. Program tersebut meliputi pendataan dan pengkajian kader Tiwisada dan PMR, pelatihan dan pendampingan kader Tiwisada dan PMR di puskesmas Bantur dalam menjadi kader UKS, pendampingan skrining kader Tiwisada dan PMR, pendidikan kesehatan sebaya serta pelaporan melalui sistem rujukan ke puskesmas Bantur. Hasilnya kader Tiwisada dan PMR memiliki kemampuan pengetahuan cukup dalam PHBS dan UKS, keterampilan kader Tiwisada dan PMR dalam skrining kesehatan teman sebayanya, pendidikan kesehatan sebaya yang baik, dan kemampuan melakukan rujukan siswa ke puskesmas Bantur melalui buku rapor kesehatan dan catatan kesehatan. Dan kesimpulan program ini adalah keaktifan dan kemampuan yang cukup dimiliki oleh Kader Tiwisada dan PMR MTs Nurul Huda dapat meningkatkan pencegahan masalah kesehatan di lingkungan sekolah. Sehingga rencana program tersebut harus selalu di laksanakan sesuai dengan pedoman UKS yang sudah ada.
Gerakan Sehat Inovasi Terpadu (Pojok Gesit) Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Pedesaan Berbasis Kearifan Lokal Mizam Ari Kurniyanti; Ahmad Guntur Alfianto; Miftakhul Ulfa; Ari Dwi Sulaksono
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 1 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.656 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i1.2250

Abstract

Penemuan kasus Hipertensi, serta Perilaku berisiko seperti merokok yang terjadi di desa Pojok. Tujuan program ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui POJOK GESIT sebagai upaya pencegahan penyakit Hipertensi berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Alat ukur yang digunakan adalah Spignomanometer, lembar pengakjian keperawatan, dan kuesioner. Tahapan yang digunakan meliputi pengkajian keperawatan, musyawarah masyarakat desa (MMD), pemberdayaan masyarakat dan evaluasi. Selama program berlangsung terdapat kasus hipertensi sebanyak 39%, kasus merokok 27%. Saat MMD mitra memilih bekegiatan dengan program inovasi POJOK GESIT. Peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan (0,000), terdapat penurunan tekanan darah setalah diberikan senam antihipertensi (0,000), kemampuan membuat menu kudapan anti Hipertensi dari buah pisang dan daun kelor, serta di evaluasi terdapat usulan melanjutkan program dengan mengintegrasikan dalam program dinas kesehatan kabupaten Malang dan penggerak PKK desa pojok. Kesimpulan POJOK GESIT gerakan inovasi kesehatan melalui ditemukannya kasus Hipertensi dio desa Pojok selama pengkajian, masyarakat dalam MMD memilih untuk melakukan pencegahan dengan pendidikan kesehatan, senam dan pengolahan kudapan anti Hipertensi dengan menggunakan tanaman di sekitar rumah. Dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dan senam anti Hipertensi terjadi peningkatan pengetahuan, penurunan tekanan darah serta mampu pemilihan kudapan menu sehat anti Hipertensi pada masyarakat desa Pojok.
Gempa Perekat: The movement to process garbage becomes an educational game tool for early childhood through self-help groups for family welfare development Mizam Ari Kurniyanti; Ahmad Guntur Alfianto; Miftakhul Ulfa; Ari Dwi Sulaksono
Journal of Community Empowerment for Health Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.80622

Abstract

Garbage is a major problem in urban areas. One of the efforts that can be made against the waste problem is reprocessing it into useful materials. The Family Welfare Development Group (PKK) is a community action coaching group that demonstrates ways that people can turn waste into media material for educational games for PAUD students through self-help groups. This community service project and research aimed to empower and assist PKK activist groups in optimizing waste as an educational game tool for young children. The mixed-methods research followed quantitative and qualitative approaches. The quantitative data were in the form of demographic data, knowledge, and skills. Meanwhile, the qualitative data were collected from structured interviews and focus group discussions (FGDs) with a grid of questions about waste, the efforts that have been made, and the benefits of recycling the waste as an educational game tool. The measuring tool used was a questionnaire about waste knowledge and a waste processing checklist sheet. The research was conducted in June-August 2019 among 25 PKK groups at RW 02 of Merjosari subdistrict, Lowokwaru district, Malang City, because this location clearly shows a waste problem, and the community can manage it with facilities that can be readily utilized. ThisGempa Perekatactivity consisted of health education, FGDs, and forming self-help groups. The results of this activity indicated that the respondents’ knowledge increased after receiving health education about waste management (0.000). The results showed an average value of 73 with description skills in processing waste into a good educational game tool. Respondents stated that waste was previously disposed of in plastic bags or burned. Furthermore, they hoped that there would be waste management approaches that could be useful for PAUD students by processing waste into educational games. This activity concluded that the Gempa Perekatprogram is a feasible form of intervention in dealing with garbage in the city by empowering the PKK as a self-help group in making educational game tools for PAUD students from waste.
PENGEMBANGAN BUDAYA PERAWATAN DIRI KESEHATAN JIWA MELALUI PROGRAM RITUAL SIAL Ahmad Guntur Alfianto; Miftakhul Ulfa; Mizam Ari Kurniyanti; Nina Rizka Rohmawati; Veni Eka Septiyana Hidayanti; Dentika Jaatsiyah Maurenne
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20233

Abstract

Pertama, latar belakang. Masalah Kesehatan jiwa perlu dicegah dengan perawatan diri Kesehatan jiwa. Program RITUAL SIAL merupakan bentuk kebudayaan atau kebiasaan dalam mencegah masalah Kesehatan jiwa dengan psikoedukasi. Kedua, metode yang digunakan melalui pendekatan kualitataif dan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tentang perawatan diri Kesehatan jiwa. Tahapan yang dilakukan praprogram dengan FGD Bersama mitra, Psikoedukasi RITUAL SIAL, pemberdayaan aktivitas RITUAL SIAL melalui pendampingan kegiatan, dan evaluasi program melalui FGD Bersama mitra serta Puskesmas Bantur. Ketiga, hasil dan pembahasan. Praprogram yang dilakukan mitra selama ini adalah termasuk dalam aktivitas perawatan diri Kesehatan jiwa, namun tidak mengetahuinya. Nilai dari pengetahuan perawatan diri Kesehatan jiwa sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi RITUAL SIAL (0,000), Program perawatan diri Kesehatan jiwa yang banyak dilakukan adalah aktivitas spiritual (tahlilan malam jumat sebanyak 10 kali selama 3 bulan). Dan evaluasi program advokasi program Bersama puskesmas Bantur sebagai upaya pencegaghan Kesehatan jiwa. Landasan program tersebut melalui psikoedukasi perawatan diri Kesehatan jiwa yang berlandsakan terhadap aspek psikologis serta keterampilan hidup. Keempat, kesimpulan. Program RITUAL SIAL dapat meningkatkan pengetahuan tentang perawatan diri Kesehatan jiwa di masyarakat, serta melakukan aktivitas perawatan diri seperti aktivitas spiritual, fisik, pengelolaan emosional, dan Tindakan sosial. Sehingga saran berikutnya terakait program ini dapat digunakan puskesmas sebagai layanan masyarakat dalam upaya pencegahan Kesehatan jiwa melalui integrasi program GERMAS.
Hubungan Jenis Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Kejadian Depresi Pada Remaja Usia 16–18 Tahun Di SMA Negeri 2 Bondowoso Fany Herman; Miftakhul Ulfa; Waifti Amalia
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 2 No 1 (2023): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap orang tua dalam mengasuh anak bisa menjadi penyebab terjadinya depresi pada remaja. Resiko terjadinya depresi dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang otoriter. Pola pengasuhan otoriter bersifat pemaksaan, kekerasan, dan kaku di mana orangtua akan membuat berbagai aturan yang saklek harus dipatuhi oleh anak-anaknya tanpa mau tahu perasaan anak. Namun, pola pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua berbeda-beda. Tetapi, tidak menutup kemungkinan pola asuh lainnya dapat menyebabkan terjadinya depresi pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jenis pola asuh orang tua dengan tingkat kejadian depresi pada remaja usia 16-18 tahun di SMA Negeri 2 Bondowoso. Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur pola asuh orang tua yaitu PAQ (Parenthal Authority Quistionare) dan untuk mengukur tingkat kejadian depresi menggunakan kuesioner HDRS (Hamilton Depression Rating Scale). Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan hasil 247 sampel. Analisa data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai konstanta sebesar 112,920 yang diartikan bahwa nilai konsisten variabel tingkat kejadian depresi sebesar 112,920. Koefisien regresi X sebesar -0,465 dan nilai t hitung sebesar -8,437 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan antar kedua variabel tersebut. Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kejadian depresi pada remaja usia 16-18 tahun di SMA Negeri 2 Bondowoso.
Hubungan Kecanduan Gawai Dengan Masalah Psikososial Pada Anak Usia Sekolah Di SD Muhammadiyyah 3 Malang Dahsya Biru Elwalida; Miftakhul Ulfa; Senditya Indah Mayasari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 2 No 1 (2023): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gawai merupakan alat elektronik yang digunakan sebagai media komunikasi dan informasi. Semakin berkembangnya zaman, pengguna gawai tidak hanya dari orang dewasa saja, namun anak usia sekolah saat ini juga bisa mengoperasikan dan menggunakan gawai. Apabila anak menggunakan gawai dengan tidak bijak baik dari tujuan menggunakannya, aplikasi dan game yang diakses, serta durasi pemakaian maka beresiko anak menjadi kecanduan dengan gawai. Setelah adanya kecanduan gawai, hal tersebut mempengaruhi terjadinya masalah pikososial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecanduan gawai dengan masalah psikososial pada anak usia sekolah di SD Muhammadiyyah 3 Kota Malang.  Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif bersifat observasional dengan pendekatan korelasional. Teknik sampling menggunakan purpossive sampling dengan hasil 53 sampel. Instrumen yang digunakan kuesioner SDQ dan SAS-SV. Pengolahan data secara statistik menggunakan Uji Korelasi Somers. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. 0.00 < 0.05 maka bermakna terdapat hubungan antara kecanduan gawai masalah psikososial pada anak usia sekolah di SD Muhammadiyyah 3 Kota Malang. Nilai koefisien korelasi 0.37 maka terdapat hubungan yang cukup antara kedua variabel. Kesimpulan dengan adanya penelitian ini diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat mengembangkan variabel penelitian ini.
Hubungan Self Efficacy Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tingkat Akhir Dalam Menyusun Skripsi Di STIKes Widyagama Husada Malang Muhammad Revan Amrizal Naufalda; Miftakhul Ulfa; Senditya Indah Mayasari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 2 No 1 (2023): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah untuk menilai pengetahuan mahasiswa dalam mengkritisi suatu kejadian yang terjadi secara ilmiah didasarkan dengan ilmu yang didapat sesuai bidang keahliannya. Pada saat menyelesaikan skripsi tidak terlepas dari hambatan dan masalah yang dialami. Hambatan tersebut jika tidak segera ditangani maka bisa saja akan menimbulkan kecemasan. Salah satu cara agar terhindar dari kecemasan adalah dengan bersikap self efficacySelf efficacy ialah keyakinan dalam diri dalam memperkirakan kemampuannya melaksanakan tugas untuk mencapai hasil tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi di STIKes Widyagama Husada Malang. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan yaitu kuesioner ZSAS (Zung Self-Rating Anxiety Scale) dan untuk mengukur tingkat self efficacy menggunakan kuesioner GSES (General Self Efficacy Scale). Teknik sampling menggunakan purpossive sampling dengan hasil 41 sampel. Analisa data menggunakan uji Sommers,D. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig.000 < 0.05 maka bermakna terdapat hubungan antara self efficacy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi di STIKes Widyagama Husada Malang. Nilai koefisien korelasi 0.820 maka terdapat hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel.
Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Tingkat Ketergantungan Gadget Pada Anak Usia Prasekolah Di Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo Arfa Faisza Almaera Putri; Miftakhul Ulfa; Ervin Rufaindah
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 2 No 2 (2023): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

the level of gadget dependence on preshool-age children is influenced by parenting styles because parents have a role in exemplifying and influencing children in using their gadgets. To examine the correlation between parenting style and the use of gadgets in preschool-aged children in Sumber District, Probolinggo Regency. The research design uses cross-sectional with a sample of 54 respondents. The sampling technique used purposive sampling consisting of 49 respondents in PKK Kindergarten in Sumberanom Village and Sumber II Kindergarten, Sumber District, Probolinggo Regency. Parenting styles were measured using the Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version (PSDQ) and the use of gadgets in early childhood was measured using the Smartphone Addiction Test with the sommers'd analysis test. The results showed that most parents adopted democratic parenting (61.2 % ) and most of the children were addicted to gadgets (72.4%). Sommers'd test showed that the value of p = 0.005 with a value of r = 0.311 (p <α = 0.05). It can be concluded that there is a moderate relationship between parenting styles and the use of gadgets in preschool- aged children . Keywords : Parenting, gadgets, preschool age children