Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK PIJAT MARMET TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI TPMB BIDAN D. KABUPATEN BANDUNG Ecih Winengsih; Antri Ariani; Khofiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i1.3583

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif merupakan sumber nutrisi, vitamin dan mineral terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan bayi pada enam bulan pertama kehidupan tanpa tambahan cairan atau makanan apa pun. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas ASI adalah dengan melakukan stimulus pengeluaran hormon prolaktin melalui teknik marmet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap pengeluaran ASI ibu postpartum di TPMB Bdn D Kabupaten Bandung. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan pendekatan One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan pengeluaran ASI sebelum diberikan intervensi sebanyak 1,57 ml sedangkan setelah diberikan intervensi sebanyak 18,33 ml. Hasil bivariat diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan secara signifikan pada pengeluaran ASI sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Terdapat pengaruh teknik marmet terhadap pengeluaran ASI dengan nilai p-value 0,000 < 0,005.
MASSAGE TUINA PADA TITIK NEIGUAN (PC6), ZUSANLI (ST36), GONGSUN (SP4), DAN TAIYANG BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN KETIDAKNYAMANAN PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM Antri Ariani; Ecih Winengsih; Elis Raisya Fajar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3588

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester pertama berupa mual dan muntah yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut adalah massage Tuina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage Tuina pada titik Neiguan (PC6), Zusanli (ST36), Gongsun (SP4), dan Taiyang terhadap penurunan ketidaknyamanan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat ketidaknyamanan dilakukan menggunakan kuesioner PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea) sebelum dan sesudah intervensi massage Tuina. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami ketidaknyamanan kategori sedang sebanyak 19 responden (63,3%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar mengalami ketidaknyamanan kategori ringan sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05), yang menunjukkan terdapat pengaruh massage Tuina pada titik Neiguan (PC6), Zusanli (ST36), Gongsun (SP4), dan Taiyang terhadap penurunan ketidaknyamanan emesis gravidarum. Kesimpulan penelitian ini adalah massage Tuina efektif sebagai terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KB MKJP MELALUI METODE PENYULUHAN INTERAKTIF Wulan Wijaya; Linda Listriyati; Ina , Sugiharti; Ecih Winengsih; Dyah Ayu Fitriani; Tika Lubis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38112

Abstract

Abstrak: Rendahnya pengetahuan dan kuatnya stigma terhadap metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) menjadi hambatan dalam peningkatan penggunaan kontrasepsi efektif pada pasangan usia subur (PUS). Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap PUS terhadap MKJP melalui penyuluhan interaktif yang terstruktur. Kegiatan melibatkan 36 responden dengan desain pre-experimental one group pre-test–post-test. Intervensi meliputi ceramah partisipatif, diskusi dua arah, klarifikasi mitos, dan konseling singkat. Evaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, dengan analisis deskriptif serta uji Paired t-test dan effect size (Cohen’s d). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 61,8±9,8 menjadi 83,9±8,1 (p<0,05; d=1,60) dan sikap dari 28,4±4,0 menjadi 35,1±3,5 (p<0,05; d=1,55). Pengetahuan kategori baik meningkat dari 19,4% menjadi 77,8%, dan sikap positif dari 38,9% menjadi 80,6%. Temuan ini menunjukkan penyuluhan interaktif efektif meningkatkan pemahaman dan penerimaan MKJP serta berpotensi mendukung program keluarga berencana di tingkat komunitas.Abstract: Low levels of knowledge and strong stigma surrounding long-acting contraceptive methods (LACMs) pose barriers to increasing the use of effective contraception among couples of reproductive age (CRAs). This community service project aims to improve CRAs’ knowledge and attitudes toward LACMs through structured interactive education. The study involved 36 participants using a one-group pre-test–post-test pre-experimental design. The intervention included participatory lectures, two-way discussions, myth clarification, and brief counseling. Evaluation utilized knowledge and attitude questionnaires, with descriptive analysis as well as Paired t-tests and effect size (Cohen’s d). Results showed a significant increase in knowledge scores from 61.8 ± 9.8 to 83.9 ± 8.1 (p < 0.05; d = 1.60) and in attitudes from 28.4 ± 4.0 to 35.1 ± 3.5 (p < 0.05; d = 1.55). The proportion of participants with “good” knowledge increased from 19.4% to 77.8%, and those with positive attitudes increased from 38.9% to 80.6%. These findings indicate that interactive health education effectively improves understanding and acceptance of MKJP and has the potential to support family planning programs at the community level.