Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Di Praktik Mandiri Bidan Nina Marlina Tahun 2022 Ecih Winengsih; Alyxia Gita Stellata; Fitrianindyah Yudha Ariesta
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak pembatasan hampir pada semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan. Seperti ibu hamil menjadi enggan kepuskesmas atau fasiltas pelayanan kesehatan karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan menyebabkan kunjungan ANC menjadi kurang sehingga bahaya bagi ibu maupun janin karena tidak terdeteksinya tanda bahaya. Maka dari itu tenaga kesehatan berperan penting dalam membantu pelayanan kesehatan salah satunya ibu hamil tetap melaksanakan protokol kesehatan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan kepatuhan ibu hamil terhadap protokol kesehatan dimasa pandemi Metode : Desain penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian adalah semua ibu hamil yang berkunjung ke BPM bd Nina. Rumus sampel yang digunakan slovin didapatkan 60 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 dengan menggunakan tehnik simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-squre dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Adapun bivariate diperoleh terdapat pengaruh yang signifikan antara Usia terhadap kepatuhan protokol kesehatan dengan nilai p-value adalah (0,01). Simpulan: Ada hubungan usia ibu dengan kepatuhan ibu hamil terhadap protokol kesehatan dimasa pandemi
Upaya Pencegahan Stunting Dengan Pemberian Edukasi Pada Ibu Hamil Tentang Kehamilan Beresiko Meda Yuliani; Ecih Winengsih; Alyxia Gita Stellata; Dyah Ayu Fitriani; Finna Dwi Putriana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1499

Abstract

kehamilan resiko tinggi yaitu kehamilan yang mengancam keadaan ibu dan janin. salah satu yang disebabkan oleh pendarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi persalinan lama, dll. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai kehamilan beresiko yaitu pemberian informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Sehingga ibu dapat melakukan upaya pencegahan kehamilan beresiko. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi terkait kehamilan beresiko dalam upaya pencegahan stunting. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang kehamilan beresiko dan pencegahan anemia dalam kehamilan dalam upaya pencegahan stunting dengan sebelum diberikan edukasi sebesar 47,06 % berpengetahuan kurang dan setelah diberikan edukasi sebesar 47, 06 % berpengetahuan cukup. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman tentang upaya mendeteksi diri diharapkan dapat memotivasi ibu hamil untuk rutin dalam melakukan pemeriksaan dan juga mengkonsumsi makanan yang menunjang dalam kebutuhan selama kehamilannya dalam upaya pencegahan stunting dengan mencegah anemia dalam kehamilan
Penerapan Massage Tu Ina dan Edukasi Untuk Pencegahan Stunting Pada Anak Ecih Winengsih; Agung Sutriyawan; Antri Ariani; Iceu Mulyati; Tata Juarta
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2285

Abstract

Permasalahan stunting masih tinggi di Indonesia mencapai 24,4% melebihi standar World Health Organization yaitu 20%. Dampak yang ditimbulkan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas anak. Tujuan untuk memberikan edukasi pemahaman terkait pencegahan stunting dan memberikan keterampilan massage Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan anak. Metode kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi dan keterampilan dengan dibantu oleh media power poin serta memberikan contoh dari keterampilan massage Tui Na untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua yang memiliki anak di RW 10 dan RW 13, Desa Nagrog yang berjumlah 44 orang. Hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan orang tua meningkat setelah diberikan edukasi dan keterampilan massage Tui Na dengan hasil sebelum diberikan edukasi sebesar 41% cukup dan setelah diberikan edukasi sebanyak 90,9% baik. Kesimpulan bahwa orang tua yang memiliki anak setelah diberikan edukasi menjadi paham terkait dengan pencegahan stunting dan penerapan massage Tui Na. Rekomendasi diharapkan orang tua dapat menerapkan keterampilan massage Tui Na di kehidupan sehari-hari agar nafsu anak meningkat sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting. Application of Tui Na Massage and Education to Prevent Stunting in Children The problem of stunting is still high in Indonesia, reaching 24.4%, exceeding the World Health Organization standard of 20%. The resulting impact increases child morbidity and mortality rates. The aim is to provide educational understanding regarding stunting prevention and provide Tui Na massage skills to increase children's appetite. This community service activity method is carried out by providing education and skills assisted by power point media as well as providing examples of Tui Na massage skills to increase the understanding and skills of parents who have children in RW 10 and RW 13, Nagrog Village, totaling 44 people. The results obtained were that parents' knowledge increased after being given education and Tui Na massage skills with the results before being given education being 41% adequate and after being given education being 90.9% good. The conclusion is that parents who have children after being given education understand the prevention of stunting and the application of Tui Na massage. The recommendation is that parents can apply Tui Na massage skills in everyday life so that children's appetite increases so that they can reduce the incidence of stunting.
PENGARUH TEKNIK PIJAT MARMET TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI TPMB BIDAN D. KABUPATEN BANDUNG Ecih Winengsih; Antri Ariani; Khofiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif merupakan sumber nutrisi, vitamin dan mineral terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan bayi pada enam bulan pertama kehidupan tanpa tambahan cairan atau makanan apa pun. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas ASI adalah dengan melakukan stimulus pengeluaran hormon prolaktin melalui teknik marmet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap pengeluaran ASI ibu postpartum di TPMB Bdn D Kabupaten Bandung. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan pendekatan One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan pengeluaran ASI sebelum diberikan intervensi sebanyak 1,57 ml sedangkan setelah diberikan intervensi sebanyak 18,33 ml. Hasil bivariat diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan secara signifikan pada pengeluaran ASI sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Terdapat pengaruh teknik marmet terhadap pengeluaran ASI dengan nilai p-value 0,000 < 0,005.
MASSAGE TUINA PADA TITIK NEIGUAN (PC6), ZUSANLI (ST36), GONGSUN (SP4), DAN TAIYANG BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN KETIDAKNYAMANAN PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM Antri Ariani; Ecih Winengsih; Elis Raisya Fajar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester pertama berupa mual dan muntah yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut adalah massage Tuina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage Tuina pada titik Neiguan (PC6), Zusanli (ST36), Gongsun (SP4), dan Taiyang terhadap penurunan ketidaknyamanan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat ketidaknyamanan dilakukan menggunakan kuesioner PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea) sebelum dan sesudah intervensi massage Tuina. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami ketidaknyamanan kategori sedang sebanyak 19 responden (63,3%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar mengalami ketidaknyamanan kategori ringan sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05), yang menunjukkan terdapat pengaruh massage Tuina pada titik Neiguan (PC6), Zusanli (ST36), Gongsun (SP4), dan Taiyang terhadap penurunan ketidaknyamanan emesis gravidarum. Kesimpulan penelitian ini adalah massage Tuina efektif sebagai terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama.
Membangun gizi seimbang di desa: intervensi edukasi untuk cegah stunting Richa Noprianty; Ratna Dian Kurniawati; Madinatul Munawaroh; Ecih Winengsih; Agung Sutriyawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38560

Abstract

Abstrak Angka stunting di Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung masih tergolong tinggi dan menjadi permasalahan kesehatan prioritas pada mitra sasaran, khususnya di RW 13 yang teridentifikasi memiliki 6 balita stunting. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan nyata pada mitra berupa kurang optimalnya pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang, praktik pemberian makan pada balita yang belum tepat, serta kondisi kesehatan lingkungan yang belum mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain itu, keterbatasan akses informasi dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan turut memperburuk situasi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian kepada masyarakat yang terarah melalui edukasi gizi dan peningkatan kesehatan lingkungan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 oleh dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Bhakti Kencana. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan dan ibu yang mempunyai anak usia 0 – 5 tahun berjumlah 34 orang. Kegiatan berupa pemberian edukasi tentang pencegahan stunting melalui gizi seimbang dengan metode isi piringku, pemberian vitamin A dan obat cacing dari kader serta membuat camilan bergizi dan sehat untuk balita. Peserta diberikan kuesioner pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest responden adalah 10,79 dan meningkat menjadi 11,03 pada posttest. Terdapat peningkatan rerata sebesar 0,24 poin setelah dilakukan intervensi. Pembuatan camilan sehat menggunakan tempe dan sayuran diikuti oleh masyarakat dan dipilih pemenangnya. Cemilan dinilai dari rasa, tekstur dan warna yang menarik. Melalui demonstrasi dan pelatihan kreatif, keterampilan ibu dalam menyusun resep camilan sehat dan bergizi dapat ditingkatkan sebagai upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kata kunci: camilan bergizi; edukasi kesehatan; gizi seimbang; pengabdian kepada masyarakat; stunting. Abstract The prevalence of stunting in Dukuh Village, Ibun Subdistrict, Bandung Regency remains high and represents a priority public health concern, particularly in RW 13, where six stunted toddlers have been identified. This situation reflects underlying issues, including inadequate family knowledge of balanced nutrition, inappropriate infant and young child feeding practices, and suboptimal environmental health conditions that hinder optimal child growth and development. Limited access to sustained health information and education further contributes to the persistence of the problem. This community engagement program aimed to address these challenges through targeted nutrition education and environmental health improvement interventions. The activity was conducted in August 2025 by lecturers and students from the Faculty of Health Sciences, Bhakti Kencana University. Participants included 34 individuals, consisting of health cadres and mothers with children aged 0–5 years. The intervention comprised education on stunting prevention through balanced nutrition using the “My Plate” approach, distribution of vitamin A supplementation and deworming medication by health cadres, and training on the preparation of healthy and nutritious snacks for toddlers. Participants completed pretest and posttest questionnaires to assess knowledge changes. The results indicated an increase in the mean score from 10.79 (pretest) to 11.03 (posttest), with a mean difference of 0.24 points, suggesting a modest improvement in participants’ knowledge following the intervention. Additionally, a community-based activity involving the preparation of healthy snacks made from tempeh and vegetables was conducted, with entries evaluated based on taste, texture, and visual appeal. Through demonstrations and hands-on training, mothers’ skills in developing nutritious snack recipes were enhanced, contributing to community-based efforts in stunting prevention. Keywords: nutritious snacks; health education; balanced nutrition; community service; stunting.
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Pos Kesehatan Remaja di SMPN 1 Rancaekek dan SMA 5 Muhammadiyah Wilayah Puskesmas Rancaekek: Pos Kesehatan Remaja Antri Ariani; Agung Sutriyawan; Iceu Mulyati; Ecih Winengsih; Tata Juarta
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol5.iss1.299

Abstract

Adolescence is a period of rapid growth and development, both physically, psychologically and intellectually. Adolescent reproductive health problems include premarital sex, early marriage, early pregnancy, drugs, and HIV/AIDS. WHO (2015) states that around 21 million teenage girls become pregnant every year and almost half (49%) experience unwanted pregnancies. Another problem that affects adolescent health is anemia. According to WHO, the prevalence of anemia in Indonesian women is 23.9%, which has an impact on stunted physical growth, behavioral and emotional disorders, decreased productivity, impaired mental and intellectual development, as well as decreased body immunity and morbidity. Along with physical and psychological changes, teenagers must adapt to the changes that occur to them. During the menstrual period, the problem of dysmenorrhea appears, which has an impact on the daily activities carried out by teenagers at school. The Community Service that will be carried out is the Formation and Training of Adolescent Health Post Management (PoKeRja) and Providing Health Education to all students. The results of implementing this activity showed that before providing education, more than half had sufficient knowledge (53.8%) and after providing education, they had good knowledge (59.6%) regarding health in adolescents. The Adolescent Health Post has been established with support from partner schools SMA 5 Muhammadyah and SMPN 1 Rancaekek as well as students who are administrators of the adolescent health post at their school.
Peningkatan Kesadaran Pencegahan Pernikahan Dini pada Remaja melalui Pembentukan Program Pusat Informasi Konseling Temaja (PIK-R) di SMA Nahwa Cantigi Antri Ariani; Ecih Winengsih; Linda Rofiasari; Risma Mulyani
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol6.iss2.485

Abstract

Marriage at a young age can have a negative impact on health, both physically and psychologically. Perception is one of the factors that influence adolescents' decisions towards early marriage. Adolescents' perception of early marriage is greatly influenced by three main aspects, namely cognitive, affective, and conative. In Indonesia, early marriage has reached alarming levels. Based on UNICEF data as of the end of 2022, Indonesia is currently ranked 4th in the world and 2nd in ASEAN, with a total of nearly 1.5 million cases. The method used in this activity is the provision of education through counseling with video communication media, leaflets and the provision of materials. Participants totaled 65 students of Nahwa Cantigi High School. Participants were given a questionnaire after providing educational materials, the results were obtained that more than half of the adolescents had good cognitive aspects (73.8%), and more than half of the adolescents (54%) did not support early marriage. And in the conative aspect, adolescents have a good or disagree perception of early marriage as much as (63%). Based on cognitive, affective and conative aspects, more than half of adolescents are well informed, do not support early marriage and are not ready to face these conditions. From the results of this community service, it is hoped that health workers in the region can consistently provide information and counseling to students related to early marriage. And the establishment of a youth counseling information center (PIK-R) program can continue in the future.
ANALISIS SOSIODEMOGRAFI, PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PENERIMAAN VAKSIN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Ecih Winengsih
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 8 No. 1 (2024): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v8i1.4050

Abstract

ABSTRACT The SARS-CoV-2 virus causes the 2019 coronavirus epidemic (COVID-19). Pregnant women are a particularly sensitive population and one of the issues being encountered during the pandemic is connected to COVID-19 incidence in this population. Vaccination is an important tool in the fight against this illness. The study's objective was to examine the demographics, levels of education, and opinions of pregnant women in Ciamis Regency about getting the COVID-19 vaccination at the Rajadesa Community Health Center. This study used a quantitative cross-sectional strategy with a sample size of 167 pregnant women selected by proportionate stratified random selection. Chi-square was used to validate the bivariate data. Analisis multivariat with regression berganda. No significant association was found (p=0.77) between age, employment, or parity with the uptake of the Covid-19 vaccination. Pregnant women's acceptance of the Covid-19 vaccine is correlated with their level of vaccine education and vaccination history (p0.000). Attitude is the most influential factor in determining whether or not pregnant women receive the Covid-19 vaccine; pregnant women with a positive attitude are 13.72 times more likely to receive the vaccine than mothers with a negative attitude, as measured by the odds ratio (OR) value of 13.72. Acceptance of the COVID-19 vaccination is influenced by a number of factors, including sociodemographics (education), knowledge, and attitude of pregnant women, with attitude being the most important one. For further scientific advancement, the researcher proposes doing additional study using mixed methodologies research approaches.
TERAPI AKUPRESUR LI4–CV6 DAN DEEP BREATHING UNTUK NYERI DISMENORE REMAJA DI SMAN 1 RANCAEKEK Ecih Winengsih; Antri Ariani; Linda Rofiasari
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v10i1.6824

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common gynecological problems experienced by adolescents, which can interfere with daily activities, learning concentration, and overall quality of life. In Indonesia, the prevalence of dysmenorrhea reaches 64.25%, with a high proportion among high school students. Pharmacological therapy is often used, but long-term use carries the risk of side effects. Therefore, complementary approaches such as acupressure and relaxation techniques are promising alternatives. This study aimed to determine the effect of combining acupressure at Hegu (LI4) and Qi Hai (CV6) points with deep breathing exercises on the level of dysmenorrhea pain among adolescent girls. The study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 58 female students from SMAN 1 Rancaekek were selected using a total sampling technique. The intervention consisted of applying acupressure at LI4 and CV6 points for 5 minutes each, combined with deep breathing exercises, performed twice daily during the first two days of menstruation. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS), and data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant reduction in pain (p < 0.001). Before the intervention, most respondents experienced moderate pain (69%), whereas after the intervention, the majority reported mild pain (62.1%) and some experienced no pain (29.3%). This study recommends integrating acupressure and deep breathing into school-based reproductive health programs as a safe, simple, and effective complementary therapy for managing dysmenorrhea among adolescents