Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS SALURAN PEMASARAN KELAPA (Cocos nucifera L) (Suatu kasus di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran) Tatang Suryana; Dedi Herdiansah Sujaya; Mochamad Ramdan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.758 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, (2) Besarnya marjin, biaya dan keuntungan pemasaran kelapa pada setiap lembaga pemasaran di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, (3) Besarnya Farmer’s Share di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi KabupatenPangandaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Jumlah sampel responden ditentukan dengan cara Simple Random Sampling sebanyak 30 orang petani dari jumlah populasi 304 orangpetani, sedangkan untuk sampel lembaga pemasaran diambil dengan cara Snowball Sampling method dan diperoleh sampel 4 orang pedagang pengumpul, 1 orang pedagang besar dan 3 orang pedagang pengecer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Terdapat satu saluran pemasaran kelapa di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yaitu :2) Besarnya marjin, biaya dan keuntungan pemasaran kelapa untuk setiap tingkatan lembaga pemasaran adalah sebagai berikut :a) Marjin pemasaran di pedagang pengumpul sebesar Rp. 500,00 per butir, di pedagang besar Rp. 200,00 per butir dan di pedagang pengecer Rp. 400,00 per butir. Sehingga total marjin pemasaran sebesar Rp. 1.100,00 per butir.b) Biaya pemasaran pada pedagang pengumpul sebesar Rp. 222,86 per butir, pada pedagang besar Rp. 45,00 per butir dan di pedagang pengecer Rp. 160,02 per butir. Sehingga total biaya pemasaran sebesar Rp. 427,88 per butir.c) Keuntungan pemasaran yang diterima oleh pedagang pengumpul sebesar Rp. 277,14 per butir, pedagang besar Rp. 155,00 per butir dan di pedagang pengecer Rp. 239,98 per butir. Sehingga total keuntungan pemasaran sebesar Rp. 672,12 per butir.3) Besarnya bagian harga yang diterima petani (farmer’s share) adalah sebesar 64,52 persen dari harga yang dibayarkan oleh konsumen.Kata Kunci : Pemasaran, Kelapa
ANALISIS USAHATANI TERPADU TANAMAN PADI (Oriza sativa L) DAN TERNAK ITIK PETELUR (Studi Kasus di Kelompok Mukti Tani Desa Banjarsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya) Ai Indah Perwati; Dedi Herdiansah Sujaya; Mochamad Ramdan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 2, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i2.60

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) besarnya biaya dan penerimaan usahatani terpadu tanaman padi dan ternak itik petelur, (2) besarnya pendapatan usahatani terpadu tanaman padi dan ternak itik petelur, (3) besarnya R/C usahatani terpadu tanaman padi dan ternak itik petelur. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus, dengan mengambil kasus pada Kelompok Mukti Tani di Desa Banjarsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. Sampel penelitian untuk responden diambil secara sengaja sebanyak 7 orang menggunakan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Rata-rata biaya total per luas lahan per satu kali tanam yang dikeluarkan petani pada usahatani terpadu tanaman padi dan ternak itik petelur sebesar Rp. 16.864.174,60. Rata-rata penerimaan usahatani terpadu tanaman padi dan ternak itik petelur per luas lahan per satu kali tanam sebesar Rp. 28.157.157,14. (2) Pendapatan petani pada usahatani terpadu tanaman padi dan ternak itik petelur per luas lahan per satu kali tanam sebesar Rp. 11.292.982,54. (3) Besarnya R/C pada usahatani terpadu tanaman padi dan ternak itik petelur per luas per satu kali tanam sebesar 1,67.
ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI JAGUNG (Zea mays L) PADA TANAH NEGARA (Studi Kasus di Desa Margaharja Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis) Isak Ramdani; Yus Rusman; Mochamad Ramdan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.651 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1616

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani jagung per hektar per satu kali musim tanam di Desa Margaharja Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis. (2) Besarnya titik impas nilai penjualan (BEP np) serta titik impas volume produksi (BEP vp) pada usahatani jagung di Desa Margaharja Kecamatan Sukadana KabupatenCiamis. Penelitian ini dilakukan di Desa Margaharja Kecamatan Sukadana. Penarikan sampel dalam penelitian menggunakan teknik penarikan sampel secara acak sederhana (Simple Rondom Sampling). Menurut Arikunto (2002), pengambilan sampel yang banyak dapat diambil antara 5-10 persen atau 15-20 persen atau lebih tergantung kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dandana sehingga penelitian ini diambil sampel sebanyak 5 persen yaitu 39 orang dari 773 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Biaya yang dikeluarkan pada usahatani jagung pada tanah negara per hektar per satu kali musim tanam sebesar Rp 9.409.599,57. Penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp 18.975.740,00. Dan pendapatan yang diterima petani sebesar Rp. 9.566.1400,43. (2) Titik impas nilai penjualan (BEP np) usahatani jagung pada tanah negara di Desa Margaharja sebesar Rp. 1.756.090,13. Titik impas volume produksi (BEP vp) usahatani jagung pada tanah negara sebesar 516,50 kilogram per hektar per satu kali musim tanam.Kata kunci : jagung, biaya, penerimaan, pendapatan, titik impas, tanah negara.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN GULA AREN (ARENGA PINNATA) (Studi Kasus di Desa Capar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes) Roni Saeful Hidayat; Yus Rusman; Mochamad Ramdan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 2, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Saluran pemasaran gula aren di Desa Capar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes; (2) Besarnya biaya dan keuntungan pemasaran gula aren di Desa Capar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes; (3) Besarnya marjin pemasaran gula aren untuk setiap tingkatan lembaganya; (4) Besarnya bagian harga yang diterima perajin keseluruhan harga yang di bayar oleh konsumen; Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dimana penelitian dilakukan dalam ruang alamiah atau bukan buatan dan penelitian melakukan perlakuan dalam pengumpulan data.Sampel yang sebagian diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh perajin gula aren di Desa Capar sebanyak 30 orang, pedagang pengumpul 5 orang, pedagang besar 1 orang dan pedagang pengecer 6 orang. Saluran pemasaran; a. Pedagang Pengumpul, pedagang pengumpul mendapatkan gula aren dengan cara membeli dari perajin gula aren. Pedagang pengumpul menerima gula aren dari perajin tiap harinya sekitar 276 kilogram, pedagang pengecer mendapatkan gula aren dari pengumpul kemudian dijual ke konsumen; b. Pedagang Besar, Pedagang besar mendapatkan gula aren dari pedagang pengumpul yang berada di Desa Capar kemudian memasarkan gula aren tersebut ke pedagang pengecer. Pedagang besar dan pengecer ini mendapatkan gula aren dari pedagang pengumpul tiap harinya sekitar 195 kilogram; c. Pedagang pengecer, Pedagang pengecer mendapatkan gula aren dari pedagang pengumpul tiap satu hari sekitar 81 kilogram. Pedagang pengecer dalam memasarkan gula aren mengeluarkan biaya untuk pengemasan dan transportasi. Besarnya biaya dan keuntungan pemasaran; a. biaya untuk pengemasan (plastik) dan transportasi. Pada saluran I harga gula aren di konsumen ahir sebesar Rp 7.500 per kilogram dengan biaya total Rp 325 per kilogram dan keuntungan Rp 775 per kilogram. Pada saluran II harga gula aren di konsumen ahir sebesar Rp 7.600 per kilogram dengan biaya total Rp 454,53 per kilogram dan keuntungan Rp 945,47 per kilogram. Dalam hal ini perajin dapat dikatakan beruntung dalam pembuatan gula aren karena perajin tidak perlu membeli bahan bakunya yaitu nira aren perajin sudah memiliki bahan baku nira aren dari pohon arennya sendiri. Besarnya marjin pemasaran gula aren untuk setiap tingkatan lembaganya; marjin total pemasaran pada saluran I sebesar Rp 1.100 per kilogram, dan marjin total saluran II sebesar Rp 1400 per kilogram. Besarnya bagian harga yang diterima perajin keseluruhan harga yang di bayar oleh konsumen; Saluran I Farmer’s Share 85,3 persen dan saluran II Farmer’s Share 81,6.
Kinerja Kelompok Lumbung Pangan Kabupaten Ciamis Ramdan, Mochamad; Sujaya, Dedi Herdiansah; Pardani, Cecep; Djuliansah, Dedi
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/agritekh.v5i1.1029

Abstract

Institutional performance is defined as the ability of an institution to use its resources efficiently and produce output that is in line with its objectives and relevant to the needs of its users. The main problems often faced by food barns in Ciamis Regency include weak institutional capacity and low participation, so this research aims to determine the performance of Food Barn Groups in Ciamis Regency. The type of research used in this research is the survey method. The data collected includes primary data and secondary data. Respondents were drawn using a simple random method. The number of respondents was 57. To determine the performance of food barns, they were divided into 3 categories, namely high, medium and low, and descriptive analysis was carried out. The results of the research show that the performance of the Food Granary Group in Ciamis Regency is in the high category. The level of institutional structure, clarity of rules, knowledge and participation of members is included in the high category, while the level of achievement is included in the medium category, this shows that the achievements targeted by the food barn are not optimal. The food barn's target achievement was not optimal due to the food barn members getting harvest results (production) that were less than optimal and the same as the previous year. Production is less than optimal due to pest attacks and erratic rainfall.
Implementasi Kebijakan Rumputisasi UPT Wilayah 1 TPU Cibarunay Kota Bandung: - Ferninda, Muhammad Dimas; Ramdan, Mochamad; Daffa Rafyandi, Muhammad; Astiti, Putri
Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : LPPM STIA Lancang Kuning Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36917/japabis.v6i2.159

Abstract

Identifikasi dan memperoleh informasi merupakan tujuan dari penelitian tentang Implementasi Kebijakan Rumputisasi UPT wilayah 1 TPU Cibarunay Kota Bandung. Metode yang digunakan merupakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini memberikan penjelasan tentang Implementasi Kebijakan Rumputisasi UPT wilayah 1 TPU Cibarunay Kota Bandung. Hasil dari penilitian ini menggambarkan dan menunjukan bahwa berdasarkan implementasi nya terdapat ketidak konsistenan dalam pelaksanaan regulasi kebijakan yang sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bandung, karena hambatan dan kekurangan nya.
ANALISIS BREAK EVEN POIN HARGA KELAPA SAWIT PADA PETANI MANDIRI DI KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR Bandrang, Tirsa Neyatri; Fatimah Azzahro, Qurrotul A’ A’yun; Ramdan, Mochamad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i3.16371

Abstract

Break Even Point (BEP) analysis is an analysis used to study the relationship between fixed costs, variable costs, and revenue levels at various levels of production volume operations. This study aims to: 1) Analyze the income of oil palm farming in independent smallholders in East Seruyan Hilir Regency, 2) Analyze the Break Event Point of oil palm production in independent smallholders in East Seruyan Hilir Regency, 3) Analyze the Break Even Point of oil palm prices in independent smallholders in East Seruyan Hilir Regency. The research method used is the case study method, which is research conducted by looking directly at the field. The data used in the preparation of this study are primary data, secondary data and equipped with documentation. Where the primary data is in the form of respondents' answers to questions asked by the researcher to farmers using a questionnaire, while secondary data is obtained from installations related to the research. The sample in this study consisted of 6 villages with the number of respondents (samples) taken through the Accidental Sampling Technique which amounted to 91 respondents. The results of the study show that the income of oil palm farming in Seruyan Hilir Timur Regency for one year, the average annual net income is Rp 42,644,348. Then related to BEP (Break Even Point) oil palm agricultural production in East Seruyan Hilir Regency is categorized as detrimental with an average BEP production of 74072 kg, and BEP (Break Even Point) the price of oil palm agriculture in East Seruyan Hilir Regency is categorized as detrimental because the farmer's income per kg is Rp 2000/kg < the BEP price is Rp 15,277/kg from this statement the farmer's income exceeds the minimum income
Pengaruh Daya Tarik Wisata Dan Aksesibilitas Terhadap Keputusan Berkunjung Di Agrowisata Kebun Buah Alam Segar Ciptaharja Kabupaten Bandung Barat Mochamad Ramdan; Tuti Gantini; Agi Dahtiar; Leni Lutfiah
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 1 (2024): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i1.9602

Abstract

  Salah satu permasalahan pada Agrowisata kebun Buah Alam Segar adalah fluktuasi jumlah pengunjung Kebun Buah Alam Segar yang tidak menentu, terutama pada hari kerja. Meskipun pada hari Senin-Jumat (kecuali Rabu dan Kamis) biasanya terdapat pengunjung, namun dalam beberapa waktu terakhir terjadi penurunan yang cukup signifikan bahkan pada musim panen. Fenomena ini menunjukkan bahwa selain faktor musiman dan hari dalam seminggu, terdapat faktor lain yang mempengaruhi keputusan pengunjung, seperti daya tarik wisata dan aksesibilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh daya tarik  dan aksesibilitas wisata secara simultan dan parsial terhadap keputusan berkunjung di Kebun Buah Alam Segar Ciptaharja, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling terhadap 34 orang dari 134 orang, ukuran sampel menggunakan rumus Slovin. Teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan : Bahwa secara simultan dan parsial terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara Daya Tarik Wisata dan Aksesibilitas terhadap keputusan berkunjung ke obyek wisata Kebun Buah Alam Segar Ciptaharja,  Kabupaten Bandung Barat.   Kata Kunci : Daya Tarik, Aksesibilitas, Keputusan Berkunjung, Agrowisata
Pengaruh Daya Tarik Wisata Dan Aksesibilitas Terhadap Keputusan Berkunjung Di Agrowisata Kebun Buah Alam Segar Ciptaharja Kabupaten Bandung Barat Ramdan, Mochamad; Tuti Gantini; Agi Dahtiar; Leni Lutfiah
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 1 (2024): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i1.9602

Abstract

  Salah satu permasalahan pada Agrowisata kebun Buah Alam Segar adalah fluktuasi jumlah pengunjung Kebun Buah Alam Segar yang tidak menentu, terutama pada hari kerja. Meskipun pada hari Senin-Jumat (kecuali Rabu dan Kamis) biasanya terdapat pengunjung, namun dalam beberapa waktu terakhir terjadi penurunan yang cukup signifikan bahkan pada musim panen. Fenomena ini menunjukkan bahwa selain faktor musiman dan hari dalam seminggu, terdapat faktor lain yang mempengaruhi keputusan pengunjung, seperti daya tarik wisata dan aksesibilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh daya tarik  dan aksesibilitas wisata secara simultan dan parsial terhadap keputusan berkunjung di Kebun Buah Alam Segar Ciptaharja, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling terhadap 34 orang dari 134 orang, ukuran sampel menggunakan rumus Slovin. Teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan : Bahwa secara simultan dan parsial terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara Daya Tarik Wisata dan Aksesibilitas terhadap keputusan berkunjung ke obyek wisata Kebun Buah Alam Segar Ciptaharja,  Kabupaten Bandung Barat.   Kata Kunci : Daya Tarik, Aksesibilitas, Keputusan Berkunjung, Agrowisata
Strategi Pengembangan Wana Wisata Kampoeng Ciherang dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang) Ramdan, Mochamad; Sujaya, Dedi Herdiansah; Sukmawati, Dety; Oktaviani, Viona
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14631

Abstract

The Indonesian tourism industry is one of the government's priority programs to improve because tourism has a significant impact on the economy. This research is needed to (1) Find out how the community's income varies around Kampoeng Ciherang tourism (2) Knowing how to measure and analyze the Kampoeng Ciherang tourist attraction development strategy in increasing community income in Cijambu Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency. The research population is the people of Cijambu Village, Tourism Managers and Tourists. Sampling was carried out purposively. The research method used in this research is the case study method. The technical analysis used is descriptive analysis with a qualitative approach. Analysis of the data used uses SWOT. Based on the research results, it was concluded that the average income of people selling around Kampoeng Ciherang was IDR. 300,000-500,000. Strategies that can be implemented are (1) Utilizing existing natural potential to empower local communities by making special foods or souvenirs (2) Adding and improving supporting facilities as well as developing and adding interesting and varied rides & photo spots (3) Collaborating with investors to promote tourism and develop concepts tourism by prioritizing elements of local wisdom and upholding uniqueness and attractiveness