Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI METODE PENGERINGAN TERHADAP FISIKOKIMIA BUBUK CABAI  : STUDI PUSTAKA Muhammad Rahmad Ramadhan; Desta Ria Erika; Andi Dahlan
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 5 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/yg2pdf91

Abstract

Bubuk cabai merupakan salah satu cara dalam mengawetkan cabai segar melalui berbagai tahapan seperti pengeringan dan penggilingan hingga menjadi serbuk. Review ini membahas pengaruh berbagai metode pengeringan terhadap fisikokimia bubuk cabai yang dihasilkan. Selain itu, review ini juga bertujuan untuk mengulas berbagai penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh berbagai metode pengeringan terhadap fisikokimia bubuk cabai. Melalui kajian pustaka ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi tentang metode pengeringan yang optimal dalam mempertahankan kualitas bubuk cabai. Metode pengeringan yang umum digunakan yaitu sinar matahari yang memiliki kelemahan karena menghasilkan produk dengan mutu yang buruk, pengeringan yang tidak merata, memerlukan waktu yang lama untuk menurunkan kadar air dan dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu. Kajian mengenai pengaruh berbagai metode pengeringan terhadap fisikokimia bubuk cabai dapat memberikan wawasan penting dalam memilih metode yang tepat agar meminimalkan penurunan kandungan gizi dan menghasilkan bubuk cabai yang berkualitas baik. Metode pengeringan tidak hanya terbatas pada penggunaan sinar matahari, tetapi juga melibatkan berbagai metode lain seperti cabinet dryer, hot-air dryer, solar dryer, gas oven, dan freeze drying. Kajian terhadap hasil fisikokimia bubuk cabai yang menggunakan cabinet dryer, solar dryer, dan gas oven menunjukkan bahwa metode tersebut mampu memenuhi syarat kualitas dengan kadar air ≤ 10% dan kadar abu ≤ 8%. Selain itu, jika dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari terutama dalam kondisi optimal yang mencakup pengunaan suhu dan waktu metode pengeringan seperti cabinet dryer, solar dryer, dan gas oven lebih efisien. 
Coffee Product Development Strategy at MSME Jagad Raye Using the Canvas Business Model Method Erika, Desta Ria
Journal of Agriculture Vol. 4 No. 02 (2025): Research Articles July 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v4i02.5978

Abstract

Pagar Alam City in South Sumatra is a prominent centre for Robusta coffee production, with a plantation area of 8,372 hectares and a production output of 22,519 tons in 2021. The region’s coffee has gained recognition nationally and internationally, including participation in Indonesia’s Geographical Indication program and winning the Gourmet Medal at the AVPA event in France. However, despite its potential, local Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) such as Jagad Raye continue to face significant challenges, including weak marketing strategies, poorly defined market segmentation, and the lack of structured business planning. These limitations are compounded by the unequal benefits of technological advancements, which tend to favour larger enterprises. To overcome these obstacles, this study employs the Business Model Canvas (BMC) as a strategic framework to analyze and develop Jagad Raye’s coffee product strategy. Using a qualitative descriptive method, data is collected through literature reviews, field observations, and interviews. The study targets consumers aged 15 to 40, particularly the younger segment, who show high interest in coffee innovation, such as fermented coffee. The research highlights the importance of creating strong value propositions, building customer relationships through direct channels like coffee shops, and utilizing digital platforms for distribution and branding. The study concludes that structured planning and innovation, supported by tools like BMC, can help MSMEs remain competitive and sustainable in domestic and global markets.