Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI KOMPOS (KOLIRUTA) DENGAN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN DI KOTA PAGAR ALAM Masdalipa, Risnaini; Dhiniati, Fameira; Erika, Desta Ria
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1415

Abstract

It is known that there is no Temporary Waste Disposal Site (TPS) provided in Karang Dalo Village, Dempo Tengah District, Pagar Alam City. The unavailability of TPS has the potential to breed disease vectors such as flies, insects, dogs and so on. Waste that is simply thrown away without being processed first will have a negative impact on public health. There is also waste that is destroyed by burning, but burned waste can cause health problems. This service is carried out so that the community has knowledge about how to process waste more usefully by applying computer technology in processing organic waste into compost. The community service program entitled Utilization of Household Waste into Compost (KOLIRUTA) with environmentally friendly packaging in Pagar Alam City aims to provide solutions to problems faced by the community related to the processing and marketing of compost. This program also aims to provide specific services and solutions for partners who are not economically or socially productive
PENGARUH BERBAGAI METODE PENGERINGAN TERHADAP FISIKOKIMIA BUBUK CABAI  : STUDI PUSTAKA Muhammad Rahmad Ramadhan; Desta Ria Erika; Andi Dahlan
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 5 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/yg2pdf91

Abstract

Bubuk cabai merupakan salah satu cara dalam mengawetkan cabai segar melalui berbagai tahapan seperti pengeringan dan penggilingan hingga menjadi serbuk. Review ini membahas pengaruh berbagai metode pengeringan terhadap fisikokimia bubuk cabai yang dihasilkan. Selain itu, review ini juga bertujuan untuk mengulas berbagai penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh berbagai metode pengeringan terhadap fisikokimia bubuk cabai. Melalui kajian pustaka ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi tentang metode pengeringan yang optimal dalam mempertahankan kualitas bubuk cabai. Metode pengeringan yang umum digunakan yaitu sinar matahari yang memiliki kelemahan karena menghasilkan produk dengan mutu yang buruk, pengeringan yang tidak merata, memerlukan waktu yang lama untuk menurunkan kadar air dan dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu. Kajian mengenai pengaruh berbagai metode pengeringan terhadap fisikokimia bubuk cabai dapat memberikan wawasan penting dalam memilih metode yang tepat agar meminimalkan penurunan kandungan gizi dan menghasilkan bubuk cabai yang berkualitas baik. Metode pengeringan tidak hanya terbatas pada penggunaan sinar matahari, tetapi juga melibatkan berbagai metode lain seperti cabinet dryer, hot-air dryer, solar dryer, gas oven, dan freeze drying. Kajian terhadap hasil fisikokimia bubuk cabai yang menggunakan cabinet dryer, solar dryer, dan gas oven menunjukkan bahwa metode tersebut mampu memenuhi syarat kualitas dengan kadar air ≤ 10% dan kadar abu ≤ 8%. Selain itu, jika dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari terutama dalam kondisi optimal yang mencakup pengunaan suhu dan waktu metode pengeringan seperti cabinet dryer, solar dryer, dan gas oven lebih efisien. 
Coffee Product Development Strategy at MSME Jagad Raye Using the Canvas Business Model Method Erika, Desta Ria
Journal of Agriculture Vol. 4 No. 02 (2025): Research Articles July 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v4i02.5978

Abstract

Pagar Alam City in South Sumatra is a prominent centre for Robusta coffee production, with a plantation area of 8,372 hectares and a production output of 22,519 tons in 2021. The region’s coffee has gained recognition nationally and internationally, including participation in Indonesia’s Geographical Indication program and winning the Gourmet Medal at the AVPA event in France. However, despite its potential, local Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) such as Jagad Raye continue to face significant challenges, including weak marketing strategies, poorly defined market segmentation, and the lack of structured business planning. These limitations are compounded by the unequal benefits of technological advancements, which tend to favour larger enterprises. To overcome these obstacles, this study employs the Business Model Canvas (BMC) as a strategic framework to analyze and develop Jagad Raye’s coffee product strategy. Using a qualitative descriptive method, data is collected through literature reviews, field observations, and interviews. The study targets consumers aged 15 to 40, particularly the younger segment, who show high interest in coffee innovation, such as fermented coffee. The research highlights the importance of creating strong value propositions, building customer relationships through direct channels like coffee shops, and utilizing digital platforms for distribution and branding. The study concludes that structured planning and innovation, supported by tools like BMC, can help MSMEs remain competitive and sustainable in domestic and global markets.
Analisis dan Perancangan Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Metode Klasifikasi – Decision Tree Yulistika, Efri; Ramadhan, Muhammad Rahmad; Erika, Desta Ria; Baihaqi, Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15414

Abstract

Klasifikasi kualitas hasil pengolahan limbah cair tahu sangat dibutuhkan untuk memudahkan proses pemantauan pengolahan limbah cair tahu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen dan pemodelan sistem guna membantu pengambilan keputusan akhir dari limbah cair tahu yang telah diolah dengan pendekatan Model Base System Engineering (MBSE) serta mengembangkan desain sistem klasifikasi untuk standar kualitas akhir limbah industri tahu menggunakan algoritma Decision Tree–ID3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan limbah cair yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu pre-treatment, proses anaerobik, proses aerobik, dan proses kontrol (biotope pond). Pada proses kontrol di kolam biotop akan dipasang sensor untuk mengukur atribut BOD, COD, TSS, dan pH. Data sensor ini akan digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan standar kualitas limbah industri, guna menentukan apakah hasil pengolahan limbah sudah "layak" untuk dibuang ke lingkungan atau "tidak layak" sehingga perlu diproses ulang di kolam anaerobik. Berdasarkan pemodelan dengan metode klasifikasi Decision Tree-ID3, atribut yang paling berpengaruh adalah COD dengan nilai (<301), diikuti oleh BOD dengan nilai (<150), kemudian decision pH dengan nilai (≥5,5), dan TSS dengan nilai (<100). Nilai variabel penting masing-masing adalah atribut COD sebesar 27,11, atribut BOD sebesar 19,17, atribut pH sebesar 16,12, dan atribut TSS sebesar 9,32. Hasil perhitungan dalam penelitian ini menunjukkan nilai akurasi sebesar 90%, presisi 87%, sensitivitas/recall 100%, dan spesifisitas 67%, dengan predikat klasifikasi yang sangat baik.