Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Span Terkecil dari Pelabelan L(3, 1) pada Graf Pendulum dan Graf Ilalang Hafif Komarullah
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v13n3.p82-87

Abstract

Penelitian ini membahas masalah penentuan span terkecil dari pelabelan L(3,1) pada dua kelas graf, yaitu graf pendulum (Pnk ) dan graf ilalang (Sn,m). Pelabelan L(3,1) adalah pelabelan pada graf di mana dua simpul yang bertetangga memiliki label dengan selisih minimal 3, sedangkan dua simpul yang berjarak dua memiliki label dengan selisih minimal 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai span terkecil (λ3,1) dari kedua kelas graf tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif aksiomatik dan pendeteksian pola, dengan langkah-langkah mencakup konstruksi pelabelan, analisis jarak titik pada graf, serta verifikasi pola pelabelan yang memenuhi syarat L(3,1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk graf pendulum, λ3,1 (Pnk )=k+2 untuk k≥6 dan n≥4. Sementara itu, untuk graf ilalang Sn,m, diperoleh λ3,1 (Sn,m)=n + 2 untuk m≤n-3. Dengan demikian, pola pelabelan yang diperoleh memberikan batas bawah yang optimal bagi kedua kelas graf tersebut. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengembangan kajian pelabelan graf dengan syarat jarak tertentu pada struktur graf lainnya.
PENYEDIAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN DI RA SITI KHODIJAH 02 JADUGAN Hafif Komarullah; Riski Nur Fadilah; Muhammad Nasrulloh; Jumiatul Hasanah; Muchlasin Muchlasin
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Saweu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi RA Siti Khodijah 02 Jadugan adalah keterbatasan media pembelajaran yang berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran anak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui penyediaan alat permainan edukatif (APE) yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif, meliputi identifikasi kebutuhan, penyediaan APE, serta pendampingan guru dalam pemanfaatannya pada kegiatan belajar mengajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan aktif anak, suasana pembelajaran yang lebih interaktif, serta peningkatan kreativitas dan motorik anak. Guru juga mengalami peningkatan pemahaman dalam menggunakan APE sebagai media pembelajaran yang variatif dan bermakna. Dengan demikian, penyediaan APE terbukti efektif sebagai upaya peningkatan proses pembelajaran di RA Siti Khodijah 02 Jadugan, Puger, Jember.
Nilai Span Terkecil dari Beberapa Keluarga Graf Kipas Hafif Komarullah
Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jim.v13i1.32037

Abstract

Pelabelan L(2,1) merupakan salah satu bentuk pelabelan pada graf yang penting dalam pengalokasian frekuensi dan pengkodean jaringan, di mana setiap dua simpul yang berjarak satu diberi label berbeda minimal dua, dan simpul yang berjarak dua diberi label berbeda minimal satu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai minimum span λ_2,1 pada beberapa keluarga graf kipas, yaitu graf parasut PC_n, graf semi parasut SP_n, dan graf dasi kupu-kupu DKP_n . Metode yang digunakan adalah deskriptif aksiomatik dan pendeteksian pola untuk mengkonstruksi pelabelan secara sistematis serta membuktikan nilai minimum span masing-masing graf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai λ_2,1 (PC_n )=n+1, λ_2,1 (SP_n )=n+1, dan λ_2,1 (DKP_n )=2n+5. Temuan ini memperluas kajian pelabelan L(2,1) pada graf dengan struktur kombinatorial khusus dan dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan teori maupun aplikasinya di bidang teknologi komunikasi dan jaringan.
On Prime and Coprime Edge Labeling of Some Graphs Hafif Komarullah; Kristiana Wijaya; Vira Hari Krisnawati; Noor Hidayat
Jurnal Matematika UNAND Vol. 15 No. 3 (2026)
Publisher : Departemen Matematika dan Sains Data FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmua.15.3.291-301.2026

Abstract

A coprime edge labeling of a graph is defined as a labeling in which positive integer labels are assigned to each edge of the graph according to certain rules. In this labeling, every pair of edges adjacent to the same vertex must have relatively prime labels, meaning they have no common factors other than one. If the number of labels used is equal to the total number of edges of the graph, this labeling method is designated as a prime edge labeling. In the context of coprime edge labeling, the smallest possible number of labels that allows such a labeling is referred to as the minimum coprime edge number. The present study analyzes prime edge labeling and coprime edge labeling on several special graphs, including tadpoles, combs, disjoint unions of combs, unions of two cycles, disjoint unions of paths, volcano graphs, and regular caterpillars. Furthermore, this study provides precise values for the minimum coprime edge number of the Cn \cup Cm graphs with odd n and m, volcano graphs, and regular caterpillars.
Pelabelan Sisi Prima Ganjil pada Beberapa Kelas Graf Hafif Komarullah
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v20i1.82642

Abstract

Pelabelan graf merupakan salah satu topik graf yang didefinisikan sebagai pemetaaan anggota graf ke bilangan bulat dengan aturan-aturan tertentu. Entringer mengenalkan pelabelan prima pada tahun 1980 dan dipopulerkan oleh Tout dkk pada tahun 1982. Konsep pelabelan prima terus dikembangkan oleh peneliti lain. Prajapati dan Shah mengenalkan konsep pelabelan prima ganjil pada tahun 2018. Janani dan Ramachandran mengenalkan pelabelan sisi relatif prima pada tahun 2022. Terinspirasi dari penelitian sebelumnya, maka peneliti mengenalkan konsep pelabelan sisi prima ganjil. Misalkan diberikan sebarang graf G, pelabelan sisi prima ganjil pada graf G adalah fungsi bijektif f:E(G)→ {1,3,...,2|E(G)|-1} sedemikian sehingga setiap sisi yang bersisian dengan titik v∈V(G) memiliki label relatif prima. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, deskriptif aksiomatik, dan pendeteksian pola. Peneliti membuktikan bahwa graf lintasan, graf siklus, graf centipede, graf sisir, graf pohon Y, dan graf ulat teratur adalah graf sisi prima ganjil. Penelitian ini diharapkan dapat menambah literatur terutama pada konsep pelabelan graf.
Pengalaman Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Gamifikasi Berbasis Problem Based Learning pada Pembelajaran Matematika Jadid Zakariya Syah; Berliana Ayu Pusparani; Meli Agustin; Hafif Komarullah
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman Vol. 6 (2026): Tranformasi Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Deep Learning dalam Mewujudkan
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih sering dipandang sebagai pembelajaran yang abstrak sehingga kurang mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan adalah gamifikasi berbasis Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman belajar peserta didik dalam pembelajaran gamifikasi berbasis PBL pada pembelajaran matematika sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah tujuh peserta didik kelas III SD Negeri Menampu 02. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran gamifikasi berbasis PBL memberikan pengalaman belajar yang positif bagi peserta didik, yang ditunjukkan melalui meningkatnya ketertarikan terhadap pembelajaran, keterlibatan aktif selama proses belajar, pengalaman kolaboratif dalam kelompok, serta kesempatan untuk membangun pemahaman melalui aktivitas pemecahan masalah. Meskipun demikian, beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami permasalahan kontekstual dan mengemukakan pendapat. Secara keseluruhan, pembelajaran gamifikasi berbasis PBL berpotensi menciptakan pengalaman belajar matematika yang lebih menarik, partisipatif, dan bermakna bagi peserta didik sekolah dasar.
Pengalaman Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Outdoor Learning Berbasis PjBL-Etnomatematika pada Materi Matematika SMP Nadiya Muhibatu Azizah; Nahji Sadidah; Indi Mu'awinatul Khoiroh; Hafif Komarullah
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman Vol. 6 (2026): Tranformasi Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Deep Learning dalam Mewujudkan
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika masih sering dipandang sebagai pembelajaran yang abstrak dan kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Kondisi tersebut menyebabkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran menjadi terbatas sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman belajar peserta didik dalam pembelajaran Outdoor Learning berbasis Project Based Learning (PjBL)-etnomatematika pada materi matematika SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Darmas Yosowilangun yang mengikuti pembelajaran Outdoor Learning berbasis PjBL-etnomatematika. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Outdoor Learning berbasis PjBL-etnomatematika memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, yang ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam pembelajaran, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, pengalaman mengeksplorasi lingkungan sebagai sumber belajar, serta kemampuan menghubungkan konsep matematika dengan konteks budaya dan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal dan mengintegrasikan hasil observasi ke dalam proyek pembelajaran. Secara keseluruhan, pembelajaran Outdoor Learning berbasis PjBL-etnomatematika berpotensi menciptakan pengalaman belajar matematika yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan bermakna bagi peserta didik SMP.
Eksplorasi Penggunaan Media Video Interaktif Berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Bangun Datar Siswa Kelas IV SD Wonorejo 06 Rifa Nabilatuzakia; M. Mahrus Ali Nur; Fika Mujiatun Nabila; Hafif Komarullah
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman Vol. 6 (2026): Tranformasi Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Deep Learning dalam Mewujudkan
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi media video interaktif berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada pembelajaran bangun datar siswa kelas IV SD Wonorejo 06. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas IV SD Wonorejo 06. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media video interaktif berbasis PBL mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan berpusat pada siswa. Penggunaan video interaktif membantu siswa memahami konsep bangun datar secara lebih konkret melalui penyajian animasi, ilustrasi visual, dan permasalahan kontekstual. Selain itu, siswa menunjukkan respons positif berupa meningkatnya antusiasme, partisipasi, serta keterlibatan dalam diskusi dan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, media video interaktif berbasis PBL dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran matematika yang mendukung pengalaman belajar yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
PENDAMPINGAN BIMBINGAN BELAJAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN AKADEMIK ANAK USIA TK DAN SD DI DUSUN JADUGAN Hafif Komarullah; Betty Handayani; Yatik Wasilah; Ismi Ulfatul Ilmiyah; Humairoh Humairoh
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v4i2.2763

Abstract

This community service program aimed to improve the literacy and numeracy skills of kindergarten (TK) and elementary school (SD) children through community-based tutoring assistance in Jadugan Hamlet. The main problems addressed were the low levels of reading, writing, and arithmetic skills among children and the limited learning support outside formal schooling. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach consisting of the stages of problem diagnosis, participatory planning, action, observation, and reflection. The participants were 17 children, comprising 5 kindergarten students and 12 elementary school students. Data were collected through structured observation using a developmental checklist, brief interviews with parents, and documentation, and were analyzed using a qualitative descriptive approach supported by numerical data. The results indicated an improvement in children’s academic abilities, with the proportion of children categorized as developing increasing to 70.6% in reading, 64.7% in writing, and 76.5% in numeracy. In addition, 82.4% of the children demonstrated increased learning motivation and participation, while 76% of parents showed greater involvement in assisting their children’s learning at home. The program also fostered collective awareness within the community regarding the importance of children’s education. These findings suggest that community-based tutoring assistance using a PAR approach is effective in enhancing children’s academic skills and learning motivation while strengthening the role of families and communities in supporting sustainable education.
Optimizing Parental Roles Through Parenting Programs to Foster the Development of Outstanding Children in Jadugan Hamlet Hafif Komarullah; Yatik Wasilah; Betty Handayani; Humairoh Humairoh; Ismi Ulfatul Ilmiyah
Bale Pengabdian: Journal Of Community Service (BPJCS) Vol. 2 No. 1 (2026): Bale Pengabdian: Journal of Community Service (BPJCS)
Publisher : At Taawun Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65798/bpjcs.v2i1.40

Abstract

This community service program aimed to optimize parental roles through parenting activities in an effort to foster children with positive character in Dusun Jadugan. The main issue underlying this program was the limited understanding and involvement of parents in the child-rearing process, wherein children’s education was often perceived as the sole responsibility of schools. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach that actively involved parents at every stage, including problem identification, action planning, implementation, and reflection. The participants consisted of 1s5 parents who took part in a parenting seminar based on dialogical interaction and shared experiences. The results indicated that the participatory PAR approach effectively encouraged active parental involvement and fostered new awareness of the importance of the family as the primary environment for children’s education and character development. The collective reflection process revealed a shift in parents’ perspectives toward more positive, communicative, and contextual parenting practices. The discussion of the program’s outcomes was further strengthened by relevant theoretical frameworks and previous studies on parenting, parental involvement, and community-based empowerment. Therefore, parenting programs based on the PAR approach proved to be relevant and effective as a community service model for optimizing parental roles and supporting children’s holistic and sustainable development.