Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Darma Cendekia

Sosialisasi Puisi-Puisi Religi untuk Meningkatkan Nilai Ketakwaan kepada Santri Pesantren Tahfidzul Qu’ran Ar Rahmani Ciputat Tangerang Selatan Sangaji Niken Hapsari; Sulistijani, Endang; Ahmad, Mirza Ghulam
Darma Cendekia Vol. 2 No. 2 (2023): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v2i2.72

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan media pikiran para santri dalammengungkapkan Nilai-nilai dalam karya sastra tersebut dapat dimanfaatkanpembaca dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah aspek religius. Puisi merupakan karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan kekuatan bahasa dalam struktur fisik serta struktur batin.Religius semula berasal dari bahasa Latin religare berarti mengikat, sedangkan reliigo berarti ikatan atau pengikatan, yakni manusia mengikatkan diri kepada Tuhan atau manusia menerima ikatan Tuhan. Bagian dasar agama Islam terdiri dari tiga aspek yakni akidah, syariat, dan akhlak yang terstruktur dan tidak dapat dipisahkan. Akidah, syariat, dan akhlak, Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode diskusi, tanya-jawab dan apresiasi terhadap karya, diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien
Sosialisasi Teknik Pembuatan Pantun sebagai Media Pendidikan Karakter pada Guru Sekolah Bening Indonesia Sulistijani, Endang; Ahmad, Mirza Ghulam; Sangaji Niken Hapsari
Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i1.178

Abstract

Pantun termasuk dari bentuk puisi lama yang mempunyai batasan tertentu pada aturan bunyi, banyaknya larik dan baris, banyaknya suku kata. Pantun yang merupakan puisi lama berasal dari sastra Melayu. Namun, variasi dari pantun ini menyebar ke seluruh Indonesia. Diantaranya, pantun dari Jawa Barat, Jakarta, parikan dari Jawa Tengah, panton dari Sulawesi, wewangsalan dari Bali, dan masih banyak lagi. Hingga saat ini pantun sering digunakan dalam acara-acara resmi dan diucapkan saat membuka atau menutup suatu acara. Hal ini menandakan pantun sudah banyak dikenal oleh masyarakat baik muda ataupun tua. Namun, pantun yang diucapkan kadang tidak sesuai dengan aturan pantun itu sendiri, misalnya hanya terdiri dari 2 baris, atau tidak bersajak abab. Membuat pantun sebetulnya tidak terlalu sulit, jika dilakukan secara rutin. Misalnya, satu hari menulis satu pantun untuk dijadikan semangat dalam berkarya, dalam memulai aktivitas, atau untuk menyapa orang terdekat. Adapun dalam pencarian data pada pengabdian Masyarakat ini menggunakan teknik atau metode pembacaan pantun, tanya-jawab,diskusi, dan apresiasi pantun. Teknik atau metode yang digunakan dianggap tepat dan efektif pada pengabdian masyarakat ini.