Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Learning Connected Speech by Pronouncing Song Lyrics: Students' Perspective Auliatuz Zahrotul Jannah; Sulton Dedi Wijaya; Ro'ifah Ro'ifah
Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Vol. 9 No. 1 (2022): June
Publisher : Faculty of Culture, Management, and Business Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jo-elt.v9i1.5156

Abstract

Connected speech is a big role in English and has to be understood and mastered by English learners. 20 English Education Department students which are included in the English learner category are the subject of this research. This study aims to investigate how students’ perspective on learning connected speech by pronouncing song lyrics. This study used a qualitative method to focus on analyzing students’ thoughts and it presented descriptively. To collect the data, the researcher used questionnaires and interviews. Totally 58 statements in questionnaires and 16 questions through interviews have given to the subject as a completion. The main finding of this research is all subject  loved to listening English song. They has positive responses on learning connected speech using song lyrics. They state that learning connected speech by pronouncing song lyrics can be an effective and fun way. They also feel confident, happy, and close to natives. By seeing the finding, it can be conclude that the problem that existed like students' difficulty when listening to the native speaker speaking, bad pronunciation, shame, less fluency, and even no connected speech are tackled. Moreover, they can learn without boredom because they learn in the way they loved.
Penguatan Literasi Mitigasi Bencana bagi Siswa Tunagrahita melalui Virtual Reality Berbasis Narasi Bilingual di SLB B-C Optimal Kenjeran Ro’ifah Ro’ifah; Vina Erni Pratiwi; Moch. Syakroni; Safril Umar Ashiddiqi; Marini Marini; Triuli Novianti
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1756

Abstract

Siswa tunagrahita merupakan kelompok rentan yang memiliki keterbatasan dalam memahami risiko bencana dan langkah perlindungan diri, terutama pada satuan pendidikan yang berada di wilayah rawan bencana seperti SLB B-C Optimal Kenjeran Surabaya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi mitigasi bencana dan proteksi diri siswa tunagrahita melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) dengan narasi bilingual yang dinamakan SafeQuest-VR. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dan Human-Centered Design yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pengembangan modul literasi mitigasi bencana berbasis narasi bilingual, pembuatan media SafeQuest-VR, pelatihan guru dan orang tua, pendampingan pembelajaran, serta evaluasi program. Kegiatan melibatkan 20 siswa tunagrahita SDLB, 15 guru, dan 5 tenaga kependidikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap pengenalan jenis bencana, langkah perlindungan diri, kemampuan mengikuti instruksi simulasi, serta sikap fokus dan responsif selama pembelajaran, dengan rata-rata peningkatan sebesar 35–36%. Selain itu, program menghasilkan luaran berupa media SafeQuest-VR, modul pembelajaran, buku panduan, poster edukasi, dan video dokumentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa SafeQuest-VR efektif sebagai media pembelajaran adaptif untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan mendukung penguatan pendidikan inklusif yang berkelanjutan.
Penguatan Literasi Mitigasi Bencana bagi Anak Tunagrahita melalui Virtual Reality Berbasis Narasi Bilingual di SLB B-C Optimal Kenjeran Ro'ifah Ro'ifah; Vina Pratiwi; Moch. Syakroni; Safril Umar Ashiddiqi; Marini; Triuli Novianti
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1830

Abstract

Anak-anak dengan disabilitas intelektual sangat rentan terhadap risiko kekerasan, pelecehan, dan bencana karena keterbatasan kemampuan dalam melindungi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas SafeQuest-VR, sebuah media pembelajaran Virtual Reality (VR) berbasis narasi bilingual yang dirancang untuk memperkuat literasi kebencanaan inklusif di SLB B-C Optimal Kenjeran, Surabaya. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan partisipatif, meliputi asesmen kebutuhan, pengembangan modul narasi bilingual, perancangan dan implementasi VR, pelatihan guru dan orang tua, penerapan di kelas, simulasi bencana, serta evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan disabilitas intelektual memiliki keterlibatan yang lebih tinggi, pemahaman yang lebih baik mengenai konsep perlindungan diri, serta kesiapsiagaan yang meningkat dalam menghadapi keadaan darurat. Guru memperoleh kompetensi baru dalam mengintegrasikan VR ke dalam praktik pembelajaran, sementara sekolah berhasil menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi bencana yang inklusif. SafeQuest-VR terbukti efektif sebagai media pendidikan adaptif dan inklusif yang mampu menjembatani kesenjangan literasi kebencanaan bagi peserta didik yang rentan. Program ini memiliki prospek untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah dan dapat direplikasi di lingkungan pendidikan inklusif lainnya.