Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisa Filler Nanomicro Graphene pada Campuran Beton dengan Variasi Faktor Air Semen Shalahuddin, Muhammad; Novan, Andre; Gussyafri, Gussyafri; Fakhri, Fakhri; Amri, Amun
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.252

Abstract

Kebutuhan material modern memerlukan komponen struktural dengan ketahanan dan kekuatan yang lebih baik. Informasi karakteristik beton lanjutan ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi few layer graphene dengan metode high-shear liquid exfoliation pada campuran beton. Preliminary penelitian pada mortal dilakukan dengan variasi graphene 2,5%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5% dan 15% sebagai referensi awal dan hipotesa. Selanjutnya dengan referensi awal, dilakukan campuran beton dengan variasi graphene 2.5%, 5%, 7,5% dan 10% dengan spesimen beton ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm dan pengujian dilakukan setelah usia usia 28 hari. Kuat tekan maksimum terjadi pada penambahan graphene 5%, nilai kuat tekan lebih 36,31% dibandingkan beton tanpa graphene, nanomicro graphene tidak mempengaruhi berat isi beton juga tidak mempengaruhi kepadatan beton serta tidak mempengaruhi slump beton.
Pengaruh Penambahan Abu Serbuk Kayu Pohon Merbau Sebagai Bahan Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Mortar Gussyafri, Haji; Hujana, Raihan Rabih; Azhari, Azhari
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.290

Abstract

Abu serbuk kayu berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan substitusi sebagian semen dalam pembuatan mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu serbuk kayu terhadap kuat tekan mortar. Sebelum membuat benda uji, dilakukan uji propertis terhadap agregat halus dan abu serbuk kayu di laboratorium dan merencanakan komposisi campuran mortar sesuai dengan SNI 03-6882-2002. Benda uji berbentuk kubus bersisi 5 cm dengan jumlah sampel 5 buah untuk setiap variasi, dan diuji pada umur 28 hari. Variasi benda uji dilakukan pada perbandingan jumlah semen terhadap pasir yaitu 1 : 4, 1 : 5, & 1 : 6 serta variasi substitusi semen dengan abu serbuk kayu tehadap berat semen yaitu sebanyak 0%, 15%, 25%, 35% dan 45%. Dari hasil pengujian kuat tekan mortar pada 28 hari, didapat kuat tekan makismum sebesar 11,06 MPa pada mortar normal dengn variasi 1 semen : 4 pasir. Sedangkan mortar dengan campuran abu serbuk kayu didapat kuat tekan maksimum sebesar 10,48 MPa yaitu pada mortar dengan perbandingan 1 semen : 4 pasir dengan campuran 15% abu serbuk kayu. Untuk nilai kuat tekan pada perbandingan 1 semen : 5 pasir dan 1 semen : 6 pasir mengalami kenaikan kuat tekan pada campuran abu serbuk kayu sebanyak 15% dengan nilai kuat tekan yaitu 8,8 MPa dan 5,12 MPa,. Dari hasil kuat tekan mortar yang didapat mortar tergolong mortar jenis N atau O.
Pengaruh Penambahan Bestmittel Sebanyak 0,4% dan Pengurangan Air 10% Terhadap Kuat Tekan Beton Novan, Andre; Ermiyati, Ermiyati; Morena, Yenita; ‘Audah, Safridatul; Wahyuni, Widya; Gussyafri, Haji; Fakhri, Fakhri
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.310

Abstract

Salah satu aditif pada beton adalah Bestmittel dimana termasuk bahan tambah golongan type E (water reducing and accelerating admixture) yang berfungsi mempercepat pengerasan, mengurangi pemakaian air dan meningkatkan workability. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Bestmittel terhadap kuat tekan beton dan mengetahui persentase kenaikan kuat tekan beton normal terhadap kuat tekan beton Bestmittel dengan nilai koefisien menggunakan Peraturan Beton Indonesia (PBI 1971). Benda uji berbentuk silinder dan jumlah 30 buah, variasi umur pengujian beton yaitu 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Variasi dosis penambahan Bestmittel yang digunakan 0,4% dari jumlah semen, serta pengurangan jumlah air 10%. Hasil pengujian kuat tekan beton normal pada umur 28 hari sebesar 25,653 MPa dan kuat tekan beton Bestmittel sebesar 29,615 MPa. Persentase kuat tekan beton Bestmittel umur 14 hari sudah mencapai sebesar 96%. Berdasarkan nilai Koefesian PBI 1971 bahwa kuat tekan beton mencapai 100% jika umur beton 28 hari, sedangkan Beton menggunakan bahan tambah Bestmittel pada umur 21 hari dan 28 hari berturut-turut 105% dan 115%. Hal ini membuktikan bahwa dengan penambahan aditif Bestmittel 0,4% dan pengurangan jumlah air 10% meningkatkan kuat tekan beton, dan mempercepat proses pengerasan beton di umur muda dengan arti bahwa Bestmittel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton.
Modeling Banjir di DAS Mikro Menggunakan EPA SWMM 5.2 Untuk Mendukung Manajemen Drainase Kota Suprayogi, Imam; Nurdin; Bochari; Audah, Safridatul; Gussyafri, Haji; Ermiyati; Azmi, Nuzulul; Mubarak
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.341

Abstract

Permasalahan utama pada saluran drainase di Kota Pekanbaru adalah kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan ke dalam saluran drainase serta membiarkan endapan sedimen menumpuk yang berpotensi menyebabkan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting saluran drainase serta memberikan solusi untuk mengatasi genangan dengan melakukan perubahan dimensi saluran drainase di Jalan Soebrantas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi model EPA-SWMM 5.2 yang menjadi kunci untuk memahami dinamika hidrologi dan hidraulika serta merancang solusi efektif guna meningkatkan kapasitas sistem drainase dan mengurangi risiko banjir. Data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa data curah hujan dan peta topografi yang diperoleh dari BWS Wilayah III, Pekanbaru. Data curah hujan yang digunakan merupakan data selama 10 tahun terakhir, mulai dari tahun 2014 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi saluran drainase di Jalan Soebrantas mampu memberikan solusi melalui proses simulasi model dengan mengubah kedalaman saluran menjadi 1,5 meter sehingga dimensi baru saluran drainase mampu menampung kapasitas aliran.
Penambahan Zat Aditif Bestmittel Dengan Dosis 0,5% dan Pengaruhnya Terhadap Kuat Tekan Beton Salsabilla, Salsabilla; Ermiyati, Ermiyati; Gussyafri, Haji; Novan, Andre; Nurdin, Nurdin
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.409

Abstract

Concrete is one of the main construction materials widely used in infrastructure development due to its high compressive strength and good durability. However, achieving optimum compressive strength in concrete requires a relatively long curing time, around 28 days. To overcome this issue, additives such as Bestmittel are used, which function to accelerate the hardening process and increase the compressive strength of concrete at an early age. This study aims to determine the effect of adding 0.5% Bestmittel on the compressive strength of concrete at curing ages of 3, 5, 7, 15, and 28 days. The specimens used were cylindrical with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm, and three samples were prepared for each variation. Based on the test results, the compressive strength of normal concrete at 28 days was 26.31 MPa, while the compressive strength of concrete with Bestmittel at 3, 5, 7, 15, and 28 days was 20.47 MPa, 25.65 MPa, 25.94 MPa, 27.63 MPa, and 32.16 MPa, respectively. At 7 days, concrete with Bestmittel almost reached the strength of normal concrete at 28 days, with a percentage of 98.58%, and at 15 and 28 days it exceeded the strength of normal concrete with percentages of 105.03% and 122.24%, respectively. The results show that the addition of 0.5% Bestmittel is effective in accelerating early-age strength gain, making it highly suitable for use in construction projects that require high strength within a relatively short time.