Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Es Krim Homemade Sederhana di Desa Taba Air Pauh Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang Nurwidiyani, Ria; Angasa, Eka; Sutanto, Teja Dwi; Arman, Etriyanto
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v5i1.41437

Abstract

Pelatihan pembuatan es krim homemade sederhana di Desa Taba Air Pauh Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang telah dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kimia sederhana serta pelatihan pembuatan es krim untuk anak-anak dan ibu rumah tangga. Es krim termasuk kedalam produk olahan susu yang digemari masyarakat karena memiliki nilai gizi yang tinggi. Meskipun begitu penggunaan bahan tambahan pangan pada es krim harus diwaspadai karena apabila dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu pada pengabdian ini peserta diberikan pelatihan tentang pembuatan es krim homemade yang aman untuk dikonsumsi melalui metode ceramah dan praktek langsung. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta telah memahami proses pembuatan es krim homemade serta manfaatnya. Diharapkan kegiatan ini memberikan pengetahuan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat disekitar Desa Taba Air Pauh Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang
Preparasi Partikel Emas (Au) Menggunakan Ekstrak Buah Senduduk Bulu (Clidermia Hirta L) dalam Air sebagai Medium Sintesis Liesaiani Daefisal, Octakireina; Dama Yanti, Demi; Mahendra, I Putu; Alvin Reagen, Muhamad; Arman, Etriyanto; Yudha S, Salprima
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i1.41466

Abstract

Ekstrak buah Clidemia hirta telah dipilih sebagai mitra reaksi dengan senyawa kloroaurat dalam reaksi yang menghasilkan nanopartikel emas. Ekstrak buah Clidemia hirta diperoleh dengan cara sederhana yaitu dengan memanaskan buah dalam air demineralisasi pada suhu 70 ºC. Ekstrak yang diperoleh dicampur dengan larutan yang mengandung ion emas pada suhu kamar. Reaksi berlangsung cepat, ditunjukkan dengan perubahan warna ekstrak yang cepat ketika ditambahkan tetes demi tetes ke dalam larutan ion emas. Berdasarkan analisis Transmission Electron Microscope (TEM) ukuran partikel berada di antara ukuran nano dan mikro. Hasil analisis menggunakan particle size analyzer (PSA) menunjukkan bahwa kondisi saat ini memberikan rata-rata ukuran partikel sebesar 121 nm.
PHYTOCHEMICAL PROFILE AND ANTIBACTERIAL POTENTIAL OF METHANOL EXTRACTS OF Artocarpus kemando MIQ. BRANCH BARK AGAINST Bacillus subtilis Andini, Vicka; Dwiwibangga, Yoravika; Arman, Etriyanto; Elfia, Mega
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/indonesian.v8i2.92461

Abstract

Artocarpus kemando Miq., a member of the Moraceae family, is found in tropical regions of Indonesia, including Karang Anyar, South Lampung. This study aimed to qualitatively analyze the phytochemical content and evaluate the antibacterial activity of the methanol extract of Pudau branch bark against Bacillus subtilis. The extraction was performed using the maceration method with methanol as the solvent. Phytochemical screening was conducted in triplicate and revealed the presence of alkaloids, flavonoids, terpenoids, and saponins, while steroids were absent. Antibacterial activity was assessed in triplicate using the paper disc diffusion method, with results showing moderate activity of the extract, indicated by an average inhibition zone diameter of 10.33 mm. Statistical analysis using one-way ANOVA revealed a significant difference in the average inhibition zone diameters among the treatment groups (methanol extract, negative control, and positive control) with a p-value of 0.000. Tukey HSD post hoc analysis confirmed that the methanol extract exhibited significantly higher antibacterial activity than the negative control, but significantly lower than the standard antibiotic amoxicillin (22.67 mm). These results highlight the potential of A. kemando Miq. Branch bark extract is a natural antibacterial agent, although its efficacy remains lower than the standard antibiotic (amoxicillin).
Efek Temperatur dan Waktu Terhadap Total Kandungan Antioksida Dari 5 Jenis Tanaman Herbal dengan Metode Phenanthroline Termodifikasi Arman, Etriyanto; Yefrida, Y.; Refinel, R.
Jurnal Kimia Unand Vol. 12 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Departemen Kimia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jku.12.2.27-32.2023

Abstract

This research determines the effect of temperature, maceration time, extract storage time at room temperature and refrigerator temperature of the total antioxidant content in miana leaves (Plectranthus scutellarioides (L.)R. Br), papaya leaves (Carica papaya), rambutan leaves (Nephelium lappaceum), bay leaves (Eugenia polyantha) and green betel leaves (Piper betel L). The determination of total antioxidant content was carried out by modified phenanthroline method. Based on the research data. It was found that the optimum conditions for total antioxidant content in the samples above were at 100oC with 60 minutes of maceration time and without storage time of the extracted samples before being analyzed. The total antioxidant content of miana leaves, papaya leaves, rambutan leaves, bay leaves, and green betel leaves analyzed in the optimum conditions are 3.0865; 1.1554; 0.4641; 0.6764; and 3.3630 mmol Fe/g DW, respectively.
ADSORPTION STUDY OF LEAD (Pb²⁺) IONS USING CASSAVA PEEL BIOCHAR: EFFECT OF pH AND CONTACT TIME Elfia, Mega; Etriyanto Arman; Eduwin Saputra; Alfin Surya; Yoravika Dwiwibangga; Vicka Andini; Aidil Onasis; Nadya Br Debora
JURNAL KATALISATOR Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Katalisator, Volume 10 No 2 Oktober 2025
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v10i2.3484

Abstract

This study evaluates the adsorption performance of NaOH-activated cassava peel biochar (Manihot esculenta Crantz) for the removal of Pb²⁺ ions from aqueous solutions, with particular focus on the effects of solution pH and contact time. Cassava peel biochar was produced via pyrolysis at 180–350 °C and chemically activated using 0.1 M NaOH. Surface functional groups and morphology were characterized using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive X-ray (SEM–EDX). Batch adsorption experiments were conducted by varying solution pH (3–8) and contact time (30–120 min), while Pb²⁺ concentrations before and after adsorption were analyzed using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). The results showed that solution pH significantly affected Pb²⁺ adsorption, with the highest adsorption capacity of 9.94 mg/g achieved at pH 5. Contact time also influenced adsorption performance, and the optimum condition was obtained at 90 min, yielding a maximum adsorption capacity of 9.94 mg/g. These findings indicate that NaOH-activated cassava peel biochar exhibits stable and effective Pb²⁺ adsorption under slightly acidic conditions and moderate contact time, highlighting its potential as a low-cost and environmentally friendly adsorbent for Pb²⁺ removal from contaminated wastewater.
Pengaruh Waktu Kontak dan Studi Kinetika Adsorpsi Crystal Violet oleh Adsorben Ampas Kelapa (Cocos nucifera L) Arman, Etriyanto; Vicka Andini; Yoravika Dwiwibangga; Mega Elfia
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i2.47116

Abstract

Pencemaran perairan oleh zat warna sintetis seperti kristal violet merupakan permasalahan lingkungan yang serius karena sifatnya yang toksik, persisten, dan sulit terurai secara biologis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu kontak dan mempelajari kinetika adsorpsi kristal violet menggunakan adsorben limbah ampas kelapa yang telah diolah menjadi karbon. Studi kinetika dilakukan dengan memvariasikan waktu kontak antara adsorben dan larutan kristal violet menggunakan massa 0,2 gram dengan konsentrasi kristal violet 50 ppm. Konsentrasi kristal violet sisa dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data kinetika adsorpsi dianalisis menggunakan model kinetika orde satu semu dan orde dua semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak optimum diperoleh pada 40 menit dengan kapasitas adsorpsi sebesar 4,83mg/g dan persen adsorpsi sebesar 96,63%. Analisis studi kinetika memperlihatkan bahwa model orde dua semu memberikan kesesuaian yang lebih baik terhadap data eksperimental, ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,999 yang lebih tinggi dibandingkan model orde satu semu sebesar 0,7876.
Pelatihan Pembuatan Permen Jelly Jeruk Kalamansi di Desa Panca Mukti Sebagai Imunomodulator Dominica, Dwi; Handayani, Dian; Yona Harianti Putri; Etriyanto Arman; Denty Safitri; Mutia Annisa Putri Pin Saadin; Susan Jaya Mutiara M Nur; Elsya Agustina; Lathifa Olivia Adeshi; Amanda Gusti Fatika
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v5i2.44735

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh Desa Panca Mukti yang memiliki akses dekat terhadap perkebunan jeruk kalamansi tetapi pemanfaatannya masih terbatas, padahal buah ini kaya vitamin C dan berpotensi sebagai imunomodulator alami. Masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu PKK, membutuhkan inovasi olahan berbasis bahan lokal yang tidak hanya meningkatkan kesehatan tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jeruk kalamansi menjadi permen jelly herbal sebagai produk nutrasetikal peningkat daya tahan tubuh. Pelatihan dilaksanakan selama dua jam (10.00–12.00 WIB) dan diikuti oleh 26 peserta melalui penyampaian materi edukatif serta praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 74,58% dan post-test meningkat menjadi 95,36%. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta munculnya peluang pemanfaatan potensi lokal menjadi produk fungsional dan bernilai ekonomis. Selain mendorong inovasi masyarakat, kegiatan ini juga berkontribusi pada upaya peningkatan kesehatan preventif melalui pemanfaatan bahan alam lokal yang bersifat imunomodulator.
Inovasi Teknologi Pembuatan VCO dengan Metode Dingin: Solusi Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Non-Produktif Desa Panca Mukti Okta, Fauzia Noprima; Arman, Etriyanto; Yesika, Relin; Hardiansyah, Yopan; Putri, Firda Vemilia
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8120

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak yang dihasilkan dari olahan daging kelapa. VCO memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai kardioprotektif, hipolipidemik, hepatoprotektif, anti-virus, dan imunomodulator. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan VCO dengan penerapan teknologi yang dapat menghasilkan VCO berkualitas secara efektif dan efisien. Mesin parut peras “2-in-1” digunakan untuk memarut dan memeras santan kelapa dalam satu kali proses. Mesin sentrifugasi VCO digunakan untuk memisahkan VCO dari blondo dan air. Pengemasan VCO dilakukan dengan memasukkan VCO ke dalam botol plastik dengan volume 100 mL menggunakan mesin filling automatic. Minyak kelapa atau VCO yang dihasilkan tidak berwarna /jernih, memiliki tekstur seperti minyak, dan tidak berbau tengik karena tidak melewati proses fermentasi. Penerapan teknologi (mesin parut peras “2-in-1”), dan mesin sentrifugasi mampu menghasilkan VCO yang berkualitas karena tidak melewati proses pemanasan.