Luluk Eka Meylawati
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pendampingan skrining pertumbuhan dan perkembangan sebagai pendeteksian dini pada anak usia prasekolah Anggraeni, Fitri; Meylawati, Luluk Eka; Astuti, Harwina Widya
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i5.1157

Abstract

Background: National development is essentially the development of the whole person. Efforts to develop the whole person must begin as early as possible, namely from the time a person is still in the womb and during infancy. Child development services play a crucial role, as early detection of developmental disorders allows for appropriate intervention. Delayed detection and intervention of developmental disorders can hinder a child's development and reduce the effectiveness of therapy. Purpose: To provide knowledge on conducting growth and development screening in preschool children. Methods: This community service activity was conducted at Angkasa 1 Kindergarten, Jakarta, targeting preschool-aged children. It involved 60 second-year students from the Diploma III Nursing Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Suryaya (UNSURYA), and teachers at Angkasa 1 Kindergarten. Participants for the growth screening were 54 children present at school on the day of the community service activity. The developmental screening used a Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP) instrument adapted to the children's age. The implementation of the Growth and Development Screening Assistance program in Early Detection in Preschool Children is designed holistically to ensure that early detection is carried out effectively. Results: The mean age of respondents was 63.0 months with a standard deviation of 9.10 months, ranging from 37 to 75 months. The majority of respondents (25) were in the 61-72 month range (46.3%), with a majority of males (29) being male (53.7%), and the majority of growth measurement results were in the good nutritional status category (42) (77.8%). Conclusion: The community service activity provided significant benefits for students, teachers, and children. Students had the opportunity to directly implement the child growth and development screening process. For teachers, this activity provided understanding and improved skills in conducting growth and development screening for preschool children. Keywords: Early detection; Growth and development; Preschool children; Screening Pendahuluan: Pembangunan nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia seutuhnya. Upaya membangun manusia seutuhnya harus dimulai sedini mungkin, yakni sejak manusia itu masih berada dalam kandungan dan semasa balita. Pelayanan tumbuh kembang anak memiliki peran yang sangat penting, karena deteksi dini terhadap kelainan tumbuh kembang memungkinkan pemberian intervensi yang tepat. Jika kelainan tumbuh kembang terlambat dalam pendeteksian dan intervensi, maka hal ini dapat menghambat perkembangan anak dan mengurangi efektivitas terapi. Tujuan: Memberikan pengetahuan dalam melakukan skrining pertumbuhan dan perkembangan pada anak prasekolah. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TK Angkasa 1 Jakarta dengan sasaran anak-anak usia prasekolah yang melibatkan 60 mahasiswa tingkat 2 dari Program Studi Diploma III Keperawatan FIKES UNSURYA serta guru-guru di TK Angkasa 1 Jakarta. Peserta untuk skrining pertumbuhan adalah 54 anak yang hadir di sekolah pada hari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melakukan skrining perkembangan menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang disesuaikan dengan usia anak. Pelaksanaan program Pendampingan Skrining Pertumbuhan dan Perkembangan dalam Pendeteksian Dini pada Anak Usia Prasekolah dirancang secara holistik untuk memastikan deteksi dini dilakukan secara efektif. Hasil: Mendapatkan usia rata-rata responden adalah 63.0 bulan dengan standar deviasi 9.10 bulan dalam rentang 37-75 bulan. Sebagian besar usia responden dalam rentang 61-72 bulan sebanyak 25 (46.3%), mayoritas berjeniskelamin laki-laki sebanyak 29 (53.7%) dan sebagian besar hasil pengukuran aspek pertumbuhan dalam kategori status gizi baik sebanyak 42 (77.8% Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa, guru, dan anak-anak. Mahasiswa berkesempatan untuk mengimplementasikan secara langsung proses skrining pertumbuhan dan perkembangan anak. Bagi guru, kegiatan ini memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan dalam melakukan skrining pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah.
Efektivitas Kompress Hangat dan Daun Kol Terhadap Penurunan Nyeri Payudara pada Ibu Post Partum Pratiwi, Nanda Mega; Luluk Eka Meylawati; Wahyuni Dwi Rahayu
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/f14ftj62

Abstract

Nyeri payudara pada ibu post partum sering disebabkan oleh bendungan ASI, yang menimbulkan pembengkakan dan ketidaknyamanan, serta berpotensi menghambat proses menyusui dan menimbulkan komplikasi seperti mastitis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas kompres hangat dan daun kol sebagai metode nonfarmakologis dalam mengurangi nyeri payudara. Studi kasus deskriptif dilakukan pada dua subjek dengan intervensi selama tiga hari, dua kali sehari. Pengukuran nyeri menggunakan skala numerik sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan nyeri pada kedua subjek: subjek 1 dari skala 3 menjadi 0, dan subjek 2 dari skala 4 menjadi 0. Temuan ini mendukung efektivitas kompres hangat dan daun kol dalam mengatasi nyeri payudara secara aman dan mudah diterapkan. Studi ini memberikan kontribusi dalam praktik keperawatan berbasis bukti, serta dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat dalam memahami alternatif penanganan nyeri. Penulis berharap temuan ini mendorong pengembangan intervensi keperawatan yang lebih komprehensif dan penelitian lanjutan di masa mendatang. Breast pain is a common issue experienced by postpartum mothers due to breast milk engorgement, leading to swelling and discomfort. This condition can hinder the breastfeeding process and increase the risk of complications such as mastitis. One non-pharmacological approach to reduce pain and swelling is the application of warm compresses and cabbage leaves. This study aims to identify the effectiveness of warm compresses and cabbage leaves in alleviating breast pain in postpartum mothers. A descriptive case study was conducted on two subjects who received the intervention for three days, twice daily. Pain levels were measured using a numeric scale before and after the intervention. The results showed a gradual decrease in pain in both subjects: subject 1 experienced a reduction from a pain scale of 3 to 0, and subject 2 from 4 to 0. These findings indicate that warm compresses and cabbage leaves are effective non-pharmacological methods for relieving breast pain in postpartum mothers. This study is expected to contribute significantly to nursing practice, especially in implementing safe, effective, and practical alternatives for pain management. Furthermore, the findings may serve as a valuable reference for healthcare professionals, students, and the general public, and provide a basis for developing more comprehensive nursing interventions and future research.
Implementasi Teknik Relaksasi Foot Massage Untuk Mengurangi Nyeri Pada Ibu Post Partum tri; Luluk Eka Meylawati; Wahyuni Dwi Rahayu
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/zkm5v433

Abstract

Nyeri merupakan keluhan umum yang dialami oleh ibu post-sectio caesarea, salah satunya disebabkan oleh efek anestesi epidural dan luka insisi. Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri dapat mengganggu proses pemulihan, menghambat pemberian ASI, serta menurunkan kualitas hidup ibu postpartum. Berdasarkan studi pendahuluan di RSAU dr. Esnawan Antariksa, 80% ibu post-sectio caesarea mengeluhkan nyeri sedang, namun belum mengetahui terapi nonfarmakologis seperti foot massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi foot massage dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu post-sectio caesarea. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan dua subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi skala nyeri numerik (NRS) dan dilakukan selama tiga hari. Intervensi foot massage diberikan dua kali sehari selama 20 menit. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada subjek I dari skala 6 menjadi 2 dan subjek II dari skala 7 menjadi 3. Temuan ini mengindikasikan bahwa foot massage efektif sebagai metode terapi nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri. Terapi ini optimal dilakukan satu jam setelah pemberian analgesik. Diharapkan terapi ini dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien maupun keluarga sebagai bagian dari manajemen nyeri holistik pasca persalinan.\   Pain is a common complaint experienced by post-cesarean section mothers, often caused by the effects of epidural anesthesia and surgical incisions. If not properly managed, pain can interfere with recovery, hinder breastfeeding, and reduce postpartum quality of life. A preliminary study at RSAU dr. Esnawan Antariksa showed that 80% of post-cesarean mothers experienced moderate pain but were unfamiliar with non-pharmacological therapies such as foot massage. This study aimed to evaluate the effectiveness of foot massage relaxation techniques in reducing pain intensity in post-cesarean mothers. The research employed a descriptive case study design involving two subjects who met the inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a Numeric Rating Scale (NRS) pain observation sheet. The intervention was conducted over three days, with foot massage administered twice daily for 20 minutes. Results indicated a reduction in pain levels: subject I experienced a decrease from scale 6 to 2, and subject II from scale 7 to 3. These findings suggest that foot massage is effective as a non-pharmacological therapy in reducing pain intensity. The therapy was most optimal when performed one hour after analgesic administration. It is recommended that this intervention be practiced independently by patients or family members as part of a holistic postpartum pain management strategy.
Pijat Laktasi Untuk Meningkatan Produksi ASI pada Ibu Postpartum : Studi Kasus di RSAU dr. Esnawan Antariksa novita rahmadani, fadila; Wahyuni Dwi Rahayu; Luluk Eka Meylawati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/4v46hh10

Abstract

Masa post partum merupakan periode penting yang ditandai dengan adaptasi fisiologis dan psikologis, termasuk proses menyusui. ASI adalah cairan nutrisi utama bagi bayi, dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sangat dianjurkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pijat laktasi terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Penelitian dilakukan selama 3 hari, dengan pelaksanaan pijat laktasi satu kali per hari selama ±15 menit. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 2 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan meliputi standar prosedur operasional pijat laktasi, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan produksi ASI setelah intervensi. Pada subjek 1, produksi ASI meningkat dari 0,05 ml menjadi 32 ml, sedangkan pada subjek 2 meningkat dari 1 ml menjadi 40 ml. Hal ini menunjukkan bahwa pijat laktasi efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan untuk mendukung keberhasilan menyusui.   The postpartum period is an important phase characterized by physiological and psychological adaptation, including the breastfeeding process. Breast milk is the main source of nutrition for infants, and exclusive breastfeeding for the first six months is highly recommended. This study aims to determine the effectiveness of lactation massage on breast milk production in postpartum mothers. The research was conducted over 3 days, with lactation massage performed once a day for approximately 15 minutes. The subjects of this study consisted of 2 individuals selected based on inclusion and exclusion criteria. The instruments used included standard operational procedures for lactation massage, observation sheets, and interviews. The results showed an increase in breast milk production after the intervention. In subject 1, breast milk production increased from 0.05 ml to 32 ml, while in subject 2 it increased from 1 ml to 40 ml. This indicates that lactation massage is effective in increasing breast milk production in postpartum mothers. This finding is expected to serve as an alternative nursing intervention to support breastfeeding success.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Tentang Flour Albus Terhadap Tingkat Pengetahuan Luluk Eka Meylawati; Fitri Anggraeni; Isnita Dewi Fortuna
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 1: Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/7v6eq255

Abstract

Keputihan merupakan gangguan reproduksi yang sering dianggap tidak berbahaya atau sebagai suatu hal yang normal namun pada kenyataannya keputihan dapat bersifat normal (fisiologis) dan juga abnormal (patologis). Keputihan mempunyai dampak yang berbahaya bagi remaja yaitu infeksi, penyakit radang panggul, infertilitas, dan gangguan psikologis. Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja meliputi beberapa hal yaitu penggunaan cairan pembersih vagina, celana ketat, personal hygiene dan pemakaian panty liner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan Kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang Flour Albus. Desain penelitian ini adalah eksperimen. Jumlah sampel sebanyak 35 orang. Data penelitian berupa tingkat pengetahuan responden tentang Flour Albus. Analisis data mengunakan analisis bivariat dengan menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang Flour Albus (p value = 0,000). Diharapkan bagi tenaga kesehatan melakukan Tindakan promotive dan preventif antara lain dengan memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Flour Albus. Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan tentang Flour Albus.
Implementasi Pemberian Air Teh Hijau Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi Pada Remaja di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Bunga Uum Khairunnisa; Luluk Eka Meylawati; Wahyuni Dwi Rahayu
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/68kxq221

Abstract

Banyak remaja wanita yang mengalami permasalahan terkait menstruasi salah satunya adalah dismenorea. Masalah yang dirasakan biasanya munculnya kram di area perut bawah yang kemudian menyebar ke bagian punggung. Cara alami untuk mengurangi nyeri yang disebabkan oleh dismenorea salah satunya dengan mengkonsumsi air teh hijau. Tujuan Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian air teh hijau terhadap penurunan dismenorea. Penelitian  dilakukan  pada  mahasiswi  Fakultas Ilmu Kesehatan Unversitas Dirgantara Marsekal Suryadarma dengan rancangan penelitian studi kasus deskriptif. Subjek yang diambil dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan menggunakan 2 sample penelitian. Hasil studi kasus sebelum pemberian air teh hijau pada subjek 1 dan 2 dengan skala 6. Setelah pemberian air teh hijau pada subjek 1 dengan skala 1 dan subjek 2 dengan skala 2. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah air teh hijau dengan dosis 2,4 gram / 200 ml diminum pada pagi dan sore hari dapat menurunkan skala nyeri menstruasi dan dianjurkan kepada wanita yang mengalami nyeri dengan skala nyeri ringan – sedang.
Efektivitas Terapi Kompres Bawang Merah dan Breast care Terhadap Penurunan Nyeri Payudara Pada Ibu Nifas Aquila Puteri Cania; Wahyuni Dwi Rahayu; Luluk Eka Meylawati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/mbx0az48

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting dalam pemulihan pasca persalinan, di mana ibu sering mengalami nyeri payudara akibat bendungan ASI. Keluhan ini dapat menghambat proses menyusui dan mengganggu kenyamanan ibu. Terapi non-farmakologis seperti kompres bawang merah dan breast care dinilai efektif dalam mengurangi nyeri payudara Penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada dua ibu nifas dengan keluhan nyeri payudara. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan kombinasi terapi kompres bawang merah dan breast care. Pengukuran skala nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua subjek. Subjek I mengalami penurunan nyeri dari skala 4 menjadi 1, dan subjek II dari skala 5 menjadi 2. Kompres bawang merah dan breast care efektif dalam menurunkan nyeri payudara pada ibu nifas, serta dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan non-farmakologis yang aman dan sederhana. Nyeri payudara pasca nifas akibat bendungan ASI dapat diatasi secara efektif dengan kompres bawang merah (anti inflamasi, analgesik, 15-30 menit) dan breast care (stimulasi ASI, cegah sumbatan, pijatan dan kompres hangat/dingin 5 menit). Studi kasus tiga hari ini menunjukkan penurunan nyeri signifikan pada kedua subjek, peningkatan pengetahuan, dan kepuasan tinggi, menjadikannya alternatif keperawatan non-farmakologis yang aman dan efektif.   The postpartum period is a crucial phase in recovery after childbirth, during which mothers often experience breast pain due to breast milk engorgement. This complaint can hinder the breastfeeding process and affect maternal comfort. Non-pharmacological therapies such as onion compresses and breast care are considered effective in reducing breast pain. This research used a descriptive case study involving two postpartum mothers with complaints of breast pain. The intervention was conducted over three days using a combination of onion compress and breast care therapy. Pain levels were measured before and after the intervention using the Numerical Rating Scale (NRS). The results showed a decrease in pain levels in both subjects. Subject I experienced a reduction from a pain scale of 4 to 1, and Subject II from 5 to 2. Onion compress and breast care were effective in reducing breast pain in postpartum mothers and can serve as a safe and simple alternative non-pharmacological nursing intervention. Breast pain after childbirth due to breast engorgement can be effectively alleviated with red onion compress (anti-inflammatory, analgesic, 15-30 minutes) and breast care (breast milk stimulation, clog prevention, massage, and warm/cold compresses for 5 minutes). This three-day case study showed a significant reduction in pain for both subjects, increased knowledge, and high satisfaction, making it a safe and effective non-pharmacological nursing alternative.  
Efektivitas Aromaterapi Lemon dalam Mengurangi Nyeri Dismenorea pada Remaja Ajeng Putri Salsabil; Meylawati, Luluk Eka; Rahayu, Wahyuni Dwi
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan (Impress)
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/cyvena72

Abstract

Dismenorea adalah keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas, kualitas tidur, serta konsentrasi. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas aromaterapi lemon dalam menurunkan tingkat nyeri dismenorea pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua subjek yang mengalami dismenorea ringan hingga sedang, dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma pada bulan April hingga Mei 2025. Intervensi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lemon melalui diffuser berisi 3 tetes minyak esensial lemon, 2×/hari selama 2 hari. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan skala nyeri subjek I menurun dari 6 menjadi 0, dan subjek II dari 5 menjadi 2 setelah intervensi. Penurunan nyeri menunjukkan bahwa aromaterapi lemon dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk mengurangi nyeri menstruasi. Karena jumlah subjek sangat terbatas, penelitian ini memiliki keterbatasan dan tidak dapat digeneralisasi. Namun demikian, hasil ini memberikan gambaran awal mengenai potensi aromaterapi lemon dalam penanganan dismenorea.   Dysmenorrhea is a common menstrual pain complaint among adolescent girls and can disrupt activities, sleep quality, and concentration. One non-pharmacological therapy that can be used is lemon aromatherapy. This study aims to determine the effectiveness of lemon aromatherapy in reducing dysmenorrhea pain levels in adolescents. This research method used a descriptive case study design with two subjects experiencing mild to moderate dysmenorrhea, selected through inclusion and exclusion criteria. The study was conducted at the Faculty of Health Sciences, Marshal Suryadarma Air Force University from April to May 2025. The intervention was carried out by administering lemon aromatherapy through a diffuser containing 3 drops of lemon essential oil, 2x/day for 2 days. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS). The results showed that subject I's pain scale decreased from 6 to 0, and subject II's from 5 to 2 after the intervention. The decrease in pain indicates that lemon aromatherapy can be used as a complementary therapy to reduce menstrual pain. Due to the very limited number of subjects, this study has limitations and cannot be generalized. However, these results provide an initial overview of the potential of lemon aromatherapy in the treatment of dysmenorrhea.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI PADA ORANG TUA Luluk Eka Meylawati; Fitri Anggraeni; Ridho Fidrajaya
Afiat Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4604

Abstract

Fenomena di masyarakat sekarang ini adalah maraknya kasus pelecehan seksual pada anak usia dini seperti kekerasan dan penyimpangan seks, hal tersebut terjadi salah satunya karena kurangnya pendidikan seks dari orang tua pada anak, jika orang tua mendidik anaknya dengan baik maka anak tersebut akan tumbuh menjadi pribadi yang baik maupun sebaliknya dan hal tersebut harus dibarengi oleh sikap dan tingkat pengetahuan orang tua yang baik pula. Tujuan Penelitian untuk untuk mengetahui analisis pengetahuan dan sikap tentang pendidikan seks anak usia dini pada orang tua. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Jumlah sampel sebanyak 49 responden orang tua anak yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis yang digunakan univariat untuk mengetahui frekuensi variabel yang tekait. Hasil Penelitian uji statistik didapatkan hasil analisis univariat jumlah responden terbanyak dengan umur 30-34 tahun (30,61%), pendidikan terakhir didominasi lulusan sarjana (51%), jenis media yang sering digunakan media elektronik (61,22%), sikap positif yang dimiliki responden sebanyak (51%) dan negatif (49%). Tingkat pengetahuan responden yang baik sebanyak (95,9%), cukup sebanyak (4,1%) dan (0%) untuk yang kurang. Simpulan sebagian besar orang tua memiliki sifat yang positif dan mayoritas orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pendidikan seks anak usia dini.