Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The effect of composition purple sweet potato flour (Ipomoea batatas L.) and wheat on the physical, chemical and sensory properties in cookies Rahmalia, Rekha Rizky; Yuliani, Ririn; Yuanda, Afifah Nurfadyah Islami Yuanda; Khoerunnisa, Farah; Sari, Yuli Perwita
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 4 No. 2 (2024): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v4i2.5820

Abstract

Cookies are a type of biscuit made from soft dough, high in fat content, relatively crispy when broken, and have a dense cross-sectional texture. The significantly increasing data on wheat flour consumption indicates a very high level of dependence on wheat flour. This is due to the high number of processed food products using wheat flour, necessitating the utilization of flour from local raw materials to explore local potential, one of which is by partially replacing wheat flour with purple sweet potato flour. The aim of this study was to determine the effect of adding purple sweet potato flour on the physical, chemical, and sensory properties of cookies. An experimental method was used with a Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. The formulations used in making cookies with substitution of purple sweet potato flour and wheat flour were (100:0, 90:10, 80:20). Parameters measured included moisture content, protein content, texture, color, and sensory acceptance. The results of data analysis and sensory analysis using Analysis of Variance (ANOVA) showed that the ratio of purple sweet potato flour to wheat flour significantly affected the protein content, color, and texture of cookies. However, it did not significantly affect the moisture content and sensory properties of cookies. The most preferred sample was the 90:10 treatment. Nutritional content: 2.12% moisture content, and 28.10% protein content. Keywords: Cookies, purple sweet potato flour, wheat flour
PENINGKATAN KUALITAS SIFAT FISIK DAN KADAR KLOROFIL DARI PASTA PANDAN MELALUI VARIASI KONSENTRASI ZnCl2 SEBAGAI MEDIA EKSTRAKSI DAN JENIS BAHAN PENGISI Sari, Yuli Perwita; Wijaya, Nawangsari Rahma; Nikmah, Miftahul; Afifah, Zahrotul Umah Fifin; Sofiani, Nur Aida; Suryani, Chatarina Lilis
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2024): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v8i1.4676

Abstract

Pewarna makanan adalah bahan tambahan pangan yang ketika ditambahkan atau diaplikasikan pada pangan mampu memberi atau memperbaiki warna. Selain memiliki aroma yang khas, pandan juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Namun, pewarna makanan alami memiliki stabilitas warna yang kurang baik karena sifat pigmennya yang mudah terdegradasi sehingga tidak optimal dalam memberikan warna pada produk pangan. Dengan demikian diperlukan suatu produk pasta pandan yang memiliki kestabilan baik. Pembentukan kompleks Zn-klorofil diketahui dapat menjaga kestabilan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ZnCl2 sebagai media ekstraksi; gum arab dan maltodekstrin sebagai bahan pengisi pada pembuatan pasta pandan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial yaitu penambahan konsentrasi ZnCl2 0, 500, 750, 1000 ppm dan penggunaan variasi rasio gum arab dan maltodekstrin yakni 0:2, 1:1, 2:0 (b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi ZnCl2 dan penggunaan variasi bahan pengisi berpengaruh secara nyata terhadap kadar klorofil, kadar Zn total, serta uji warna pada sampel pasta pandan yang dihasilkan. Sampel terbaik diketahui sampel dengan perlakuan penambahan konsentrasi ZnCl2 1000 ppm dan penggunaan bahan pengisi berupa gum arab 20% (2:0) yang memiliki kadar klorofil sebesar 237,27 mg/g klorofil, dan kadar Zn total sebesar 173,19 mg/g. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ZnCl2 1000 ppm dan bahan pengisi berupa gum arab dapat menghasilkan pasta pandan dengan kualitas yang baik.
Pengaruh Jumlah Susu Skim Terhadap Sifat Kimia dan Mikrobiologi Yoghurt Susu Sapi Ansabila, Hilma Amanda; Agustine, Putri Lestiana; Toni; Aprilia, Nonic; Qosna, Nansya Musyafir; Sari, Yuli Perwita
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4343

Abstract

Yoghurt merupakan produk olahan susu menjadi minuman asam terfermentasi dengan penambahan kultur mikroorganisme yang terbuat dari starter bakteri asam laktat. Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan bakteri yang paling umum digunakan sebagai kultur starter pada proses fermentasi susu menjadi yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan skim terhadap sifat fisik, kimia (Kadar air, pH, Nilai total zat padat terlarut, gula reduksi dan gula total) dan mikrobiologi. Metode eksperimental digunakan dengan rancangan acak lengkap faktorial, melibatkan dua faktor: persentase susu (5% dan 7%) dan persentase gula (2% dan 2%). Parameter yang diukur meliputi kadar air, pH, kadar ZPT (Zat Padat Terlarut) , gula total, gula reduksi, total BAL (Bakteri Asam Laktat) dengan masing-masing 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diuji statistic dengan Univariate Analysis of Variance (ANOVA), jika ada beda nyata diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) a=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase susu skim dan penambahan gula yang sama, secara signifikan mengurangi gula reduksi (p<0,05). Kadar air dan total BAL meningkat seiring bertambahnya persentase susu skim, sementara total ZPT menurun. Kadar gula total tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan.