Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dan Tingkat Stress terhadap Kejadian Dysmenorrhea Pada Siswi SMPN 2 Palu Ayu, Sri Sukma; Elfiyunai, Ni Nyoman; Arfiah, Arfiah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36456

Abstract

Dysmenorrhea (Nyeri haid) merupakan kondisi medis yang ditandai dengan nyeri hebat pada perut bagian bawah, terjadi sebelum atau saat menstruasi. Salah satu faktor psikis penyebab dari dysmenorrhea adalah stres. Stres menyebabkan sistem endokrin terganggu sehingga menstruasi tidak teratur dan dapat memperburuk rasa sakit ketika dysmenorrhea. selain itu konsumsi makanan siap saji yang tinggi kandungan garam, lemak jenuh, dan gula dapat memicu proses inflamasi dalam tubuh, sehingga memperburuk gejala nyeri haid. Hasil pengamatan yang peneliti lakukan di lokasi penelitian, banyak siswi yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan mengalami stress berat sehingga menyebabkan nyeri haid pada saat menstruasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dan tingkat stress terhadap kejadian dysmenorrhea pada siswi SMPN 2 Palu. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 40 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Spearman-Rank, frekuensi mengkonsumsi makanan cepat saji terhadap kejadian dysmenorhhea memiliki nilai = p value < 0,02 dan frekuensi tingkat stress terhadap kejadian dysmenorrhea memiliki nilai = p < 0.03, secara statistik terdapat hubungan signigfikan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dan tingkat stress terhadap kejadian dysmenorhhea pada siswi SMPN 2 Palu. Ada hubungan kebiasaan konsumsi mkakanan cepat saji dan tingkat stress terhadap kejadian dysmenorrhea pada siswi SMPN 2 Palu.
Maternal Health Seeking Behavior from a Sociocultural Perspective: A Qualitative Ethnographic Study Arfiah Arfiah; Nurdin Rahman; Andi Mascundra Amir
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 8 No. 7 (2026): MEDICA (International Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v8i7.1117

Abstract

Maternal healthcare behavior is shaped by biomedical, sociocultural, familial, and traditional factors. However, despite improvements in maternal health programs in Indonesia, limited evidence exists on how sociocultural processes influence maternal healthcare decision-making among indigenous communities. This study aimed to explore the sociocultural influences on maternal healthcare behavior among the Kaili Indigenous community in Loru Village, Central Sulawesi, Indonesia. A qualitative ethnographic study was conducted in Loru Village, Sigi Biromaru District, Central Sulawesi, Indonesia, between January and June 2025, involving seven participants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth semi-structured interviews, participant observation, document review, and triangulation interviews and analyzed using thematic analysis. The findings demonstrated that maternal healthcare behavior was strongly influenced by collective family decision-making, sociocultural values, customary authority, and traditional beliefs. Furthermore, culturally responsive communication by midwives and collaboration with traditional birth attendants increased community acceptance of formal maternal healthcare services while respecting local cultural practices. These findings indicate that maternal healthcare behavior within the Kaili Indigenous community is a socially and culturally embedded process rather than an individual health decision. They further highlight the potential of culturally responsive maternal healthcare strategies that actively engage families, community leaders, and traditional birth attendants to improve maternal healthcare utilization and strengthen culturally appropriate service delivery in indigenous settings. Further research involving multiple indigenous communities, larger participant groups, and comparative ethnographic designs is warranted to confirm the transferability of these findings and broaden understanding of sociocultural influences on maternal healthcare behavior across diverse cultural contexts.
Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Diri Terhadap Pencegahan Keputihan (flour albus) Pada Remaja Putri Di SMAN 3 Kota Palu Adesia Alvionika; Ni Nyoman Elfiyunai; Arfiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5168

Abstract

Latar Belakang: Keputihan (flour albus) adalah masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri. Hasil wawancara di SMAN 3 Kota Palu menunjukkan banyak siswi belum memahami keputihan, dan hanya sedikit yang melakukan pencegahan seperti menjaga kebersihan diri. Jika tidak ditangani, keputihan dapat menyebabkan infertilitas dan kanker serviks. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan pada remaja putri di SMAN 3 Kota Palu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 566 siswi, dan sampel sebanyak 85 siswi kelas XI dan XII dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9,4% responden memiliki pengetahuan baik, 74,1% cukup, dan 16,5% kurang. Motivasi diri responden tergolong tinggi 52,9% dan rendah 47,1%, sedangkan pencegahan keputihan baik 71,8% dan buruk 28,2%. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan (p = 0,000 dan 0,001).Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan pada remaja putri di SMAN 3 Kota Palu. Semakin baik pengetahuan dan motivasi diri seseorang maka semakin baik pula pencegahan keputihan yang dilakukan.Saran: Perlu ditingkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja putri melalui program sekolah, penyuluhan, dan peran orang tua dalam memberikan informasi yang benar dan berkelanjutan tentang menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi.
Pengaruh ROM terhadap Risiko Jatuh Pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Mokopido Tolitoli : Penelitian Ida Muthi’ah; Suaib Suaib; Arfiah Arfiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5543

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas range of motion (ROM) terhadap risiko jatuh pada pasien post stroke non hemoragik di ruang rawat inap RSUD Mokopido Tolitoli. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi-experiment. Populasi dalam penelitian adalah pasien yang mengalami stroke non hemoragik selama Januari s.d September 2025 yang berjumlah 142 orang pasien. Sampel ditentukan dengan sampel minimal penelitian eksperimen yaitu 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko jatuh pada responden sebelum dilakukan intervensi ROM sebagian besar adalah resiko tinggi dan setelah dilakukan intervensi ROM sebagian besar adalah resiko rendah, sedangkan hasil uji statistik T Test diperoleh p value 0,000 <0,05. Terdapat pengaruh aktivitas range of motion (ROM) terhadap risiko jatuh pada pasien post stroke non hemoragik di ruang rawat inap RSUD Mokopido Tolitoli Bagi pihak RSUD agar menjadikan intervensi ROM sebagai bagian dari standar pelayanan rehabilitasi bagi pasien stroke.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENDIDIKAN IBU TERHADAP PEMBERIAN MP-ASI PADA BALITA 6 – 24 BULAN DI DESA BINANGGA KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI Arfiah Arfiah
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v8i2.1429

Abstract

Provision of MP-ASI in infants is one of the efforts to meet the nutritional needs of infants so that the baby can achieve optimal growth. Provision of MP-ASI in infants is the provision of foods or beverages containing nutrients in infants aged 6-24 months to meet the nutritional needs after exclusive breastfeeding. Factors that affect the provision of MP-ASI in children aged 6 to 24 months of maternal education, mother knowledge, mother attitude, and sources of information about the practice of giving breast milk. In theory, knowledge will determine a person's behavior. This study aims to analyze the relationship of knowledge, attitudes and education of mothers to the provision of MP-ASI in toddlers 6 - 24 months in Binangga Village Marawola District Sigi District. The type of this research is analytic research with cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had 6-24 months children in Binangga Village Marawola District Sigi Regency amounted to 104 people. The sample size is calculated based on the proportion estimation with the sample number of 50 people. Research data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The result of the research shows that from 50 respondents most are mothers who have good knowledge about the provision of complementary foods of breastfeeding in children under five toddlers 6 to 24 months 76.0%, have attitude accept 76.0%, low education is 52% . Result of Fisher's Exact test of knowledge, attitudes obtained p value = 0.000 and Chi Square test results p = 0.003 value (< 0.05), this means statistically there is a statistically significant relationship between knowledge, attitude and education of mother with accuracy provision of MP-ASI. Conclusion: there is a meaningful relationship between knowledge, attitude and education of mother with the accuracy of giving of MP-ASI.