Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMMUNOSTIMULATORY EFFECT OF VITAMIN C ON MICE INDUCED BY STAPHYLOCOCCUS AUREUS Khairani, Iffa Afiqa; Riana, Elisa Nurma; Maretta, Gres; Azizah, Najla Nur; Putri, Isnaini Anggraini; Maruli, Berkat Afni; Mulyadi, Salsa Pratiwi; Antonius, Antonius
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v1i2.1636

Abstract

Several compounds that can boost immune activity (immunostimulatory) include vitamin E, curcumin, flavonoids, and vitamin C. In this study, ascorbic acid or vitamin C, was used as one method to enhance the immune system. This study aims to determine the immunostimulatory effect of vitamin C on the phagocytosis activity of macrophages in mice induced by Staphylococcus aureus. The mice were divided into two groups: the control group, which received 0.3 ml of distilled water orally, and the treatment group, which received 0.036 mg/g BW of vitamin C orally for 14 days. On the 15th day, each mouse was intraperitoneally induced with 0.5 mL of Staphylococcus aureus bacterial suspension and left for two hours. The phagocytic activity value represents the percentage of active macrophage cells among all macrophages observed. The result showed that the value of % phagocytic activity in the control group was 21.43% ± 7.92, whereas the % phagocytic activity in the treatment group was 48.31% ± 22.27. The group of mice given vitamin C 0.036 mg/g BW orally showed increased phagocytic activity compared to the control group mice. This shows that vitamin C has potential as an immunostimulator.
Aktivitas Penghambatan Bakteri Kitinolitik asal Limbah Pengolahan Udang Lampung terhadap Fusarium sp. dan Phytopthora sp. Suryanti, Erma; Chusniasih, Dewi; Mulyana, Jeane Siswitasari; Rahmah, Nadia; Mulyadi, Salsa Pratiwi; Istiadi, Khaerunissa Anbar
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i2.25907

Abstract

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti Fusarium sp. dan Phytophthora sp. merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas dan kegagalan panen tanaman hortikultura. Untuk mengatasi serangan OPT, petani melakukan pengendalian jamur patogen dengan menyemprotkan fungisida kimia. Namun, penggunaan fungisida sintesis/kimiawi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pencemaran serta resistensi pada OPT. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih aman dengan biokontrol menggunakan bakteri kitinolitik. Bakteri kitinolitik akan mendegradasi kitin pada dinding sel jamur secara spesifik sehingga jamur tidak dapat berkembang dan mengalami kematian. Pada studi ini, dilakukan proses isolasi bakteri kitinolitik dari limbah unit pengolahan udang wilayah Lampung sehingga memiliki potensi penemuan bakteri kitinolitik dengan aktivitas degradasi kitin yang berbeda. Isolat bakteri kitinolitik potensial akan diujikan efektivitasnya sebagai antifungi patogen pada kapang model Fusarium sp. dan Phytophthora sp. secara in vitro. 12 isolat asal limbah pengolahan udang diuji aktivitas kitinolitiknya dengan aktivitas kitinolitik 0,37 – 19,7. Isolat bakteri diketahui mampu menghambat pertumbuhan fungi dengan indeks penghambatan tertinggi oleh isolat  C.68 sebesar 60,5% terhadap Fusarium sp. dan isolat S6.3 sebesar 72,68% terhadap Phytopthora sp.