Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analysis Of A Green Economy-Based Digital Marketing Model Using Porter’s Five Forces Model On Micro, Small, And Medium Enterprises (Msmes) In Border Areas Usman, Usman; Siokalang, Maria Angela; Rahmadi, Riski; Manggu, Blasius
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v14i2.9378

Abstract

This study aims to describe how micro, small, and medium enterprises (MSMEs) can use Porter’s Five Forces approach to utilize sustainable digital marketing and increase product competitiveness in an increasingly competitive market. This study employs a qualitative descriptive approach, obtaining data from literature reviews and interviews with five informants from four clusters: agriculture, the creative industry, services, and culinary. NVivo 15 was used for qualitative data processing, and qualitative data analysis was carried out through data reduction, presentation, and conclusion-drawing. The obtained data were then validated through a problem-based learning (PBL)-based focus group discussion (FGD) process with all informants. The results of this study present a community-based green economy digital model with three pillars: a green economy, improved digital marketing infrastructure, and educational programs and mentoring services for MSMEs within the scope of the green economy in border areas.
Analysis Of Strategies For Increasing The Potential Of Digital-Based MSMEs Using A Triple Bottom Line Approach To Implement A Green Economy In Border Areas Siokalang, Maria Angela; Dedy, Dedy; Atlantika, Yeremia Niaga; Efrata, Rediko
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v14i2.9452

Abstract

This study uses the Triple Bottom Line approach to analyze strategies for increasing the potential of digital-based MSMEs to implement a green economy in border areas. In the digital context, it is urgent to study this topic because MSMEs that cannot adapt to information technology risk being left behind. Therefore, it is important to identify strategies that can support the transformation and competitiveness of MSMEs in the market. Integrating the principles of the green economy and the Triple Bottom Line emphasizes balancing social, economic, and environmental dimensions while encouraging innovation and collaboration between the government, private sector, and community. This research was conducted using qualitative methods. Data sources were obtained through observation, a literature study, questionnaires, and in-depth interviews with respondents from four MSME clusters in border areas. MSME clusters were grouped into three categories: creative industries, services, and culinary. Data validation was carried out in the form of problem-based learning (PBL)-based focus group discussions (FGDs) with all informants. The results of this study describe strategies to improve MSME human resources, including building a digital education platform, training digital practitioners, strengthening infrastructure, branding, product differentiation, and designing a digital payment system.
Literasi Pengemasan Ramah Lingkungan Untuk Penguatan Nilai Produk dan Aspek Higiene Pada Kelompok Wanita Tani Kecamatan Bengkayang Yeremia Niaga Atlantika; Dedy Dedy; Maria Angela Siokalang; Eligia Monixa Salfarini; Sabinus Beni; Totok Victor Didik Saputro; Yosua Damas Sadewo; Nani Curapwati
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8312

Abstract

Pengabdian pada masyarakat mengenai literasi pengemasan dengan pendekatan ramah lingkungan ini bertujuan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mengenai pengemasan ramah lingkungan dan pemasaran hasil produk pertanian KWT berbasis digital yang merupakan strategi penguatan nilai produk dan pemenuhan aspek higiene. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pendampingan langsung melalui observasi awal, penjadwalan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 5 sesi melalui metode ceramah, tanya jawab, literasi pengemasan, literasi strategi pemasaran berbasis digital, workshop desain serta pengemasan produk yang berorientasi pada nilai Kesehatan dan ramah lingkungan, dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian ini menggambarkan peningkatan nilai produk sebebsar 20% setelah dilakukannya pengemasan dan proses pemasaran. Dengan tingkat pemberdayaan KWT sebesar 89,23%. Selain itu, secara teknis dan digital pada aspek pengemasan dan pemasaran mendukung transformasi ekonomi berbasis pangan lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif secara sosial-ekonomi, sehingga menjadi model efektif dalam pengembangan usaha mikro dan kecil di daerah perbatasan.
Peran Penguatan Kapasitas Kewirausahaan Dalam Optimalisasi Daya Saing UMKM di Wilayah Perbatasan: The Role of Strengthening Entrepreneurial Capacity in Optimizing the Competitiveness of MSMEs in Border Areas Siokalang, Maria Angela; Dedy, Dedy; Atlantika, Yeremia Niaga; Wahyuni, Linda
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 1 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i1.2703

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penguatan kapasitas kewirausahaan dalam mengoptimalkan daya saing UMKM yang beroperasi di wilayah perbatasan, dengan fokus pada Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Meskipun pemerintah telah mendorong digitalisasi dan menyediakan berbagai program pelatihan kewirausahaan, temuan penelitian menunjukkan bahwa UMKM perbatasan masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur digital, akses pelatihan yang tidak merata, serta minimnya dukungan pasar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner Delphi, studi pustaka, serta Focus Group Discussion yang kemudian divalidasi dan dianalisis menggunakan NVivo 15, penelitian ini menggambarkan dinamika adaptasi UMKM pada tiga klaster usaha: kuliner, jasa, dan ekonomi kreatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan daya saing lebih banyak ditopang oleh inisiatif individu, pembelajaran mandiri, kreativitas lokal, serta pemanfaatan digitalisasi secara terbatas. Namun berbagai tantangan seperti kesenjangan digital, tidak tersedianya pelatihan formal yang memadai, serta belum optimalnya praktik ekonomi hijau menjadi penghambat utama. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas kewirausahaan melalui program pelatihan yang lebih inklusif, perbaikan infrastruktur, dan kebijakan pemberdayaan yang lebih sensitif terhadap konteks wilayah perbatasan.
The Influence of Work Culture on The Performance of Health Workers in Border Area Through Organizational Citizenship Behavior (OCB): Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Wilayah Perbatasan Melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB) Maria Angela Siokalang
Management and Sustainable Development Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Management and Sustainable Development Journal
Publisher : Department of Management - Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/msdj.v5i1.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di wilayah perbatasan melalui organizational citizenship behavior (OCB). Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wilayah Perbatasan terhadap 104 orang tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner terhadap seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Jagoi Babang dan Puskesmas Siding. Kemudian data dianalisis menggunakan Partial Least Square melalui program SmartPLS 4.0. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa budaya kerja berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan, budaya kerja berpengaruh langsung dan signifikan terhadap OCB, dan OCB berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan. Budaya kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai melalui OCB. Keterbatasan dalam penelitian ini hanya meneliti pada bidang kesehatan saja dengan terbatasnya variabel yang digunakan, sehingga belum dapat menggali informasi yang lebih urgensi di wilayah perbatasan. Kata Kunci: budaya kerja, OCB, kinerja tenaga kesehatan.
Strategi Jemput Bola dalam Meningkatkan Kenyamanan Pelanggan pada Fresh Clean di Kecamatan Bengkayang Richalldi, Matius Juan; Hapsari, Veneranda Rini; Siokalang, Maria Angela; Usman
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/vh9s7x93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi jemput bola melalui perspektif teorui kenyamanan jasa pada layanan jasa Fresh Clean di kecamatan Bengkayang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari sepuluh pelanggan yang telah menggunakan layanan antar jemput minimal empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi jemput bola memberikan kenyaman dari sisi akses, efisiensi waktu, dan kemudahan bagi pelanggan. Pelanggan menilai layanan antar jemput mampu mengurani beban fisik dan waktu karena tidaki perlu datang lansung ke lokasi usaha. Strategi ini meningkatkan kepuasan pelanggan melalui komunikasi yang ramah, pelayananan yang responsif, serta hasil cucian yang memuaskan. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kelemahan, seperti ketidakkonsistenan waktu pengantaran, keterlambatan respons komunikasi dan keterbatasan operasional karena usaha dikelola mandiri. Secara keseluruhan, startegi jemput bola terbukti efektif dalam meningkatkan minat pelanggan dan mendorong pembelian ulang, sekaligus menjadi keunggulan kompetitif bagi Fresh Clean di tengah persaingan usaha jasa.