Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL WARGA BINAAN LAPAS KELAS III RANGKASBITUNG Avicena; Arga Satrio Prabowo; Lenny Wahyuningsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40211

Abstract

This study investigates the effectiveness of group counseling services in improving the mental health of inmates at Class III Rangkasbitung Correctional Institution. Inmates are a vulnerable group who often experience psychological problems such as depression, anxiety, and stress due to loss of freedom, separation from family, and limited activities in prison. The study applied a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach involving collaboration between researchers, officers, and inmates in identifying problems and designing interventions. A total of 26 inmates in early adulthood were selected using purposive sampling based on Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS-21) scores. Group counseling was implemented to facilitate emotional expression, self-awareness, and coping skills. The results showed a significant decrease in depression, anxiety, and stress levels after the intervention. Initially, several inmates were categorized into moderate and severe levels, but after the program all participants shifted into normal and mild categories. These findings indicate that group counseling creates social support, positive interaction, and constructive reflection that help inmates regulate emotions more effectively. The study concludes that group counseling is an effective psychological intervention and should be implemented continuously as part of correctional rehabilitation programs using a collaborative CBPR framework. Keywords: group counseling, mental health, inmates, DASS-21
Pengaruh Bimbingan Kelompok Teknik Brainstorming terhadap Komunikasi Interpersonal Siswa SMP Reza Bayu Samudra; Meilla Dwi Nurmala; Lenny Wahyuningsih
ARZUSIN Vol 6 No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i1.8985

Abstract

Interpersonal communication skills are an essential competency that needs to be developed among junior high school students, yet studies that specifically examine the effect of group counseling using the brainstorming technique remain limited. This study aimed to analyze the effect of group counseling with the brainstorming technique on students’ interpersonal communication skills. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest–posttest design with six ninth-grade students of SMP Negeri 18 Kota Serang in the 2025/2026 academic year selected through purposive sampling. Data were collected using an interpersonal communication skills questionnaire and analyzed using a paired-samples t-test. The results showed a mean interpersonal communication skills score of 62.8 with a t-test value of –20.180 and a significance value (p-value) < 0.05, so the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted. These findings indicate a significant effect of group counseling using the brainstorming technique on students’ interpersonal communication skills. The study concludes that group counseling services with the brainstorming technique play an important role in improving the quality of students’ social interactions and their confidence in communicating in the school environment, and thus are recommended for guidance and counseling teachers as an alternative service for developing interpersonal communication skills.
Pengembangan Media Journaling Teknik Expressive Writing Untuk Mengurangi Stress Akademik Pada Siswa Aulika Nazmi Laila; Evi Afiati; Lenny Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Journaling dengan teknik Expressive writing sebagai sarana untuk mengurangi stres akademik siswa SMA. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tingkat stres akademik pada siswa kelas XI SMAN 1 Kabupaten Tangerang akibat tuntutan akademik, beban tugas, dan ekspektasi lingkungan belajar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian meliputi siswa kelas XI yang memiliki tingkat stres akademik sedang hingga tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket stres akademik, observasi, dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Journaling teknik Expressive writing memperoleh rata-rata kelayakan sebesar 91%, termasuk kategori sangat layak digunakan. Uji coba terbatas juga menunjukkan adanya penurunan tingkat stres akademik siswa setelah menggunakan media ini. Siswa menilai media tersebut menarik, komunikatif, dan membantu mengekspresikan emosi secara positif. Dengan demikian, media Journaling teknik Expressive writing dinyatakan efektif dan layak diterapkan sebagai layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah untuk membantu siswa mengelola serta menurunkan stres akademik.
EFEKTIVITAS TEKNIK ART THERAPY (FINGER PAINTING) DALAM MENGURANGI STRES AKADEMIK SISWA Sephia Sephia; Lenny Wahyuningsih; Bangun Yoga Wibowo
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan tingginya tekanan stress akademik yang dialami siswa dan belum adanyapenanganan khusus disekolah,. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Finger painting dalam mengurangi stress akademik siswa, metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan metode Pra-Eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sample penelitian menggunakan Teknik purposive sampling yang diperoleh 10 orang sample dengan kategori stress akademik tertinggi, yang kemudian diberikan treatment yang dilakukan selama delapan sesi konseling kelompok. Teknik analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis Adalah Wilcoxon signed rank test. Hal ini dibuktikan dengan adanya penurunan secara signifikan dari nilai rata-rata sebesar 76,6 menjadi 38,2. Analisis uji wilcoxon signed rank test pada proses pengambilan keputusan hipotesis, nilai 0,005 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dinyatakan diterima. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling kelompok dengan Teknik finger painting efektiv dalam mengurangi stress akademik siswa.
PENGEMBANGAN MODUL "Belajar Merasa, Belajar Peduli" UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PROSOSIAL SISWA KELAS VII SMPN 1 RANGKASBITUNG Vina Aghnia Zahraviyanti; Lenny Wahyuningsih; Raudah Zaimah Dalimunthe
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media layanan bimbingan dan konseling berupa modul prososial yang memuat materi serta berbagai tugas dan latihan, sehingga dapat membantu siswa memahami perilaku prososial secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan modul “Belajar Merasa, Belajar Peduli” sebagai media pendukung layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul yang dikembangkan terlebih dahulu diuji kelayakannya oleh tiga ahli, yaitu ahli media dan materi, ahli bahasa, serta praktisi bimbingan dan konseling. Hasil penilaian para ahli menunjukkan bahwa modul memperoleh nilai rata-rata sebesar 95% dan termasuk dalam kategori sangat layak atau sangat praktis. Setelah dinyatakan layak, modul kemudian diuji coba secara terbatas kepada delapan siswa kelas VII yang memiliki tingkat pemahaman prososial pada kategori sangat rendah. Pada akhir uji coba, siswa diminta memberikan penilaian terhadap modul melalui angket respons. Hasil penilaian respons siswa menunjukkan skor rata-rata sebesar 83% dengan kategori sangat layak atau sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa modul “Belajar Merasa, Belajar Peduli” dapat digunakan sebagai media layanan bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu meningkatkan pemahaman prososial siswa.
PENGARUH PERILAKU BULLYING TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMK NEGERI 11 KABUPATEN TANGERANG Aisyah, Nur; Rochani; Lenny Wahyuningsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.56888

Abstract

This study aims to describe bullying behavior, describe social skills, and examine the influence of bullying behavior on the social skills of tenth-grade students at SMK Negeri 11 Tangerang Regency. This study used a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of 216 tenth-grade students, and a sample of 120 students was selected using a random sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire consisting of 48 statements and were analyzed using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression with the assistance of SPSS software. The results showed that students' bullying behavior was generally in the moderate category (70.0%, or 84 students), and likewise, students' social skills were also in the moderate category (70.0%, or 84 students). The hypothesis test results showed a significance value of 0.001 (< 0.05) with a correlation coefficient of -0.393, indicating a significant negative relationship between bullying behavior and students' social skills. The simple linear regression results reinforced this finding with a regression coefficient (b) of -0.364, while the coefficient of determination (R Square) of 0.154 indicates that bullying behavior contributes 15.4% to students' social skills, with the remaining 84.6% influenced by other factors outside this study. Thus, it can be concluded that the higher the bullying behavior experienced or committed by students, the lower their social skills tend to be. The findings of this study are expected to serve as input for guidance and counseling teachers in designing programs to prevent bullying behavior and improve students' social skills.