Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODEL BISNIS PENGEMBANGAN KAWASAN TERTINGGAL (STUDI KASUS : KABUPATEN NIAS SELATAN) Yuniria Zendrato; Gada Sembada; Rosalia Irawaty; Moh. Bonnario
Equilibrium Point : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 6, No 1 (2023): Equilibrium Point : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/ebp.v6i1.190

Abstract

Kabupaten Nias Selatan saat ini masih masuk dalam kategori daerah tertinggal berdasarkan Indeks Komposit Ketertinggalan di Provinsi Sumatera Utara. Akan tetapi, Kabupaten Nias Selatan memiliki berbagai potensi, terutama potensi wisata bahari, perikanan, dan pertanian. Focus Group Discussion bersama para stakeholder yang ada di Kabupaten Nias Selatan pun dilakukan guna merumuskan model bisnis yang tepat di Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan hasil FGD dan analisis model bisnis yang dilakukan, kegiatan bisnis yang dapat dilakukan oleh Kabupaten Nias Selatan adalah dengan memfokuskan pengembangan aktivitas pariwisata bahari melalui kegiatan berselancar dan agroindustry. Model bisnis tersebut akan dapat berhasil jika adanya kerjasama antar stakeholder, seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha Wisata, dan Masyarakat Lokal dengan berbagai model kerjasama operasionalKata kunci: model bisnis, kawasan tertinggal, Nias Selatan, pariwisata bahari.
Pengaruh Beban Kerja dan Human Relationship Terhadap Kinerja Pegawai Bank Mandiri KCP Jakarta Ragunan Yuniria Zendrato; Tri Handayani; Muhammad Yahdi; Andarias Sambo
Equilibrium Point : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 6, No 2 (2023): Equilibrium Point : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/ebp.v6i2.486

Abstract

Dalam organisasi perusahaan ataupun institusi, keberadaan sumber daya manusia memiliki peran penting. Sumber daya manusia yang handal dalam organisasi berdampak pada kegiatan organisasi dengan baik. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan upaya peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia dengan memaksimalkan kinerja pegawai yang merupakan dimensi untuk melakukan pengukuran indeks profesionalitas pegawai bank. Bank Mandiri di DKI Jakarta merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang perbankan dan memiliki banyak cabang, salah satunya yakni Bank Mandiri KCP Jakarta Ragunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan: 1) beban kerja dan human relationship terhadap kinerja pegawai Bank Mandiri KCP Jakarta Ragunan. 2) beban kerja terhadap kinerja pegawai Bank Mandiri KCP Jakarta Ragunan. 3) human relationship terhadap kinerja pegawai Bank Mandiri KCP Jakarta Ragunan.Penelitian ini adalah explanatory research dengan metode pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada pegawai Bank Mandiri KCP Jakarta Ragunan dengan sampel sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan non probability sampling dengan sampel jenuh. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut: 1) beban kerja dan human relationship secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, 2) beban kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai, 3) human relationship secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai.Terkait dengan hasil penelitian ini, maka direkomendasikan agar: 1) Pihak pimpinan diharapkan lebih memperhatikan pemberian beban kerja kepada pegawai sesuai dengan kemampuan, keahlian pegawai, dan jumlah sumber daya manusia yang ada dalam satu bidang tersebut untuk menghindari terjadinya over capacity, under capacity, dan inefisiensi. 2) Human relationship yang terjalin dalam organisasi dapat dipertahankan dalam semua aspek baik komunikasi, pengarahan, keterbukaan, sikap saling menghargai, dan loyalitas. 3) Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengukur kinerja pegawai dengan menambahkan variabel lain diluar variabel penelitian ini.
Improving the SDGs through Green HRM, Green Training, and Innovative Leadership Nurakhim, Bambang; Pratikno, Yuni; Arini, Dewi Ulfa; Lestari, Amin; Yuniria Zendrato
Annals of Human Resource Management Research Vol. 5 No. 4 (2025): December
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ahrmr.v5i4.3442

Abstract

Purpose: To analyze the influence of Green Human Resource Management (Green HRM), Green Training, and Innovative Leadership on the achievement of the SDGs. The theories used include the Resource-Based View and organizational sustainability concepts. Research Methodology: Employed a quantitative approach with data collection through questionnaires distributed to 150 respondents from various service subsectors. Data were analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0 software. Results: Indicate that: 1) Green HRM has a positive and significant effect on SDGs achievement; 2) Green Training has a positive and significant effect on SDGs achievement; 3) Innovative Leadership has a positive and significant effect on SDGs achievement; 4) Simultaneously, the three variables explain 48.3% of the variance in SDGs achievement. Conclusions: Suggest that Green HRM plays an important and positive role in supporting the achievement of SDGs. Green Training also significantly contributes to enhancing organizational capacity to reach these goals. Additionally, Innovative Leadership is found to positively influence SDGs achievement. Limitations: Implications highlight the importance of integrating green practices in HR management, sustainability training, and innovative leadership to support SDGs agenda at the corporate level Contribution: It is suggested that service companies further strengthen the implementation of Green HRM, Green Training, and Innovative Leadership to achieve the SDGs.