Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi sistem gadai tanah kebun dalam perspektif hukum islam Surahman Surahman; Zaenal Abidin; Haeran Haeran
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 7, No 3 (2021): JIEI : Vol. 7, No. 3, 2021
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.061 KB) | DOI: 10.29040/jiei.v7i3.3483

Abstract

Pendahuluan. Praktik gadai sudah lama di praktikan di tengah-tengah masyarakat Desa Sungai Tering Kecamatan Nipah Panjang Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik gadai tanah yang digadaikan kembali dan apakah praktik gadai tanah yang digadaikan kembali tersebut diperbolehkan menurut syariat islam. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian dasar (Basic Research), sifat penelitian ini adalah deskriptif analisis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif. Metode ini digunakan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Hasil. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa praktik gadai tanah yang digadaikan kembali yang dilakukan di Desa Sungai Tering atas sudah memenuhi rukun gadai. Akad yang dilakukan oleh rahin dan murtahin dalam perjanjian sudah sesuai dengan syariat Islam namun ada syarat yang tidak terpenuhi yaitu rahin menggadaikan kembali tanahnya tanpa izin dari murtahin mengingat syarat dari barang yang digadaikan adalah tidak terkait dengan hak orang lain, sedangkan dalam praktik ini terdapat hak dari murtahin yang pertama. Adapun mengenai praktik tanah gadai yang digadaikan kembali adalah tidak dibenarkan dalam hukum Islam. Karena penggadai (rahin) tidak memiliki izin dari (murtahin). Kesimpulan. Praktik gadai tanah di Desa Sungai Tering Kecamatan Nipah sudah sesuai dengan syariat islam, terdapat aspek yang tidak sesuai syariat islam yaitu ketika rahin (penggadai) menggadaikan kembali tanah kebun/barang jaminan kepada orang lain.
PERKULIAHAN DARING DAN TATAP MUKA: ANTARA CITA DAN REALITA Baso Iping; Haeran Haeran
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 2: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i2.705

Abstract

This research explains about online lecturing and face to face. The purpose of this research is to know expectation and reality which is reached from online lecturing system. This research is qualitative research. The source of data used is primary and secondary data. Data collection procedure is library and field research. Data analyzed by descriptive qualitative. The result of research shows that online lecturing has given expectation and many advantages from system of lecturing unattached by time and many other advantages. The great expectation to increase the educational quality in Indonesia to increase Indonesian human resources. Otherwise, from the expectation of online lecturing there are so many problems, such as college student difficult to understand concept, lack of understanding the materiel, limited quota, lack of interaction between lectures ad college students, and lack of controlling in studying.
Multikultural Masyarakat Tanjung Jabung Timur: Membangun Kebersamaan di Tengah Keberagaman Melalui Pelestarian Tradisi Haeran
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v4i1.9533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi relasi antar etnis serta bentuk tradisi yang ada sebagai sarana perekat antar etnis yang mampu menyatukan dalam bingkai persaudaraan. Penelitian dilatarbelakangi oleh fakta bahwa masyarakat Tanjung Jabung Timur dikenal sebagai masyarakat yang terdiri atas berbagai etnis dengan keanekaragaman tradisi dan keunikannya masing-masing. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara serta studi pustaka, selanjutnya data dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur dihuni oleh berbagai suku atau etnis, baik penduduk asli dikenal maupun pendatang. Setiap etnis memiliki adat dan tradisi dengan keanekaragaman dan keunikannya, di antaranya tradisi Ratip Saman Bardah, tradisi mandi Safar, tradisi sedekah bumi, tradisi mutik sumbun, tradisi makan kelung serta tradisi maccérak pãrek. Tradisi-tradisi tersebut menjadi alat pemersatu paling ampuh yang mampu menyatukan berbagai etnis yang ada karena tradisi tidak hanya dilaksanakan oleh etnis yang bersangkutan melainkan etnis lain turut berpartisipasi dan ambil bagian. Tidak ada lagi sekat pembeda karena kesadaran bahwa tradisi yang ada merupakan khasanah budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan dijaga kesinambungannya. Prinsip saling menghargai menjadi modal utama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Kata Kunci: Multikultural; Tanjung Jabung Timur; Tradisi
TRADISI MACCÈRAK PÃREK SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU BUGIS DI TANJUNG JABUNG TIMUR JAMBI Haeran Haeran
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 14, No 2: 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.14.2.133-147

Abstract

Each society or territory has culture and its characteristics. One of them is Bugisness society in the region of East Tanjung Jabung whose maccérak pãrek tradition, a tradition which combines tradition and religion. Data were collected by interviewing, document study, and direct observation, then analyzed by using descriptive qualitative method. The result of the study found that the Bugisness society in East Tanjung Jabung as outsiders, always keep their anchestors’ tradition that was inherited from generation to generation, which is implemented into maccérak pãrek tradition, a tradition as manifestation of thanksgiving to God and respecting to supranatural creatures who are given power by God to keep a place or territory in social harmony. The implementation of this tradition beginning with preparation phase, slaughtering phase and, ended by, implementation phase. The impact of this tradition is expected to weave harmonious relationship of society, government and environment. The values of harmonious cooperation can also be found in the implementation of this local wisdom.. The implementation of values of this tradition is not only to build harmony in Bugisness society, but also between Bugisness and other etnic groups.
Menggali Potensi Nilai-Nilai Sosial Dalam Tradisi Maccerak Parek Masyarakat Bugis Tanjung Jabung Timur Jambi Haeran Haeran; Baso Iping
Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/humaniora.v8i1.4911

Abstract

The tradition of maccérak pãrek is one of the traditions that is still carried out by the Bugis tribe community in Tanjung Jabung East is the tradition of Maccérac Pãrek. The purpose of research is to find social values in the tradition of maccérak parrek. The results of the research obtained are that the tradition of maccérak pãrek, maccèrak kampong or often also called massalama’ kampong is an annual tradition of the Bugis community in Tanjung Jabung East. This tradition is a people's feast, to cleanse the village to reject the blasphemy or to throw away the damn thing. In addition to having a spiritual function, the implementation of the tradition serves as an embodiment of joy, thanksgiving to the One God for the gift of abundant produce and avoidance of calamity while seeking food. The conclusion of this study is that the tradition of Maccérak parrek for the Bugis community in Tanjung Jabung East is not just an annual event of a folk party aimed at cleansing the village to reject the damn or to throw away the goddamn, but there are social values in it that are interesting to study.