Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Bentuk Tindak Tutur Asertif Suku Bajo Parumaan dan Suku Tana AI dalam Interaksi Jual Beli di Pasar Nangahale Ardiansah Andika Fajar; Trisnawati Bura; Bertholomeus Jawa Bhaga
Jipmor: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Humaniora Vol 3 No 2 (2025): December
Publisher : Institut Pendidikan Alfatah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jipmor.v3i2.51

Abstract

This study aims to describe the forms of assertive speech acts used by the Bajo Parumaan and Tana Ai tribes in buying and selling interactions at Nangahale Market. This research employs a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. The data consist of utterances produced by sellers and buyers, collected through observation, participant observation, recording, and note-taking techniques. The collected data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that assertive speech acts are highly dominant in trading interactions at Nangahale Market. The forms of assertive speech acts identified include informing, suggesting, boasting, complaining, and refusing. Informing is the most frequently used assertive speech act, particularly in conveying information about prices, types, and conditions of goods. Suggesting and boasting are commonly used by sellers as persuasive strategies to attract buyers, while complaining and refusing are more often expressed by buyers as responses to prices or product quality. These findings indicate that assertive speech acts play an important role in shaping communication dynamics and negotiation processes in traditional market transactions
Posesif pada Bahasa Sikka Krowe: Keunikan Afiks N- pada Kata Ganti Milik dalam Perspektif Tipologi Austronesia Bertholomeus Jawa Bhaga
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.87-94

Abstract

Bahasa Sikka Krowe merupakan salah satu dialek bahasa Sikka yang dituturkan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dan termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia cabang Central–Eastern Malayo-Polynesian. Sebagai bahasa daerah yang masih aktif digunakan, bahasa ini menunjukkan karakteristik morfosintaksis yang khas, terutama dalam mengekspresikan relasi posesif atau kepemilikan. Salah satu ciri menarik adalah penggunaan afiks nasal N- pada kata ganti milik, seperti rimun dan nimun, yang berfungsi sebagai penanda posesif terikat (Schapper Gasser, 2023);Radjalewa Suhandano, 2025). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem posesif dalam bahasa Sikka Krowe dengan fokus pada peran afiks N- dalam pembentukan kata ganti milik serta menempatkannya dalam perspektif tipologi bahasa Austronesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan tipologi linguistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Sikka Krowe memadukan strategi sintaksis dan morfologis dalam menandai kepemilikan, sehingga tidak sepenuhnya bersifat analitik. Temuan ini memperkaya dokumentasi linguistik bahasa Sikka Krowe dan berkontribusi pada kajian posesif dalam bahasa-bahasa Austronesia Indonesia Timur (Donohue Schapper, 2009)
INTEGRASI SOSIAL SUKU BAJO DALAM MASYARAKAT SIKKA NTT: ANALISIS UNGKAPAN ADAT SEBAGAI REPRESENTASI PENERIMAAN ETNIK Bertholomeus Jawa Bhaga
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi sosial komunitas Suku Bajo dalam masyarakat Sikka, Nusa Tenggara Timur, melalui kajian ungkapan adat sebagai representasi penerimaan etnik. Berbeda dari studi pada umumnya yang menekankan aspek ekonomi, maritim, atau marginalisasi komunitas Bajo, penelitian ini menawarkan pendekatan etnolinguistik dengan menempatkan ungkapan adat sebagai medium analisis utama dalam memahami proses integrasi sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi literatur dan interpretasi makna budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan adat dalam bahasa Sikka merepresentasikan nilai inklusivitas, penerimaan terhadap pendatang, serta konstruksi identitas berbasis teritorial. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut Suku Bajo, struktur simbolik dalam ungkapan adat menyediakan ruang legitimasi kultural bagi integrasi kelompok tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa adat berfungsi sebagai mekanisme simbolik dalam membentuk batas dan penerimaan etnik. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penguatan perspektif antropologi linguistik dalam studi integrasi etnik, khususnya dengan menunjukkan bahwa ungkapan adat dapat berperan sebagai instrumen legitimasi sosial yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam kajian Suku Bajo. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pemahaman tentang integrasi sosial tidak hanya sebagai proses struktural, tetapi juga sebagai konstruksi simbolik berbasis bahasa dan budaya.
KEKUATAN BAHASA MAGIS DALAM PRAKTEK PENGOBATAN ALTERNATIF COVID-19 : SEBUAH KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN SIKKA Bertholomeus Jawa Bhaga; Darmawan Darmawan; Hadian Hadian
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7192

Abstract

Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda. Bentuk kearifan selalu bermacammacam baik dalam bahasa, laku upacara, praktek pengobatan tradisional dan lainnya. Covid19 yang telah merebak dan mendatangkan banyak efek ikutannya. Hal penting sebagai akibanya adalah masalah kesehatan. Berbagai cara dan metode pengobatan telah dianjurkan dan dilaksanakan oleh lembaga kesehatan dunia yang resmi. Namun, sebagai masyarakat yang tumbuh dan hidup dalamadat kebiasaan serta kepercayaan tertentu memiliki "cara lain" dalam hal pengobatan covid-19. Dan hal tersebut dapat dengan memanfaatkan berbagai tanaman serta tumbuhan yang ada di sekitar kita dengan turut pula memanfaatkan keyakinan akan kekuatan bahasa pada adat kebiasaan masyarakat diKabupaten Sikka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, makna dan fungsi bahasa magis yang dipakai dalam praktek pengobatan alternatif covid-19 di Kabupaten Sikka.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang berusaha mendeskripsikan bentuk-bentuk Bahasa magis yang digunakan oleh masyarakat pemakai bahasa. Teknik analisis data berupa mengumpulan data, data direduksi, data disajikan lalu dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata terdapat beberapa bentuk, makna dan fungsi yang terkandung dalam kata-kata magis yang digunakan dalam praktek pengobatan alternatif covid-19.Kata kunci: Magis, pengobatan alternatif, kearifan lokal
KESALAHAN KONSTRUKSI SEMANTIS AKIBAT INTERFERENSI BAHASA DAERAH NGADHA PADA MASYARAKAT BAJAWA Bertholomeus Jawa Bhaga; Gustia Haryati; Fatmawati Fatmawati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.9341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesalahan konstruksi semantis akibat interferensi bahasa daerah Ngadha pada masyarakat Bajawa. Kesalahan ini terjadi ketika penutur bahasa Ngadha atau masyarakat Bajawa ketika menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Mereka akan secara langsung menerjemahkan konstruksi bahasa daerah tersebut ke dalam bahasa Indonesia dan inilah yang menyebabkan terjadinya kesalahan konstruksi semantis. Tidak ada hubungan makna yang langsung antara bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia. Metode yang dipakai adalah metode deskriptif yang berusaha mendeskripsikan kesalahan konstruksi semantis tersebut. Teknik analisis data berupa mengumpulan data, data direduksi, data disajikan lalu dianalisis. Hasil yang diperoleh ditemukan bahwa ternyata ketika penutur bahasa Ngadha berkomunikasi dalam bahasa Indonesia sering terjadi kesalahan konstruksi semantis akibat menerjemahkan secara langsung konstruksi makna kalimat dari dalam bahasa daerah Ngadha.Kata kunci : Kesalahan konstruksi semantik, interferensi
PEMANFAATAN KARYA SASTRA PROFETIK DALAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Fatmawati Fatmawati; Bertholomeus Jawa Bhaga; Israyanti Israyanti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i3.9933

Abstract

Profil pelajar pancasila merupakan bentuk terjemahan dari tujuan pendidikan nasional yang menempatkan pendidikan karakter sebagai jantungnya pendidikan. Pembentukan dan pengembangan karakter peserta didik dapat dilakukan melalui pemanfaatan karya sastra profetik. Sebab karya sastra profetik adalah karya sastra yang dialektik, yang berhadap-hadapan dengan realitas dan dapat memberi arah realitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan karya sastra profetik dalam penguatan profil pelajar pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konsep. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, yakni dengan cara membaca peraturan perundang-undangan, buku, artikel, dan bahan-bahan lain yang relevan. Adapun simpulan dari penelitian ini ialah karya sastra profetik dapat digunakan dalam penguatan profil pelajar pancasila, karena nilai-nilai yang terkandung di dalam karya sastra yang berupa nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi selaras dengan dimensi profil pelajar pancasila. Karya sastra profetik dapat dijadikan sebagai materi dan bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui kegiatan aspresiasi sastra. Nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra profetik dapat memperkaya batin dan jiwa, sehingga peserta didik mampu berinteraksi secara horisontal dengan lingkungan dan sesama manusia. Pada saat yang bersamaan, sebagai manusia yang beragama, peserta didik dapat melakukan interaksi secara vertikal dengan Sang Pencipta.Kata kunci: Karya sastra, profetik, pelajar pancasila
The Role of the Family Environment on the Formation of Children's Personality in Keli Village, Keo Tengah Sub-District, Nagekeo District Rince Pawe; Rodja Abdul Natsir; Bertholomeus Jawa Bhaga
Research and Innovation in Social Science Education Journal (RISSEJ) Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/rissej.v3i1.294

Abstract

This research discusses the role of the family in shaping children's personality in Keli Village, Central Keo District, Nagekeo Regency. The method used is qualitative with primary data collection through observation, interviews, and documentation on three families, one community leader, and one village official. Secondary data were obtained from books, journals, and articles. Interviews were conducted face-to-face to explore information related to the role of the family environment in children's personality development. Data analysis was conducted by reducing, presenting, and drawing conclusions based on field notes. The results showed that family has an important role in shaping children's personality. Children who grow up in harmonious families with sufficient love and attention tend to have positive personalities, such as confidence, responsibility, and courtesy. Conversely, children who receive less attention from their families have the potential to show a closed or aggressive attitude. This research emphasizes the importance of the family environment as the first educational institution that determines a child's future.
Desain Model Bisnis Bazaar Hybrid (Kuliner Lokal + Antologi Puisi) sebagai Media Pembelajaran Kewirausahaan yang Berkelanjutan bagi Mahasiswa PBSI Trisnawati Bura; Katharina Woli Namang; Bertholomeus Jawa Bhaga; Yeremias Bardi; Cinta Mentari; Sitti Shafirah
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v4i4.2513

Abstract

This community service program aims to design and implement an innovative hybrid bazaar business model as a sustainable entrepreneurship learning medium for Indonesian Language and Literature Education (PBSI) students at Universitas Muhammadiyah Maumere. The program addresses the gap between theoretical entrepreneurship knowledge and practical application, as survey results showed 78% of 87 students had never run a business, 65% lacked confidence in marketing products, and 82% struggled to transform creative ideas into marketable products. The method employed a participatory and educational approach through Project-Based Learning (PjBL), integrated as a Final Semester Examination (UAS) project. Activities included socialization, intensive training (product innovation, packaging, digital marketing, financial management, and literature-based storytelling), and a hybrid bazaar implementation at Car Free Night Eltari, Maumere, involving 30 students divided into 6 groups. Results showed 100% achievement in creating 6 innovative culinary products and 6 poetry/ short story anthologies, 90% of students felt confident in pitching (exceeding the 80% target), and a 35% increase in MSME partners' turnover (exceeding the 20% target). The average portfolio score reached 85.42 (Very Good category) and pitching score 86.67 (Very Good category). This program successfully demonstrates that the hybrid bazaar model effectively enhances students' entrepreneurial competence while empowering local MSMEs and promoting literacy.