Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efforts to Increase Student Interest in Learning in Islamic Religious Education Subjects Through the Quantum Teaching Learning Model Desti Minda Said; Muhammad Ridwan
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 1 No. 1 (2023): MARCH, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research uses a qualitative method, namely a descriptive approach that analyzes phenomena, activities, beliefs, perspectives and thoughts of people both in the form of individuals and groups. The population in this research is 90 people and the sample taken from the population is 29 people. The procedures used in this research were observation, interviews and decommentation. The results of this research are: 1). Application of the Model Application of the Quantum Teaching learning model for class VII students of SMP Negeri 17 Buton which includes: a). introductory learning activities. b). core learning activities and. c). closing learning activities. 2). Efforts to increase students' interest in learning in Islamic religious education subjects through the Quantum Teaching learning model for class VII students at SMP Negeri 17 Buton appear to be very successful in increasing students' interest in learning and implementing the Quantum Teaching learning model. In order for the Principal to fully support Islamic Religious Education, teachers must master more learning models/methods, not only lecture methods, but also use efficient and enjoyable learning models, such as one of the Quantum Teaching learning models to help keep the learning process enjoyable and not boring and gives a more interesting feel
Pengamatan Kegiatan Pembelajaran di Luar Kelas pada Siswa MAN 1 Kota Baubau Muhammad Ridwan; Farhan Awladi; Resky Ilmar Rahmadayanti; Wa Ode Reski Andriani
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 1 No. 2 (2023): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan di MAN 1 Kota Baubau. Kegiatan pengabdian ini menggunakan praktek kepada mahasiswa dalam melaksanakan prosedur mengajar. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru MAN 1 Kota Baubau. Teknik yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut adalah dengan memberikan bantuan kepada mahasiswa untuk menjadi guru yang baik di kemudian hari, berupa tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Kepala sekolah dan guru MAN 1 Kota Baubau terlibat dalam kegiatan ini. Hasil pengabdian ini menunjukkan MAN 1 Kota Baubau memiliki banyak program kegiatan pembelajaran diluar sekolah, seperti Sholawatan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dan Praktek Olahraga. Dimana kegiatan pembelajaran diluar sekolah ini dilaksanakan secara aktif oleh para guru dan siswa di MAN 1 Kota Baubau. Kegiatan pembelajaran diluar kelas ini memberikan banyak manfaat kepada siswa seperti meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan mencintai Rasulullah SAW, menumbuhkan minat dan motivasi dalam membaca serta menyehatkan jasmnani, mengurangi stress, dan menumbuhkan semangat belajar siswa.
The Values of Islamic Education in Surah Ar-Rum Verse 21 and Its Implications Community Life The Bataraguru Village of Baubau City Abdul Rahim; Muhammad Ridwan; Rahmah Rahmah
Jurnal Wawasan Sarjana Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Wawasan Sarjana
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study are: (1) To find out the values ​​of Islamic education in surah Ar-Rum verse 21 in the life of the Bataraguru sub-district, Baubau city; (2) To find out the implications of surah Ar-Rum verse 21 in the life of the Bataraguru village, Baubau city. The research approach used in this research is qualitative research. The technique of collecting data is carried out by observing, interviewing, and documenting. The procedure for collecting the data was by conducting research directly to the location that was used as the research target as well as collecting data by quoting the opinions of experts, then when the data was collected the writer carried out a qualitative descriptive analysis. Every research activity certainly has a population and sample. As for the population of this study were 95 people, while the sample was 10 people. The results of the study show that: (1) The people of the Bataraguru subdistrict, Baubau city, who are married already know and understand what is contained in surah Ar-Rum verse 21; (2) The implication is that the Bataraguru sub-district community, Baubau city, in general, has implemented what is contained in surah Ar-Rum verse 21. They already know and always try to apply what Sakinah family is, Mawaddah wa Rahmah.
Penguatan Mental dan Spiritual Berbasis Kecerdasan Emosional Pada Siswa Kelas VII SMA Negeri 1 Baubau Irma Purnamayanti; Safaruddin Yahya; Muhammad Ridwan; Madi; Maudin; Darmayanti; La Jusu; Sulasri; Muhammad Zaidir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4914

Abstract

Pembinaan mental dan spiritual peserta didik menjadi aspek penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak, tangguh, dan berkepribadian seimbang di tengah tantangan era digital. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran emosional, motivasi diri, serta nilai-nilai spiritual siswa melalui workshop peningkatan kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ) dan pelatihan public speaking Islami di SMAN 1 Baubau. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16–17 Oktober 2025 dengan melibatkan 50 siswa aktif yang dipilih secara purposif. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, simulasi, diskusi kelompok, dan praktik komunikasi berbasis nilai-nilai Islam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali dan mengelola emosi, berkomunikasi positif, serta menumbuhkan niat dan keikhlasan dalam setiap aktivitas. Penguatan aspek spiritual juga tampak dari perubahan sikap siswa yang lebih disiplin, reflektif, dan berorientasi pada nilai-nilai religius.
Penanaman Karakter Islami Melalui Pembiasaan Mengikuti Program Kepesantrenan Di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Az-Zahra Kota Baubau: Penelitian Rahmat Haniru; Madi Maudin; Muhammad Ridwan; Rahmat Haniru; La Hanuddin; Irma Purnamayanti; La Jidi; Zaidir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5459

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana proses pembentukan karakter Islami ditanamkan melalui pola pembiasaan dalam program kepesantrenan di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Az-Zahra Kota Baubau. Pembiasaan dipahami sebagai strategi pendidikan yang menekankan pengulangan aktivitas religius sehingga nilainilai keislaman dapat melekat secara bertahap pada diri santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola pesantren, ustadz/ustadzah, serta santri, dan diperkuat dengan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyusunan informasi, dan verifikasi temuan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter Islami dibangun melalui serangkaian aktivitas harian seperti pelaksanaan shalat berjamaah, kegiatan tahfidz Al-Qur’an, pembacaan wirid dan dzikir, pengajian kitab, serta latihan kedisiplinan. Rutinitas tersebut secara konsisten membentuk perilaku religius, kemandirian, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan akhlak mulia pada santri. Faktor-faktor yang memperkuat keberhasilan proses tersebut antara lain keteladanan para pengasuh, suasana pesantren yang mendukung, serta pengawasan yang berkesinambungan. Sementara itu, hambatan yang dihadapi mencakup perbedaan latar belakang santri, masa penyesuaian terhadap budaya pesantren, serta keterbatasan fasilitas.Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pembiasaan dalam program kepesantrenan memberikan kontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami. Proses pembentukan karakter tidak hanya melalui penjelasan kognitif, tetapi juga melalui pengulangan praktik keagamaan yang akhirnya membentuk kebiasaan dan identitas religius santri.