Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Discourse Analysis on Language Policy in Presidential Regulation (Perpres) No. 63 of 2019 concerning the use of Indonesian (Indonesia Language) supriadi supri; Fernando De Napoli Marpaung; Resti Citra Dewi
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 11 No. 2 (2023): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v11i2.4191

Abstract

Presidential Regulation (Perpres) Number 63 of 2019 concerning the use of the Indonesian language is an Indonesian government policy issued on 30 September 2019. This study aims to analyze and understand the implementation of language policy in Presidential Regulation (Perpres) No. 63 of 2019 concerning the Use of Indonesian in Indonesia. The research method used is a qualitative method with a critical discourse analysis approach. The result and discussion of articles 23, 24, and 31 of Presidential Regulation (Perpres) No 63 of 2019 concerning the use of Indonesian, the Indonesian national education system shows the importance of language in education and knowledge production. The discourse analysis using Van Dijk's theory highlights the influence of government policies, attention to cultural and linguistic diversity, and technological developments in shaping language use in education and scientific work in Indonesia. Regulations and policies related to the use of Indonesian, regional languages, and foreign languages in education demonstrate the complex relationship between language, text, context, and knowledge in building an understanding of education policy in Indonesia. The implications of this research can be used as a reference for policy makers and decision makers in formulating more effective and sustainable language policies in Indonesia.
Peran Keteladanan Guru dalam Meningkatkan Kedisplinan Peserta Didik Hizia Hizia; Siti Aidilia Azzahra; Amanda Talitha Fitri; Zulaika Syah Putri; Chealsea Oktavia Purba; Yusniar Yusniar; Resti Citra Dewi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keteladanan guru dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik melalui studi literatur dari berbagai jurnal dan penelitian terdahulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan, menganalisis, dan membandingkan berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan keteladanan guru dan kedisiplinan peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteladanan guru memiliki pengaruh penting dalam membentuk karakter disiplin peserta didik, baik dalam disiplin kehadiran, disiplin belajar, maupun kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Guru yang menunjukkan perilaku disiplin seperti datang tepat waktu, bertanggung jawab dalam pembelajaran, bersikap sopan, dan konsisten terhadap aturan sekolah cenderung menjadi contoh positif yang mudah ditiru oleh peserta didik. Selain itu, pembentukan karakter disiplin juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti lingkungan keluarga, budaya sekolah, teman sebaya, serta pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendekatan disiplin yang dilakukan melalui keteladanan dan pembinaan yang bersifat persuasif lebih efektif dibandingkan pemberian hukuman yang berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter disiplin peserta didik secara optimal.
Manajemen Peserta Didik dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di SMP Negeri 6 Medan: Studi Kualitatif melalui Wawancara Guru dan Siswa Resti Citra Dewi; Genysa Arkwayani Pakpahan; Martha Putri Grasya Banurea; Rahel Simamora; Mardiani Harahap; Siti Handayani
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0fmacb43

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Rendahnya motivasi belajar siswa menjadi permasalahan yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk metode pengajaran, hubungan guru-siswa, beban tugas, serta kondisi lingkungan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya motivasi belajar Ekonomi siswa serta mengidentifikasi upaya manajemen peserta didik yang dapat diterapkan untuk meningkatkannya di SMP Negeri 6 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan guru dan siswa sebagai informan utama, serta kajian pustaka sebagai data sekunder. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu beban tugas yang berlebihan, metode pengajaran yang kurang variatif dan interaktif, hubungan guru-siswa yang kurang harmonis, serta kondisi lingkungan kelas yang belum kondusif. Upaya manajemen peserta didik yang diterapkan meliputi pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan, pemberian motivasi dan penghargaan, variasi metode pembelajaran, serta kolaborasi antara guru mata pelajaran dengan guru bimbingan dan konseling. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen peserta didik yang terencana dan komprehensif memiliki peran strategis dalam meningkatkan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan.
Peran Profesionalisme Guru pada Era Teknologi Digital dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Systematic Literature Review Adventi Silaban; Destri Rosmailin Sitanggang; Meiya Chaterine Fedora Tarigan; Jenari Sembiring; Resti Citra Dewi
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zksxy504

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis peran profesionalisme guru di era teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang eksponensial pada abad ke-21 telah mentransformasi lanskap pendidikan secara fundamental, menuntut guru untuk tidak hanya menguasai konten keilmuan, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang memadai guna mendukung proses belajar mengajar yang bermakna dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada panduan PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan pada empat basis data elektronik—Google Scholar, Scopus, ERIC, dan Garuda—menggunakan kombinasi kata kunci terkait profesionalisme guru, kompetensi digital, dan kualitas pembelajaran. Dari total 487 artikel yang ditemukan pada tahap identifikasi awal, sebanyak 35 artikel ditetapkan sebagai sampel final setelah melalui proses penyaringan berlapis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Analisis data menggunakan pendekatan sintesis naratif-tematik. Hasil sintesis mengidentifikasi empat tema utama: (1) dimensi kompetensi profesional guru yang relevan di era digital—terutama TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dan literasi digital; (2) kontribusi nyata profesionalisme guru terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk peningkatan motivasi belajar dan capaian akademik peserta didik; (3) hambatan dan tantangan yang dihadapi guru, seperti kesenjangan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital, dan beban administratif berlebih; serta (4) strategi efektif pengembangan profesionalisme guru, meliputi komunitas praktik virtual, pelatihan berkelanjutan, dan kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesionalisme guru yang holistik dan adaptif merupakan fondasi utama keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan, dan keberhasilannya mensyaratkan dukungan kebijakan yang komprehensif, infrastruktur yang merata, serta program pengembangan profesional yang berkelanjutan.
LEARNING TREE DIAGRAMS IN SYNTAX: STUDENTS’ DIFFICULTIES AND LEARNING STRATEGIES Fernando De Napoli Marpaung; Supriadi; Resti Citra Dewi
JEE (Journal of English Education) Vol. 12 No. 1 (2026): JEE (Journal of English Education)
Publisher : English Study Program University of Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jee.v12i1.4538

Abstract

This study examined the difficulties students experience when learning syntactic tree diagrams, the strategies they use to manage these difficulties, their perceptions of the effectiveness of these strategies, and their suggestions for improving instruction. Using a descriptive qualitative design backed by quantitative features, data were collected via a standardized questionnaire from 31 fifth-semester students of the English Education Study Program in Indonesia who had completed a syntax course. The findings show that students primarily struggle with identifying phrase types (Mean: 3.68) and understanding complex sentence structures (Mean: 3.52), as well as applying theoretical concepts to diagram construction (Mean: 3.42). To address these challenges, students rely on a range of strategies, with digital tools—particularly artificial intelligence platforms like ChatGPT and Gemini (Mean: 4.06)—and educational video resources (Mean: 3.74) emerging as the most frequently used and most helpful. While AI provides immediate, step-by-step procedural support, students emphasized that its effectiveness is maximized when combined with collaborative approaches such as peer discussion and direct consultation with lecturers. The study concludes that learning syntactic tree diagrams involves significant conceptual demands, and students benefit most from instructional methods that incorporate visual scaffolding and interactive resources. Future research should employ experimental designs to compare AI-assisted instruction with traditional methods and investigate the impact of digital literacy on students' mastery of syntactic analysis.
Pengaruh Rasa Percaya Diri terhadap Keaktifan dan Disiplin Belajar Siswa Nurul Hasanah; Tata Khairina Daulay; Nafthalia Panjaitan; Resti Citra Dewi; Agnes Laura Simanjuntak; Harun Saputra Zebua
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rendahnya rasa percaya diri terhadap keaktifan dan disiplin belajar siswa di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket menggunakan skala Likert kepada siswa sebagai responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji regresi, uji-t, dan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat rasa percaya diri, keaktifan, dan disiplin belajar siswa berada pada kategori sedang dengan persentase rata-rata sebesar 70%. Indikator tertinggi terdapat pada kepatuhan terhadap tata tertib sekolah sebesar 82%, sedangkan indikator terendah terdapat pada rasa percaya diri setelah melakukan kesalahan sebesar 58%. Hasil uji-t menunjukkan bahwa rasa percaya diri berpengaruh signifikan terhadap keaktifan dan disiplin belajar siswa. Siswa yang memiliki rasa percaya diri tinggi cenderung lebih aktif dalam pembelajaran dan lebih disiplin dalam menjalankan tanggung jawab belajar. Dengan demikian, rasa percaya diri memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran di sekolah.
Toward the Development of Anglais pour le Tourisme et l’Hôtellerie Teaching Materials: A Needs Analysis on Integrating the Local Culture of North Sumatra Fitri Tarigan; Resti Citra Dewi; Surya Kelana Putra; Lilis Novianti
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1536

Abstract

The rapid growth of international tourism in North Sumatra driven by its designation as one of Indonesia’s Super Priority Tourist Destinations and the recognition of Lake Toba as a UNESCO Global Geopark in 2020 has increased the demand for tourism professionals who can communicate in French and English, particularly with Francophone visitors. However, university courses such as Anglais pour le Tourisme et l’Hôtellerie (ATH)  still rely on European-based teaching materials that feel disconnected from students’ local realities, often overlooking the linguistic needs, cultural context, and practical situations they will encounter in North Sumatra, highlighting the urgent need for more locally grounded and relevant instructional resources.In response to this gap, the present study aims to conduct a systematic needs analysis as a foundation for developing Anglais pour le Tourisme et l’Hôtellerie  (ATH) instructional materials that are grounded in the local culture of North Sumatra. This study adopted a mixed-methods approach, combining quantitative data from questionnaires with qualitative data obtained through interviews, observations, and document analysis. Data were collected from 100 undergraduate students using a 25-item structured questionnaire, supported by semi-structured interviews and an analysis of ten existing sets of teaching materials. The findings indicate that 80% of students begin the course at the CEFR A1 level, while 83.3% perceive the current materials as irrelevant to their future professional needs. Five key communicative domains emerged as priority areas: guided tour narration (94.2%), hotel reception interactions (91.7%), restaurant service communication (87.5%), complaint handling (79.2%), and promotional writing (72.5%). Furthermore, the document analysis revealed that none of the existing materials include references to Indonesian tourism contexts, with four essential lexical domains entirely missing. Overall, these findings highlight a significant mismatch between the existing ESP materials and the actual needs of learners. At the same time, they provide a clear empirical basis for the development of instructional materials that are culturally relevant and locally grounded, particularly for tourism and hospitality education in North Sumatra.   Pesatnya pertumbuhan pariwisata internasional di Sumatera Utara yang didorong oleh penetapan wilayah ini sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia serta pengakuan Danau Toba sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2020 telah meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga profesional pariwisata yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Prancis dan bahasa Inggris, khususnya dalam melayani wisatawan Francophone. Namun demikian, mata kuliah Anglais pour le Tourisme et l’Hôtellerie di perguruan tinggi masih menggunakan bahan ajar berbasis konteks Eropa yang kurang relevan dengan realitas lokal mahasiswa. Bahan ajar tersebut cenderung mengabaikan kebutuhan linguistik, konteks budaya, serta situasi praktis yang akan dihadapi mahasiswa di lingkungan pariwisata Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan pengembangan sumber pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan, dan berbasis budaya lokal. Sebagai respons terhadap kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan secara sistematis sebagai landasan dalam pengembangan bahan ajar ATH yang berbasis budaya lokal Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan data kuantitatif dari angket dan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Data dikumpulkan dari 100 mahasiswa sarjana melalui kuesioner terstruktur yang terdiri atas 25 butir pertanyaan, didukung oleh wawancara semi-terstruktur dan analisis terhadap sepuluh perangkat bahan ajar yang telah digunakan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% mahasiswa memulai perkuliahan pada tingkat kemahiran A1 berdasarkan CEFR, sementara 83,3% responden menilai bahwa bahan ajar yang digunakan saat ini tidak relevan dengan kebutuhan profesional mereka di masa depan. Penelitian ini juga mengidentifikasi lima domain komunikasi utama yang menjadi prioritas pembelajaran, yaitu narasi pemanduan wisata (94,2%), interaksi resepsionis hotel (91,7%), komunikasi layanan restoran (87,5%), penanganan keluhan wisatawan (79,2%), dan penulisan promosi pariwisata (72,5%). Selain itu, hasil analisis dokumen menunjukkan bahwa tidak satu pun bahan ajar yang dianalisis memuat konteks pariwisata Indonesia, dan terdapat empat domain leksikal penting yang sama sekali belum tercakup. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang signifikan antara bahan ajar ESP yang tersedia dengan kebutuhan nyata peserta didik. Di sisi lain, hasil penelitian ini juga memberikan dasar empiris yang kuat bagi pengembangan bahan ajar yang relevan secara budaya dan berakar pada konteks lokal, khususnya dalam pendidikan pariwisata dan perhotelan di Sumatera Utara.  
PELATIHAN TEKNIK SKIMMING DAN SCANNING UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN DAN KETEPATAN MENJAWAB SOAL BAHASA INGGRIS READING TEXT UAN KELAS XII DI SMAN 1 PADANG TUALANG Supriadi; Resti Citra Dewi; Riski Amrina Sari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan siswa kelas XII SMAN 1 Padang Tualang dalam menjawab soal reading text Bahasa Inggris Ujian Akhir Nasional (UAN) melalui pelatihan teknik skimming dan scanning. Pelatihan ini menggunakan Metode terstruktur yang menggabungkan penjelasan konsep, latihan soal, dan evaluasi berkala. Teknik skimming dilatihkan untuk membantu siswa menangkap ide pokok dan informasi umum secara cepat, sedangkan teknik scanning difokuskan pada kemampuan menemukan informasi spesifik dalam teks. Partisipan penelitian mengikuti serangkaian sesi pelatihan dan diukur kemampuan membaca serta akurasi jawaban sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana rata-rata waktu penyelesaian soal berkurang dan persentase jawaban benar meningkat. Selain itu, siswa melaporkan meningkatnya rasa percaya diri dan strategi membaca yang lebih efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik skimming dan scanning dapat menjadi strategi yang efektif dalam pembelajaran reading comprehension Bahasa Inggris, terutama untuk menghadapi ujian berbasis teks seperti UAN. Pelatihan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin agar hasil belajar siswa dapat lebih maksimal
Pengembangan Model Pembelajaran ILC3 Pada Mata Kuliah Seminar PAUD Isa Hidayati; Sariana Marbun; Dwi Septi Anjas Wulan; Resti Citra Dewi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop the ILC3 learning model in seminar courses. This study uses a 4-D development model consisting of 4 stages, namely defining, planning, developing and disseminating. The ILC3 learning model is used to develop students' 21st century skills. The product produced in this study is a guidebook for using the ILC3 learning model in seminar courses.The results of the study show that the Syntax of the ILC3 learning model, namely Identify, Literature review, Construct, Create, and Communicate, is valid for use in seminar learning with an average of 84.6% with a very valid category. The ILC3 learning model is practically used in seminar learning, these results are in accordance with data analysis in small group tests which show an average of 85.9 in lecturer responses indicating very practical, an average student response of 87.8 indicating very practical, an average student ability result of 84.1 in the very practical category. The results of the large group test showed an average of 87.4 in lecturer responses indicating very practical, an average student response of 88.5 indicating very practical, an average student ability result of 88.5 in the very practical category. The ILC3 learning model is effective in seminar learning as seen from the results of student tests. in the small group test it has a Ngain value of 0.8 with a high category. Meanwhile, in the large group test, the Ngain value was 0.9 with a high category.