Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of the factors causing tidal flooding in Penjaringan District, North Jakarta (Muara Angke, Muara Karang, Muara Baru) Putra, Arfilian Permana; Yulianyahya, Raafi Widyaputra; Syafriyandi, Debby; Sitanggang, Ansadilla Niar; Widjaya, Christian Dwi Putra; Trialita, Rosdiana; Maulana, Ryan; Saputra, Adam Wisnu; Purnomo, Athallah Adhika Pradhana; Amelia, Fina
Pengmasku Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/pengmasku.v6i1.2020

Abstract

Tidal flooding is not only caused by seawater intrusion but also reflects the complexity of urban environmental problems. Contributing factors include land subsidence due to excessive groundwater extraction, inadequate drainage systems, degradation of mangrove ecosystems, and land-use changes resulting from coastal reclamation. Therefore, this study examines the recurring phenomenon of tidal flooding in the coastal areas of Penjaringan District, North Jakarta, particularly in Muara Angke, Muara Karang, and Muara Baru. This study employs a mixed-methods approach through direct field observations, in-depth interviews with residents and community leaders, and the distribution of questionnaires to 100 respondents in the affected areas. The results indicate that tidal flooding has significant impacts on the economic, social, and health aspects of the community. Daily activities are disrupted, household incomes decline, and the risk of disease increases due to poor sanitation conditions during flood events. Although communities have implemented various adaptation measures, most respondents perceive that government interventions have not been effective or equitable. This study emphasizes the importance of collaboration between the government and local communities in developing water control infrastructure, rehabilitating mangrove ecosystems, improving drainage systems, and providing education and economic assistance to enhance the resilience of coastal communities to tidal flooding.
ANALISIS DAN STRATEGI PEMELIHARAAN KANTONG LUMPUR PADA JARINGAN IRIGASI BENDUNG PAMARAYAN BERDASARKAN POLA AKUMULASI SEDIMEN Apriliasi, Eka; Widjaya, Christian Dwi Putra; Syafriyandi, Debby
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 3, Desember Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i3.4979

Abstract

Sistem irigasi yang andal sangat bergantung pada kemampuan jaringan untuk mendistribusikan air secara efisien dan berkelanjutan. Salah satu permasalahan utama yang dapat mengganggu fungsi jaringan irigasi adalah akumulasi sedimen yang tinggi, terutama di kantong lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemeliharaan kantong lumpur pada jaringan irigasi Bendung Pamarayan berdasarkan pola akumulasi sedimen yang terjadi. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengambilan sampel sedimen, analisis laboratorium, serta perhitungan volume dan laju akumulasi sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata akumulasi sedimen di beberapa lokasi mencapai 2.000–3.000 m³ per tahun. Strategi pemeliharaan yang efektif adalah dengan melakukan pembersihan minimal dua kali dalam setahun, yaitu sebelum dan sesudah musim hujan. Rencana pemeliharaan disusun berdasarkan efisiensi operasional, aksesibilitas lokasi, dan kebutuhan kontinuitas suplai air irigasi. Penerapan strategi ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan fungsi irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Integrasi Skema Pembiayaan, Kebijakan Publik, dan Konsesi Dalam Keberhasilan Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Indra Putra Salim; Fuk Jin Oei; Christian Dwi Putra Widjaya
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.5100

Abstract

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) merepresentasikan tonggak penting pembangunan infrastruktur transportasi modern di Indonesia. Proyek ini menghadapi tantangan utama pada pembiayaan, kebijakan, dan keberlanjutan operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis dokumen, dan wawancara untuk menganalisis hubungan antara pembiayaan, konsesi, efisiensi biaya, dan keberhasilan proyek. Hasil analisis menunjukkan terdapat 42 kode tematik, dengan pembiayaan sebagai faktor dominan sebesar 43% (18 kode), diikuti kebijakan 26% (11 kode) dan konsesi 19% (8 kode), sehingga faktor non-teknis mencapai 88%. Sebanyak 80% informan menyatakan bahwa keterlambatan arus kas menjadi penyebab utama inefisiensi, yang memicu idle cost dan keterlambatan konstruksi. Proyek juga mengalami cost overrun sekitar 20% yang menurunkan kelayakan investasi. Dari sisi kebijakan, tidak adanya lembaga permanen menyebabkan koordinasi tidak optimal. Dari sisi konsesi, kontrak 50 tahun tidak cukup adaptif terhadap perubahan biaya. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pembiayaan, kebijakan, dan konsesi menjadi kunci keberhasilan proyek, sehingga diperlukan reformasi pembiayaan, penguatan kelembagaan, dan konsesi yang lebih fleksibel