Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN DI MTS SE-KECAMATAN AMUNTAI SELATAN Reza Wahyu Hernadi; Kasypul Anwar; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22318

Abstract

Mutu layanan pembelajaran merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi kepala sekolah terhadap mutu layanan pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Amuntai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain eksplanatori. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh guru MTs se-Kecamatan Amuntai Selatan yang berjumlah 45 orang, sehingga digunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran. Kompetensi supervisi kepala sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran. Secara simultan, kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,398. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu layanan pembelajaran di madrasah tsanawiyah memerlukan penguatan kompetensi kepala sekolah, baik dalam aspek manajerial maupun supervisi pembelajaran.
KEPEMIMPINAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMK BANJARBARU Sahrudin Sahrudin; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22324

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam peningkatan motivasi belajar siswa di SMK Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator Guru BK, Guru BK, wali kelas, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Guru BK diwujudkan melalui pengelolaan layanan bimbingan dan konseling secara terencana, penerapan strategi konseling individual, konseling kelompok, dan bimbingan klasikal, serta pembangunan hubungan interpersonal yang positif dengan siswa. Kepemimpinan Guru BK memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan oleh meningkatnya minat belajar, kedisiplinan, dan sikap positif terhadap pembelajaran. Keberhasilan kepemimpinan Guru BK didukung oleh kerja sama dengan pihak sekolah dan program layanan BK yang terstruktur, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu layanan dan variasi karakteristik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Guru BK berperan strategis dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU DALAM MEMPERTAHANKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SD HASBUNALLAH DAN SD PLUS KABUPATEN TABALONG Rahman A.; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main focus of this research is to explore how school principals design strategies to maintain consistent academic quality, and how teachers’ motivation serves as an essential driving force in ensuring the learning process remains effective and meaningful. The study employed a qualitative method with a case study approach in two private primary schools in Tabalong Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and then analyzed descriptively through processes of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that school principals act as transformational leaders who not only manage school administration but also foster a culture of quality, encourage teacher professionalism, and create a conducive learning environment. On the other hand, teachers’ motivation both intrinsic and extrinsic plays a decisive role in keeping the learning process engaging, innovative, and student-centered. The synergy between these two factors has been proven to sustain and even enhance students’ academic achievement over the years. This study emphasizes that leadership strategies and teacher motivation are inseparable in maintaining educational quality. The findings are expected to provide practical contributions for school principals, teachers, and policymakers in formulating sustainable strategies to preserve academic achievement in primary schools
PERAN KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN GURU BERMUTU UNTUK MENDUKUNG VISI INDONESIA MAJU Agustina Rahmi; Dwi Sogi Sri Redjeki; Melly Anggraini; Sabariah; Eshariayni; Andri Kurniawan
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.484

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Guru Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Maju dan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu: a) berusaha memahami dan mendengarkan kebutuhan dan keinginan warga sekolah, b) memberikan dukungan unutuk meningkatkan mutu guru dengan pendidikan, pelatihan dan pengembangan kemampuan, c) jika ada guru yang kesulitan maka kepala sekolah tidak segan untuk memberikan arahan, mentoring dan evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan guru dan d) kepala sekolah berusaha menciptakan suasana kebersamaan yang nyaman dan mendukung. Sedangkan, implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu dengan: a) berpedoman dengan tujuan, visi dan misi yang ditetapkan, b) berusaha mendengarkan, mengakomodasi dan mengkomunikasi sesuai kebutuhan guru, dan c) kepala sekolah mendorong dalam peningkatan pendidikan, pelatihan dan kegiatan pertemuan dengan berkalaborasi.
STUDI KEBIJAKAN PENGIKUTSERTAAN ORANG TUA TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI MIN 11 HULU SUNGAI UTARA Siti Mugayah; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22314

Abstract

Pengikutsertaan orang tua merupakan salah satu faktor strategis dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada satuan pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengikutsertaan orang tua dalam peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala madrasah, guru, pengurus komite madrasah, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengikutsertaan orang tua di madrasah dirumuskan secara partisipatif dan diimplementasikan melalui berbagai bentuk keterlibatan orang tua dalam kegiatan akademik, keagamaan, dan dukungan program madrasah. Implementasi kebijakan tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan, terutama pada aspek kedisiplinan, motivasi belajar, dan pembentukan karakter peserta didik. Faktor pendukung kebijakan meliputi komitmen kepala madrasah dan guru, dukungan komite madrasah, serta kesadaran orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, perbedaan tingkat pemahaman, dan keterbatasan sarana komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pengikutsertaan orang tua yang dirumuskan dan diimplementasikan secara efektif dapat meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN DI MTS SE-KECAMATAN AMUNTAI SELATAN Reza Wahyu Hernadi; Kasypul Anwar; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22318

Abstract

Mutu layanan pembelajaran merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi kepala sekolah terhadap mutu layanan pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Amuntai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain eksplanatori. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh guru MTs se-Kecamatan Amuntai Selatan yang berjumlah 45 orang, sehingga digunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran. Kompetensi supervisi kepala sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran. Secara simultan, kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,398. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu layanan pembelajaran di madrasah tsanawiyah memerlukan penguatan kompetensi kepala sekolah, baik dalam aspek manajerial maupun supervisi pembelajaran.
KEPEMIMPINAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMK BANJARBARU Sahrudin Sahrudin; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22324

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam peningkatan motivasi belajar siswa di SMK Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator Guru BK, Guru BK, wali kelas, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Guru BK diwujudkan melalui pengelolaan layanan bimbingan dan konseling secara terencana, penerapan strategi konseling individual, konseling kelompok, dan bimbingan klasikal, serta pembangunan hubungan interpersonal yang positif dengan siswa. Kepemimpinan Guru BK memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan oleh meningkatnya minat belajar, kedisiplinan, dan sikap positif terhadap pembelajaran. Keberhasilan kepemimpinan Guru BK didukung oleh kerja sama dengan pihak sekolah dan program layanan BK yang terstruktur, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu layanan dan variasi karakteristik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Guru BK berperan strategis dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK.
PENYULUHAN OPTIMALISASI PEMBELAJARAN HOMESCHOOLING MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN PENYEDIAAN SARANA PEMBELAJARAN Agustina Rahmi; Husnul Madihah; Muhammad Yuliansyah
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19693

Abstract

Perkembangan pendidikan alternatif seperti homeschooling menuntut tersedianya tenaga pendidik yang kompeten dan sarana pembelajaran yang memadai. HSC Baitul Izzah Banjarmasin sebagai lembaga penyelenggara homeschooling menghadapi tantangan berupa kurangnya pelatihan bagi guru serta keterbatasan fasilitas pendukung proses belajar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai standar kompetensi pendidik dan pentingnya sarana pembelajaran yang optimal. Kegiatan dilakukan secara tatap muka melalui metode ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif yang diikuti oleh 10 orang guru dan kepala sekolah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang mencakup lima indikator pemahaman utama. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan: (a) pemahaman kompetensi guru meningkat 50%, (b) strategi pembelajaran meningkat 70%, (c) penggunaan media pembelajaran meningkat 50%, (d) pendekatan psikologis meningkat 40%, dan (e) komunikasi dengan orang tua meningkat 30%. Kegiatan ini juga mendorong penyediaan bahan ajar baru serta terbentuknya perpustakaan mini. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi yang bersifat edukatif untuk memperkuat kualitas pembelajaran homeschooling secara keseluruhan.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN BUDAYA RELIGIUS: STUDI KASUS DI SMP HASBUNALLAH DAN SMPIT ASHABUL KAHFI Akhmad Tabe’i; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4587

Abstract

Kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, budaya religius, pendidikan Islam, studi kualitatif Penguatan budaya religius di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan strategis dalam merespons tantangan kemerosotan nilai dan karakter peserta didik di tengah dinamika era modern. Dalam konteks ini, kepala sekolah memiliki posisi kunci dalam membangun dan menginternalisasikan nilai-nilai religius melalui pola kepemimpinan yang tidak terbatas pada fungsi administratif, melainkan bersifat transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam memperkuat budaya religius di SMP Hasbunallah dan SMPIT Ashabul Kahfi Tabalong, dengan menitikberatkan pada peran visi religius, keteladanan kepemimpinan, serta pengelolaan budaya religius yang dilakukan secara sistematis. Fokus pertanyaan penelitian diarahkan pada bagaimana kepemimpinan transformasional dijalankan oleh kepala sekolah serta sejauh mana kepemimpinan tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya budaya religius dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, dilengkapi dengan observasi terhadap pelaksanaan kegiatan religius di lingkungan sekolah serta analisis terhadap dokumen kelembagaan yang relevan. Proses analisis data dilakukan dengan menerapkan analisis tematik yang meliputi tahap reduksi data, penyusunan dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berulang, sehingga memungkinkan pemahaman yang komprehensif dan mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi secara signifikan terhadap penguatan budaya religius di lingkungan sekolah. Kepala sekolah berperan aktif dalam menggerakkan perubahan budaya melalui penyusunan visi religius yang disepakati bersama, penanaman nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan pribadi, serta pembentukan sistem sekolah yang mendukung pembiasaan religius secara berkelanjutan. Budaya religius tidak hanya tampak dalam kegiatan yang bersifat formal dan seremonial, tetapi telah terintegrasi dalam praktik keseharian seluruh warga sekolah. Temuan ini memperkaya kajian kepemimpinan pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya religius yang kuat dan berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi kepemimpinan transformasional bagi kepala sekolah serta mendorong pengembangan penelitian selanjutnya dengan pendekatan metodologis dan cakupan konteks yang lebih luas.
KEPEMIMPINAN KEPALA SATUAN PENDIDIKAN DALAM LITERASI BAHASA BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI LISAN BANJAR DI SMPN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Dwi Rahmiyati; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4588

Abstract

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Literasi Bahasa banjar sebagai salah satu komponen penting dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan komunikasi siswa.  Kearifan local tradisi lisan Banjar dalam konteks penelitian ini merujuk pada ungkapan, cerita, pantun, nasihat, dan adat istiadat yang diturunkan secara lisan di masyarakat Tabalong dan mengandung nilai-nilai budaya, moral, dan pengetahuan tradisional (karakter). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa kearifan lokal tradisi Banjar di SMPN 1 Tanjung. Pendekatan penelitian ini adalah kualititatif. Teknik pengumpulan data dengan proses wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan secara tematik mengikuti model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat antara: (1) kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berjalan dengan baik sesuai dengan program kegiatan yang telah disusun, (2) kepemimpinan kepala satuan pendidikan memberikan dampak positif dalam implementasi program kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong, dan (3) Strategi yang dapat dikembangkan oleh kepala satuan pendidikan  dalam pengelolaan program literasi bahasa melalui kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berupa pendekatan yang bersifat kolaboratif, adaptif dan kontekstual yang mendorong keterlibatan guru, siswa serta komunitas.  Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini dapat disarankan beberapa hal seperti: (1) Kepala sekolah agar terus menguatkan peran kepemimpinan dalam mengembangkan literasi berbasis kearfian lokal tradisi lisan Banjar, (2) Guru agar mengembangkan inovasi pembelajaran dan kegiatan pengembangan literasi, (3) Pemerintah Daerah agar memberikan dukungan dan fasilitas dalam mengembangkan literasi khususnya kearifan lokal Bahasa Banjar, (4) penelitian ini hendaknya dapat dikembangkan sehingga digunakan sebagai rujukan dan referensi untuk melakukan penelitian yang masih berkait.