Claim Missing Document
Check
Articles

TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM Umar Umar; Nuril Huda; Dina Hermina; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22323

Abstract

Evaluasi Pendidikan Islam memiliki banyak tantangan. Penulis menulis 3 ( tiga ) di antaranya. Pertama ialah setiap siswa mempunyai kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda. Kedua ialah tidak semua guru dapat melaksanakan evaluasi yang tepat dan obyektif dengan baik. Ketiga ialah perbedaan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1.identifikasi tantangan dalam evaluasi pendidikan Islam 2.solusi untuk mengatasi tantangan dalam evaluasi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif-kepustakaan dengan teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi seperti buku dan jurnal. Penulis menulis 3 ( tiga ) solusi untuk 3 ( tiga ) tantangan tersebut. Pertama ialah kesesuaian alat evaluasi. Kedua ialah standar untuk objektivitas agar tidak bias evaluasi. Ketiga ialah sejumlah nilai terkait perbedaan budaya ialah tasamuh ( toleransi ), ta’awun ( saling menolong ), dan tawazun ( harmoni).
PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN DI MTS SE-KECAMATAN AMUNTAI SELATAN Reza Wahyu Hernadi; Kasypul Anwar; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22318

Abstract

Mutu layanan pembelajaran merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi kepala sekolah terhadap mutu layanan pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Amuntai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain eksplanatori. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh guru MTs se-Kecamatan Amuntai Selatan yang berjumlah 45 orang, sehingga digunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran. Kompetensi supervisi kepala sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran. Secara simultan, kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,398. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu layanan pembelajaran di madrasah tsanawiyah memerlukan penguatan kompetensi kepala sekolah, baik dalam aspek manajerial maupun supervisi pembelajaran.
KEPEMIMPINAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMK BANJARBARU Sahrudin Sahrudin; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22324

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam peningkatan motivasi belajar siswa di SMK Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator Guru BK, Guru BK, wali kelas, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Guru BK diwujudkan melalui pengelolaan layanan bimbingan dan konseling secara terencana, penerapan strategi konseling individual, konseling kelompok, dan bimbingan klasikal, serta pembangunan hubungan interpersonal yang positif dengan siswa. Kepemimpinan Guru BK memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan oleh meningkatnya minat belajar, kedisiplinan, dan sikap positif terhadap pembelajaran. Keberhasilan kepemimpinan Guru BK didukung oleh kerja sama dengan pihak sekolah dan program layanan BK yang terstruktur, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu layanan dan variasi karakteristik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Guru BK berperan strategis dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK.
ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN TEMATIK (MULTI KASUS SDN SUNGAI PINANG DENGAN SDN PALIMBANG GUSTI 1) Arief Rahman; Jarkawi Jarkawi; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22312

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Namun, dalam implementasinya, pembelajaran tematik masih menghadapi berbagai problematika yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran tematik di sekolah dasar melalui studi multi kasus di SDN Sungai Pinang dan SDN Palimbang Gusti 1 Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran tematik di SDN Sungai Pinang lebih dominan pada aspek pelaksanaan pembelajaran, seperti rendahnya keaktifan siswa, keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran, serta pengelolaan kelas yang belum optimal. Sementara itu, di SDN Palimbang Gusti 1, problematika lebih menonjol pada aspek perencanaan dan evaluasi pembelajaran, khususnya dalam penyusunan perangkat pembelajaran tematik dan penerapan penilaian autentik. Meskipun memiliki karakteristik yang berbeda, kedua sekolah menunjukkan kesamaan permasalahan pada keterbatasan sarana pembelajaran dan perlunya peningkatan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tematik memerlukan upaya komprehensif yang melibatkan peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pembelajaran, dan dukungan manajemen sekolah.
STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS NILAI-NILAI KEISLAMAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB SEKOLAH TINGGI ILMU AL-QUR’AN (STIQ) AMUNTAI Muhammad Hendri; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Februari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i2.1699

Abstract

Perubahan tuntutan pendidikan tinggi mendorong perguruan tinggi Islam mengembangkan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keislaman. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai menerapkan kurikulum integratif antara penguasaan bahasa Arab dan pembentukan karakter religius. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi implementasi kurikulum berbasis nilai-nilai keislaman pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan ketua program studi, dosen, dan pimpinan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan secara kolaboratif melalui analisis stakeholder, penegasan visi–misi, serta penurunan capaian pembelajaran ke dalam struktur mata kuliah dan RPS. Pelaksanaan kurikulum mengintegrasikan pembelajaran kelas dan pengalaman lapangan melalui kewirausahaan, riset, PPL, dan KKN sehingga nilai keislaman terinternalisasi dalam praktik. Evaluasi kurikulum dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan proses, hasil belajar, sikap mahasiswa, dan umpan balik stakeholder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum berbasis nilai-nilai keislaman dikembangkan sebagai sistem terpadu yang menghubungkan orientasi nilai, kebutuhan akademik, dan pengalaman belajar kontekstual.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU DALAM MEMPERTAHANKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SD HASBUNALLAH DAN SD PLUS KABUPATEN TABALONG Rahman A.; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main focus of this research is to explore how school principals design strategies to maintain consistent academic quality, and how teachers’ motivation serves as an essential driving force in ensuring the learning process remains effective and meaningful. The study employed a qualitative method with a case study approach in two private primary schools in Tabalong Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and then analyzed descriptively through processes of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that school principals act as transformational leaders who not only manage school administration but also foster a culture of quality, encourage teacher professionalism, and create a conducive learning environment. On the other hand, teachers’ motivation both intrinsic and extrinsic plays a decisive role in keeping the learning process engaging, innovative, and student-centered. The synergy between these two factors has been proven to sustain and even enhance students’ academic achievement over the years. This study emphasizes that leadership strategies and teacher motivation are inseparable in maintaining educational quality. The findings are expected to provide practical contributions for school principals, teachers, and policymakers in formulating sustainable strategies to preserve academic achievement in primary schools
PERAN KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN GURU BERMUTU UNTUK MENDUKUNG VISI INDONESIA MAJU Agustina Rahmi; Dwi Sogi Sri Redjeki; Melly Anggraini; Sabariah; Eshariayni; Andri Kurniawan
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.484

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Guru Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Maju dan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu: a) berusaha memahami dan mendengarkan kebutuhan dan keinginan warga sekolah, b) memberikan dukungan unutuk meningkatkan mutu guru dengan pendidikan, pelatihan dan pengembangan kemampuan, c) jika ada guru yang kesulitan maka kepala sekolah tidak segan untuk memberikan arahan, mentoring dan evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan guru dan d) kepala sekolah berusaha menciptakan suasana kebersamaan yang nyaman dan mendukung. Sedangkan, implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu dengan: a) berpedoman dengan tujuan, visi dan misi yang ditetapkan, b) berusaha mendengarkan, mengakomodasi dan mengkomunikasi sesuai kebutuhan guru, dan c) kepala sekolah mendorong dalam peningkatan pendidikan, pelatihan dan kegiatan pertemuan dengan berkalaborasi.
Strategi Transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) ke Sekolah Dasar Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Nurkhairani Maulida; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar berbasis nilai kearifan lokal, khususnya tradisi Baayun Mulud di Desa Banua Halat, Kabupaten Tapin. Transisi ke sekolah dasar tidak hanya perlu menekankan kesiapan akademik, tetapi juga mendukung kesiapan sosial emosional, pembentukan karakter, dan kesadaran budaya anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas awal, orang tua, dan tokoh masyarakat. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi transisi berbasis kearifan lokal Baayun Mulud memperkuat nilai spiritual, sosial, dan budaya dalam kegiatan pembelajaran sekaligus membantu anak mengenal lingkungan sekolah dasar. Strategi yang diterapkan meliputi kegiatan adaptif budaya, pembiasaan nilai lokal, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Baayun Mulud dalam transisi PAUD ke SD menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan holistik bagi anak.
Entrepreneurial Financial Leadership Kepala Sekolah dalam Pengembangan Pembiayaan Pendidikan Berkelanjutan Agustina Rahmi; Iswiyati Rahayu; Jarkawi Jarkawi; Didi Susanto; Dwi Sogi Sri Redjeki; Eka Rusmayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i2.24935

Abstract

Keterbatasan sumber pembiayaan pendidikan dan tingginya ketergantungan sekolah terhadap dana pemerintah mendorong kepala sekolah untuk mengembangkan strategi kepemimpinan yang inovatif dalam menjamin keberlanjutan pembiayaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik Entrepreneurial Financial Leadership kepala sekolah dalam pengembangan pembiayaan pendidikan berkelanjutan di SD Negeri Tembarangan 2 Tapin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan ketua komite sekolah yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam pengelolaan pembiayaan sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Entrepreneurial Financial Leadership kepala sekolah diwujudkan melalui enam praktik utama. Pertama, diversifikasi sumber pembiayaan dilakukan dengan membangun kemitraan dengan berbagai pihak, mengoptimalkan akses terhadap program bantuan, serta memperluas jejaring dukungan masyarakat. Kedua, efisiensi pengeluaran diterapkan melalui penyusunan skala prioritas, evaluasi kebutuhan secara berkala, dan optimalisasi penggunaan sumber daya yang tersedia. Ketiga, partisipasi komunikasi dikembangkan dengan melibatkan guru, orang tua, komite sekolah, dan komunitas melalui berbagai saluran komunikasi yang terbuka. Keempat, penguatan kemitraan dan jejaring dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pencapaian tujuan pembiayaan sekolah. Kelima, transparansi dan akuntabilitas diwujudkan melalui pencatatan keuangan yang rinci, pelaporan terbuka, serta penyediaan akses informasi kepada para pemangku kepentingan. Keenam, pengakuan eksternal dipandang sebagai bentuk legitimasi yang mampu meningkatkan kepercayaan publik dan memperluas peluang memperoleh dukungan pembiayaan tambahan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator keuangan, tetapi juga sebagai pemimpin kewirausahaan yang mampu mengidentifikasi peluang, memobilisasi partisipasi, membangun kepercayaan, dan mengembangkan pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian manajemen pembiayaan pendidikan melalui penguatan konsep Entrepreneurial Financial Leadership dalam konteks sekolah dasar di Indonesia. 
ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN TEMATIK (MULTI KASUS SDN SUNGAI PINANG DENGAN SDN PALIMBANG GUSTI 1) Arief Rahman; Jarkawi Jarkawi; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22312

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Namun, dalam implementasinya, pembelajaran tematik masih menghadapi berbagai problematika yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran tematik di sekolah dasar melalui studi multi kasus di SDN Sungai Pinang dan SDN Palimbang Gusti 1 Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran tematik di SDN Sungai Pinang lebih dominan pada aspek pelaksanaan pembelajaran, seperti rendahnya keaktifan siswa, keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran, serta pengelolaan kelas yang belum optimal. Sementara itu, di SDN Palimbang Gusti 1, problematika lebih menonjol pada aspek perencanaan dan evaluasi pembelajaran, khususnya dalam penyusunan perangkat pembelajaran tematik dan penerapan penilaian autentik. Meskipun memiliki karakteristik yang berbeda, kedua sekolah menunjukkan kesamaan permasalahan pada keterbatasan sarana pembelajaran dan perlunya peningkatan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tematik memerlukan upaya komprehensif yang melibatkan peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pembelajaran, dan dukungan manajemen sekolah.