Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

MANAJEMEN PENGELOLAAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI DALAM PEMBINAAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 MUARA UYA BERBASIS BAIMAN, BAUNTUNG, BATUAH, BAADAB Nani Rakhmaniah Rusadi; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta berkarakter kuat, sementara pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja. SMK Negeri 1 Muara Uya merespons kondisi tersebut melalui pengelolaan kemitraan DUDI yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri, tetapi juga berbasis nilai kearifan lokal Banjar, yaitu Baiman, Bauntung, Batuah, dan Baadab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan kemitraan DUDI dalam pembinaan kompetensi siswa berbasis nilai lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang hubungan industri, guru produktif, siswa, dan mitra DUDI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang bersifat pembinaan. Kemitraan tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa, tetapi juga membentuk habitus kerja yang disiplin, adaptif, bertanggung jawab, dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI berbasis kearifan lokal Banjar mampu meningkatkan kualitas kompetensi dan karakter siswa secara holistik serta memperkuat daya saing lulusan pendidikan vokasi.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI MANUNTUNG DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS SUPERVISI AKADEMIK DI SMAN 3 TANJUNG Nining Setyaningsih; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4602

Abstract

Penelitian ini didorong oleh peran kepemimpinan yang bukan hanya untuk administrasi tetapi lebih untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi kepemimpinan kepala sekolah, sesuai dengan pengetahuan lokal Gawi Manuntung, dapat meningkatkan efektivitas supervisi akademik di SMAN 3 Tanjung. Pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian kualitatif ini. Wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi partisipan digunakan untuk mengumpulkan data. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala SMAN 3 Tanjung mengintegrasikan nilai Gawi Manuntung yang bermakna bekerja keras dengan semangat kebersamaan hingga tuntas ke dalam setiap tahapan supervisi akademik. (2) Kepemimpinan berbasis kearifan lokal ini berkontribusi positif  meningkatkan efektivitas supervisi, Hal ini dibuktikan oleh kualitas proses pengajaran dan pembelajaran di kelas serta meningkatnya kedisiplinan para pengajar dalam menciptakan sumber belajar. (3) Faktor kunci keberhasilan terletak pada pendekatan humanis dan kolaboratif yang menciptakan etos kerja profesional tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal dalam manajemen sekolah mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini merekomendasikan agar para pemangku kebijakan pendidikan dapat mengadopsi model kepemimpinan berbasis budaya ini sebagai salah satu strategi dalam memperkuat fungsi supervisi akademik di sekolah.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL BADAMAI DI SMAN 3 TANJUNG Rabiatul Fitriah; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal Badamai di SMA Negeri 3 Tanjung. Nilai Badamai merupakan kearifan lokal masyarakat Banjar yang menekankan prinsip musyawarah, toleransi, gotong royong, dan harmoni sosial, yang relevan dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian mengenai pendidikan karakter telah banyak dilakukan, sebagian besar masih berorientasi pada pendekatan normatif dan nilai universal tanpa mengintegrasikan kearifan lokal sebagai basis pengelolaan pendidikan secara sistematis. Kajian tentang kearifan lokal Badamai umumnya terbatas pada aspek sosial-budaya masyarakat Banjar dan belum banyak dieksplorasi dalam lingkup manajemen pendidikan karakter di sekolah menengah atas, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu, belum ditemukan model empiris yang secara komprehensif menggambarkan bagaimana nilai Badamai dapat diintegrasikan ke dalam fungsi manajemen pendidikan untuk membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mengkaji manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai sebagai strategi kontekstual dalam merespons dampak globalisasi di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai di SMA Negeri 3 Tanjung telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Nilai-nilai Badamai terintegrasi ke dalam visi dan misi sekolah, kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, budaya sekolah, serta kegiatan pembiasaan dan ekstrakurikuler. Faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh lingkungan luar sekolah, keterbatasan waktu pembinaan, dan variasi karakter siswa.  Implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui internalisasi moral knowing, moral feeling, dan moral action dengan dukungan seluruh warga sekolah dan masyarakat. Evaluasi dan tindak lanjut dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pengamatan perilaku siswa dan refleksi bersama guru, komunikasi orang tua, dan penguatan kegiatan pembinaan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai efektif dalam membentuk karakter peserta didik dan berpotensi dikembangkan sebagai inovasi pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH MELALUI PROGRAM BELAJAR SAMBIL BERMAIN (OUTING CLASS) DALAM PENYELENGGARAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 4 BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Rizal Hasannor; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4604

Abstract

Program outing class penting dikaji dalam perspektif manajemen sekolah karena keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh desain pembelajaran, tetapi oleh kapasitas kepala sekolah dalam mengelolanya secara sistematis sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik manajemen kepala sekolah dalam pelaksanaan program belajar sambil bermain (outing class) di SMPN 4 Banua Lawas Kabupaten Tabalong, dengan fokus pada perencanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta evaluasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan outing class dilaksanakan secara terstruktur melalui perencanaan partisipatif, dukungan kebijakan pada tahap implementasi, serta evaluasi berkelanjutan sebagai dasar perbaikan program. Faktor pendukung meliputi komitmen kepemimpinan, kolaborasi guru, dukungan orang tua, dan pemanfaatan lingkungan sekitar, sedangkan kendala utama mencakup keterbatasan anggaran dan variasi kesiapan guru. Temuan ini menegaskan bahwa outing class merupakan instrumen manajerial strategis dalam memperkuat mutu pembelajaran secara berkelanjutan.