Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KEBIJAKAN PENGIKUTSERTAAN ORANG TUA TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI MIN 11 HULU SUNGAI UTARA Siti Mugayah; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22314

Abstract

Pengikutsertaan orang tua merupakan salah satu faktor strategis dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada satuan pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengikutsertaan orang tua dalam peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala madrasah, guru, pengurus komite madrasah, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengikutsertaan orang tua di madrasah dirumuskan secara partisipatif dan diimplementasikan melalui berbagai bentuk keterlibatan orang tua dalam kegiatan akademik, keagamaan, dan dukungan program madrasah. Implementasi kebijakan tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan, terutama pada aspek kedisiplinan, motivasi belajar, dan pembentukan karakter peserta didik. Faktor pendukung kebijakan meliputi komitmen kepala madrasah dan guru, dukungan komite madrasah, serta kesadaran orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, perbedaan tingkat pemahaman, dan keterbatasan sarana komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pengikutsertaan orang tua yang dirumuskan dan diimplementasikan secara efektif dapat meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN DI MTS SE-KECAMATAN AMUNTAI SELATAN Reza Wahyu Hernadi; Kasypul Anwar; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22318

Abstract

Mutu layanan pembelajaran merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi kepala sekolah terhadap mutu layanan pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Amuntai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain eksplanatori. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh guru MTs se-Kecamatan Amuntai Selatan yang berjumlah 45 orang, sehingga digunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran. Kompetensi supervisi kepala sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran. Secara simultan, kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,398. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu layanan pembelajaran di madrasah tsanawiyah memerlukan penguatan kompetensi kepala sekolah, baik dalam aspek manajerial maupun supervisi pembelajaran.
TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM Umar Umar; Nuril Huda; Dina Hermina; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22323

Abstract

Evaluasi Pendidikan Islam memiliki banyak tantangan. Penulis menulis 3 ( tiga ) di antaranya. Pertama ialah setiap siswa mempunyai kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda. Kedua ialah tidak semua guru dapat melaksanakan evaluasi yang tepat dan obyektif dengan baik. Ketiga ialah perbedaan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1.identifikasi tantangan dalam evaluasi pendidikan Islam 2.solusi untuk mengatasi tantangan dalam evaluasi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif-kepustakaan dengan teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi seperti buku dan jurnal. Penulis menulis 3 ( tiga ) solusi untuk 3 ( tiga ) tantangan tersebut. Pertama ialah kesesuaian alat evaluasi. Kedua ialah standar untuk objektivitas agar tidak bias evaluasi. Ketiga ialah sejumlah nilai terkait perbedaan budaya ialah tasamuh ( toleransi ), ta’awun ( saling menolong ), dan tawazun ( harmoni).
KEPEMIMPINAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMK BANJARBARU Sahrudin Sahrudin; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22324

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam peningkatan motivasi belajar siswa di SMK Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator Guru BK, Guru BK, wali kelas, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Guru BK diwujudkan melalui pengelolaan layanan bimbingan dan konseling secara terencana, penerapan strategi konseling individual, konseling kelompok, dan bimbingan klasikal, serta pembangunan hubungan interpersonal yang positif dengan siswa. Kepemimpinan Guru BK memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan oleh meningkatnya minat belajar, kedisiplinan, dan sikap positif terhadap pembelajaran. Keberhasilan kepemimpinan Guru BK didukung oleh kerja sama dengan pihak sekolah dan program layanan BK yang terstruktur, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu layanan dan variasi karakteristik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Guru BK berperan strategis dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK.
PENYULUHAN OPTIMALISASI PEMBELAJARAN HOMESCHOOLING MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN PENYEDIAAN SARANA PEMBELAJARAN Agustina Rahmi; Husnul Madihah; Muhammad Yuliansyah
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19693

Abstract

Perkembangan pendidikan alternatif seperti homeschooling menuntut tersedianya tenaga pendidik yang kompeten dan sarana pembelajaran yang memadai. HSC Baitul Izzah Banjarmasin sebagai lembaga penyelenggara homeschooling menghadapi tantangan berupa kurangnya pelatihan bagi guru serta keterbatasan fasilitas pendukung proses belajar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai standar kompetensi pendidik dan pentingnya sarana pembelajaran yang optimal. Kegiatan dilakukan secara tatap muka melalui metode ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif yang diikuti oleh 10 orang guru dan kepala sekolah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang mencakup lima indikator pemahaman utama. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan: (a) pemahaman kompetensi guru meningkat 50%, (b) strategi pembelajaran meningkat 70%, (c) penggunaan media pembelajaran meningkat 50%, (d) pendekatan psikologis meningkat 40%, dan (e) komunikasi dengan orang tua meningkat 30%. Kegiatan ini juga mendorong penyediaan bahan ajar baru serta terbentuknya perpustakaan mini. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi yang bersifat edukatif untuk memperkuat kualitas pembelajaran homeschooling secara keseluruhan.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN BUDAYA RELIGIUS: STUDI KASUS DI SMP HASBUNALLAH DAN SMPIT ASHABUL KAHFI Akhmad Tabe’i; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4587

Abstract

Kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, budaya religius, pendidikan Islam, studi kualitatif Penguatan budaya religius di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan strategis dalam merespons tantangan kemerosotan nilai dan karakter peserta didik di tengah dinamika era modern. Dalam konteks ini, kepala sekolah memiliki posisi kunci dalam membangun dan menginternalisasikan nilai-nilai religius melalui pola kepemimpinan yang tidak terbatas pada fungsi administratif, melainkan bersifat transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam memperkuat budaya religius di SMP Hasbunallah dan SMPIT Ashabul Kahfi Tabalong, dengan menitikberatkan pada peran visi religius, keteladanan kepemimpinan, serta pengelolaan budaya religius yang dilakukan secara sistematis. Fokus pertanyaan penelitian diarahkan pada bagaimana kepemimpinan transformasional dijalankan oleh kepala sekolah serta sejauh mana kepemimpinan tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya budaya religius dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, dilengkapi dengan observasi terhadap pelaksanaan kegiatan religius di lingkungan sekolah serta analisis terhadap dokumen kelembagaan yang relevan. Proses analisis data dilakukan dengan menerapkan analisis tematik yang meliputi tahap reduksi data, penyusunan dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berulang, sehingga memungkinkan pemahaman yang komprehensif dan mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi secara signifikan terhadap penguatan budaya religius di lingkungan sekolah. Kepala sekolah berperan aktif dalam menggerakkan perubahan budaya melalui penyusunan visi religius yang disepakati bersama, penanaman nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan pribadi, serta pembentukan sistem sekolah yang mendukung pembiasaan religius secara berkelanjutan. Budaya religius tidak hanya tampak dalam kegiatan yang bersifat formal dan seremonial, tetapi telah terintegrasi dalam praktik keseharian seluruh warga sekolah. Temuan ini memperkaya kajian kepemimpinan pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya religius yang kuat dan berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi kepemimpinan transformasional bagi kepala sekolah serta mendorong pengembangan penelitian selanjutnya dengan pendekatan metodologis dan cakupan konteks yang lebih luas.
KEPEMIMPINAN KEPALA SATUAN PENDIDIKAN DALAM LITERASI BAHASA BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI LISAN BANJAR DI SMPN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Dwi Rahmiyati; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4588

Abstract

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Literasi Bahasa banjar sebagai salah satu komponen penting dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan komunikasi siswa.  Kearifan local tradisi lisan Banjar dalam konteks penelitian ini merujuk pada ungkapan, cerita, pantun, nasihat, dan adat istiadat yang diturunkan secara lisan di masyarakat Tabalong dan mengandung nilai-nilai budaya, moral, dan pengetahuan tradisional (karakter). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa kearifan lokal tradisi Banjar di SMPN 1 Tanjung. Pendekatan penelitian ini adalah kualititatif. Teknik pengumpulan data dengan proses wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan secara tematik mengikuti model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat antara: (1) kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berjalan dengan baik sesuai dengan program kegiatan yang telah disusun, (2) kepemimpinan kepala satuan pendidikan memberikan dampak positif dalam implementasi program kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong, dan (3) Strategi yang dapat dikembangkan oleh kepala satuan pendidikan  dalam pengelolaan program literasi bahasa melalui kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berupa pendekatan yang bersifat kolaboratif, adaptif dan kontekstual yang mendorong keterlibatan guru, siswa serta komunitas.  Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini dapat disarankan beberapa hal seperti: (1) Kepala sekolah agar terus menguatkan peran kepemimpinan dalam mengembangkan literasi berbasis kearfian lokal tradisi lisan Banjar, (2) Guru agar mengembangkan inovasi pembelajaran dan kegiatan pengembangan literasi, (3) Pemerintah Daerah agar memberikan dukungan dan fasilitas dalam mengembangkan literasi khususnya kearifan lokal Bahasa Banjar, (4) penelitian ini hendaknya dapat dikembangkan sehingga digunakan sebagai rujukan dan referensi untuk melakukan penelitian yang masih berkait.
MANAJEMEN SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI SABUMI DI SMAN 1 HARUAI Dwi Nopyanti Puji Asrini; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4589

Abstract

Sekolah adiwiyata merupakan program pemerintah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik. SMAN 1 Haruai beberapa kali mengajukan diri untuk memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Nasional sebelum berhasil menjadi sekolah adiwiyata nasional tahun 2024. SMAN 1 Haruai melakukan pembenahan dan  memanfaatkan kearifan lokal gawi sabumi/gotong royong yang hidup dalam masyarakat Haruai untuk mengembangkan manajemen sekolah adiwiyata nasional. Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan secara mendalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut sekolah adiwiyata nasional berbasis kearifan lokal gawi sabumi di SMAN 1 Haruai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap manajemen sekolah adiwiyata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, Ketua GPBLHS, wakasek, guru, ketua komite dan siswa. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sekolah Adiwiyata nasional berbasis kearifan lokal gawi sabumi di SMAN 1 Haruai selaras dengan POAC, regulasi manajemen sekolah adiwiyata dan prinsip manajemen berbasis sekolah yang menekankan otonomi dan partisipasi.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PELUANG KERJA LULUSAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI MELALUI ADAT BASOPAN DI SMK NEGERI 1 TANJUNG Enok Suci Hartini; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan peluang kerja lulusan di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui penguatan nilai adat basopan di SMK Negeri 1 Tanjung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tuntutan dunia kerja yang tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga kompetensi nonteknis berupa sikap, etika, dan karakter kerja yang selaras dengan budaya industri. Adat basopan sebagai kearifan lokal dipandang relevan untuk membentuk karakter lulusan yang beretika, disiplin, dan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK), peserta didik, alumni, dan perwakilan DUDI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan peluang kerja lulusan diimplementasikan melalui Kepemimpinan Transformasional yang mengimplementasikan nilai Adat basopan ke dalam budaya sekolah, proses pembelajaran, serta kemitraan dengan DUDI. Kepala Sekolah berperan sebagai teladan (idealized influence), penggerak visi bersama (inspirational motivation), pendorong inovasi program sekolah (intellectual stimulation), dan pembina pengembangan individu peserta didik (individualized consideration). Implementasi strategi ini berdampak pada terbentuknya sikap kerja lulusan yang lebih disiplin, sopan, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap lingkungan kerja industri, sehingga meningkatkan kepercayaan DUDI dan memperluas peluang penyerapan lulusan ke dunia kerja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis nilai kearifan lokal Adat basopan merupakan strategi efektif dalam meningkatkan daya saing dan peluang kerja lulusan SMK. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan vokasi serta kontribusi praktis bagi kepala sekolah dalam merancang strategi peningkatan link and match antara SMK dan DUDI.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL KAYUH BAIMBAI UNTUK PENGUATAN KARAKTER ISLAMI DI TK ISLAM TERPADU AZ ZAHRA MURUNG PUDAK Ernia Novianty; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4591

Abstract

Riset ini difokuskan untuk mengkaji secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah yang berlandaskan nilai kearifan lokal Kayuh Baimbai dalam upaya memperkuat pembentukan karakter Islami pada peserta didik di TK Islam Terpadu Az Zahra Murung Pudak dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan langsung, dan penelaahan dokumen yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Kerangka teoretis penelitian ini bertumpu pada teori kepemimpinan transformasional sebagai grand theory, teori kepemimpinan partisipatif dan teori internalisasi nilai sebagai middle theory, serta teori kepemimpinan berbasis kearifan lokal sebagai applied theory. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di TK Islam Terpadu Az Zahra Murung Pudak diwujudkan melalui pola kepemimpinan kolektif dan partisipatif yang menekankan teladan moral dan sosial, manajemen sekolah yang berlandaskan musyawarah, serta penguatan budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi antar warga sekolah. Nilai-nilai Kayuh Baimbai yang diterapkan meliputi kebersamaan dan gotong royong, musyawarah dan konsensus, tanggung jawab kolektif, harmoni dan kekeluargaan, serta keteguhan dalam menjaga nilai budaya lokal. Penerapan kepemimpinan tersebut berdampak positif terhadap penguatan karakter Islami anak, yang tercermin dalam pembiasaan nilai religius, pembentukan akhlak dan moral Islami, penguatan karakter sosial, kemandirian dan disiplin, serta terbentuknya budaya sekolah Islami. Faktor yang menunjang penerapan kepemimpinan Kayuh Baimbai mencakup komitmen serta loyalitas dari internal sekolah disertai dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitar, sementara faktor penghambat muncul dari tuntutan adaptasi terhadap perubahan serta kebutuhan pengembangan inovasi secara berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan kepemimpinan transformasional dengan kearifan lokal Kayuh Baimbai dalam ranah pendidikan anak usia dini yang dirancang sebagai strategi kontekstual dan berkelanjutan untuk memperkuat pembentukan karakter Islam.