Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Investigating Teachers’ Conceptualizations of Deep Learning in Science Education Nurwanti Fatnah; Zakiyyah; Mutiara Dwi Cahyani
Journal of Science Education Research Vol. 10 No. 1 (2026): J. Sc. Edu. Research
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jser.v10i1.90040

Abstract

This study investigates junior high school science teachers’ conceptualizations of deep learning within the context of Indonesian educational reform. Using a qualitative descriptive approach, data were collected from 39 science teachers in Cirebon through open-ended questionnaires and analyzed thematically using Atlas.ti. The results reveal that teachers define deep learning as a holistic process that integrates cognitive, affective, and psychomotor dimensions, emphasizing student-centeredness, collaboration, and meaningful learning. Teachers further articulated key principles of deep learning, including contextualization, critical and creative reasoning, innovation, independence, joyful and mindful learning, ethical awareness, and the ability to connect science concepts to real-life situations. The implementation of deep learning was characterized by project-based learning, authentic tasks, collaborative practices, backward design, and supportive classroom environments. However, teachers reported challenges such as limited resources, unequal technological access, time constraints, and diverse student readiness, indicating the complexity of translating deep learning into practice. To address these issues, teachers highlighted the need for systematic supports including sustained professional training, mentoring, peer observation, and high-quality instructional modules. The study contributes theoretically by clarifying teacher perspectives on deep learning and practically by offering recommendations for professional development and policy directions to strengthen deep learning in Indonesian science education.
Co-creation dan Capacity Building Modul IPA Berbasis Deep Learning melalui Permainan Tradisional Zakiyyah Zakiyyah; Nurwanti Fatnah; Nugraha Permana Putra; Mutiara Dwi Cahyani; Siti Ardiyatunnur; Nabilah Adwa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.954

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru IPA SMP dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis deep learning yang kontekstual, kolaboratif, dan menyenangkan. Program dilaksanakan melalui pendekatan capacity building yang dipadukan dengan prinsip co-creation untuk membangun kemampuan reflektif dan inovatif guru dalam menyusun modul ajar interaktif berbasis permainan tradisional. Kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan pelatihan konsep deep learning, lokakarya penyusunan modul, dan refleksi hasil pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kualitas perangkat ajar guru, dengan rata-rata peningkatan sebesar 23 %, terutama pada aspek inovasi dan integrasi konteks lokal. Produk utama kegiatan berupa Modul Ajar IPA Berbasis Deep Learning bertema “Bentuk-bentuk Energi” yang mengintegrasikan permainan tradisional Boy-boyan Energi dan asesmen digital interaktif menggunakan PhET Simulation dan Quizizz. Modul hasil co-creation ini dinilai memenuhi karakteristik meaningful, mindful, dan joyful learning yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif siswa. Kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas guru dan inovasi pembelajaran sains berbasis kearifan lokal.
Diversifikasi Makanan Buah Naga Sebagai Upaya Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat zakiyyah zakiyyah
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v1i1.5399

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas taraf hidup masyarakat Desa Windujaya melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Desa Windujaya memiliki potensi berupa Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain sawah, fasilitas lahan di TTP ini ditanami dengan buah naga, namun belum ditangani secara serius. Buah naga belakangan ini berpotensi baik dari segi kesehatan, maupun dari segi ekonomi. Diversifikasi buah naga ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat bahkan dapat dijadikan produk andalan dalam unit-unit usaha. Sudah barang tentu untuk mewujudkan diversifikasi tersebut membutuhkan keterampilan yang mumpuni. Keterampilan dalam diversifikasi ini menjadi faktor kunci keberhasilan suatu produk yang dihasilkannya. Produk yang dihasilkan baik, maka baik pula permintaan masyarakat akan produk tersebut. Dalam kegiatan pengabdian ini dihasilkan tiga jenis produk, di antaranya, 1) Pengetahuan informasi manfaat dan kandungan buah naga; 2) Stik buah naga sebagai kudapan; 3) Buah naga Delight berupa minuman segar berbentuk jeli. Dengan adanya produk-produk unggulan tersebut peluang masyarakat semakin terbuka lebar untuk membentuk unit-unit usaha baru di Desa Windujaya
EKSPLORASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PILAR LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN KELUARGA Arif Abdul Haqq; Zakiyyah Zakiyyah
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v1i2.5816

Abstract

As with environmental problems in general, Kubangwungu Village also has issues in the ecological field, namely some people who still have the habit of littering. So that rubbish littered clogged waterways and piled up in rivers. This causes the river to overflow and flood. This research aims to give a comprehensive picture of the implementation of community empowerment in the pillars of the environment through the family empowerment program (POSDAYA). This type of research is descriptive research with a partnership program. The results showed that the implementation of family-based community empowerment activities was carried out from July 2019 to August 2019 in Kubangwungu Village, Ketanggungan District, Brebes Regency, Central Java Province. Optimizing the role of the family as an activity center is a significant factor in the implementation of family-based posdaya activities. These activities include making nutritious gardens, utilizing household waste, making biopori, making waste banks, management, and mechanisms of waste banks. These activities turned out to be able to increase public awareness of the environment as an implication of community empowerment in the environmental field
Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak dengan Memanfaatkan Limbah Daun Kering Menjadi Sebuah Karya Seni Kolase Zakiyyah Zakiyyah; Putri Amelia; Imam Hadiwibowo
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v5i1.13484

Abstract

EFFORTS TO INCREASE CHILDREN'S CREATIVITY BY UTILIZING DRY LEAF WASTE TO BECOME A COLLAGE ARTWORK. Indonesia is a tropical country that only has two seasons, namely Dry and Rainy. During the dry season the weather was hot and many of the trees whose leaves had fallen were blown by the wind so that they were scattered everywhere. And the lack of public awareness of this dry leaf wasted which can interfere with the scenery and roads. The Collaborative KKM program is implemented to contribute to the community in processing and utilizing dried leaf waste into a valuable work of art, in this case carried out in the village of Ciledug Kulon, Ciledug District, Cirebon City. The methode used in this Collaborative KKM activity is collage, which is a two-dimensional work of art where the way of making it is by attaching dry leaves using glue to form an image of work of art. This KKM activity produces products from the results of utilizing dried leaf waste in the form of works of art that can be used as wall decorations
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA Sitta Nurlaili Sufi; Sausan Asy Syifa Madaniah; Sasha Dwi Puspa Lestari; Setio Putri Ayu Sri Wahyuni; Sholihah Sholihah; Zakiyyah Zakiyyah; Ruslani Ruslani
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.7896

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep melalui penerapan strategi jigsaw dalam pembelajaran berdiferensiasi pada materi pewarisan sifat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan evaluasi, serta refleksi dengan dilaksanakan melalui pra-siklus serta siklus I dan II. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal penilaian pemahaman konsep posttest di setiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif (Rata-rata dan presentase). Hasil penelitian Penerapan Strategi Jigsaw Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Pada Materi Pewarisan Sifat yaitu berhasil meningkatkan pemahaman konsep IPA, dengan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar yang terus meningkat dari siklus I ke siklus III, mencapai 77.73 dan 74.07% pada siklus III. Peningkatan signifikan ini juga terlihat pada pemahaman konsep yang mencapai ketuntasan penuh di siklus III.
Profiling Active Participation In Environmental Conservation Among Middle School Students Using K-Means Clustering Zakiyyah Zakiyyah; Arif Abdul Haqq; Tania Avianda Gusman; Muhammad Farhan Firmansyah; Diani Magasida
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol. 14 No. 3: JULY 2026
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v14i3.1848

Abstract

This study profiles middle school students’ participation in environmental conservation using K-means clustering as a data-driven approach to identify latent behavioral patterns. A total of 457 students participated, and their responses were analyzed across four dimensions: participation frequency, environmental knowledge, attitudes and behaviors, and social involvement. The optimal number of clusters was determined through elbow and silhouette analyses, with the three-cluster solution offering the best balance between statistical coherence and interpretability. The clusters revealed distinct profiles: a high-engagement group with strong environmental literacy, a moderate group exhibiting a knowledge–action gap, and a low-engagement group with limited awareness and participation. Kruskal–Wallis tests confirmed significant differences across all dimensions (p < 0.001). Principal component analysis (PCA) visualization further supported the interpretive clarity of the cluster structure. These findings demonstrate the heterogeneity of students’ environmental engagement and highlight the importance of differentiated environmental education strategies. The study underscores the value of integrating machine learning analytics with pedagogical design, offering actionable insights for schools to strengthen conservation education through targeted experiential activities, leadership opportunities, and foundational environmental support for the least engaged learners