Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Edukasi Manfaat Mengonsumsi Ikan Bagi Kesehatan Guna Cegah Stunting Sejak Dini: Education Benefits of Consuming Fish for Health to Prevent Stunting From An Early Age Maulida Nurapipah; Aprilia Lestari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.891 KB)

Abstract

Abstrak: Perkembangan dan pertumbuhan yang baik sangat ditentukan pada saat anak memasuki usia sekolah, untuk itu diharapkan intake pangan yang baik dengan mengonsumsi protein yang cukup. Perbaikan gizi pada anak usia sekolah dasar merupakan upaya yang dapat dilakukan karena gizi yang baik anak membentuk Sumber Daya Manusia yang berkualitas sehingga dapat mencegah stunting sejak dini. Salah satu sumber protein yang bermutu tinggi terdapat pada ikan, ikan termasuk bahan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin K dan ikan juga kaya akan protein, lemak sehat dan mineral. Kandungan gizi pada ikan sangat berpengaruh untuk perkembangan dan pertumbuhan pada anak. Tujuan PKM ini adalah memberikan dukungan pengetahuan tentang pentingnya mengonsumsi ikan dalam pencegahan stunting sejak dini. PKM ini menggunakan metode “Edukasi” berbentuk penyuluhan pada anak Sekolah dasar menggunakan leaflet. Hasil PKM ini adalah penambahan pengetahuan tentang pentingnya manfaat mengonsumsi ikan untuk memperbaiki gizi guna cegah stunting sejak dini.   Abstract: Good development and growth are determined when children enter school age, for this reason, good food intake is expected by consuming sufficient protein. Improving nutrition in elementary school-age children is an effort that can be made because good nutrition for children forms quality human resources so that they can prevent stunting from an early age. One source of high-quality protein found in fish, fish including foods that contain omega-3 fatty acids and vitamin K and fish are also rich in protein, healthy fats and minerals. The nutritional content of fish is very influential for the development and growth of children. The purpose of this program is to provide knowledge support about the importance of consuming fish in preventing stunting from an early age. This program uses the "Education" method in the form of counseling for elementary school children using leaflets. The result of this program is to Increased knowledge about the importance of the benefits of consuming fish to improve nutrition to prevent stunting from an early age.
Strategi Pemberdayaan Kader Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Peningkatan Perilaku Sehat Ito Wardin; Maulida Nurapipah
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1261

Abstract

Peningkatan pengetahuan berperilaku sehat dalam lingkup keluarga menjadi sumber utama kehidupan dan apotek hidup, maka harus dilakukan pengembangan dengan intensif. Teknologi sederhana yang bisa diterapkan supaya mennghadirkan berbagai manfaat secara luas buat warga tak cuma pada proses kemandirian pangan namun pun bisa difokuskan menuju kemandirian kesehatan lewat tahapan perkembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Tujuan riset ini adalah guna melakukan analisisi penerapan pemberdayaan kader TOGA dalam peningkatan perilaku sehat. Metode penelitian studi deskriptif kualitatif untuk dilakukannya strategi dalam pemberdayaan kader tanaman obat keluarga dalam peningkatan perilaku sehat terutama bagi masyarakat. Hasil pengambilan data yakni wawancara terstruktur observasi, serta dokumentasi. Jumlah responden yaitu 6 responden dengan lokasi penelitian di Desa watubelah. Berdasarkan hasil eksplorasi pemberdayaan kader tanaman obat keluarga dideskripsikan dalam tema komponen komunitas dan komponen individu diantaranya yaitu: Keaktifan dan kekompakan masyarakat, kesadaran Masyarakat, Keaktifan Kader, pengelolaan tanaman yang baik dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. New insight, yaitu perlu adanya keaktifan dan kekompakan masyarakat dalam melaksanakan setiap kegiatan yang diselenggarakan terutama mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga, kesadaran masyarakat dalam peningkatan perilaku hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga, keaktifan kader untuk mendukung dan mendorong masyarakat dalam melakukan meningkatkan perilaku sehat dengan pemanfaatan TOGA.
Model Intervensi Self and Community Empowerment pada Pasien dengan Penyakit Kronis: A Systematic Review Maulida Nurapipah; Leya Indah Permatasari; Rizaluddin Akbar
Jurnal Gawat Darurat Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v4i2.668

Abstract

Penyakit kronis merupakan penyakit yang menjadi beban ganda bagi semua orang di seluruh dunia terutama di Indonesia. Penyakit kronis juga bisa menyebabkan kecacatan dengan menimbulkan gejala-gejala pada penderitanya. Angka kejadian terhadap penyakit kronis di Indonesia semakin mengalami peningkatan berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 dibandingkan dengan hasil riset kesehatan dasar tahun 2013, penyakit kronis tersebut diantaranya yaitu  stroke, kanker, diabetes melitus, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi. Berdasarkan hasil permasalahan diatas, maka pentingnya dilakukan systematic review tentang model intervensi self-dan community empowerment pada klien dengan penyakit kronis. Pencarian literatur dilakukan dnegan beberapa database seperti Google Scholar, EBSCO, PROQUEST dan PubMed, dalam pencarian literatur memiliki kriteria inklusi seperti peer-review artikel tahun publikasi 2009-2019. Berdasarkan analisis dari 10 literatur ditelaah dengan melihat hasil penelitian yang sesuai dengan topik tentang pemberdayaan masyarakat pada pasien dengan penyakit kronis. Mengontrol perilaku hidup merupakan salah satu bentuk tanggung jawab penderita terhadap dirinya sendiri. Salah satu strategi yang digunakan yaitu empowerment  yang bisa dikembangkan pada penderitapenyakit kronis untuk meningkatkan kontrol terhadap penyakitnya dengan cara meningkatkan aktivitas fisik, memperbaiki pola makan sehat dan meningkatkan kesehatan mental yang lebih baik dan sejahtera. Berdasarkan hasil telaah literatur yang dilakukan, bahwa model self-dan community empowerment pada masyarakat sangatlah penting dilakukan di pelayanan kesehatan primer utamanya oleh perawat komunitas, hal tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan penyakit kronis dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merubah pola hidup dengan yang baik juga dapat menurunkan angka kejadian penyakit kronis.
Terapi Menghisap Es Batu Untuk Mengurangi Rasa Haus pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Terapi Hemodialisis: Kajian Literatur Nurapipah, Maulida; Putriyati, Luthfiyah; Kususmawati, Maya; Hikmah, Nurul; Nurkholifah, Nurkholifah
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4223

Abstract

Penyakit ginjal ialah suatu gangguan organ ginjal yang muncul karena beragam aspek, contohnya tumor, infeksi, kelainan bawaan, degeneratif ataupun penyakit metabolic, dll. Ada 3 pengobatan dari terapi medis yang tersedia pada CKD (Chronic Kidney Disease) yakni peritoneal dialisis, hemodialisa serta transplantasi ginjal. Banyaknya pengidap penyakit ginjal kronis ialah berjumlah 1,3 juta penduduk dunia. Tujuan Penelitian untuk engidentifikasi efektifitas terapi menghisap es batu untuk menurunkan perasaan haus kepada penderita CKD yang melaksanakan terapi hemodialisis berlandaskan pada kajian literarure. Tipe riset yang dipakai dalam studi ini ialah Narattive review. Narrative review yakni jenis dari literature review yang memakai teknik lewat mengklasifikasikan berbagai data hasil. Database yang digunakan Google Scholar, Pubmed, Spingerlink, academia.edu, Microsoft Academic, dengan menggunakan kata kunci Hemodialisis AND Pasien CKD on HD AND Terapi menghisap Es Batu” didapatkan 23 artikel yang relevan dan digunakan 5 artikel setelah sorting. Penentuan artikel ilmiah menggunakan metode PRISMA flow dan menggunakan diagram untuk menentukan artikel ilmiah yang sesuai masuk dalam kriteria inklusi penelitian. Setelah melalui beberapa tahapan penyeleksian studi, didapatkan 5 literatur yang membahas efektifitas terapi menghisap es batu untuk mengurangi rasa haus pada pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis. Total jumlah sampel dari semua penelitian yaitu 73 subjek. Strategi pencarian jurnal menggunakan kerangka PICO.
Edukasi Kesehatan Lingkungan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Iftitah, Dein; Zakiyyah, Zakiyyah; Nurapipah, Maulida
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.4122

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini guna melakukan peningkatan pengetahuan terkait kesehatan lingkungan melalui pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Penyakit yang rawan ditimbulkan akibat sampah, keterampilan dalam pengelolaan sampah menjadi bahan layak jual (ecobrick), serta pencemaran air sungai akibat pembuangan tinja secara langsung dan edukasi pembuatan jamban sehat. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan cara memberikan edukasi atau penyuluhan kepada para peserta. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2024 di Posyandu Karya Mulya Kelurahan Sendang dengan peserta kader kesejahteraan keluarga dan jumlah sebanyak peserta 50 peserta. Langkah-langkah pelaksanaan pengabdian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode analisis data memakai analisis deskriptif kualitatif serta persentase tingkatan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan para peserta secara umum terkait kesehatan lingkungan sebanyak 72%. Para peserta juga memahami penerapan PHBS meningkat menjadi 82.5%, sebanyak 72.5% peserta memahami terkait bahaya akibat pencemaran air sungai dan stop buang air besar sembarangan (Open Defecation Free / ODF) serta sebanyak 50% para peserta mengetahui terkait penyakit penyakit yang rawan ditimbulkan akibat penumpukan sampah dan keterampilan pengelolaan sampah menjadi ecobrik. Kesimpulan dari kegiatan ini dapat melakukan peningkatan pengetahuan para peserta serta diharapkan mampu menolong diri dan keluarga untuk mewujudkan derajat kesehatan di masyarakat.
Pengaruh Pemberian Chromotherapy (Terapi Warna) dan Permainan Puzzle Jigsaw O’clock terhadap Fungsi Kognitif Lansia Permatasari, Leya Indah; Nurapipah, Maulida
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1949

Abstract

Lansia merupakan periode akhir kehidupan yang telah memasuki usia diatas 60 tahun, yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan pada tubuh. Perubahan kognitif yang dialami oleh lansia seperti lansia     mengalami disorientasi, kehilangan kemampuan dalam berbahasa, kehilangan kemampuan untuk berhitung dikarenakan terjadi perubahan fungsi didalam otak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian terapi dengan menggunakan dua intervensi yaitu dengan chromotherapy (terapi warna) dan permainan puzzle guna melakukan penilaian fungsi kognitif untuk lansia, yang diharapkan setelah dilakukan intervensi lansia dapat terhindar dari masalah  kognitif. Studi ini memakai Quasi Experimental menggunakan three group pretest-postest design. Dari perolehan uji t skor p value  sebanyak  0.000 yang menunjukan bahwa Ho diterima atau dengan kata lain Ha ditolak, memiliki makna bahwa tak ditemukan perbandingan secara signifikan rerata sesudah serta sebelum pemberian Chromotherapy, Puzzle Jigsaw O’clock, Chromotherapy dan Puzzle Jigsaw O’clock.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7-12 Bulan pada Ibu Bekerja Nurapipah, Maulida; Hidayah, Cecep Taufiq; Pratiwi, Liliek
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4520

Abstract

Ibu pekerja ialah satu dari beberapa faktor yang menghambat dalam memberikan secara ASI eksklusif, sebaliknya total pekerja Wanita senantiasa mengalami peningkatan tiap tahunnya. Berlandaskan pada Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2023 jumlah cakupan dalam memberi ASI secara eksklusif sebanyak 68,8%. Kegagalan dalam memberi ASI eksklusif menjadi suatu perilaku kesehatan yang bisa diberikan pengaruh sama banyak aspek, sebagaimana aktifitas kerja, pengetahuan, serta dukungan keluarga. Studi ini memiliki tujuan guna melihat beberapa aspek yang memiliki korelasi terhadap kegagalan dalam memberi ASI Eksklusif kepada bayi berusia 7 hingga 12 bulan pada ibu yang bekerja pada Desa Parakanhonje Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya. Studi ini termasuk tipe kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel ialah seluruh ibu yang bekerja pada sektor formal yang memiliki bayi berumur 7 sampai 12 bulan sebanyak 53 responden serta pemungutan sampel memakai metode proporsional ramdom sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Analisa data memakai uji Korelasi Kendall’s Tau-b. Perolehan studi memeprlihatkan bahwa mayoritas berpengetahuan baik (60,4%), sebagian besar beraktifitas administratif (56,6%), dan sebagian besar mendapat dukungan (62,3%), serta mayoritas ibu yang bekerja tak memberi ASI secara eksklusif (52,8%). Hasil statistik korelasi menunjukkan bahwa ada korelasi pengetahuan terhadap kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,000), tada ada korelasi aktifitas kerja terhadap kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p= 0,527), serta ada korelasi hubungan dukungan keluarga dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p= 0,000). Pengetahuan ibu bekerja dan dukungan keluarga memiliki korelasi dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif, sebaliknya aktifitas kerja tak berhubungan terhadap kegagalan dalam memberik ASI Eksklusif di Desa Parakanhonje.
The Effect of O'clock Puzzle Playing Therapy on Cognitive Function in the Elderly in Nursing Home Area 3 Cirebon in 2023 Amillah, Mala; Indah Permatasari, Leya; Nurapipah, Maulida
Jurnal Medisci Vol 1 No 5 (2024): Vol 1 No 5 April 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v1i5.246

Abstract

Significant changes in the neurological system, which can lead to a decline in cognitive function, are shared among the aged. Giving puzzle play therapy to senior citizens is one way to enhance their cognitive abilities. This study aims to find out how O'clock Puzzle Play Therapy affects cognitive function in the elderly at Nursing Home Region 3 Cirebon in 2023. This study uses a pretest-posttest with a control group design and a proper experimental design. A total of 40 respondents make up the sample, which is obtained by complete sampling. They are employing the SPMSQ questionnaire to assess the cognitive abilities of the elderly. Univariate and bivariate data analysis was performed using the data normalcy test and the marginal homogeneity test. When older patients receiving o'clock puzzle play therapy were compared to those who did not get therapy, the results of the intellectual evaluation score using the SPMSQ showed a substantial rise. Four older adults from the intervention group (26.7%) who had severe cognitive impairment during the SPMSQ assessment prior to playing the o'clock puzzle therapy had severe intellectual impairment. In contrast, the number of older adults in the intervention group who had severe intellectual impairment decreased to zero. The study's findings, when combined with the Asymptotic value of the Marginal Homogeneity Test, indicate that o'clock puzzle play therapy impacts cognitive performance in the senior residents of the regional 3 Cirebon caring facility. 0.002 as the 2-tailed significance. Asymptotic value. Sig shows an Asymp in this study. The value difference is substantial when the sig value is less than 0.05.
Peningkatan Kapasitas Mahasiswa dalam Persiapan Menghadapi Dunia Kerja dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Bidang Industri Nurapipah, Maulida; Permatasari, Leya Indah; Gusman, Tania Avianda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6365

Abstract

Kesiapan bekerja sangat diperlukan oleh mahasiswa guna menyambut dunia kerja setelah lulus dari program studi yang ditempuhnya. Upaya dalam melakukan peningkatan kesiapan kerja ini dilaksanakan melalui memberi pelatihan peningkatan kesiapan kerja yang melingkupi merencanakan karir pada masa mendatang, memetakan pengalaman kerja serta hidup, memperdalam keterampilan professional serta pengetahuan yang dipunyai, kecerdasan emosi, serta keterampilan interpersonal umum. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas keseiapan para mahasiswa dan kesiapan dalam menghadapi dunia kerja dan pengenalan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Mahasiswa akan dibekali materi-materi terkait tips dan trik meningkatkan kemampuan berbahasa asing dan juga patient safety dan kesehatan keselamatn kerja di bidang industri. Peserta dalam kegiatan ini merupakan mahasiswa Teknik industri Universitas Muhammadiyah Cirebon sejumlah 30 mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebelumnya pemateri memberikan pertanyaan dan hanya 3 mahasiswa yang mampu menjawab dengan tepat dan setelah kegiatan pemateri mengevaluasi pengetahuan mahasiswa dengan memberikan pertanyaan dari 30 mahasiswa mengalami peningkatan yaitu 20 mahasiswa mampu menjawab dengan tepat. Kesimpulan Dalam aktifitas ini bisa meningkatkan pengetahuan dan mampu mendemonstrasikan tentang K3 dan persiapan dalam menghadapi dunia kerja bidang industri.
Hubungan Ibu-Anak Perempuan dengan Regulasi Emosi Mahasiswi Fakultas S1 Ilmu Keperawatan Dewi Maulidah; Riza Arisanty Latifah; Maulida Nurapipah
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 8 No. 1 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v8i1.391

Abstract

A student has their own way of solving a problem faced when they are in a stressful situation. One of the things that determines individual emotion regulation strategies is the social support provided by the family, the role of a mother being a common result that represents the relationship between parents and children in the family. The aim is to determine the relationship of various dimensions of mother-daughter relationship with emotion regulation of 2019 batch of female students, Faculty of S1 Nursing Science, Universitas Muhammadiyah Cirebon. This type of research is quantitative research with a cross sectional design. The study population was 90 respondents. The sampling technique was total sampling. Statistical tests using Chi Square. The research tool was a questionnaire. The results of the analysis based on the Chi Square test show that the ? value of the connectedness subscale in the mother-daughter relationship has no relationship with the level of emotional regulation, with a sig value of 0.307 (p-value 0.05). The interdependency subscale in the mother-daughter relationship has no relationship with the level of emotion regulation, with a sig value of 0.451 (p-value 0.05). The trust in hierarchy subscale in the mother-daughter relationship has no relationship with the level of emotion regulation, with a sig value of 0.076 (p-value 0.05). Parents need to continue to improve communication skills with children, by teaching self-control including emotional management in a child.