Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Kruskal Wallis Pada Perkecambahan Pueraria Javanica pada Berbagai Tingkat Kemiringan Lahan Yani mondiana; Anisa Zairina; Nunuk Hariyani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i1.21

Abstract

Cover crop merupakan tanaman yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah dengan tujuan utama menjaga tanah dari erosi dan mencegah hilangnya unsur hara dalam tanah akibat terjadinya peluruhan tanah karena erosi . Tanaman yang dapat digunakan untuk cover crop adalah golongan legum. Salah satunya menggunakan tanaman kacangan. Penelitian ini menggunakan tanaman kacangan pueraria javanica yang akan diaplikasikan pada tanah bekas longsor dengan tingkat kemiringan 300, 500 dan 700 menggunakan teknik hydroseeding. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kemiringan yang berbeda memberikan pengaruh terhadap daya perkecambahan dan penambahan jumlah daun bibit pueraria javanica.
Pengaruh penggunaan stimulansia alami terhadap produktivitas getah pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) Yani mondiana; Agus Sukarno
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i2.31

Abstract

Cara penyadapan getah pinus menurut petani hutan yang dianggap paling mudah dan murah adalah metode quare. Pohon pinus dilukai dengan menggunakan petel sadap, getah yang keluar selanjutnya di tampung di wadah plastik dan dipungut hasilnya setelah tiga hari kemudian. Agar getah keluar lebih lama, penyadap menyemprotkan stimulansia pada bagian pohon yang dilukai. Biasanya stimulansia yang digunakan adalah asam sulfat H2SO4, bahan kimia ini menyakiti pohon. Penelitian dilakukan di petak 121 H Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sekar, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngantang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Perum Perhutani Divisi Regional II Jawa Timur. Waktu penelitian dari bulan April hingga Mei 2020. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan stimulansia alami terhadap produksi getah pinus. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 ulangan, apabila terjadi perbedaan dilanjutkan dengan uji beda terkecil (BNT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan stimulansia alami terdiri dari jeruk nipis, lengkuas, pupuk supernasa dan air kelapa menunjukan hasil produktivitas keluarnya getah yang tinggi yaitu 171,75 gr/pohon/ 3 hari.
Analisis Kemampuan Jenis Pohon Dalam Mereduksi Emisi Karbondioksida (Co2) Pada Jalur Hijau Di Kota Malang Sri Sulastri; Damai Dwi Puji Atmoko; Yani Quarta Mondiana
JURNAL GREEN HOUSE Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v3i1.40

Abstract

Kota Malang merupakan pusat permukiman dan kegiatan masyarakat serta menjadi pusat kegiatan pemerintahan, perekonomian, industri dan memiliki batas administrasi wilayah yang diatur kedalam undang-undang serta menjadi destinasi wisata. Penambahan penduduk akan mengakibatkan adanya penambahan emisi di perkotaan, sehingga perlu adanya Ruang Terbuka Hijau. Syarat minimal RTH diperkotaan 30% dari luas kawasan perkotaan, kota Malang memiliki luasan RTH 18,14% dari total luasan kawasan perkotaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan jenis pohon dalam mereduksi emisi CO2. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan cara pengambilan data inventarisasi pohon dan pengambilan volume kendaraan bermotor di lima jalan kolektor sekunder yaitu Jalan Raya Langsep, Kawi Atas, Urip Sumoharjo, Mayjen M. Wiyono, dan Mayjen Sungkono. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 jenis pohon yang terdapat pada kelima jalan dengan total jumlah 572 pohon. Jenis pohon yang memiliki jumlah tertinggi adalah Samanea saman dengan total 242 pohon, serta memiliki daya serap terhadap emisi CO2 tertinggi sebesar 3.252,1 g/jam/pohon. Daya serap total seluruh jenis pohon 12.987.796 g/hari, sedangkan total emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor 876.067.471 g/hari.
Pengaruh Kedalaman Air Terhadap Laju Pertumbuhan Ganggang (Myriopyllum brasiliensis cambass) Di Resort Ranu Darungan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yani quarta mondiana; Agustinus Hajon Koten; Anisa Zairina
JURNAL GREEN HOUSE Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v3i2.49

Abstract

Ganggang merupakan salah satu sumberdaya alam hayati yang bernilai ekonomis dan memiliki peranan ekologis sebagai produsen yang tinggi dalam rantai makanan karena dapat memproduksi zat-zat organik dan tempat pemijahan biota-biota laut. Selain itu ganggang dapat mencegah pergerakan subtrat, dan berfungsi sebagai penyaring air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedalaman air terhadap laju pertumbuhan ganggang ( myriopyllum brasiliensis cambass) di Resort Ranu Darungan. Penelitian dilaksanakan di Resort Ranu Darungan, Kabupaten Lumajang, provinsi jawa timur selama bulan April sampai bulan Mei. titik pengamatan dilakukan secara purposive sampling sebanyak 4 titik pengamatan,titik pengamatan tersebut di buat berdasarkan garis tengah atau diamat dari luas danau mulai dari ujung tepi utara sampai dengan tepi selatan, pada garis pengamatan tersebut di tentukan sebanyak 4 titik pengamatan,pada setiap titik pengamatan dilakukan dengan sampling dengan kedalaman 2m, 4m, 6m, dan 7m pengamatan, setiap kedalaman dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Penelitian ini menggunakan metode garis berpetak dengan menggunakan analisis regresi. Menghitung laju pertumbuhan Ganggang dengan mengukur tinggi tumbuhan, besaran pokok dan mencari rata-rata pertumbuhan.
EMPOWERING UMKM DENGAN PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING PADA PAGUYUBAN DESTINASI USAHA KASEMBON MALANG Sari, Risca Kurnia; Rijal, Muhammad Saifur; Utama, Satria Putra; Zairina, Anisa; Modiana, Yani Quarta; Widyastuti, Diane; Perdana, Randhiki Gusti
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 1 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i1.3662

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pandangan baru kepada masyarakat terutama UMKM yang tergabung dalam Paguyuban Destinasi Usaha mengenai pemanfaatan digital marketing yang lebih efektif dan efisien untuk pengembangan UMKM. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat yaitu pelatihan terkait pemanfaatan digital marketing. Peserta mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan smart phone sebagai media pemasaran produknya. Selain itu, pengabdian masyarakat ini juga memberikan bantuan kepada Paduka untuk membuatkan katalog produk digital yang dapat bermanfaat bagi pelaku UMKM dalam Paduka dan konsumen.
Optimasi Pengolahan Leachate Dengan Kombinasi Biofilter Dan Fitoremediasi Berbasis Tanaman Bambu Air Untuk Menurunkan Kadar Logam Cr Widyastuti, Diena; Zairina, Anisa; Suprayitno, Didik; Sulastri, Sri; Mondiana, Yani Quarta
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i1.54

Abstract

Leachate from landfill sites contains heavy metals such as chromium (Cr), which are toxic and carcinogenic, requiring effective management to prevent environmental contamination. This study aimed to optimize the reduction of Cr levels in leachate using a combination of biofilter and phytoremediation based on aquatic bamboo plants. The research was conducted at the Laboratory and Greenhouse of Institut Pertanian Malang using a Completely Randomized Design (CRD) with two treatments (biofilter only and biofilter combined with phytoremediation) and five replications. The biofilter utilized natural media including gravel, silica sand, coconut shell charcoal, and compost, while phytoremediation employed aquatic bamboo (Equisetum hyemale). Results showed that Cr levels decreased from 3.89 mg/L to 2.20 mg/L with biofilter treatment alone, and further decreased to 1.08 mg/L when using the combined biofilter-phytoremediation treatment, with removal efficiencies of 43.4% and 72.8%, respectively. The most significant reduction occurred during the initial weeks, followed by a gradual decline towards the end of the observation period. The combination of biofilter and phytoremediation with aquatic bamboo proved effective and environmentally friendly in reducing Cr levels in leachate, indicating its potential for broader application in leachate management at landfill sites
Integrasi Sistem Informasi Geografis dalam Pemetaan Kualitas Air untuk Mendukung Program Sanitasi Masyarakat Rahardjo, Poegoeh Prasetyo; Widyastuti, Diena; Zairina, Anisa; Mondiana, Yani Quarta; Wijaya, Alvin Candra; Farida, Siti
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i1.56

Abstract

The decline in river water quality due to domestic and industrial pollution presents a major challenge in urban environmental management. This study aims to map the spatial distribution of water quality in the Upper Metro Sub-watershed using a Geographic Information System (GIS) approach to support community-based sanitation planning. The methodology involved the measurement of physical, chemical, and biological parameters at five monitoring stations. Water quality was evaluated using the STORET method and EPT Index (Ephemeroptera, Plecoptera, Trichoptera), while spatial data were analyzed using IDW interpolation to generate pollution distribution maps. The results revealed a downstream degradation in water quality, indicated by increasing levels of BOD, COD, TSS, and phosphate, and decreasing DO. According to STORET classification, the upstream area was categorized as unpolluted, whereas the downstream stations were moderately polluted. The EPT index decreased from 12 taxa upstream to none downstream, reinforcing the chemical analysis. Spatial maps highlighted pollution hotspots in densely populated residential and small industrial zones. GIS integration proved effective in visualizing pollution zones and supporting decision-making in the Total Sanitation Program (STBM). This study offers technical and spatial recommendations to improve data-driven water quality management.
Spatial Analysis of Sugarcane Production to Support National Sugar Self-Sufficiency: A Case Study of East Java Province Niniek Dyah Kusumawardani; Didik Suprayitno; Anisa Zairina; Yani Quarta Mondiana
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 8 No. 02 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v8i02.41750

Abstract

Achieving national sugar self-sufficiency requires a nuanced understanding of regional production dynamics. This study employs a Geographically Weighted Regression (GWR) approach to analyze the spatial heterogeneity of sugarcane production in East Java Province, a critical region contributing approximately 40% of Indonesia's national output. Utilizing secondary data from 2019 to 2022 on production yield, harvested area, and key climatic variables, our GWR model reveals that harvested area is the most consistent and significant determinant of production across all regencies. In contrast, climatic factors such as rainfall and temperature exhibit localized, spatially varying effects. The model demonstrates high explanatory power, with a local R² value of up to 0.90, indicating it captures 90% of the spatial variation in production. These findings underscore the limitation of global regression models and affirm the superiority of the GWR method in providing location-specific insights. Consequently, this analysis offers a robust, spatially explicit foundation for policymakers to design targeted interventions aimed at optimizing regional productivity. Future research should integrate socioeconomic variables to further elucidate the linkage between localized production efficiency and the broader goal of national food security.
The effect of slope level and hydroseeding formula on the growth of Cyperus brevifolius and Pueraria javanica seedlings Zairina Anisa; Yani Quarta Mondiana
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 21 No. 11 (2020)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d211104

Abstract

Abstract. Zairina A, Mondiana YQ. 2020. The effect of slope level and hydroseeding formula on the growth of Cyperus brevifolius and Pueraria javanica seedlings. Biodiversitas 21: 5008-5012. The aim of this study was to analyze the effect of the slope level on the growth of green kyllinga (Cyperus brevifolius) and puero (Pueraria javanica) seedling in a hydroseeding formula. The hydroseeding mixture consists of plant seeds, compost, soil conditioner, manure, and water. In addition, to all hydroseeding compositions, guar gum and a local microorganism mix were mixed until colloidal mulch was obtained. This study applied factorial design with slope level dan hydroseeding treatment as independent variables, while seed height, number of shoots, and number of leaves were the dependent variables. Data were replicated four times. The hydroseeding formula had a significant effect on all variables, except for the height of C. brevifolius seedlings. There was a significant interaction effect between the slope level and hydroseeding treatment on the germination rate of both species but the effect of this interaction was not significant on plant height and leaf number. The best germination rates were found in boxes with a slope of 100%. This situation was consistent for both species. This indicated that both species had the potential to be used as pioneer plants in post-landslide reclamation with a slope of 100%.
Analisis Keanekaragaman Jenis dan Status Konservasi Burung di Wana Wisata Bedengan Alfonsus Dappa; Poegoeh Prasetyo Rahardjo; Yani Quarta Mondiana
JURNAL GREEN HOUSE Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v5i1.80

Abstract

Burung berperan penting sebagai penyerbuk, penyebar biji, pengendali hama, dan indikator kesehatan lingkungan, serta sensitif terhadap perubahan habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan status konservasi burung di lahan agroforestri (perpaduan tanaman pertanian dan pepohonan) dan non-agroforestri (lahan pertanian intensif atau non-kehutanan) di Wana Wisata Bedengan, serta menganalisis perbedaan keanekaragaman jenis burung antara kedua tipe habitat tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Wana Wisata Bedengan, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Mei–Juni 2025, menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan dibandingkan antara habitat agroforestri dan non-agroforestri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis burung pada lahan agroforestri (H' = 3,03) lebih tinggi dibandingkan lahan non-agroforestri (H' = 2,0936), dan perbedaan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,05). Mayoritas spesies yang ditemukan berstatus Least Concern, namun keberadaan beberapa spesies yang dilindungi dan berstatus Rentan (Vulnerable) menunjukkan pentingnya upaya konservasi di kawasan tersebut.