Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFAATAN TROTOAR (STUDI KASUS PADA JALAN EL TARI SEBA, KABUPATEN SABU RAIJUA): PEDESTRIAN COMFORT STUDY ON THE UTILIZATION OF SIDEWAYS (CASE STUDY ON EL TARI SEBA STREET, SABU RAIJUA DISTRICT) Lipril Boni Geti; Paul G. Tamelan; Ketut M. Kuswara
BATAKARANG Vol. 5 No. 2a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) persepsi para pejalan kaki tentang kenyamanan terhadap pemanfaatan jalur trotoar di Kabupaten Sabu Raijua, khususnya di jalan El Tari Seba, (2) kondisi fisik trotoar yang ada di jalan El Tari Seba. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan metode studi kasus. Populasi dari penelitian adalah orang-orang yang melintas trotoar. Teknik pengumpulan data mengunakan metode Observasi, Angket (Kuesioner) dan metode Dokumentasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kenyamanan pejalan kaki terhadap pemanfaatan trotoar sebagai activity area sebesar 53% termasuk dalam kategori tidak nyaman dan kondisi fisik trotoar ditinjau dari pengukuran pada lebar trotoar dan pendataan LHR di Jln. El Tari seba, tergolong dalam trotoar yang tidak memenuhi syarat. Dalam peraturan perencanaan jalan, standar minimum lebar trotoar adalah 1,5 meter, Sedangkan lebar trotoar yang ada pada jalan El Tari seba 1,2 meter. Hal yang mempengaruhi sehingga trotoar di buat 1,2 m ialah berdasarkan informasi dari pihak PU kabupaten Sabu Raijua disamping kiri dan kanan lahan sudah di penuhi dengan pertokoan dan perumahan penduduk dan tidak ada pelebaran trotoar lagi sedangkan pertumbuhan lalu lintas cukup tinggi, tujuannya untuk memperlebar jalan sehingga LHR lebih lancar. Berdasarkan pendataan LHR diperoleh 1518/12 jam, sehingga sesuai aturan dan ketentuan trotoar di jalan EL Tari Seba harus sediakan trotoar dimana volume kendaraan lebih dari 1000/12 jam.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN DAN KERETAKAN JALAN, PADA RUAS JALAN (IKAN FOTI) DI TINJAU DARI SEGI BEBAN KENDARAAN DI KEC. NEKAMESE DAN KEC. AMARASI BARAT KAB. KUPANG: ANALYSIS OF FACTORS CAUSING ROAD DAMAGE AND RIFTING, ON THE ROAD (IKAN FOTI) REVIEWED FROM THE PERSPECTIVE OF VEHICLE LOAD IN NEKAMESE DISTRICT AND AMARASI BARAT DISTRICT, KUPANG REGENCY Erwin Batmaro; Paul G. Tamelan; Ketut M. Kuswara
BATAKARANG Vol. 5 No. 2a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan perekonomian, baik antara satu kota dengan kota lainnya, antara kota dengan desa, antara satu desa dengan desa lainnya. Kondisi jalan juga sangat mempengaruhi kelancaran lalulintas dan juga berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan jalan dan nilai kondisi perkerasan jalan di ruas jalan raya H.R Koroh (ikan foti) sehingga dapat ditentukan cara perbaikannya. Oleh karena itu dalam pebaikan ini perlu di adakan penelitian yang lebih mendalam terhadap kerusakan jalan (ikan foti) Berdasarkan pemaparan tersebut, Jenis penelitian ini mengunakan metode survey visual PCI (Pavement Condition Index). Berdasarkan hasil analisis perhitungan diatas didapat tingkat kondisi perkerasan untuk unit sampel 1, 3, 7 dan 9 dengan nilai PCI 70, 70, 65, dan 68 adalah (Good), unit sampel 15, 21 dengan Nilai PCI 36, 32 adalah (poor), sampel satuan, 13, 19 dengan Nilai PCI 15, 20 adalah (Sangat Buruk), unit sampel, 5 dengan Nilai PCI 78 adalah (Sangat Baik), dan untuk unit sampel 11 dengan Nilai PCI 0 adalah (Gagal). Untuk Rata-rata nilai Pavement Condition Index (PCI) untuk seluruh unit sampel adalah 45,09 dengan Rating (FAIR) Rata- Rata. Dari analisis dengan menggunakan metode PCI dan juga dilihat dari hasil persepsi para pengguna jalan tentang kondisi kerusakan jalan yang terjadi untuk berdasarkan kuesioner dari aspek keamanan, kenyamanan, dan aspek biaya menunjukkan bahwa jalan tersebut mengalami kerusakan yang cukup serius sehingga perlu dilakukan program peningkatan terhadap jalan tersebut sanggat perlu agar mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat kerusakan jalan yang telah terjadi. metode dan cara perbaikan jalan raya dengan mengunakan sebagai berikut adalah metode perbaikan menurut para ahli sebagai berikut yaitu: retak kulit buaya, amblas, retak memanjang, dan lubang.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN JALAN DI DESA PENFUI TIMUR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG: IDENTIFICATION OF ROAD DAMAGE IN PENFUI TIMUR VILLAGE, SUB-DISTRICT KUPANG TENGAH, KUPANG DISTRICT Oskar Emanuel Lae; Ketut M. Kuswara; Asrial
BATAKARANG Vol. 5 No. 2a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna jalan maupun pejalan kaki di jalan lanudal kota kupang penfui timur, sejauh ini masi belum baik akibat jalannya yang begitu rusak, tergenangnya air dan kekuatan kendaran yang mengakibatkan lubang pada ruas jalan lanudal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan jalan pada jalan lanudal desa penfui timur kecamatan kupang tengah kabupaten kupang. metode penelitian yang di gunakan dalm penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa kinerja pada ruas jalan akibat tekanan dari kendaraan, tergenangnya air hujan dan tidak adanya drainase pada jalan.
ANALISA KAPASITAS DAN KINERJA SIMPANG PADA PERSIMPANGAN GANDA STRAT-A OEBA KOTA KUPANG: ANALYSIS OF INTERSECTION CAPACITY AND PERFORMANCE AT DOUBLE INTERSECTION STREET-A OEBA KUPANG CITY Vemprianus Efi; Ketut M. Kuswara; Asrial
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar-belakangi oleh salah satu contoh kondisi simpang jalan di Kota Kupang yang berpotensi terjadinya masalah lalulintas yakni simpang jalan Timor Raya. Simpang jalan ini yang dikenal dengan nama Strat-A, memiliki mobilintas yang tinggi karena berada dekat dengan kawasan pendidikan, pertokoan, kantor, hingga pasar. Gambaran kondisi ini menyebabkan sering terjadinya kemacetan pada persimpangan, yaitu terjadi antrian yang cukup panjang di lengan simpang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kapasitas dan kinerja simpang pada persimpangan Ganda Strat A Kota Kupang, dan untuk mengetahui besarnya hambatan samping pada persimpangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau survei langsung pada lokasi selama 1 minggu, per jam 60 menit dan 2 hari mewakili hari pertama kerja dan hari terahkir kerja, sedangkan satu hari mewakili hari libur, pada tanggal 7 Maret 2022 dengan lamanya waktu 12 jam atau dari jam 07.00 sampai jam 18.00. Setelah data di kumpulkan dilanjutkan pengolahan data dalam bentuk tabel dan grafik untuk dilakukan pengecekan pada indikator-indikator yang menjadi standar sesuai MKJI 1997 yaitu kapasitas simpang, derajat kejenuhan, peluang antrian, dan tundaan pada simpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja simpang pada persimpangan Ganda strat A Oeba Kota Kupang, Jalan Timor Raya saat ini berada pada tingkat pelayanan (LOS) A atau dalam kondisi baik, dimana simpang ini memiliki kapasitas sebesar 1322,9 smp/jam, sedangan untuk hambatan samping yaitu derajat kejenuhan sebesar 0,7 tundaan selama 6 dtk/smp dan peluang antrian antara 6%-16%.
KAJIAN LALU LINTAS DI JALAN H. R. KOROH KOTA KUPANG DIDASARKAN STANDAR PERENCANA GEOMETRIK JALAN RAYA: TRAFFIC STUDY ON H.R KOROH ROAD CITY OF KUPANG BASED ON HIGHWAY GEOMETRIC PLANNING STANDARD Mario Yosefus Djerau; Ketut M. Kuswara; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan H.R Koroh, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang banyak dilalui dengan berbagai macam kendaraan, baik dari kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Seiring berjalannya waktu dengan jumlah penduduk kota Kupang yang semakin meningkat tiap tahunnya, menyebabkan aktivitas masyarakat pada umumnya memanfaatkan jalan ini dalam berbagai macam kegiatan menyebabkan ruas jalan ini akan selalu macet dan pada jam-jam puncak. Ruas jalan ini memiliki panjang keseluruhan ± 2,61 km. Jalan ini termasuk tipe jalan 2/2UD atau tipe jalan Dua Lajur Dua Arah Tak Terbagi. DataVolume Rata-rata (Arah Barat), Senin-Sabtu: 3661,6; 3503,6' 3931; 4216,6; 3876,2; 3855. Data Volume Rata-rata Arah Timur, (Senin-Sabtu): 3521,2; 3375,8; 3700,4; 2765; 3868,4; 3636,4. Persepsi pengguna jalan dan masyarakat di sekitar jalanH.R Koroh Kota Kupang terkait dengan kenyamanan, diperolah hasil pada kategori tinggi, yang berarti bahwa tingkat kenyamanan pengguna jalan dikatakan rendah mengindikasikan bahwa sebagian besar penggunajalan merasakan stress, perjalanan lebih lama dibandingkan dengan kondisi normal, membuat badan lelah sehingga kenyamanan rendah.
RASIO VOLUME PER KAPASITAS DAN ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN TIMOR RAYA KUPANG: Volume-To-Capacity Ratio And Traffic Accident Rate On Timor Raya Street Kupang Yuni Valentin Ndun; Ketut M. Kuswara; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah serius yang selalu terjadi dari waktu ke waktu di jalan adalah kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas merupakan kejadian dimana kendaraan bermotor bertabrakan dengan benda lain dan mengakibatkan kerusakan. Selain itu kecelakaan mengakibatkan kerugian bagi korban kecelakaan maupun pengguna jalan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kecenderungan kecelakaan lalu lintas dan jumlah angka kecelakaan lalu lintas serta mengetahui rasio volume per kapasitas yang terjadi di jalan Timor Raya Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan angka kecelakaan terbanyak terjadi akibat faktor manusia, nilai VCR 11,30 maka dapat disimpulkan kondisi yang terjadi di jalan timor raya yaitu arus dipaksakan, kecepatan rendah ,volume diatas kapasitas, antrian panjang (macet), Perhitungan LHR, didapatkan angka 20.400,5 smp/jam maka jika dilihat Jalan Timor Raya merupakan jalan Kelas I dengan fungsi sebagai jalan utama.
ANALISIS SIMPANG BERSINYAL (STUDI SIMPANG TIGA LENGAN DI JALAN JEND. SOEHARTO, JALAN H. R. KOROH DAN JALAN AMABI): ANALYSIS OF SIGNALED INTERCEPTION (STUDY OF THEREE ARM INTERCEPTION ON JEND. SOEHARTO, H. R. KOROH AND AMABI STREET) Hendrik Umbu Dapa Yapu; Ketut M. Kuswara; Roly Edyan
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang tiga bersinyal pada lokasi penilitian ini terdapat banyak aktifitas masyarakat diantaranya yaitu tempat keluar masuknya anak sekolah, pegawai kantoran, akses menuju pasar Inpres Naikoten dan merupakan jalan alternatif, oleh karena itu banyak masyarakat yang melewati simpang tersebut yang menyebabkan simpang tersebut mengalami kemacetan. Selain itu tidak berfungsinya Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL) membuat kondisi lalu lintas semakin tidak teratur rawan akan terjadinya kecelakaan yang berbahaya bagi pengguna jalan. Jenis penilitian ini bersifat empiris/riset yaitu metode peniltian dengan melakukan penilitian secara langsung ke lapangan. Waktu pengambilan data dilakukan selama 2 kali sehari dalam waktu yang berbeda, yaitu pada pagi hari pukul: 07.00-09.00 di mana puncak arus orang yang berangkat kerja, sekolah dan sore hari pada pukul : 15.00-17.00 sebagai puncak arus orang yang pulang kerja dan sekolah. Metode yang digunakan dalam penilitian yaitu menggunakan metode MKJI 1997. Dari perhitungan kapasitas sebenarnya sebuah simpang didapat hasil perhitungan 3447 smp/jam,tetapi hasil perhitungan Lhr di dapat 3716 smp/jam, maka dapat di simpulkan bahwa kapasitas sebenarnya (C) lebih rendah dari Lhr sehingga terjadinya tundaan atau antrian pada sebuah simpang di saat jam pucak. Derajat kejenuhan semua simpang di dapat DS = 0,29 < 0,6 jadi kategori pada persimpangan tersebut termasuk lancar. Waktu tundaan semua simpang jalan tersebut adalah Dtot = 9,72 dtk/smp dan peluang antrian di sebuah simpang tersebut adalah 4,61%-17,27% sehingga harus di lakukan pengaktifan kembali Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL), perlunya ada pengawasan pada simpang, dan pelebaran jalan agar nilainya sesuai dengan MKJI 1997.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR RUAS JALAN PENKASE-OELETA KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG DENGAN METODE BINA MARGA 2017: FLEXIBLE PAVEMENT THICKNESS DESIGN FOR THE PENKASE-OELETA ROAD SECTION, ALAK DISTRICT, KUPANG CITY USING THE BINA MARGA 2017 METHOD Sari S. Musdalifah; Ketut M. Kuswara; Asrial
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan pada ruas jalan penkase kecamatan Alak Kupang NTT dan menghitung berapa tebal perkerasan yang sesuai dengan data CBR dan LHR pada ruas Jalan penkase kecamatan Alak ,Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menggunakan metode Bina Marga 2017.Metode penelitian kuantitatif, dengan populasi keseluruhan objek penelitian jalan Penkase-Oeleta kecamatan Alak yaitu 2,5 km dan lebar jalan 4,5 m., adapun Luas unit sampel yang diambil sepanjang 2.500 KM diambil data ganjil dan yang menjadi sampel 13 titik, disetiap titik diabil 100 m yang menjadi sampelnya. Teknik pengumpulan data melalui observasi, Data Kondisi Kerusakan Jalan, dokumentasi, dan Teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan jenis dan tingkat kerusakan jalan penkase Kec. Alak kota Kupang-NTT Dari data luasan dan presentase diatas maka di dapatkan tipe kerusakan tertinggi pada kerusakan lubang yaitu sebesar 37,17% dan presentase kerusakan terendah terdapat pada tipe kerusakan lepas butiran yaitu sebesar 1,07%. Dari perhitungan berdasarkan umur rencana 10 tahun diperoleh tebal lapisan untuk metode analisis komponen. Tebal lapisan yang dihitung memenuhi syarat dari yang direncanakan yaitu D1 = 5 cm D2 = 20 cm dan D3 = 10 cm. Hasil pengamatan dan pengukuran yang di lakukan dijalan Penkase-oelata Kecamatan Alak Kota Kupang khusunya lapis permukaan (D1), didapatkan ketebalan yang berbeda-beda, dimana di depan kantor lurah alak Penkase alak tebalnya 3,4 cm , dan di depan puskesmas 2,9 cm jadi lebih kecil dari hasil perhitungan yaitu setebal 5 cm sehinga dapat di jelaskan bahwa kostruksi jalan yang ada saat ini tidak mampu lagi menerima beban beban kendaraan yang melewatinya, jadi ruas jalan perlu dipertebal Kembali agar mampu menerima beban LHR saat ini.
PENGARUH KONDISI SARANA DAN PRASARANA TERHADAP KENYAMANAN WISATAWAN DI PANTAI OESINA KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG: THE EFFECT OF THE AVAILABILITY OF FACILITIES AND INFRASTRUCTURE ON TOURIST COMFORT AT OESINA BEACH, KUPANG BARAT DISTRICT, KUPANG REGENCY Priskila Sinthike Nandi Palla; Hikmah; Ketut M. Kuswara
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi sarana dan prasarana wisata terhadap kenyamanan wisatawan di Pantai Oesina Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel penelitian ini terdiri dari Sarana (X1), Prasarana (X2) dan Kenyamanan (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Pantai Oesina, teknik sampel menggunakan Metode Rao dan sampel sebanyak 100 orang. Data yang diperoleh melalui pembagian kuesioner dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Sarana (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kenyamanan (Y) sebesar 34% dan sisanya 66% dari variabel yang tidak dibahas dalam penelitian. Sedangkan variabel Prasarana (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kenyamanan (Y) sebesar 42% dan sisanya 58% dari variabel yang tidak dibahas dalam penelitian. Hasil uji F-Simultan diketahui nilai probabilitas F hitung sebesar 3.236>F tabel 3,090 dan nilai signifikansi variabel sarana dan prasarana sebesar 0,044<0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel Sarana dan Prasarana berpengaruh secara signifikan terhadap Kenyamanan wisatawan.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PADA JALAN PENKASE-OELETA KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA: ANALYSIS OF THE LEVEL OF DAMAGE ON THE PENKASE-OELETA ROAD, ALAK DISTRICT, KUPANG CITY USING THE DELIVERY METHOD Maria A. A. Daos; Ketut M. Kuswara; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan pada ruas Jalan Penkase-Oeleta Kecamatan Alak Kota Kupang, sebagai respons terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif untuk populasi penelitiam dengan panjang 2,5 km dan lebar jalan 4,5 m di peroleh 25 segmen, dan untuk sampel dalam menganalisis jenis kerusakan perkerasan jalan dengan panjang segmen 100 m di ambil angka ganjil sehingga di peroleh 13 sampel yang akan ditinjau pada ruas jalan penkase. Dengan pengumpulan data primer melalui survei langsung terhadap kondisi jalan, volume lalu lintas dan jenis kerusakan. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis tingkat kerusakan menggunakan Metode Bina Marga, yang menggabungkan nilai yang di dapat dari survei visual yaitu jenis kerusakan dan LHR. Hasil penelitian menunjukkan jenis kerusakan meliputi lubang, retak kulit buaya, retak memanjang, pelepasan butiran, dan tambalan. Dengan presentase kerusakan adalah lubang (37,17%), tambalan (28,3%), retak memanjang (18,66%), dan retak kulit buaya (15,17%). Dari perhitungan menggunakan Metode Bina Marga didapatkan nilai UP 10, menunjukkan perlunya program pemeliharaan rutin. Rekomendasi penanganan melibatkan penambalan dan overlay untuk memperbaiki kerusakan, mencegah infiltrasi air, dan mempertahankan kualitas jalan. Studi ini memberikan kontribusi dalam perencanaan pengembangan jalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Kupang.